
Waktu berjalan cukup cepat, acara yang diadakan oleh Citra Organization telah berakhir beberapa menit yang lalu yang berarti tidak ada alasan lagi untuk Diaz berada disini, Diaz kemudian keluar dari gedung prom milik Citra Organization dan segera ke parkiran untuk mengambil motornya. Baru saja Diaz menaiki motornya tiba tiba smartphone milik Diaz berdering
"Halo?"
"Diaz datanglah kegedung pusat, ayah ingin bertemu denganmu"
"Master, kah? Jam berapa?"
"45 Menit dari sekarang"
"Ok, aku akan kesana master tapi aku ingin kewarkop dahulu"
"Yahh terserah kau"
Diaz kemudian menutup panggilan dari Masternya yang tidak lain tidak bukan adalah Reno, Diaz diundang untuk bertemu dengan orang yang sangat berkontribusi dalam hampir seluruh pembuatan teknologi yang berada di Citra Organization ini.
Sebenarnya kepala atau pemimpin dari Citra Organization bukanlah Reno tapi ayahnya, namun ayahnya tidak ingin terekspos dan memilih Reno untuk dijadikan sebagai pemimpin Citra Organization tapi yang mengontrol semua aktivitas Citra Organization adalah ayahnya. Ibarat kata jika ini adalah sebuah negara maka Reno sebagai Raja boneka dan ayah Reno lah yang menjadi raja sesungguhnya
Rahasia ini hanya segelintir orang yang tahu, bahkan orang yang memiliki posisi atau jabatan tinggi di Citra Organization saja tidak mengetahui rahasia ini. Tapi walaupun Reno adalah pemimpin boneka bukan berarti ia bodoh dan tidak layak, Reno adalah orang yang sangat cocok untuk dijadikan pemimpin ia memiliki kharisma yang tinggi, tidak mudah dibodohi dan yang terpenting adalah sifat liciknya yang sangat keterlaluan hebat yang membuat Citra Organization mampu berdiri sekokoh ini
Seorang pemimpin yang baik bukan berarti pemimpin itu bijaksana, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu berfikiran logis, kritis, rasional dan licik. Karena pada dasarnya seorang pemimpin harus mengutamakan kepentingan organisasi lebih dari apapun, pemimpin organisasi harus pandai memilih jalan untuk maju dan jika ia bertemu dengan jalan pintas maka ia harus cepat mengambil jalan pintas itu walaupun harus mengorbankan properti miliknya
Banyak yang menduga bahwa Reno adalah orang yang baik yah itu memang benar tapi ada kalanya juga ia bersifat layaknya seorang iblis, Reno sangat menjaga kebersihan tangannya dengan selalu mencuci tangannya dengan sabun tapi bukan berarti tangan Reno benar benar bersih, Reno tahu walaupun ia membersihkan tangannya setiap hari tapi tangannya masihlah tetap kotor. Diaz mengetahui kondisi psikologi masternya ketika masternya selalu menggunakan sarung tangan dan selalu mencuci tangannya
Hal seperti inilah yang Diaz takutkan. Dirinya masih belum bisa berani masuk kedalam bisnis ataupun politik jauh lebih dalam, karena ketika Diaz masuk terlalu dalam maka untuk keluar dari sana adalah hal yang sangat sulit dan tergolong hampir mustahil, walaupun jika berhasil keluar bukan berarti aman karena ketika seseorang masuk terlalu dalam dan mengetahui informasi rahasia politik atau bisnis maka nyawa adalah taruhannya
Dunia perpolitikan serta bisnis bisa dibilang saling berhubungan. Reno pernah mendapat sebuah permintaan dari salah satu calon presiden kala itu saat diadakan pemilu, calon presiden itu meminta bantuan pihak Citra Organization untuk mencurangi hasil data pemilu yang kebetulan juga pihak Citra Organization adalah pihak yang membuat server khusus pemilu yang kemudian mereka berikan ke KPU
Reno dengan sigap langsung menolak tawaran itu dan mengancam untuk mengumumkan niat calon presiden itu kepublik, namun sayang Reno malah ditangkap dan dipaksa untuk menandatangani kontrak perjanjian secara paksa. Namun dengan siasat yang licik dari Reno membuat calpres (calon presiden) yang justru ketakutan padahal saat itu Reno terikat tambang dikursi sedangkan calpres itu menodongkan senjata api kearah kepalanya
Dan ini sangatlah fatal. Ketika kau menodongkan senjata kearah lawan tapi lawan itu malah tersenyum dan kau malah ketakutan maka ada hal yang salah disitu, dan ini adalah kejadian yang wajar pada dunia politik. Ketika kau memegang senjata tapi kau malah yang ketakutan itu adalah hal yang sangat dihindari oleh politikus. Diaz sudah paham dengan kejamnya dunia perpolitikan oleh karena itu ia tidak berani untuk memasukinya.
Anyway kembali ke topik
__ADS_1
"Aku butuh kopi..." Ucap Diaz sambil berjalan kearah warkop atau warung kopi yang terletak dikawasan gedung Citra Organization
Warkop disini bukanlah warkop pada umumnya karena warkop disini mengunakan tenaga mesin atau robot, tempat warkop nya juga lumayan berkelas layaknya sebuah bar
Tidak dalam waktu yang lama Diaz menemukan sebuah bangunan kecil namun terkesan menarik, berbeda dengan seluruh bangunan atau gedung yang berada di Citra Organization yang besar dan tinggi, bangunan ini terlihat sederhana tapi jika dilihat secara detail lagi bangunan ini sangat eksotik. Lampu yang redup, warna bangunan yang gelap, serta arsitektur yang clasic membuat bangunan ini sangatlah eksotik berbeda dengan bangunan lain yang terkesan modern.
Diaz mempercepat langkahnya untuk cepat sampai kewarkop tersebut, didalam hidup Diaz terdapat beberapa hal yang bisa membuat mood Diaz menjadi naik yaitu, uang, Athanor Online, lagu Classic Rock, kucing dan kopi hitam yang pahit tentunya.
Bunyi lonceng terdengar ketika Diaz membuka pintu warkop tersebut, ketika Diaz masuk ia melihat gadis cantik berambut hitam yang tergerai nan indah dengan gaun cantik berwarna biru gelap sepanjang lutut yang sebelumnya Diaz lihat. Gadis itu menatap Diaz dengan tatapan yang cukup dalam
Gadis itu adalah Melody Tiffani Poetri yang tidak lain tidak bukan adalah seorang idol dengan suara yang sangat merdu dan indah. Melody menatap Diaz sangat dalam yang tentunya jika itu bukanlah Diaz maka orang itu akan salah tingkah, Diaz menatap kembali Melody dengan tatapan terkejut Diaz tidak menyangka kalau Melody berada disini, walaupun begitu ekspresi wajah yang Diaz tunjukkan bukanlah terkejut melainkan wajah Poker Face.
Ketika Melody masih menatap Diaz dengan tatapan cukup dalam, Diaz malah mengalihkan matanya dan memilih untuk duduk dan segera memesan kopi, karena jujur saja Diaz tidak bisa menatapnya terlalu lama karena hal ini bisa saja membuat Diaz salah tingkah yang justru malah akan membuat suasana disini menjadi canggung.
***
Beberapa saat yang lalu
Gadis itu bernama Melody, gadis yang menyanyikan salah satu single lagunya diatas panggung acara Citra Organization. Sebenarnya Melody memiliki rencana makan bersama dengan keluarga besarnya namun Melody tidak bisa mengikuti acara keluarga tersebut karena acara keluarganya bentrok dengan acara Citra Organization, apalagi ia sudah mendatangi kontrak jadi mau tidak mau Melody harus pergi ke acara Citra Organization, dan itu membuat Melody merasa kesal dan jengkel
Melody kemudian meminum kopi latte manis untuk memulihkan moodnya yang cukup jelek.
"Sebenarnya dia siapa...?" Gumam Melody
Melody sedikit terbayang oleh laki laki yang seumuran dengannya yang tersenyum kepadanya jujur saja senyuman pemuda itu sedikit membuat tubuh Melody lumayan panas. Sebenarnya itu adalah hal yang biasa ketika Melody menyanyi maka penontonnya berteriak histeris dan memuja kecantikannya dibanding suaranya, dirinya yang merupakan penyanyi tentu saja kesal dengan hal ini dan tanpa sadar ucapan penontonnya menyinggung perasaan Melody
Dan hal seperti itu adalah hal yang sudah biasa Melody rasakan. Diacara Citra Organization dirinya bisa melihat pemandangan yang sama seperti yang dirinya lihat dahulu, teriakan penonton yang terlalu memuji kecantikannya daripada suaranya, hal ini membuat Melody tidak terlalu niat menyanyi dalam acara ini.
Hingga pada akhirnya Melody melihat seorang pemuda seumuran dengannya duduk disalah satu bangku yang berada dipojok, berbeda dengan penonton yang lain yang berdiri dan berteriak histeris pemuda itu malah duduk tenang sambil berekspresi datar. Kala itu Melody langsung mengalihkan matanya dan sedikit berfikir apakah yang ia perkirakan adalah hal yang benar? dan hal yang dimana ia ingin rasakan?
Melody kemudian menaikan kualitas suaranya berharap hal yang ia perkirakan terjadi, dan seperti yang ia perkirakan semua orang disana masih sama dan tidak menyadarinya, tapi ketika ia melihat kearah dimana pemuda itu duduk. Melody melihat pemuda itu berdiri dan mengeluarkan ekspresi yang datar namun Melody bisa melihat bahwa pemuda itu sangat menikmati suaranya. Hal ini membuat Melody senang dan dengan tidak sengaja Melody menatap pemuda itu terlalu lama dan lebih parahnya lagi pemuda itu mengeluarkan senyuman manis yang jarang sekali Melody lihat
Melody saat itu langsung memalingkan matanya Melody saat itu juga sedikit salah tingkah, namun untungnya Melody masih mampu mempertahankan suaranya
__ADS_1
"Aku penasaran dengannya..." Ucap Melody penasaran
Pemuda itu bisa dibilang tampan tapi hal itu bukanlah yang membuat Melody menjadi seperti ini, Melody telah melihat berbagai pria tampan yang jauh lebih tampan dari pemuda itu dari berbagai negara maupun berbagai kalangan tapi mereka semua tidak bisa membuatnya merasakan perasaan seperti ini. Senyuman dari pemuda tersebut masih terbayang dan sangat membekas dikepalanya. Senyuman yang tulus serta manis dari pemuda itu berhasil membuat wajah Melody merah dan hati Melody panas
"Mhnn... apa sih yang terjadi sama aku?" Ucap Melody sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menggelengkan kepalanya kesana kemari mencoba untuk melupakan hal ini
Diantara itu semua, sebuah suara pintu lonceng terbuka terdengar ditelinga Melody. Melody langsung panik jika orang itu melihat Melody disini maka ketenangannya akan terganggu, dirinya adalah seorang idol yang terkenal jadi banyak orang yang ingin berfoto dengannya, sebenarnya itu tidak terlalu mengganggu jika pada waktu Melody bekerja dan jika pada jam santai maka hal itu cukup menganggu ketenangannya
Apalagi tempat ini sangatlah tidak populer dan jarang sekali orang datang kesini, karena tempat ini kalah pamor dibanding cafe atau restoran dikawasan gedung Citra Organization ini. Karena itulah Melody sedikit kebingungan ketika ada orang yang datang kesini
Tapi rasa itu hilang ketika orang yang membuka pintu itu adalah pemuda yang bisa dibilang yang dicari oleh Melody. Melody tanpa sadar menatap mata pemuda itu dengan tatapan yang semakin lama semakin dalam, pemuda itu juga menatapnya namun Melody tidak memperdulikannya dan terus menatap pemuda itu. Pemuda itu kemudian mengalihkan pandangannya dan duduk disalah satu bangku yang berada tidak jauh dari Melody
Entah kenapa melihat pemuda disini membuat perasaan Melody menjadi lebih tenang ditambah lagi moodnya yang cukup buruk perlahan naik kembali dengan hanya menatap pemuda itu. Melody kemudian sadar apa yang telah ia lakukan Melody langsung mengalihkan matanya
'Apasih yang aku lakukan!, kenapa aku menatapnya lama sekali!, sebenarnya apa yang terjadi kepadaku!?' Jerit batin Melody
Melody terlihat sangat malu dengan hal ini namun ia masih bisa menutupi rasa malunya, Melody tidak menyangka bahwa yang datang kesini adalah pemuda yang ia cari, Melody ingin berbicara dengannya walaupun dengan waktu yang singkat
Melody kemudian melirik kearah pemuda tersebut dan melihat pemuda itu sedang meminum kopi hitam yang kelihatannya pahit.
'Kenapa dia tidak berbicara sedikitpun' Batin Melody
Karena situasi yang sepi dan hanya ada mereka berdua maka situasi ini terbilang sangat canggung, dan sedikit obrolan bisa memperbaiki situasi canggung ini. Sebenarnya Melody ingin berbicara dan berkenalan dengan pemuda tersebut tapi karena ia tidak pandai mencari topik ditambah lagi harga dirinya sebagai perempuan adalah alasan mengapa Melody tidak membuka percakapan
Dan secara mengejutkan, Melody terpergok memandangi pemuda itu dalam waktu yang cukup lama oleh pemuda itu tentunya. Mata pemuda itu memandang balik Melody dalam waktu cukup lama yang justru membuat mereka bertatapan dalam jangka waktu yang cukup lama juga. Dan hal ini membuat Melody salah tingkah dan malu tentunya, dengan situasi seperti ini akhirnya Melody memberanikan dirinya untuk membuka percakapan demi bisa mencairkan suasana yang bisa dibilang buruk bagi Melody
Namun sebelum Melody ingin membuka percakapan, pemuda itu membukanya terlebih dahulu
"Hei apa kau suka menyanyi?"
___________________________
Shunizu ba vawhor!
__ADS_1