
Tiga hari berlalu... dan selama tiga hari ini Adara masih di kediaman sang Kakak.
Bukan tidak nyaman di rumah sang Orang tua.. tapi berada di kediaman sang kakak ada kenyamanan tersendiri untuk nya.
Dan di tambah lagi setiap wejangan2 yang Kianara sampaikan begitu mudah ia terima dan fahami...
Hari ini hari Ahad... seperti biasa semua lepas dari aktifitas pekerjaan.
kalau Aditya akan segera datang ke RS jika memang ada yang harus di tangani nya langsung.
Pagi itu seperti biasa, Kianara sedang asik berjalan santai sembari menikmati hangatnya sinar mentari pagi.
setelah di rasa cukup untuk aktifitas pagi ini, Kianara menyusul Aditya dan Adara yang sedang asik menikmati cemilan pagi di kursi taman...
"udah kak...??"
"hehe... udah"
"ni sayang susu nya di minum dulu, ntar kalau dingin udah gak enak loh" ucap Aditya sembari meminumkan susu untuk sang istri..
"iiuuh.. romantis romantisan nya kok di depan Adara sich....buat iri aja" manyun Adara
"hehe...sebentar lagi juga bakal ada yang ngemanjain kok....ya kan bii...???" ledek Kianara
"ho'ooh...oh ia gimana keputusan kamu dar??"
"Bismillah.. In Syaa Allah Adara udah buat keputusan kak... semoga keputusan Adara ini dalam keridhoan Allah"
"Aamiin" sahut sang kakak berdua secara kompak
......
Siang itu tepat bada dzuhur... notifikasi whatsapp Adara berbunyi.
Wahid
"Assalamualaikum"
Cukup lama Adara menatap pesan yang masuk, pesan itu dari Wahid.
Dan Wahid pun yang melihat pesan nya telah di baca, tapi tak kunjung di balas, ada rasa gundah di hati nya.
__ADS_1
"Bismillah... Adara harus yakin dengan keputusan Adara... " batin Adara
lalu membalas pesan Whatsapp dari Wahid
Adara
"Waalaikumsalam"
Wahid
"Wahid ganggu ya???"
Adara
"Enggak kok...Dara kan kalau ahad libur, sedang mengunpulkan keberanian untuk membalas😊"
Wahid
"Masyaallah... mang Wahid nakutin ya???"
Adara
"hehe..."
Wahid
"Dar... apa pertanyaan Wahid membebani Adara??"
Adara
"Gak kok... Adara faham niatan Wahid itu baik..."
Wahid
"Jadi gimana???Adara udah buat keputusan???"
Adara
"Bada Ashar datang lah kerumah, temui orang tua Adara, Jawaban nya akan Adara sampaikan di depan orang tua Adara.."
Wahid
__ADS_1
"Baik lah... bada Ashar Wahid ke rumah menemui orang tua Adara... Assalamualaikum"
Adara
"Waalaikumsalam.."
......
Bada Ashar di kediaman Pak Pranaja, semua sudah berkumpul, bahkan Aditya dan Kianara pun ada.
Adara telah menceritkan apa yang terjadi dan niatan dari Wahid yang ingin mengkhitbah nya.
Papa dan Mama tidak mempermasalahkan. selama itu baik, dan apapun keputusan Adara mereka semua akan mendukung.
Karna Papa dan Mama juga sudah mengenal Wahid, walau belum terlalu tapi sewaktu masa sekolah beberapa Wahid pernah kerumah untuk urusan sekolah.
Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu...
tok...tok...tok...
"Assalamualaikum..."
Papa yang mendengar ketukan pintu pun langsung menuju pintu untuk membukanya.
"Waalaikumsalam..."
"om...." sapa Wahid sembari mencium punggung tangan Papa.
"ayu masuk..."
"eh...nak Wahid sudah datang... ayu duduk dulu... Adara seperti nya masih di atas," Sapa Mama yang melihat kedatangan Wahid
"Makasih om...tante..." sembari duduk di sofa ruang tamu.
"Ma... panggil Adara dan yang lain nya turun"
Mama pun menuju ke lantai atas untuk memangil Adara, Aditya dan Kianara
Tak lama kemudia semua pun berkumpul di ruang tamu.
Wahid tak lupa menyapa Aditya dan Kianara.
__ADS_1
Wahid cukup kaget, tidak menyangka Kakak ipar dari Adara adalah wanita bercadar..
Kianara mengajak Adara ke dapur untuk menyajikan kue yang telah di buat nya tadi dan beserta minuman nya.