Athanor Online : Monarch Of War

Athanor Online : Monarch Of War
Melody dan Diaz


__ADS_3

"Hey, apa kau suka menyanyi?"


Diaz melontarkan sedikit pertanyaan kepada Melody yang jujur saja sejak dari tadi cukup mengganggunya, bisa dibilang pertanyaan ini cukup tidak masuk akal karena Melody adalah idol atau penyanyi yang cukup terkenal dan memiliki banyak penggemar


Melody juga telah berlatih keras dengan berbagai metode yang berat demi menaikan kualitas suaranya, semua kerja keras dan latihannya adalah salah satu bentuk kecintaannya terhadap hobinya yaitu menyanyi. Apalagi Melody juga menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menyanyi baik itu didepan keluarganya maupun didepan penonton


"Menarik, kenapa kau bisa berfikiran seperti itu?" Ucap Melody sedikit tersenyum tertarik


Melody tidak bisa menahan lagi rasa penasaran serta ketertarikannya terhadap Diaz, dirinya yang telah menjalankan latihan yang keras untuk menyanyi, dirinya yang mendapat penghasilan yang tinggi karena menyanyi, dirinya yang dibanggakan oleh keluarganya karena menyanyi, dan tidak perlu ditegaskan kembali bahwa Melody sangat mencintai hobinya yaitu menyanyi. Tapi kenapa Diaz berfikiran berkebalikan? Itulah yang membuat Melody tertarik


Diaz yang mendengar tanggapan dari Melody tidak langsung menjawab dan memilih untuk menengguk cangkir yang berisi kopi hitam miliknya terlebih dahulu


"Saat kau menyanyi ekspresi yang kau perlihatkan tidak ada rasa senang ataupun gembira"


Diaz bisa menyimpulkan hal tersebut karena Diaz bisa membaca gestur ekspresi yang Melody perlihatkan saat ia bernyanyi, rasa seperti senang serta gembira hampir tidak terlihat dan justru perasaan seperti jenuh dan tertekan sangat tergambar diwajah manis milik Melody, walaupun begitu penonton yang hadir disana tidak mengetahuinya karena ekspresi wajah milik Melody sama seperti biasanya, hanya seseorang dengan ilmu pembacaan gestur wajah yang mumpuni yang mengerti dengan ekspresi wajah milik Melody


Sementara itu Melody terkejut karena Diaz mengetahui sesuatu hal yang sudah sangat lama ia sembunyikan dan sudah ia pendam sedalam mungkin yang ia bisa. Penghasilan utamanya memang dari menyanyi tapi bukan berarti Melody senang dengan semua hal itu, dahulu Melody memulai karirnya untuk menghibur semua orang dengan lagu dan albumnya, namun lama kelamaan Melody malah semakin tertekan


Hal ini terasa ketika lagunya viral dan booming. Awalnya Melody sangat senang ketika lagu miliknya booming dan dikenal dihampir belahan dunia, hal ini membuat Melody semangat untuk menulis lagu dan lama kelamaan Melody menjadi salah satu penyanyi yang sangat produktif. Tapi justru karena hal inilah yang membuat Melody semakin lama semakin tertekan. Melody beberapa kali jatuh sakit karena memaksakan dirinya untuk membuat lagu


Karena mental dan fisiknya yang masih belum stabil akhirnya Melody memutuskan untuk rehat sebentar namun bukannya tanggapan positif yang Melody dengar dari penontonnya, tapi malah penontonnya mendesaknya untuk terus berkarya dan membuat lagu kembali untuk mereka. Melody terpaksa terus membuat lagu demi kariernya yang susah payah ia bangun


Semakin lama perasaan tertekannya semakin tinggi apalagi ketika penontonnya jauh lebih mempedulikannya wajahnya dibanding suaranya. Dan hal ini menjadi serangan mental yang cukup telak bagi Melody, dirinya yang telah bekerja keras untuk membuat lagu demi pendengarnya bahagia namun mereka seakan tidak mempedulikan lagunya, dan pendengarnya lebih mementingkan kecantikannya dibanding suaranya dan ini benar benar membuat Melody down. Ketika kerja keras seseorang disepelekan maka tentunya orang itu akan down dengan sendirinya. Dan secara tidak sadar ekspresi wajah dari Melody berubah secara signifikan


Diaz yang melihat perubahan ekspresi itu kemudian melanjutkan pembicaraannya


"Kau tahu, istirahat itu penting" Ucap Diaz dengan wajah poker face miliknya


Secara logis untuk menghentikan serta memulihkan mental milik Melody adalah beristirahat atau rehat sejenak. Melody tentunya sudah mengetahui bahwa istirahat mampu membuat mentalnya pulih kembali tapi seperti yang dijelaskan sebelumnya, Melody tidak mau karier yang sudah susah payah ia bangun terhenti begitu saja. Apalagi dengan menyanyi Melody mampu membanggakan orang tua serta sanak saudaranya


Melody juga memikirkan bagaimana reaksi orang tua serta keluarga besarnya ketika dirinya rehat sejenak dari dunia permusikan. Tapi walaupun begitu dirinya masih ragu untuk mengambil langkah yang terbilang sangat berpengaruh dalam dihidupnya ini


"Menurutmu apa yang harus aku lakukan?" Ucap Melody dengan suara yang cukup berat

__ADS_1


Diaz yang mendengar itu tidak langsung menjawab dan memilih untuk meminum kopi hitamnya agar pikiran Diaz menjadi lebih cemerlang, yah itu hanya teori Diaz semata


"Aku tidak berhak untuk memberikanmu pilihan"


Memang terdengar sedikit kejam namun yang Diaz katakan sepenuhnya benar. Diaz bukanlah orang terdekatnya, Diaz juga bukan sahabat atau keluarganya jadi Diaz tidak berhak untuk memberikan pilihan atau jalan yang harus Melody pilih, apalagi jalan itu adalah jalan yang sangat krusial bagi kehidupannya. Tapi walaupun begitu Diaz adalah orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi jadi ketika ada orang kesusahan didepannya maka Diaz senang hati membantunya


"Lebih baik kau ceritakan masalah ini ke orang tuamu"


Yang Diaz katakan sepenuhnya benar. Ketika seseorang suntuk atau tertekan dalam suatu jeruji masalah maka segeralah bercerita kepada orang tua atau kerabat dekat, tidak perlu malu dan tidak perlu ragu karena mereka pasti akan memberikan nasehat atau saran yang berguna


Orang tua entah itu ibu ataupun ayah. Jika ada masalah yang tidak bisa kau atasi maka segeralah bercerita kepada mereka, mereka memiliki umur yang jauh lebih tua dan secara otomatis mereka sangat berpengalaman dalam masalah kehidupan baik itu faktor ekonomi ataupun bukan, mereka adalah motivator serta kompas ketika kau mulai lelah dan kehilangan arah.


Walaupun umur Diaz hanya satu tahun lebih tua dari Melody namun Diaz memiliki mental jauh lebih dewasa dibanding Melody yang terkesan terlalu kekanak-kanakan. Diaz sudah berfikir layaknya orang dewasa ketika ia remaja lebih tepatnya sewaktu dirinya SMK. Sifat dewasanya kembali meningkat ketika ia bertemu dengan Reno dan ayahnya, dan karena Reno lah yang membuat Diaz mampu berfikir jauh lebih maju dan dewasa dibandingkan seseorang seumurannya. Semua ini karena bimbingan dari Reno, tidak berlebihan ketika Diaz memanggil Reno dengan sebutan Master


"Aku masih ragu...." Ucap lirih Melody


Diaz sedikit memaklumi keraguan yang Melody miliki, hal ini tergolong wajar karena bisa dibilang Melody telah menghabiskan waktunya untuk menyanyi dan ketika ia memutuskan berhenti walau sebentar maka akan terkesan sakit. Apalagi kariernya yang sudah tinggi dan memiliki penghasilan yang bisa dibilang tinggi membuat Melody ragu


"Jika kau memang ragu maka lebih baik pendam sedikit lebih lama lagi, selagi kau masih mencari solusi"


"Kalau aku istirahat sebentar, aku takut fansku..." Ucap Melody menggantungkan katanya dengan nada yang cukup bergetar


Diaz yang mendengar itu langsung mendecak lidahnya kesal dan segera menghabiskan kopi hitamnya, Diaz jujur saja kesal dengan ucapan Melody, bukan karena Melody tapi fansnya yang membuat Diaz kesal. Diaz memang sering melihat fans Melody diberbagai platform media sosial, jumlah fansnya juga sangat banyak dan tergolong fantastis


Namun rata rata dari mereka semua adalah fans yang tidak sehat yang dalam tanda kutip "Terlalu Fanatik" Diaz bisa melihat hal itu karena fans milik Melody sering menyerang sosial media idol idol lainnya dengan berbagai cara baik itu spam atau apapun hoax yang mereka sebarkan. Mereka juga mencemooh idol atau penyanyi lain dan menganggap Melody lah yang terbaik. Dan hal ini membuat nama Melody menjadi jelek karena kelakuan dari fans fanatiknya


Para idol ataupun penyanyi yang diserang tentu saja tidak terima dan mengadu ke Melody untuk memperingati fansnya untuk tidak menganggu idol atau penyanyi lain dan juga menjaga omongan mereka untuk tidak menyinggung perasaan idol atau penyanyi lain, Melody juga sempat mempublikasikan vidio klarifikasi permintaan maafnya terhadap berbagai idol yang diserang oleh fansnya. Namun hal itu tidak terlalu berpengaruh karena fans Melody terlalu keras kepala, fanatik dan toxic


Diaz yang melihat ekspresi sedih yang tergambar jelas diwajah manis milik Melody membuat hati Diaz sangat berempati. Diaz tidak menyangka bahwa Melody sangat peduli dengan fansnya walaupun fansnya terkesan tidak sehat. Diaz kemudian berdiri dari tempat duduknya dan duduk dikursi sebelah Melody. Melody tidak terlalu terganggu dengan kehadiran Diaz yang duduk disampingnya


Seperti yang Diaz sebutkan sebelumnya, Diaz sangat berempati dengan keadaan Melody saat ini. Diaz yang berjiwa sosial tinggi berusaha membantu Melody sebisa mungkin


"Melody" Berbeda dengan sebelumnya, Diaz mengucapkan nama gadis didepannya dengan ekspresi wajah yang hangat jauh berbeda dengan sebelumnya yang datar

__ADS_1


Mendengar namanya dipanggil, Melody kemudian menoleh kesamping dan melihat wajah Diaz dalam jarak yang dekat. Melody tidak pernah melihat ada wajah seorang pria yang sangat dekat dengannya kecuali itu ayahnya


"Cobalah menyanyi untuk dirimu sendiri bukan orang lain" Ucap Diaz sambil tersenyum hangat


Dalam jarak yang dekat, Diaz mengeluarkan perkataan dan senyuman yang bisa dibilang sangat berbahaya bagi seorang perempuan. Perkataan Diaz sukses membuat Melody tertegun dan tersipu, perkataan Diaz cukup berhasil membuat hati kecil Melody tergerak dan berani untuk mengambil keputusan yang ia pilih untuk kedepannya. Senyuman hangat yang Diaz keluarkan juga membuat perasaan Melody menjadi tidak karuan dan jujur saja Melody tidak mengetahui perasaan apa yang ia rasakan kali ini


Tangan Diaz kemudian membelai rambut hitam milik Melody dengan lembut, Melody tidak menolak ketika Diaz membelai rambutnya malah Melody terkesan sangat menikmatinya. Entah kenapa perasaan tidak bisa dijelaskan muncul didalam tubuh Melody


"Dan juga aku sangat menyukai suaramu" Diaz mengucapkan hal itu dengan senyuman jauh lebih hangat dan indah daripada sebelumnya


Senyuman yang hangat dan indah yang Diaz keluarkan dan belaian lembut yang Diaz lakukan kepada rambut hitamnya sukses membuat tubuh Melody memanas dengan alasan yang belum ia ketahui, wajah dari Melody juga semakin memerah jauh lebih merah dari sebelumnya. Perasaan yang tidak karuan kembali merasuki tubuh Melody tapi kali ini ia merasuki tubuh Melody dengan sangat deras jauh lebih deras dari sebelumnya


Melody sangat mengharapkan kalau waktu ini berjalan sedikit jauh lebih lama, ia tidak ingin momen yang bisa dibilang sangat membuat hatinya tenang dengan perkataan milik Diaz dan membuat perasaan Melody tidak karuan tapi disisi lain juga sangat nyaman oleh senyuman hangat yang Diaz perlihatkan. Namun Dewi Fortuna berkata lain


Sfx' Ring Ring Ring


Sebuah suara panggilan masuk terdengar dikantong celana milik Diaz, Diaz kemudian mengambil smartphone miliknya yang dari tadi berdering dan segera Diaz mengangkat panggilan tersebut


"Halo"


"Oi Diaz kau dimana cepatlah kesini"


"Ok aku kesana master"


Diaz kemudian memasukan smartphone miliknya kedalam saku celananya, Diaz harus cepat cepat kesana sebelum masternya memukulnya


"Kalau begitu aku pergi dulu"


Diaz kemudian berdiri dan berniat untuk pergi, namun sebelum Diaz pergi tangan Melody memegang tangan kanan Diaz seolah mengisyaratkan untuk jangan pergi


"Kenapa?" Ucap Diaz sedikit kebingungan dengan sikap Melody yang berganti cukup tiba tiba


"Namamu... Siapa?"

__ADS_1


___________________________


Shunizu ba vawhor!


__ADS_2