
Setelah Kianara dan Sang bayi telah selesai di bersihkan mereka di pindahkan ke ruang rawat..
Bayi cantik nan mungil itu tertidur dengan lelap, di letakan di ranjang bayi.
Semua keluarga tak sabar ingin melihat Kianara dan sang bayi... tapi Dr. Silfi meminta semua untuk bergantian.
Tenaga Kianara mulai stabil.
Semua keluarga berkumpul si ruang tamu yang tersedia di ruang rawat.
"Bii...Sudah di adzanin???"
"Ni mau Abi adzanin, tapi takut tuk ngegendong nya..."
"Sini bunda bantu... kamu duduk aja di situ" ucap bunda lalu mengeluarkan sang cucu dan memberikan nya ke pangkuan Aditya.
Aditya pun mulai mengadzani sang putri mungil nya..
Pertama Membaca adzan pada telinga sebelah kanan
Lalu Membaca iqamah pada telinga sebelah kiri
Membaca doa pada telinga bayi sebelah kanan
"Allahummaj’alhu barran taqiyyan rasyidan wa-anbit-hu fil islami nabatan hasanan"
Artinya: “ Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam islam dengan pertumbuhan yang baik.”
Tak ketinggalan Membaca surat al-Ikhlash , surat al-Qadr dan Membaca ayat Q.S. Ali Imran (3: 36) pada telinga sebelah kanan sang buah hati.
__ADS_1
Kianara yang mendengar Adzan sampai doa doa selesai pun menitikan air mata.
"ARAFAH KIANARA SURYA" Ucap Aditya
Lalu menatap sang istri
"Gimana sayang... umma setuju gak dengan nama yang abi berikan??"
"Masyaallah... umma suka bii"
"Arti nya apa kak???" Tanya Adara
"ARAFAH... adalah hari yang istimewa, semoga dia bisa se istimewa nama nya, begitu istimewa di hadapan Allah"
"KIANARA... nama dari sang Umma yang memperjuangkan nya untuk terlahir ke dunia. Dan KIANARA juga berarti Kecantikan yang terlindungi, seperti sang Umma yang mampu melindungi kecantikan dan diri serta hawa napsu"
"SURYA...dari nama Abi nya.. yang menemani nya hingga terlahir kedunia. Dan semoga dia bisa bersinar dan bermanfaat untuk orang banyak... seperti Sang SURYA"
Semua yang berada di ruangan itu mengacungkan jempol... bahkan rata rata 2 jempol yang terangkat.
Kianara meneteskan air mata...
Tak menyangka sang suami bisa memikirkan nama seindah itu...
Dengan langkah pelan sembari menggendong sang bayi, Aditya mendekat ke arah Kianara... di letakannya pipi sang bayi menyentuh pipi sang umma... lalu Aditya mencium mereka bergantian.
Dua tahun Menanti dan Menanti, ya di luar sana bahkan ada yang hingga puluhan tahun menunggu kehadiran sang buah hati..
itu lah yang membuat Kianara selalu berusaha Kuat... Apalagi banyak mulut mulut yang nyiyir di karnakan Aditya seorang Dokter.
__ADS_1
Walau hati perih, Kianara tetap berusaha tegar.. Bahkan sempat menyarankan Aditya untuk menikah kembali.
Sakit sudah pasti, bagai di iris sembilu.
Meminta sang suami untuk menikahi wanita lain, sekalipun Shurga adalah balasan nya jika dia Ikhlas... Tapi Kianara hanya wanita biasa... Tetap sulit untuk ikhlas bila harus berbagi cinta sang suami.
Tak Cukup di situ saja.. Saat Kianara tahu dia positif hamil, Kianara dan Sang Calon Bayi harus berjuang antara hidup dan mati.
Bahkan di saat kabar bahagia itu belum sampai di dengar Aditya.. sang suami tercinta..
Aditya, Kianara dan sang Calon Buah hati harus berjuang di penghujung harapan.
Dimana harapan itu sudah banyak yang meragukan.
tapi Aditya bersikukuh akan pertolongan Allah...
Dan Tepat di Hari jumat ini, serta bertepatan Adzan Ashar... suara tangis sang buah hati menggema.
Kianara Yang awal mula di rasakan nya sakit teramat sangat seakan lenyap seketika.
dan Aditya yang kaki nya sudah lemas dan bergetar tapi dia harus tetap kuat... seketika bisa melompat tinggi... semua yang Aditya rasakan lenyap seketika...berganti dengan semangat yang menggebu2...
Seakan tangisan sang buah hati Obat yang tak ternilai.
Kebahagiaan itu tak dapat mereka gambarkan...
Hanya Rasa syukur yang tak henti2 mereka ucapkan.
Tangis kebahagian...
__ADS_1
Aditya pun tak henti2 mehujani Ciuman ke pada Kianara.
"Terimakasih...Khumairah ku... Perjuangan Mu tak akan aku lupakan... dan tak akan ku biarkan kesedihan menghampirimu... Akan ku Jaga kalian wahai wanita2 surgaku... Hingga akhir ajal ku... Cinta kita hingga ke Jannah....Aamiin" Batin Aditya