
"Sayang kenapa... tidur nya kok kayak gelisah gitu??" Tanya Aditya yang melihat sang istri seperti kurang nyaman.
"gak kok bi... perut nya agak gak nyaman aja... udah hampir satu pekan ini... tapi malam ini lebih terasa lagi"
"umma udah hub Dr.Silfi???"
" udah bi... hal biasa kalau mendekati persalinan, kontraksi2 palsu juga bakal sering terjadi, jangan panik... itu kata Dr.Silfi"
"coba sini... Abi pengen ngomong sama anak abi ini"
Kianara pun mendekatkan dirinya.
Aditya mengeluh2 perut Kianara dan berulang kali mengecium nya..
"Assalamualaikum... Anak Abi dan Umma, nak... jika memang sudah saat kamu terlahir ke dunia ini, maka lahir lah... Abi akan menemani mu...menjadi saksi kelahiran Mu... Lahirlah dengan Selamat,Sehat dan tak kurang satu apapun..."
Kianara yang mendengar perkataan dari sang suami pun tersenyum simpul dan mengucapkan
"Aamiin"
Malam ini Kianara benar2 sulit memejamkan mata nya... rasa tak nyaman di perut nya semakin terasa...
tapi dia berusaha menutupi dari sang suami.
Pagi hari nya Aditya memutuskan untuk di rumah... karna Kianara belum mau di bawa ke rumah sakit.
Aditya pun tak lupa menghubungi sang Mama dan Bunda.
__ADS_1
Kianara sebentar sebentar berdiri san berjalan2 kecil... saat di rasa nya perut nya sakit, dia menggenggam apa yang bisa di gengam nya...
"Sakit??? kita kerumah sakit ya???"
"nanti aja bi... gak apa kok.."
"Umma... kalau kiat kerumah sakit, umma bisa di lihat kondisi nya... jadi kita bisa siap siaga..."
"Bada dzuhur ya bi... kita sholat dzuhur dulu..."
"Tapi umma....umma memang gak bilang bagaimana yang umma rasakan... tapi abi bisa lihat dari ekspresi Umma..."
"bada dzuhur kita ke rumah sakit..."
"baik lah... ayo kita wudhu... abi tuntun ya"
Selesai mengucap salam... perut Kianara makin terasa sakit... dan jeda sakit nya semakin sedikit...
"Sakit...???Kita kerumah sakit sekarang"
"Bi... tolong bawalan perlengkapan persalinan Kianara ke Mobil..."
Bi tuti yang mendengar pun bergegas.
Mang Asep yang menyupir, Aditya membopong Kianara ke Mobil..
Beberapa kali di remas nya tangan Aditya... tapi Aditya tak memperdulikan nya. bagi nya sakit yang di rasakan sang istri tak sebanding dengan yang di rasakan nya..
__ADS_1
Tak butuh waktu lama... Karna memang jarak rumah sakit tak jauh...
Aditya dengan sigap membopong Kianara ke ruang bersalin dan Dr.Silfi sudah bersiap, karna waktu di perjalanan Aditya sudah menghubungi Dr.Silfi dan Keluarga nya juga, bahwa mereka sudah menuju rumah sakit...
Sesampainya di Ruang Persalinan, Dr.silfi langsung memeriksa Kianara...
"Gimana Dok??" tanya Aditya khawatir
"Sudah buka 5 Dok... sabar ya"
"Dan untuk ibu Kianara, sakit nya ini akan semakin sering, tapi jangan takut, karna rasa sakit ini memang yang di cari... ini tanda nya proses membuka nya jalan untuk keluar sang bayi...banyak2 berdoa, sebantar lagi saya kembali..."
Dag Dig Dug sudah pasti...
Aditya berulang kali manghapus keringat yang keluar area kepala sang istri...
"Umma harus kuat ya..."
Tak henti2 lafaz Allah di ucapkan oleh Kianara.
Kedua keluarga juga sudah tiba di rumah sakit...
Bunda dan Mama bergantian memberi semangat untuk Kianara.
Semua Keluarga pun tak lepas untuk mendoakan Kianara dan sang calon Bayi...
Agar semua selamat dan sehat.
__ADS_1