
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Asyhadu allaa illaaha illallaah
Tepat saad adzan magrib berkumandang, Operasi Kianara selesai...
Walau masa kritis masih berjalan, Usaha semaksimal mungkin sudah mereka lakukan, soal hasil Allah yang menentukan.
Sampai pada titik saat ini, itu sangat luar biasa, karna ini juga salah satu pertolongan Allah.
Kondisi Kianara dan kandungan sempat sangat drop, bahkan ada salah satu team yg sudah pesimis, tapi lagi dan lagi Aditya berusaha kuat walau jujur kaki nya sudah gemetar.
Di tatapnya dalam wajah pucat sang istri, ada senyum tipis menghias, seakan itu salah satu penyemangat.. senyum itu menandakan harapan.
"Sayang.... kamu bisa, kamu harus kuat, kita berjuang bersama. Allah menguji kita 2 tahun ini, menguji kesetiaan kita.... Kita mampu sayang....dan Kini bahkan di saat kita baru tahu doa kita terkabulkan, Allah pun kembali menguji kita.... Sayang jangan lemah... kita bisa, ayo kita jaga amanah ini... Mas mohon, jangan tinggalkan mas seperti ini, mas mohon....Ya Allah... Ya Rohman, Ya Rohim... Kasihanilah kami...Mudahkan perjuangan kami, Ya Allah yang maha Penyembuh... Hamba memohon kesembuhan,kesehatan untuk Istri dan calon anak kami... La Haulla wala quata illa billah.... Allahu Akbar" batin Aditya
Denyut nadi dan jantung Kianara yang sempat sangat sangat lemah, seketika kembali normal, dan denyut jantung janin Kianara pun kembali.. Tepat di Adzan berkumandang.
__ADS_1
Aditya langsung sujud syukur, dan team lain pun saling berpelukan....
Benar-benar Keajaiban, Benar-benar Pertolongan Allah... Allah benar-benar menunjukan, Siapa yang yakin dan bersungguh-sungguh.. Tidak ada yang Mustahil bagi NYA....
Lampu operasi pun berubah berwarna hijau. menandakan operasi telah berakhir.
Semua anggota keluarga langsung berdiri tepat di depan pintu, tak sabar mendengar hasil operasi.
Kianara dalam proses di bersihkan, di ganti pakaian nya. hanya tersisa Aditya dan beberapa suster dan Dr.Silfi.
Para Dokter dan perawat laki-laki keluar ruangan.
"Bagaimana anak kami dok???" tanya bunda dengan cepat sambil menggenggam tangan Dr.Gunawan
"Alhamdulillah berhasil pak,bu.. kekuatan doa menjawab semua nya, kita tinggal melihat perkembangannya, semoga ibu Kianara segera melewati masa kritis nya😊"
"Alhamdulillah" ucap syukur mereka serentak... mereka saling berpelukan. Ayah dan Alif tak lupa Sujud syukur
__ADS_1
Aditya tersenyum melihat sang istri mampu melewati masa-masa perjuangan nya.
Setelah semua selesai, Kianara pun di pindahkan menuju ruang rawat..
Seluruh keluarga ikut mengantar Kianara ke ruangan..
Sang mama langsung memeluk Aditya..Aditya tersenyum, berusaha tetap tampak sangat kuat, walau ke khawatiran masih memuncak.
Sesampainya di ruangan, Aditya meminta hanya 2 orang yang boleh berada di ruang Kianara, sisa nya bisa menunggu di ruang santai yang posisi nya masih di dalam ruangan itu, tapi ada pembatas dinding nya. Ruang VVIV nya di desain sebaik mungkin.
Aditya akan mandi, lalu Sholat "yang lain bisa sholat bergantian, atau langsung ke Musholah,cukup 2 orang saja di ruangan ini. yang lain bisa di ruang tunggu itu..." sambil menunjuk ruang tunggu yang di maksud.
Aditya bergegas ke ruangan nya untuk mandi, karna perlengkapan nya semua di sana.
Rasa lelah, lapar tak di hiraukan nya, yang ia inginkan saat ini cepat-cepat mengadu ke pelukan Rabb nya melalui sujud nya.
Bermanja dengan Rabb nya melalui doa nya.
__ADS_1
Dia sadar tak pantas menuntut banyak... tapi kemana lagi kalau bukan ke Rabb nya..
Begitulah hakikatnya manusia.