Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Cinta
siomai


__ADS_3

Alhamdulillah bisa balik UP lagi...


Kebetulan pekerjaan Author lagi super numpuk..puk..puk...


Oh iya... Mana nich Like dan Vote nya


kok sepi ya???


ayoo donk Vote dan Like nya


dan makasih yang udah setia menunggu up nya.


serta yang sudah Vote dan Like


Jazaakumullah Khairan


.............


"capek....??"


"dikit.... tapi siomai nya belum ada"


"kita duduk dulu yuk di situ (sambil menujuk kursi santai yang tersedia di taman)sambil nunggu bang siomai nya"


Mereka pun duduk santai di kursi taman sambil melihat banyak muda-mudi, anak-anak bahkan lansia yang sedang joging dan bersepeda.


Awal nya mereka ingin jalan di sekitaran rumah tapi setelah di lihat tidak pernah ada penjual keliling masuk, jadi mereka memutuskan untuk ke taman kota, karna biasa nya di hari ahad banyak penjual kaki lima berkeliling.


"bi....lapeeer" ucap nya dengan manja

__ADS_1


sembari mengelus perutnya yang buncit


"hmmm...tu ada bubur ayam (sambil menujuk penjual bubur ayam) makan itu dulu ya sambil nunggu siomai nya"


"ya udah dech... ketimbang kelaparan" jawab nya pasrah


"PAK...."teriak Aditya sembari melambaikan tangan agar penjual bubur ayam nya datang


Tak lama dari itu penjual bubur pun menghampiri mereka..


Aditya memesan 2 mangkok bubur ayam.


mereka pun menyantap nya dengan lahap, maklum sudah kelaparan😁


"Pak...disini yang jual siomai di mana ya???" Tanya Aditya sembari menyerahkan mangkok yang sudah kosong


"oh... di ujung sana biasa nya mas" sambil menunjukkan ke lokasi biasa penjual siomai stay


"Mas... ni kembalian nya"


"Gak perlu pak, ambil saja kembalian nya untuk bapak" Jawab Kianara


"Masyaallah... terimakasih mbak, semoga selalu dimurahkan rezki nya...aamiin"


"aamiin.... sama-sama pak,,bubur ayam nya enak" jawab Kianara lagi


"aamiin...oh iya pak, saya minta no HP bapak nya boleh??? saya kan punya rumah singgah untuk penderita kangker, In Syaa Allah nanti jika ada kesempatan ingin mereka mencicipi bubur ayam bapak, boleh???" pinta Aditya


"Masyaallah... tentu boleh pak..ini no hp saya...08xxxxx"

__ADS_1


Setelah bertukar no HP dan Aditya memberikan kartu nama nya mereka menuju penjual siomai sesuai arahan dari penjual bubur ayam


Alhamdulillah mereka menemukan penjual siomai yang penuh perjuangan.


Aditya memilih untuk di bungkus karna Kianara sudah nampak sangat lelah.


dan tak lupa untuk bi tuti dan mang asep juga gak ketinggalan.


Dan Aditya juga bertukar no HP dan kartu nama ke bapak penjual siomai.


Ingin berbagi rezeki ke mereka nanti nya.


Setelah selesai mereka langsung pulang menuju rumah..


"bi... nanti di depan gang beli buah dulu ya, buah udh pada habis di kulkas"


"kenapa gak ke swalayan aja"


"abi lupa ya hukum berbelanja di tetangga???"


"Astagfirullah... iya umma, abi khilaf" jawab Aditya sambil menepuk jidat nya


"Jika ada yang dekat, kenapa memilih yang jauh?? Jika mampu berbagi rezeki bahkan membantu mereka memenuhi kebutuhan mereka, kenapa menolak??? Swalayan sudah jelas skala besar, mereka hanya warung kecil... bukan kah lebih baik mendahulukan mereka....??? "


"baik umma...abi faham kok, hitung-hitung kita membatu mereka meningkatkan perekonomian mereka kan???"


"abi pinter..." sambil mencubit kecil pipi Aditya


Aditya yang mendapat perlakuan seperti itu dari sang istri hanya mampu tersenyum lebar.

__ADS_1


Setelah sampai di toko buah kecil di pinggir jalan menuju rumah mereka, mereka pun membeli bermacam buah, dan tak lupa mereka pun memberi uang lebih kepada penjual nya.


itu sudah jadi kebiasaan untuk Aditya dan Kianara, mereka punya cara tersendiri untuk berbagi ke sesama.


__ADS_2