
"Nara...ini bunda nak... bangun dong sayang, Nara tega ya buah bunda nangis terus??? Nara tega sama Aditya??? Nara tega sama buah hati Nara yang sangat membutuhkan Nara???"
Kali ini bunda memilih stay di samping Kianara... ingin mengutarakan keluh kesah sang bunda...
"Nara... semua orang kangen sama Nara... bangun donk sayang"
Bunda masih asik dengan obrolan-obrolan kecil nya dengan anak perempuan nya yang masih tertidur pulas.
Sedangkan Aditya sedang berbincang dengan yang lain...
"Dit...kok ngelamun???"tanya Ayah yang melihat Aditya melamun.
"gak apa-apa yah....Adit tiba-tiba ke ingat mimpi Adit malam sebelum insiden Kianara di tembak"
"Mimpi apa???"tanya Alif antusias
Aditya mulai menceritakan mimpinya dimana dia melihat Kianara meninggalkan nya...
"Sebenarnya pagi itu Adit berat mengizinkan Kianara untuk pergi, tapi entah kenapa, Kianara meyakinkan Adit, hingga membuat Adit mengizinkan nya, walau berat" cerita Adit panjang Lebar
"Semua tidak lepas dari rencana Allah Dit, Kita hadapi semua bersama-sama, bagi Ayah melihat calon anak kalian bisa bertahan, itu jawaban dari Allah" tutur Ayah
"Sekarang papa mau tanya, kenapa kamu bersikeras tadi untuk menyelamatkan Kianara??" tanya Papa
__ADS_1
"Pa...Nara itu istri Adit Pa...."
"cuma itu???"
"gak tau kenapa, Adit punya keyakinan.. Adit masih bisa merasakan denyut nadi dan detak jantung Nara walau lemah, dan Adit gak akan menyerah begitu saja..."
"Karna dia wanita yang kamu cintai... lalu gimana jika itu orang lain??? apa kamu akan melakukan hal yang sama??? berusaha sekuat mungkin...walau yang lain sudah menyerah???"tanya papa
Sungguh pertanyaan sang Papa mengenai hati dan pikiran nya.
Aditya terdiam....banyak pertanyaan menghadiri nya.
"iya Dit... apa kamu akan melakukan hal yang sama???" Alif pun ikut bertanya
"Jujur... ini pertama kali nya, Adit belum pernah mengalami peristiwa seperti ini... tapi Adit belajar satu hal..."
"Papa benar, Adit belajar banyak hal dari musibah ini, Kianara mengajarkan banyak hal, sekalipun dia hanya diam..." Mata Aditya mulai berkaca-kaca...
"ya... papa kamu benar dit, kamu harus jadi dokter yang hebat... bukan hebat dalam memastikan keselamatan seorang pasien, karna yang maha pasti hanya Allah....tapi kamu harus jadi dokter yang hebat dalam berusaha melalukan yang terbaik untuk pasien dan keluarga pasien" nasihat Ayah sambil menepuk-nepuk paha Aditya
"iya Pa... Yah... makasih udah membuka pikiran Adit, awal nya adit menaruh penyesalan telah mengizinkan Kianara pergi... tapi sekarang Aditya sadar, di setiap hal yang terjadi pasti ada pelajaran yang tersimpan... kembali bagaimana kita menyikapinya... Makasih ya Papa dan Ayah, memang yang terbaik"
Selesai berbincang-bincang dan sedikit perdebatan, karna Aditya meminta semua untuk pulang agar bisa istirahat, tapi semua menolak.
__ADS_1
Akhirnya di putuskan Alif yang menemani Aditya
"dek... bangun napa, udah kayak putri tidur aja sich.. kakak jewer loh kalo gak bangun-bangun... udah jadi kebo nya.. Dek, mana adx kakak yang kuat??? Hafidz dah kangen juga tuch ma aunty nya....dx bangun (sambil menggenggam erat tangan sang adik) awas ya kalo gak bangun-bangun, entar matic kesayangan kamu kakak jual ke kara-kara mau???" Entah apa obrolan yang Alif ucapkan.. tapi sungguh dia sangat merindukan celoteh sang adik satu satu nya itu...
"kak... (sambil menepuk pelan pundak sang kakak ipar) tidur lah, biar Adit yang jaga"
Alif pun menurut... kalau lama-lama di dekat sang adik bisa banjir air mata. biasa sang adik yang rajin membangunkan nya, kali ini dia yang berusaha membangunkan sang adik,,tapi hasil nya masih nihil.
Selesai sholat isya, mungkin karna sangat lelah Aditya tertidur cepat di samping ranjang Sang istri sambil memeluk perut sang istri tercinta, seakan berusaha memberi kehangatan untuk sang buah hati.
Hasil pemeriksaan untuk saat ini belum menunjukan perkembangan.. doa dan doa tak luput.
Usaha semaksimal mungkin... tinggal menunggu keputusan Allah.
namun jujur, besar harapan agar Kianara kembali sehat...
Suara ayat-ayat suci Alquran terdengar di luar rumah sakit. menandakan waktu subuh akan segera tiba...
Tangan itu seakan bergerak perlahan, dan dengan sekuat tenaga untuk membuka mata nya...
perlahan namun pasti, di buka nya mata itu, di lihat nya keadaan sekeliling dengan mata yang masih berkedip kedip kecil...
Dan berusaha mengangkat tangan kanan nya, di lihat nya sosok di bawah nya yang sedang tertidur pulas, hingga adzan subuh pun tak terdengar oleh nya...
__ADS_1
Bibir ini ingin membangunkan nya tapi masih sulit untuk bersuara..
dengan sekuat tenaga yang ada... di angkat nya tangan nya, di belai nya rambut hitam itu...lalu berpindah ke pipi...di elus-elus pipi itu dengan lembut, senyum kecil pun terpancar di bibir nya, walau masih lemah...