Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Cinta
Keputusan


__ADS_3

"Hafidz kecapean tadi tu, jadi udah tidur" jawab Alif


"Kata mama ada yang mau di diskusikan??" Tanya Aditya


"gini Dit.. tadi Ayah dengar dari Alif, jika kalian akan mencabut tuntutan tersangka penembakan Kianara, jelas Ayah kaget, dan Alif bilang dia tidak berhak untuk menjelaskan, makanya kami kesini" jawab Ayah


"iya...apa keputusan kalian tidak salah??" sambung Papa


"gini pa-" belum selesai Kianara sudah memotong jawaban sang Suami


"biar umma yang jelasin"sambil tersenyum dan mengedipkan kedua mata nya.


Bunda mengelus punggung Kianara


"Pa,Ma,Yah, Bun... ini adalah keputusan Nara"


"kenapa sayang, mereka itu bersalah??" sahut Mama

__ADS_1


"Gak tau kenapa, dari awak Kianara merasa mereka punya alasan di balik itu semua.."


"Alasan ekonomi??? hingga membuat seseorang hampir kehilangan nyawa??" tanya papa


"pa... sabar, dengerin sulu penjelasan Nara" Sahut Mama yang tau nada bicara Papa sedikit meninggi


"Nara tau apa yang mereka lakukan salah, apapun alasan nya,,memang tidak mudah untuk memaafkan, di tambah lagi mereka hampir mengorbankan 2 nyawa sekaligus untuk kepentingan mereka"


"Nara tidak ingin sok menjadi Mulia dengan memaafkan mereka, tapi Nara sedang belajar, Semua itu tidak luput dari Izin Allah... Allah punya alasan"


"Ikhlas dan menjadi pemaaf itu sulit, tapi kita wajib berusaha..."


"lalu apa hasil penyelidikan kalian??" tanya papa


"Anak mereka yang berusia 7 tahunmengidap Leukimia pa, dan tidak mendapatkan perawatan karna faktor biaya, Jaminan kesehatan dari pemerintah tidak menanggung hingga sejauh itu"


"Pa,Ma,Yah, Bun... Allah memilih jalan ini untuk menuntun kita sampai ke mereka, Mas Aditya berjuang mati matian memperjuangkan keselamatan Kianara dan calon anak kami, sedangkan Bapak itu memperjuangkan keselamatan anak nya meskipun akan mengorbankan diri nya di kurung jeruji besi.. Lalu setelah tau semua ini bahkan kita menjalani perjuangan juga, tapi dengan cara yang berbeda, apa kita bisa egois??? kita diam saja???" Kianara menjelaskan panjang lebar hingga air mata nya menetes..

__ADS_1


Semua yang ada di ruangan itu terdiam


"Semua orang memiliki perjuangannya masing-masing... sekalipun itu salah.. Maka ayo kita perbaiki, Kianara sudah Ikhlas dan memaafkan... Kita semua itu manusia biasa, tempat nya Dosa, tapi jika kita bisa membuka jalan yang menuju kebaikan, kenapa kita berdiam diri???" lanjut Kianara


"Awal nya Aditya ragu oleh keputusan Kianara, tapi setelah adit pertimbangkan lagi.. justru Adit merasa malu, Adit sebagai tenaga kesehatan, bahkan mampu membantu, lalu apa Adit harus pura-pura buta???, sungguh ini cambuk untuk Adit..." ucap Aditya


"Kami tidak bisa membebaskan mereka, sekalipun tuntutan Kianara telah di cabut, karna masih ada tuntutan dari pihak Bank, Tapi Adit dan Nara sudah ambil keputusan, Kami akan membantu perawatan anak mereka..." lanjut Aditya


"iya Yah..Alif juga akan membuka web untuk dana bantuan siapa yang ingin membantu" Sahut Alif yang sedari tadi diam


"jujur, awal nya ayah berfikir, jika semua orang bersikap seperti kalian, tidak ada penjahat di penjara, tapi kembali ke alasan kalian, semoga ini bisa jadi jalan mereka menuju lebih baik, dan Ayah juga akan bantu melalui acara amal di YaDu... Ayah bangga dengan pemikiran mulia mu nak.." sambil mendekati sang putri dan memeluknya...


Kianara pun balik memeluk erat sang ayah..


"Baik lah... mendengar penjelasan kalian, papa faham sekarang, dan papa juga akan membantu semampu papa" Ucap papa sambil menepuk-nepuk pundak Aditya


"Makasih untuk semua nya, maaf Kianara belum sempat untuk menjelaskan, dan Di luar sana masih banyak yang butuh uluran tangan kita,,Kianara ingin membantu mereka yang Bener-bener membutuhkan, karna yang kita semua ketahui terkadang pihak rumah sakit tidak semua mampu membantu mereka soal biaya"

__ADS_1


Mama dan Bunda pun memeluk Kianara bersamaan.


__ADS_2