Athanor Online : Monarch Of War

Athanor Online : Monarch Of War
Lembah


__ADS_3

Rantai hijau dedaunan tertepa angin yang begitu sejuk. Membuat sebuah perasaan tenang serta keindahan jasmani dalam sudut pandang yang berbeda. Zephys terbaring di rerumputan pendek, menikmati angin yang berhembus pelan, menerpa rambut sedikit panjangnya. Ia menutup matanya untuk merasakan sensasi yang menarik ini.


Gagak hitam, atau sebut saja dia adalah Jackdaw, berkicau serta bermain-main dengan sayapnya, Zephys membuka matanya sedikit, cahaya mentari menusuk matanya walaupun begitu terasa begitu hangat. Menatap Jackdaw yang berterbangan diatasnya, Zephys sedikit tersenyum, mengingat bahwa Jackdaw merupakan ekstraksi dari jiwa murni pendekar pedang terhebat, Errol.


Sementara matanya termanjakan oleh apa yang ia lihat. Namun, pendengarannya mendeteksi sesuatu yang berlawanan. Benturan baja serta ledakan kecil dari sebuah sihir begitu terasa. Tanpa melihat pun, Zephys tahu ini merupakan sebuah pertarungan, setidaknya dalam skala kecil.


Zephys mengangkat tangan kanannya dengan cukup malas. “Weapon Expansion.” Ujarnya lirih.


Bersamaan dengan itu, lima portal emas terbuka. Tanpa menoleh dan dengan mata tertutup, kelima tombak melesat cepat, menembus tubuh malang beberapa monster didepannya. Micah yang memang sedang bertarung untuk menjadikannya lebih kuat, terdiam ketika kelima tombak itu kembali membantunya. Dengan cepat ia menyelesaikannya.


Butuh beberapa waktu untuk Zephys mengumpulkan niat untuk berdiri. Dengan hembusan nafasnya dalam, ia terbangun dari baringan-nya yang nyenyak. Sedikit melemaskan ototnya, Zephys melihat sosok pria berkulit pucat yang bertekuk lutut didepannya. Zephys hanya tersenyum, dengan pelan ia menepuk kepalanya.


“Kerja bagus..”


Mendengar itu tidak membuat Micah senang, jelas Zephys lihat. Micah mengigit lidahnya, melambangkan sebuah rasa tidak kenyamanannya, atau mungkin ia telah mengecewakan tuannya. Beberapa kali ia kesulitan menghadapi berbagai monster dihutan ini. Bahkan memaksa sang tuan untuk membantunya, tidak ada yang lebih menyakitkan dari ini, sebuah rasa ketidakbecusan.


Zephys yang mengerti perasaan Micah hanya tersenyum dan sedikit berkata. “Semangat itu, jangan kau biarkan padam.” Lirihnya.


Zephys kembali menepuk lembut kepala Micah, sembari melihat panel biru digital yang terlihat didepan matanya.


___


Micah


Level : 14


Class : Necromancer


Skill : Undead Harvest, Fire Elemental, Dark Elemental


Ultimate Skill : Abomination


___


Zephys tersenyum kecil, melihat Micah naik level dalam kurun waktu yang cepat, tidak bisa dipungkiri bagaimana Zephys memaksanya untuk terus dan terus bertarung. Melawan berbagai monster mob dengan level yang lebih tinggi darinya, ini semua demi menaikan level Micah. Karena ketika Micah sudah pada level yang tinggi, maka Zephys akan semakin kuat.


Sementara itu.


___


Name : Zephys (Half Demon)


Level : 15


Class : Shadow Reaper, ???, Unique Alchemist (Side Class)


Fraction : -


Fame : 1.334.000 (300)


Str: 622 Dex: 1243 Vit: 109 Int: 200

__ADS_1


Luc: 30


Skill: Assassin Movement (Passive), Sense (Passive), Snipe (Passive), Ambush (Passive), Demon or Human? (Passive), Conceal (2-3), Unique Alchemy (2-2), Assassinate, Ghost Dive, Vital Strike, Armor Breaker, Wave Slash, Night Vision, Sharp Edge, Rapid Slash, Demon Hand's Authority, Demonic Ascension, Demonic Aura, Shadow Body, Living Shadow, Death Sentence.


Skill Series: Acrobatic Art Series (Progres : 43,8%).


Talent: Ki (Progres : 9,4%)


Skill Talent : Simple Domain


Point Status: 15


Pet : Jackdaw


Titel: Talented Assassin, Acrobatic Art, The First Master, Goblin Hunter, Ultimate Assassin, Wolf Hunter, Wacth Out, Rogue Assassin, Killing Machine, Dagger Professor, The Tainted, Darkin Master, You good but l'am Better, Killing of the Killer God, The Arc Demon, Ki User, Expert Player, Hero Return.


___


Setiap kali ia melihat status karakternya, Zephys terus tersenyum kecut. Nilai status yang sangat tidak wajar, membuat semua pemain tidak akan menyangka kalau Zephys hanya baru berlevel 15. Nilai status yang begitu monster ia dapatkan dari berbagai titel yang jujur rata-rata sangatlah langka.


Sebut saja Darkin Master, The Arc Demon, Killing of The Killer God, dan masih banyak lagi. Kombinasi dari berbagai titel yang langka membuat sebuah pondasi nilai yang begitu tinggi. Walaupun ia harus memulai dari awal, namun dengan pondasi status yang tinggi membuatnya sebuah keuntungan.


Namun ia masih menunggu dimana evolusi tingkat dari Micah. Jujur, ia sedikit kecewa dengan Micah karena Class masihlah Necromancer, bukan Soul Raiser yang merupakan tingkat lanjutan. Soul Raiser, bukanlah yang terakhir. Menurut ingatan Zephys di Antharis Online, Shadow Lord merupakan tingkat tertinggi dari Class Necromancer. Dan Zephys ingin Micah mencapai tahap itu.


Zephys menghela nafasnya. Tidak perlu memikirkan sejauh itu, namun perlahan pasti akan tercapai. Zephys menarik energi gelap pada tubuh Micah, memaksanya menghilangkan esensialnya dan kembali ketubuh Zephys.


“Beristirahatlah...” Lirihnya


Jackdaw bersandar pada bahu Zephys, sedikit berkicau memperlihatkannya sebuah rasa senang. Zephys tersenyum kecil, mendengar sebuah kicaun gagak, yang jujur agak menyeramkan. Ditengah itu, Rodant memecah.


“Masih sama seperti sebelumnya, mencari pusaka Nakroth yang tersisa.”


Rodant terdiam cukup lama. Memang, tujuan awal Zephys memang mengumpulkan pusaka Nakroth. Membangkitkan, serta menghidupkan kembali. Itulah yang menjadi tujuannya.


Total 5 pusaka Nakroth yang tersebar, ia tidak tahu dimana mereka. Namun ia memiliki 2 diantaranya, yaitu liontin hitam serta Rodant itu sendiri. Zephys yakin akan hal itu, namun sebaliknya. Rodant malah meragukan akan hal ini.


“Selain aku, kau punya yang lain?”


“Liontin ini..” Ujarnya sembari memperlihatkan liontin yang terkait dilehernya.


Liontin yang berisi sebuah batu berwarna hitam pekat. Zephys menebak kalau batu ini, adalah pecahan dari Andura Stone. Yang merupakan batu dengan energi magis yang tidak terbayangkan sebelumnya. Namun, itu hanyalah perkiraannya saja. Bukan tidak mungkin tebakannya salah.


Namun, jika ia benar maka itu sedikit menjelaskan dimana kubu Nakroth. Melihat dari karakteristiknya ini merupakan Dark Andura Stone, sebuah batu yang merupakan sumber kekuatan dari Dark Lord. Zephys sangat berfikiran luas, dan cukup mengerti tentang kekuatan yang masih terpendam didaratan Athanor ini. Mengingat Antharis Online yang pernah ia mainkan.


Sampai saat ini informasi tentang Nakroth sangatlah minim, ia membutuhkan sumber. Informasi merupakan hal yang paling penting, nilai darinya lebih dari emas. Dan Rodant merupakan sumber yang pasti, tapi ia malah tidak mau membuka mulut.


“Aku memiliki firasat, kalau batu ini adalah Dark Andura Stone.” Ujar Zephys serius, namun jawaban yang ia dapatkan sungguh mengesankan. “Pftt. Hahahaha!.” Tawa Rodant keras.


Zephys bereaksi datar, dengan raut wajah yang seolah-olah mempertanyakan apa yang lucu dari perkataannya. Zephys tidak ingin terlalu ribut, sehingga ia menunggu dimana Rodant menyelesaikan tawanya, yang jujur sangatlah mengesalkan.


“Batu itu bukanlah Andura Stone, melainkan batu yang berisi kutukan sihir yang sangat padat.”

__ADS_1


“Ha?.”


“Dahulu, setelah Volkath berhasil ditumbangkan. Kekasihnya, membalaskan dendam kepada Tell Annas, dengan sihir yang besar dia hampir membumihanguskan Terra.”


Walaupun Rodant masih belum menuntaskan pembicaranya. Namun, Zephys mendapatkan sebuah informasi yang sangatlah mahal. Nama yang sangat tidak asing, Volkath dan Tell Annas. Keduanya merupakan pemimpin dari fraksi yang berbeda. Merupakan salah satu dari beberapa karakter dari Antharis Online, yang tentunya sangatlah berpengaruh.


Volkath berhasil menundukkan Archon beberapa waktu, namun ketika ia ingin menginvasi Terra. Ia malah terbunuh, sebuah anak panah berisi kekuatan penuh dari pohon Yggdrasil menghujam tepat di jantung Volkath, seketika membunuhnya.


Memang saat itu, pasukan Nocturne menang jumlah. Dan memang saat itu, keadaan sudah berpihak pada Nocturne. Tapi tetap, Volkath lebih dari sekedar pemimpin. Ia merupakan simbol serta kekuatan utama dari Nocturne. Gugurnya dalam perang, membuat pasukan Nocturne kehilangan moral bertarung. Dan pada akhirnya, pasukan Nocturne terpukul mundur.


‘Kekasihnya, eh?’ Batin Zephys.


“Tapi untungnya Nakroth berada di wilayah Terra, dan bersama dengan Tell Annas. Mereka berhasil meredam sihir itu kedalam dua media. Yang pertama liontin itu, dan yang kedua adalah lentera sihir.”


“Heh, menarik."


Dengan ini, Zephys yakin kalau hubungan antara Nakroth dan Terra cukup dekat. Ini merupakan informasi yang penting, karena jujur Nakroth sendiri masihlah abu-abu. Ia tidak tahu dimana ia berpihak. Norman berpihak atas Ilmu pengetahuan, Terra berpihak atas Alam, Archon berpihak atas cahaya, dan Nocturne berpihak atas kegelapan. Setidaknya ini merupakan sebuah jendela penjelasan.


Jika memang perkataan Rodant benar maka. Nakroth mempunyai hubungan baik dengan Terra. Ia tersenyum kecil.


“Ngomong-ngomong, aku masih ingat kala dahulu saat perang besar. Dimana kau mati konyol saat itu.”


Zephys terkejut ketika mendengar itu, apakah Rodant sudah mengetahui identitasnya saat di Antharis Online?, Sepertinya benar. Dan anehnya, ia mengetahui kejadian perang itu. Itu artinya, baik Rodant dan Nakroth ada diperang tersebut. Zephys terkekeh kecil.


‘Rodant bodoh atau bagaimana?. Dengan mengatakan itu, secara tidak langsung memberikan informasi penting kepadaku. Yah, ini keuntungan bagiku.’


Karena jujur, Antharis Online tidak pernah menyinggung tentang Nakroth ataupun Darkin. Oleh karena itu informasi dari keduanya sangatlah terbatas, berbeda dengan berbagai tokoh pemimpin fraksi yang jelas tergambarkan dengan runtut, di Antharis Online.


“Saat itu, aku hanya ingin menolong pasukan Archon yang terjebak di Shadow Valley.”


“Ha?, Kau hanya termakan jebakan bodoh oleh Mothra. Tidak ada yang berani menginjakan kaki di Shadow Valley, bahkan mereka yang sekelas dewa sekalipun.”


Dalam sejarahnya, Shadow Valley merupakan lembah dari gugurnya utusan pembawa cahaya. Ia gugur bersama dengan pahlawan Norman, Arduin. Bukan hanya itu, kurang lebih hampir setengah pasukan gabungan antara Archon dan Norman, gugur dilembah itu.


Shadow Valley, merupakan salah satu saksi biksu dimana tempat yang paling dihindari. Lembah ini sama sekali tidak tersinari cahaya matahari ataupun terguyur hujan sekalipun. Shadow Valley, terletak di wilayah Nocturne. Walaupun begitu, tidak ada satupun iblis ataupun makhluk yang mau menginjakan kakinya disana. Bahkan untuk sekelas Dark Lord ataupun Demon Lord sekalipun.


“Shadow Valley, kah?”


“Tempat itu masihlah sama seperti dimana kau terbunuh dahulu. Jangan sekali lagi kau menginjakan kakimu disana, walaupun kau seorang Immortal Creature.”


Zephys hanya terdiam sejenak, masih memikirkan kejadian itu yang merupakan akhir dari Antharis Online. Zephys masih ingat, dimana tahap akhir game itu. Pasukan gabungan antara Archon dan Norman, salah satu dari dua pahlawan Norman, serta dirinya yang merupakan utusan cahaya sekaligus wadah Bright, dibantai oleh satu orang saja.


Zephys masih ingat dimana pasukan serta Arduin gugur. Shadow Valley, merupakan makam sebagian besar bala tentaranya, dan juga makam Zephys itu sendiri. Dia dan bala tentaranya dikalahkan oleh seorang iblis, bukan sekelas Volkath atau sekejam Maloch. Melainkan iblis biasa, namun rasa haus darahnya begitu luar biasa.


Zephys bisa membayangkan, dia merupakan manifestasi dari kengerian serta kekejaman. Tidak mengenal kawan maupun lawan, membantai semua mahkluk hidup didepannya, kuat atau lemah. Selama dia bernyawa maka layak untuk menjadi sasarannya.


“Kau tahu siapa dia?.”


Zephys melontarkan pertanyaan, bahkan tanpa konteks apa yang Zephys berikan kepada Rodant. Tapi begitu, Rodant paham pertanyaan apa yang Zephys berikan. Ia menghela nafasnya pelan, beserta nada gemetar.


“Omen.”

__ADS_1


_________________________


Trivia : Omen The World Ender


__ADS_2