Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Cinta
bab 43


__ADS_3

Saat Kianara sedang menyajikan makanan di piring Aditya, tiba2 Aditya meraih tangan Kianara


"Sayang hari ini gak usah kerja ya..."


"mas itu kenapa sich??? kok aneh sejak subuh??"


"gak Kenapa-napa... mas ngerasa kamu lebih baik gak usah kerja dulu...ya"mohon Aditya


"Mas ada pekerjaan yang gak bisa adx tinggal, jadi gimana??"


Aditya masih terdiam dan tetap menggenggam tangan Kianara.


Entah kenapa Kianara bisa merasakan ada yang sedang membebani pikiran sang Suami...


"ya udah....adx ga berangkat, adx gak mau pergi tanpa keridhoan suami, nanti biar Adara yang urus" Ucap Kianara lagi berusaha memahami sang suami. walau tidak tau apa yang mengganggu nya.


"ya udah gak apa2...sayang berangkat, tapi klo mau kemana-mana ajak Adara ya" Jawab Aditya berusaha menetralkan pikiran nya


"beneran???ikhlas???"


"iya sayang.... ya udh sarapan yuk, kok dikit sarapan nya??belum selera lagi???"


"iya ni mas, entah kenapa, tapi yg penting sarapan walau sedikit"


Mereka pun sarapan, Kianara berusaha sebisa mungkin untuk menelan makanan yg ada di mulut nya.


Awal nya Aditya akan mengantar Kianara, tapi tiba-tiba ada operasi dadakan. jadi kianara memilih bawa mobil sendiri.


Sesampainya di RS Aditya langsung bersiap ke ruang operasi.


Dan Kianara sibuk dengan pekerjaan nya di Big... hari ini jadwal nya setor uang perusahaan.


Saat di ruangan tiba-tiba Kianara tertuju pada kalender, dia baru menyadari, dia telah telat hampir 2 pekan lebih.


Diputuskan nya menghubungi dokter silfi.


Kianara menceritakan yang di alami nya, Biasa paling lambat menstruasi itu cuma hitungan hari, jujur ada harapan di balik semua ini, tapi Kianara takut kecewa.

__ADS_1


"untuk lebih jelas, ibu langsung ke sini aja ya, kita lakukan pengecekan" saran Dr.Silfi


"tapi dok, saya takut suami saya lihat, saya cuma gak mau memberi harapan palsu"


"ya sudah cukup kita saya, nanti klo sudah pasti baru kita beritahu Dr. Aditya"


"baik lah dok, terimakasih, saya segera ke RS"


"nanti langsung ke ruangan saya saja ya bu, tidak perlu antri... hehe"


"Dr.Silfi ini bisa saja..."


"beneran loh, masa. Istri pemilik RS antri...hehehe" canda Dr.Silfi


"baik lah dok, kebetulan saya akan ke luar, saya mampir ke RS dulu, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Saat akan keluar ruangan, Adara masuk.


"ok kak.... (sambil mengacungkan jempol) btw kk mau ke mana???"


"ada dech... ih kepo...hehehe..."


"Assalamualaikum"


"ih...serius juga, ( memanyunkan bibir nya)ya udah hati-hati, Waalaikumsalam"


Kianara pun menuju RS.Harapan.


setibanya Kianara langsung menuju ruangan Dr.Silfi, kebetulan Arah ruangan nya berbeda dengan ruangan Aditya, jadi kemungkinan bertemu kecil.


Setiba nya di ruangan, Kianara di minta tes Urin... tak butuh waktu lama, tes urin pun keluar. Dr.Silfi telah tau hasil tes nya, dan sang Asistem membuat laporan medis Kianara.


"Silahkan ke ranjang bu... biar kita lihat ya" dengan senyum sumringah


Kianara pun menurut, mereka menuju ruang USG...

__ADS_1


Gel di letakan di perut Kianara, tangan kanan Dr.Silfi memutar alat di bag perut yang sudah di beri gel, dan tangan kiri memutar layar komputer ke arah Kianara...


"Masyaallah bu... lihat ini (menunjuk ke gambar yg seperti lingkaran)"


"apa itu dok, ada apa dengan saya???" cemas Kianara


"Allah jawab semua Doa ibu dan Dr.Aditya, Allah jawab buah kesabaran ibu"


"Maksud dokter????" tanya nya Masih tak percaya


"iya bu... ibu hamil (dengan mata berkaca-kaca)"


Kianara melongo mendengar jawaban Dr.Silfi tak percaya, di usap nya wajah nya dengan ke dua telapak tangan nya dan mengucapkan syukur berkali-kali...


"Subhanallah, Alhamdulillah, Allah hu Akbar"


kembali di tatap nya layar komputer dengan berlinang air mata.


tak lama kemudian mereka sudah duduk di kursi.


"Masyaallah... Jazaakillah Khairan Dok... Dr.silfi dengan sabar membimbing kami"


"sama-sama bu... saya pun sangat bahagia, buah kesabaran ibu dan Dr.Aditya.... Janji Allah maha Nyata, saya akan hub Dr.Aditya" sambil mengangkat gagang telfon


"jangan dok... saya mau buat kejutan"


"baik lah, saya faham.... ingat ya bu, jangan terlalu capek,apalagi stres... cukupi nutrisi nya ya"


"iya dok... Syukran...."


"ini laporan medis ibu, bisa di tunjukan nanti ke Dr.Aditya"


"iya dok... sekali lagi terima kasih... Syukran, dan saya langsung permisi, Adara sudah menunggu di Bank, Assalamualaikum"


"baik bu, hati-hati... Waalaikumsalam..."


Mereka pun menyempatkan untuk berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2