Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Cinta
bab 44


__ADS_3

Rasa ingin segera berlari memeluk sang suami untuk menyampaikan berita bahagia ini. Namun di urungkan nya.


"Sabar ya sayang, nanti kita akan beritahu Abi... ada kamu di perut Umma" Sambil terus berjalan menuju parkiran dan terus memegangi perut nya yang masih rata...


Kianara pun melaju menuju Bank...


Sesampai nya di Bank Adara dan Pak Yoga pun baru sampai.


"Udah lama pak nunggu nya???" sapa Kianara


"baru saja bu, Adara pun baru saja masuk ke dalam, mari kita masuk juga"


"baik pak...mari...."


Kianara dan Pak Yoga pun menyusul Adara yg sudah ambil nomer antrian


mereka pun ikut duduk di samping Adara


"dari mana sich kak...??"


"kepo ya...."ledek Kianara


"serius loh kak..." sambil manyun


"ada urusan sedikit, In Syaa Allah hal baik kok.." sambil menyenggol pundak Adara dengan pundak nya


"iih... kak Nara, jadi makin penasaran nich..."


"tunggu saja nanti juga tau...hehehe"


"Antrian No 018 di harapkan menuju ruangan" bunyi suara di balik layar


"antrian kita pak yuk masuk...yuk kak" ajak Adara


Mereka pun menuju ruangan yg ada di lantai 2.


Sesampai nya di ruangan mereka memberikan berkas-berkas keuangan yg harus di laporkan ke Bank dan mereka juga menyetor beberapa rupiah uang perusahaan.


Mereka masih sibuk di lantai 2. dan tampa di sadari di lantai dasar telah terjadi kekacauan, ada sejumlah perampok yang menyelinap ke dalam bank dan mereka bersenjata. Polisi yang bertugas berusaha bertindak, tapi kalah oleh jumlah perampok yang berjumlah 4 orang, sedangkan polisi itu sendiri.


Suasana sudah kacau, para nasabah ada yg di sandra dan sebagian mereka tiarap.

__ADS_1


tapi polisi tetap berusaha tenang. Ia memencet tombol darurat di pinggang sisi kiri nya. Meminta bantuan agar pasukan segera membantu nya...


"AYOO CEPAT MASUKAN SEMUA, ATAU KAMU MAU SAYA TEMBAK HAA" perintah salah satu perampok dengan keras.


petugas teller tak mampu membantah, Di masukan nya semua uang yang ada di hadapan nya.


Petugas lantai 2 belum tahu, dan setelah selesai transaksi Kianara, Adara dan Pak Yoga keluar ruangan.


Baru saja mereka keluar ruangan, telfon berdering panggilan dari petugas bawah, petugas 1 memberi info agar nasabah di atas tidak turun, dan menjelaskan situasi di bawah.


Qadarullah... baru saja petugas 2 ingin memanggil rombongan Kianara, mereka sudah menuruni anak tangga.


petugas 2 berusaha mengejar.


tapi apa yg terjadi...


Ada nasabah di bawah yang berusaha memberontak... dan itu membuat perampok marah.


Rombongan Kianara sudah berada di pintu penghubung ruang yang terjadi kekacauan.


"BUK...PAK....JANGAN KELUAARRR" teriak petugas lantai 2 dengan ngos ngosan...


Tapi apa yg terjadi....


dan di luar dugaan...


Dooorr....


Peluru melesat dan mengenai tubuh Kianara..


Semua yang ada di sana berteriah...


AAAAA.....


Adara yang baru sadar Kakak ipar nya terkena tembakan pun meraih tubuh Kianara yg perlahan ambruk...


Kianara lemah, Matanya terpejam tapi mulut nya masih mampu mengucap lafadz ALLAH...


"LAA ILAAHA ILLALLAH" ucap nya perlahan dan tubuh nya ambruk di pangkuan Adara


"KAK NARA.....😭😭😭😭" teriak Adara dengan tangis menggebu...

__ADS_1


Awal nya Peluru itu di tujukan ke pintu sebagai peringatan oleh perampok karna ada yang melawan.... tapi itu semua di luar kendali...


Kianara menjadi korban nya.


Semua orang terdiam.


"Pak Yoga Cepat bawa kak Nara..."


"Kak Nara banguuunn...huhuhu... bangun kak" Adara berusaha membangunkan Kianara... tangan dan tubuh nya sudah bersimbah darah.


Kejadian itu membuat para perampok mundur...


"MUNDUUR" perintah ketua perampok... tapi saat mereka menuju pintu Rombongan polisi datang. dan mereka kepergok , tidak mengelak lagi... mereka pun di amankan.


Polisi mah gitu... suka telat datang nya..😓


Ambulan pun datang... Kianara langsung di bawa ambulan...


Adara masih menangis terisak-isak...


dia menemani Kianara di dalam ambulan bersama perawat... dia tak pernah berhenti berusaha membangunkan sang kakak ipar. tangis nya tak terhenti.


Pak Yoga mengikuti ambulan dan mengabarkan insiden yang terjadi kepada pak Pranaja.


Dan posisi pak Pranaja kebetulan di RS.Harapan di ruang Aditya.


Mendengar kabar dari pak Yoga sontak Pak Pranaja terduduk lemas.


Aditya pun bertanya-tanya apa yang terjadi.


........


Jazakumullah Khairan


untuk dukungan nya, untuk yg sudah like,komen dan menjadi pembaca setia karya amatir saya ini...


Mohon terus dukungan nya ya..


di tunggu selalu Vote,Like dan komen2 nya.


Mohon di maklumi juga ya jika masih banyak yg Typo...

__ADS_1


Sekali lagi di tunggu Vote...Vote...Like dan Like nya...


😍😍😍


__ADS_2