Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Cinta
Allah menjaga anak kita


__ADS_3

Di pandang nya lekat wajah sang suami... air mata pun menetes...


"Maass...."


"iya sayang...."


"maafin adx...adx udah buat mas khawatir, buat mas susah...hiiks...hiiks"


"Kamu tau gak sayang.... mas begitu bahagia, hingga mas sendiri bingung harus memulai dari mana... awal nya mas marah pada diri mas, kenapa mas mengizinkan kamu pergi... tapi dengan sendiri nya mas sadar, Allah tak henti-hentinya menunjukan kuasa Nya.. Allah tak henti-hentinya menolong kita... tidak ada yang mustahil bagi Allah... bahkan sekalipun manusia itu telah memberikan keputusan nya, tapi keputusan Allah lah yang mutlak tidak bisa di lawan..."


"Dan... Allah memberi mas banyak pelajaran dari semua ini, mas sampai tidak tahu bagaimana cari mengucap syukur yang pas atau sebanding dengan yang Allah berikan.... tapi lagi dan lagi mas belajar, tidak akan ada yang mampu menandingi Allah..." Ucap Aditya panjang lebar sembari mengelus wajah sang istri dan sesekali menghapus air mata sang istri.


Tiba-tiba Kianara tersentak...


"Mas...."


"Ada apa????Ada yang sakit???"


Kianara menggeleng


"Mas, sebelum insiden penembakan, ada hal bahagia yang ingin adx sampaikan, dan adx baru teringat sekarang... Mas (dengan linangan air mata) anak kita??? adx hamil mas, pagi itu adx baru melakukan pemeriksaan dengan Dr.Silfi mas, mas anak kita....gimana dengan anak kita mas" sambil memegang perut nya dan menangis tersedu-sedu.


Setelah berjam jam sadar Kianara baru ingat akan yang di alami nya sebelum tertembak.


"Sabar ya....."belum sempat menyelesaikan perkataan nya

__ADS_1


"enggak mas... kita udah menunggu itu 2 tahun ini...hiiiks..hiiiks"


"Sabar sayang... dengerin mas dulu(sambil menangkup wajah sang istri) Sabar biar mas jelasin, mas belum selesai bicara"


Kianara pun berusaha tenang


"dengerin mas baik-baik ya... Allah itu Maha Segalanya... Maha Kuasa....Yang mustahil bagi manusia, itu tidak Bagi nya... Keyakinan kita akan Allah... Allah Setia menjaga calon buah hati kita... (sambil mengelus perut Kianara) Allah masih mengizinkannya dia tumbuh disini" Aditya menjelaskannya dengan sabar


"Subhanallah...Walhamdulillah... Allah Hu Akbar... beneran mas???" tanyanya masih tak percaya


Aditya mengangguk kan kepalanya..


"Masyaallah anak umma..."


"iya... anak abi dan umma" ulang Kianara


dan mereka pun tertawa kecil


"anak abi ini setia berjuang bersama sang abi nya... untuk memberi kekuatan untuk Umma... melalui izin Allah"


"makasih abi...."


Mendengar itu Aditya mencium Ubun-ubun Kianara lembut dan begitu dalam.


seakan ciuman itu mengalirkan energi ke dalam tubuh Kianara

__ADS_1


Alif yang sedari tadi sudah memutuskan untuk pulang, agar bisa menjemput Zahra dan Hafidz yang masih setia menginap di rumah Aditya, dan bersiap untuk menyiapkan keperluan Aditya serta sarapan untuk semua.


Berbeda di kediaman Papa Pranaja.


Adara karna begitu bergembira dan tak sabar, membuat nya heboh sendiri. berkali-kali memanggil sang Papa dan Mama untuk cepat... bahkan dia melarang kedua orang tuanya untuk sekedar sarapan.


"Mama...Papa buruan, Sarapan entar aja, kak Zahra juga pasti masak" sambil menarik sang papa keluar


Mama dan Papa pun mau tak mau menurut walau sambil geleng geleng.


Begitu pula dengan bunda yang sudah tidak sabar ingin memeluk dan mencium anak perempuan nya yang begitu membuat nya khawatir.


"Yah...ayo donk... bunda pengen Cepat-cepat sampai"


"iya bunda...sabar, ayah juga udah gak sabar pengen lihat anak perempuan ayah yang hebat itu"


🌹🌹🌹


***JAZAKUMULLAH KHAIRAN 😍


UNTUK SEMUA YANG UDAH LIKE DAN VOTE


SEMOGA SUKA YA DENGAN KARYA AUTHOR YANG MASIH AMATIR INI...


DAN DI TUNGGU SELALU LIKE DAN VOTE NYA***

__ADS_1


__ADS_2