Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Cinta
bab 45


__ADS_3

Pak Pranaja masih duduk terpaku, bingung harus bagaimana memberitahu kepada Aditya soal keadaan Kianara.


"Pa, papa kenapa???apa yang terjadi???"tanya Aditya sembari menggoncang kan tubuh sang papa


"Diiit...." mulut nya masih sulit untuk berkata


"ada apa pa??mama??? atau perusahaan???"


Sang Papa menarik nafas panjang...


"huuufftt...."


"Dit, papa harap kamu bisa kuat ya..." sambil mengeratkan tangan nya di pundak Aditya


"pliiss pa, jgn buat Adit bingung...???"


Perasaan Aditya mulai tidak karuan.


"Kianara jadi korban penembakan oleh perampok di bank...."


Mendengar penjelasan sang papa, mata Aditya terbelalak, tak lama kemudian tubuh nya terduduk di lantai..


Mimpi tadi malam melintas lagi di ingatan nya... air mata nya mulai terjatuh


"mimpi itu.... sayang"


"Diit..." belum selesai sang berbicara sudah di potong oleh Aditya


"dimana Istri Adit sekarang pa???" sambil berdiri dan menghapus air matanya dengan kasar


"sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit"


Tanpa aba-aba....Aditya pun berlari keluar ruangan menuju lobby... banyak mata yg memandang penuh kebingungan.


bahkan ada Staf yg bertanya "Ada apa Dok??" tapi tak di hiraukan nya.


Papa Pranaja pun ikut menyusul Aditya dan tak lupa menghubungi mama Mega beserta keluarga besar Kianara.


Aditya menunggu dengan cemas di pintu masuk rumah sakit.

__ADS_1


tak lama kemudian


wiu...wiu...wiu


suara ambulan terdengar, dan petugas Rumah sakit dengan sigap membawa brankar ke depan, untuk membawa pasien yang datang, mereka tidak tahu jika itu adalah istri dari Aditya.


Ambulan pun berhenti sesuai tempat pemberhentian nya. Semua staf dengan sigap dan siaga meletakan Kianara ke brankar.


"kak..." ucap Adara dengan air mata berderai


Aditya hanya terdiam melihat sang istri tak sadarkan diri. tapi dia berusaha menguatkan diri.


"Sayang bangun...." ucap Aditya sembari mengelus kepala Kianara yang tertutup hijab


"Dok...korban harus segera di operasi,,karna peluru di area jangung nya...dan sudah mengeluarkan banyak darah"


Penjelasan yang di utarakan perawat yang membawa Kianara membuat nya terbelalak....


Mereka pun dengan siap mendorong brankar menuju ruang operasi.


Sepanjang perjalanan Aditya terus menggenggam erat tangan sang istri.


Sedangkan Adara berjalan sembari di papah oleh sang papa.


"Kita harus kuat sayang, kita doakan keselamatan Kakak mu" papa berusaha tenang sembari merangkul Adara dan sesekali mencium ubun-ubun sang anak.


walau diri sendiri kacau.


Kianara pun langsung menuju ruang operasi, Aditya yang akan menangani nya langsung, Papa sempat khawatir apa Aditya akan mampu...


Aditya memang spesialis bedah jantung, ini sudah jadi pekerjaan nya. bisa di bilang keseharian nya. tapi berbeda dengan ini, kali ini istri tercinta lah yg harus dia tangani.


Dr.Silfi yg mendengar kondisi Kianara pun kaget bukan kepalang... dia langsung berlari menuju ruang operasi, bahkan meninggalkan pasien yang sedang konsultasi.


Tak peduli apa pendapat sang pasien. Dr.Silfi terus berlari secepat mungkin.


Aditya baru akan memasuki ruang operasi...


Dr.Silfi memanggil nya sembari terus berlari menuju Aditya...

__ADS_1


"Dr. ADITYA..... TUNGGU...." Teriak Dr.Silfi


Dr.Silfi pun ngos ngosan.


"Ada apa dok??saya harus segera melakukan operasi" tanya nya bingung


"Dok...Operasi ini sangat beresiko.."


"Maksud Dr.Silfi apa??? tanya nya dengan nada sedikit tinggi.


"Dok...maaf sebelum nya, tadi pagi ibu Kianara baru melakukan pengecekan, Dan ternyata...." belum selesai menjelaskan Aditya sudah memotong nya


"ternyata apa dok...ada apa dengan istri saya"


"tenang dok... biar saya jelaskan dulu..."


"tenang dit...."sahut sang papa


"Ibu Kianara positif hamil 6 minggu... dan operasi ini bisa membahayakan janin nya, karna usia nya yang masih sangat muda"


Lagi lagi Aditya terjatuh lemas...


kenapa kabar bahagia yang di tunggu selama ini harus ia ketahui dalam keadaan seperti ini.


Sang mama dan bunda yang baru datang dan mendengar semua itu pun lemas...


bahkan bunda pingsang.


Aditya bangkit dan berusaha kuat


"Dr... tapi masih ada kemungkinan selamat kan??? dr.Silfi yang tau kondisi terakhir soal istri dan calon anak kami"


"sangat kecil..." jawab Dr. Silfi lemas


"Dok...kita harus segera melakukan operasi, kalau tidak racun di peluru bisa mengenai jantung" ucap salah satu dokter yg baru keluar dari ruang operasi


"setidak nya masih ada, bantu saya mengontrol keadaan istri dan calon anak kami..."


"Pa, Ma,Ayah...dan semua, mohon doa nya"

__ADS_1


mereka semua mengangguk... Aditya dan beberapa dokter pun masuk ke ruangan operasi.


sedangkan sang bunda karna pingsan di pindah ke ruang rawat ditemani Azahra.


__ADS_2