
Setelah di pastikan keadaan Kianara mulai stabil baik fisik Kianara maupun janin nya, Aditya memilih untuk Kianara pulang ke rumah, karna bagaimanapun rumah adalah tempat ternyaman.
Pagi ini Kianara sedang asik berjemur di taman belakang menikmati hangatnya pancaran sinar mentari pagi.
Setelah satu pekan lebih berbaring di rumah sakit, saat berada di rumah seakan seperti burung lepas dari sangkar.
bernafas lega.
Sejak kepulangan nya dari Rumah sakit, Aditya belum mengizinkan Kianara terjun ke dapur, semua pekerjaan bik Tuti yang menyelesaikan.
Karna seperti yang di ketahui Kianara baru saja menjalani operasi besar, dan itu semua membuat Aditya lebih over terhadap nya.
Dan pagi ini Aditya asik berkotak katik di dapur, menyeduhkan susu untuk Kianara.
"asik bener...."
"eh mas... iya mas seger banget rasa nya, satu pekan di dalam kamar dan dengan aroma obat obatan itu sungguh menyiksa"
"ya udah...di minum dulu susu nya ya, biar Istri abi ini terisi tenaga nya dan calon debay (dedek bayi) nya sehat" sambil memberikan susu bumil yang telah di sedu nya.
"makasih ya mas..." lalu meminum susu nya dengan nikmat...
"sekarang panggil abi dan umma ya... hehehe"
"iya kok bi... siap di laksanakan" sambil memberi hormat seperti upacara bendera😂
"abi gak ke rumah sakit??"
" ini kan ahad... nanti klo darurat abi juga di hubungi"
__ADS_1
"oh iya ... beberapa hari yang lalu Abi ke kantor polisi, untuk meninjau...Pak Yoga dan Adara telah di minta untuk jadi saksi, menurut umma gimana???"
"Abi sudah tanya alasan mereka merampok??? dari mana mereka mendapat senjata??"
"Alasan mereka gak jauh dari alasan ekonomi...dan soal tembakan itu tidak di sengaja, dia ingin menembak pintu"
"bi...boleh umma minta sesuatu??"
"kok gitu nanyak nya???ya boleh donk sayang... masa istri abi minta sesuatu gak abi turuti, selama abi mampu pasti nya"
"bukan untuk umma, bi..."
Aditya pun mengerutkan dahi nya menandakan bingung
"tolong abi selidiki benar tidak nya kondisi keluarga mereka, umma gak mau sempat kita dzolim kepada keluarga mereka"
"tapi sayang... tetap yang mereka lakukan itu salah...nyawa loh"
Aditya masih terdiam
"Umma tau perasaan abi di saat melihat kondisi umma.... tapi bi bagaimana jika kondisi keluarga mereka susah?? dan para pelaku adalah tulang punggung keluarga??? dan kita hanya berdiam diri??? apa kita tidak termasuk dzolim???"
"tapi cara mereka salah..."
"Maka tunjukan cara yang benar nya bi..."
"trus jika keadaan mereka benar, umma akan membebaskan mereka??"
Kianara faham yang di rasakan sang suami, tapi kianara tidak ingin ada dendam.
__ADS_1
walaupun sulit, tapi berusaha
"bahkan abi hampir kehilangan kalian, umma dan calon buah hati ini" sambil mengelus elus perut sang istri.
"Ikhlas itu tidak lah mudah memang bi... "
sambil merangkul tangan sang suami
"Jika memang benar keadaan mereka, tetap beri mereka hukuman sebagai tanda jera, Bantu keluarga mereka, setelah mereka bebas, beri mereka pekerjaan, agar mereka bisa memberi istri dan anak mereka dari yang halal"
"Masyaallah begitu mulia hati istri abi..." sambil menangkupkan ke dua tangan nya ke pipi Kianara.
"Umma hanya belajar bi... belajar memperbaiki diri"
"baik lah... abi akan selidiki semua nya"
sambil mengecup ringan kening sang istri
"makasih ya bi..."
"tidak perlu sayang... abi Bener-bener bersyukur memiliki istri berhati mulia..."
"Umma ini manusia penuh dosa bi, umma hanya berusaha, belajar meneladani cara hidup Rasulullah..."
"bahkan Rasulullah telah memberi kita contoh, bahwa beliau selalu bersikap baik, sekalipun kepada yang membenci nya"
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang sering duduk di sana, bahkan pengemis itu sangat membenci Rasulullah, sekalipun dalam keadaan di benci, Rasulullah tidak pernah berbuat jahat atau membalas, hingga akhir hayat nya"
"Masyaallah istri abi😗"
__ADS_1
"Ikhlasin semua nya, semoga ini jalan mereka untuk istiqomah .."