
3 hari berlalu, berita tetang mereka semakin menjadi2, apalagi Nadia memposting foto kebersamaan nya bersama Aditya saat dulu.
Tak bisa di pungkiri siapa yang tidak terusik, tapi Kianara berusaha tetap tenang walau kegelisahan tetap menghampiri nya.
Aditya telah berdiskusi dengan sang pengacara.
dan mereka juga sudah menghubungi Agensi yang menayangkan berita tentang diri nya dan sang istri.
dan telah di putuskan esok hari sabtu akan di adakan konferensi pers.
sesuai permintaan Aditya, Selama menunggu waktu yang di tentukan para wartawan diminta untuk tidak mengganggu dirinya, rumah pribadi nya, dan rumah sakit.
.....
"Arafah udah tidur??"
"udah bi... Abi mau Umma buatkan susu???"
"gak usah... sini dech duduk samping Abi" sambil menepuk2 sofa yang saat ini di duduki nya
Kianara setelah menyelimuti Arafah pun mendekati Aditya dan duduk di posisi yang di minta Aditya, dimana lagi kalau bukan di samping diri nya.
Kianara pun menyandarkan kepala nya ke pundak Aditya dan melingkarkan tangan nya ke perut Aditya.
__ADS_1
Melihat tingkah Kianara, Aditya pun mengecup puncak kepala Kianara berulang2 kali..
"Sabar ya... In Syaa Allah besok semua selesai..." ucap Aditya seakan tahu isi hati Kianara.
"hmmmm.... Bismillah, semoga semua segera berakhir dengan baik"
"ehm...." guman Aditya
" Ada apa bi???" tanya Kianara heran dan mengangkat kepala dan memalingkan wajah nya ke arah wajah Aditya
"ehm...apa ya???"
mendengar jawaban Aditya membuat Kianara mengerutkan dahi nya.
"ehm... kangen dech... kangen banget malahan, beberapa hari ini kita sibuk tak menentu, boleh malam ini abi----" belum sempat menyelesaikan ucapan nya Kianara sudah merangkul kan tangan nya ke leher Aditya
Dan malam ini Aditya dan Kianara pun meluapkan rasa rindu mereka yang mereka redam beberapa hari ini, di karenakan problem yang sedang mereka hadapi.
Pagi ini sesuai jadwal yang di tentukan.
Aditya dan Kianara akan mengadakan konferensi pers di salah satu Aula stasiun TV ternama.
Aditya, Kianara dan orang2 yang di percaya pub hadir dan tak lupa Arafah pun berama mereka.
__ADS_1
Pihak Nadia telah di hubungi tapi tidak ada Jawaban.
Dan ruangan itu telah penuh dengan para wartawan super kepo pasti nya.
"Assalamuallaikum, selamat pagi semua nya???" salam pembuka acara sari saluran TV
"Waalaikumsalam, pagi..." jawab mereka semua yang ada di ruangan.
" Seperti yang sudah kami informasikan, bawa pagi ini Pak Aditya Surya Pranaja yang teman2 wartawan cari2 beberapa hari ini akan mengklarifikasi semua berita yang tersebar... dan Saya mempersilahkan untuk Pak Aditya memulai klarifikasi nya"
Aditya pun berdiri dari kursi nya.
"Assalamuallaikum"
"Waalaikumsallam" jawab mereka kompak
"hmm... saya harap saat saya berbicara saat ini baik media dan wartawan bisa bekerja sama, dengarkan klarifikasi dari saya, dan jika ada yang ingin di tanyakan bisa di tanyakan di sesi tanya jawab nanti nya.. apa temen2 media dan wartawan bisa????"
"Bisa...." jawab mereka kompak, walau awal nya sempat saling tatap antar mereka sesama wartawan.
"ya Saya Aditya Surya Pranaja, Pemilih dari RS.Harapan, ya itu semua benar Mungkin teman2 media, dan Wanita bercadar ini"sambil meminta Kianara untuk berdiri
"Wanita di samping saya ini" ucap nya lagi dan kali ini sembari merangkul Kianara
__ADS_1
"Nama nya Adalah Kianara Fitri Maulana, dia adalah Istri Sah saya, sang sudah saya nikahi hampir 4th, dan Yang ada di gendongan nya saat ini adalah anak pertama kami yang bernama Arafah Kianara Surya" ucap Aditya dengan tegas dan mencium kening Kianara lalu Arafah bergantian.
Semua wartawan pun tercengang dan momen itu tak luput dari sorotan kamera.