
Sejak kejadian di rumah sakit Kianara banyak diam...
banyak pertanyaan dalam hati nya.
sudah berusaha mengendalikan fikiran nya agar tidak berfikir macam macam... tapi entah kenapa sulit untuk menghilangkan kegundahan di hati nya.
Aditya adalah laki-laki pertama yg mengisi hati nya... jadi di saat pertama kali mengalami kejadian ini membuat sulit untuk tenang..
berkali kali beristighfar tapi entah syaitan apa yang sedang merasuki nya...
Dia merasa belum mengenal sang suami lebih jauh...
begitu banyak pertanyaan yag terlintas.. sulit di utarakan.
Selesai sholat isya Kianara memilih duduk di kursi santai dekat balkon kamar nya, sambil membuka laptop,berusaha mengalihkan fikiran nya yang entah kemana.
Aditya menyadari perubahan sikap sang istri... Akhir nya memilih untuk mendekati Kianara untuk menjelaskan nya..
Dan ternyata Kianara sedang menelfon seseorang...
"iya bunda.... In Syaa Allah besok Nara maen ke rumah bunda setelah pekerjaan selesai"
"jangan terlalu di porsir kerja nya,ingat kamu juga harus mengurus suamimu"
__ADS_1
"Nara faham bunda,, Nara akan berusaha sebaik mungkin untuk menjalankan kwajiban Nara, baik di rumah ataupun di kantor"
"ya sudah, ayah manggil bunda tuch, bunda tutup dulu telfon nya ya, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam...."
"bunda nelfon???"
"bukan, Nara tadi yg nelfon bunda" jawab Kianara singkat, sambil ingin beranjak dari tempat duduk nya.
Belum sempat melangkah, Aditya menarik nya, hingga Kianara terduduk kembali, hanya kali ini, Aditya memeluk nya...
Kianara bingung harus bagaimana, air mata seakan sudah siap untuk terjun.
"gak akan,, Pliiiiissss jangan diemin mas, mas gak sanggup kalau kamu diemin mas... mas lebih senang kalau kamu luapkan isi hatimu, mas siap jika harus kamu pukul,kamu marah, tapi mas gak siap jika kamu hanya diam..." masih bertahan dengan pelukan nya
"sayaaang...."
Kianara hanya diam, tampa Dia sadari air mata nya jatuh berderai, kianara menangis sejadi jadi nya di pelukan Aditya
"menangis lah...keluarkan semua kegundahanmu, kemarahanmu, mas terima,mas minta maaf...."
"ngomong dong sayang... jangan diam aja.." sambil melepas pelukan nya dan beralih memegang wajah Kianara dengan ke dua tangan nya
__ADS_1
Kianara masih diam, hanya suara tangisan nya yang terdengar...
" Mas minta maaf, seharusnya mas cerita dari awal, tapi mas gak bermaksud menyembunyikannya, mas merasa itu tidak perlu di bahas, maka nya mas gak cerita"
"Nama nya Nadia, yaa mas pernah berhubungan dekat dengan nya, tapi mas gak pernah melakukan hal senonoh, Dia memang agresif... tapi mas tidak pernah merespon, mas tau batasan...."belum selesai bicara Kianara memotong perkataan nya
"mas sayang dengan dia...???"
"yaa..."
mendengar jawaban Aditya, Kianara merubah posisi duduk nya, membelakangi Aditya... tapi Aditya membalikan posisi nya kembali untuk menghadap nya.
"dengerin dulu donk...(sambil mencubit dagu kianara) ya mas sayang, tapi itu dulu , dan sudah sangat lama. bahkan mas yg mengakhiri hubungan itu, mas sadar itu salah, jadi mas akhiri"
"Soal ke datangannya mas gak tau, karna sejak kuliah mas tidak pernah menghubungi nya... mas pun kaget loh tadi tu... tiba2 dia meluk mas, mas berani bersumpah sayang..."
"selain mama,resti dan almarhum nenek, kamu adalah yg mas peluk, gak pernah ada yg lain.
Kianara mulai tenang mendengar penjelasan Aditya.
Aditya menceritakan semua tentang masa lalu nya...
dan Kianara mendengarkannya dengan seksama.
__ADS_1