Athanor Online : Monarch Of War

Athanor Online : Monarch Of War
Level Up!.


__ADS_3

Sepanjang hidupnya, lari adalah hal yang bisa ia kuasai, paling tidak, sampai saat ini.


Sekarang, ia hanya bisa berharap kalau kaki-kakinya itu bisa ia ayunkan kembali, membawanya berlari. Bahkan, kalau bisa ia ingin berlari lebih cepat seiring napasnya yang memburu. Namun, tidak bisa. Harapan hanyalah harapan, sekarang ia terdiam di bawah rasa takut yang begitu menekan—meremukkan sendi-sendi dan tulang-tulangnya. Ini adalah pelarian terakhirnya, tapi ia sudah tidak mampu lagi berlari.


’Aku masih belum ingin mati.’


Ia bersembunyi dalam cengkungan bayangan gua. Menahan nafasnya begitu dalam, mencoba untuk tak bersuara. Ia memberanikan diri untuk melirik keluar, secara perlahan. Berharap sosok bersabit itu tak menampakan dirinya. Sebuah rasa takut yang begitu bergejolak, menggikis setiap rasa kepercayaan diri.


Ia kembali bersembunyi dengan deruan nafasnya yang senyap, ia lega sosok bersabit yang membantai teman-temannya kini tak terlihat. Namun, dibalik semua itu. Sebuah mimpi buruk yang selama ini mengikuti kian mendekat.


Bayangan hitam merayap ditanah yang kotor, perlahan memasuki gua itu. Menembus berbagai benda padat layaknya kegelapan sejati— tanpa sedikitpun ia sadari. Perlahan, bayangan itu merayap pada dinding gua tak jauh darinya. Disaat semuanya terasa membaik. Namun, keadaan adalah hal yang paling mudah untuk diputar.


Begitu senyap, begitu dingin, dan begitu jahat. Sosok manusia bersabit dengan aura kegelapan kental menyelimuti tubuh layaknya sebuah zirah. Disaat dirinya merasa aman, sosok itu keluar dari belakang dinding, tubuhnya bagian atas masih terlihat, namun bagian bawah menyatu dengan dinding gua.


“Ada waktu untuk melarikan diri-”


Sebuah suara terdengar ditelinga nya yang kecil. Dengan rasa ketakutan ia menoleh kebelakang, berharap itu hanya sebuah ilusi. Namun, dengan mata kepalanya sendiri. Ia melihat sosok malaikat dengan sabitnya yang menukik begitu tajam. Ia membeku, menyadari sabitnya bergerak kebawah, menembus tubuhnya dengan begitu kejam.


“Tapi sayang, kau melewatkannya..”


Aura energi kegelapan menghilang, tidak lebih tepatnya terserap kembali pada tubuhnya. Ia adalah Zephys.


“Tak ada yang lebih mengasyikan, ketika bermain petak umpet dengan seorang Assassin!.” Seru Rodant.


Tidak terlalu menghiraukan perkataan Rodant, kini Zephys berdiri dengan sabit hitam yang ia letakkan dipunggung. Ia menatap tangan kanannya, sebuah aura atau energi kegelapan begitu kental ia rasakan. Semenjak Zephys mendapatkan Special Class, yang bertipe Assassin. Membuatnya begitu sensitif akan berbagai macam suara dari kejauhan. Ini semacam indera.


“Sihir kegelapan-”. Perkataan Rodant membuat Zephys sedikit tertarik, Rodant terkekeh kecil sebagai tanda konfirmasi. “Kegelapan, eh?”, Ujar Zephys tertarik.


Sihir, sebuah materi langka yang terhubung dengan udara dan setiap jengkal wilayah Athanor. Merupakan energi kuno yang diciptakan dan dikembangkan oleh The Archmage Bright. Dahulu sebelum Dark Lord lahir, dan Dark Andura Stone ditemukan, dan bahkan Archon itu ada. Bright meneliti sebuah materi yang mengambang bebas di Athanor. Dan materi itu adalah cikal bakal lahirnya, Sihir. Sebuah kekuatan yang membawa Athanor ke jenjang yang lebih tinggi.


Bright mulai mengembangkan dan memperluas area sihirnya agar segera dikenal. Berbagai orang dari berbagai ras, mulai mempelajarinya. Dan bahkan ada beberapa dari sedikit orang yang benar-benar berbakat dalam penguasaan sihir.


“Sihir kegelapan adalah kunci kekuatan dari Kayn itu sendiri, kau tahu kan?.” Zephys hanya mengangguk, mengerti karena ingatan dari Kayn yang masih ada di kepalanya.


Zephys kemudian melirik ke sebuah panel biru didepannya.


___


Shadow Body


Energi kegelapan menyelimuti tubuh pengguna secara langsung. Membuat benda padat tidak akan mengenai pengguna (Maksimal 5 benda padat dan yang hanya dipilih oleh pengguna.), Shadow Body hanya bertahan selama 30 detik


Energi : 200


Cooldown : 2 Menit


___


Sense (Passive)


Ketika dalam fokus yang cukup tinggi, pengguna mampu mendeteksi musuh dalam radius yang jauh (Maksimal 1Km), semakin fokus maka semakin jauh radius yang didapat.


___


Living Shadow


Bayangan pengguna akan hidup dan memiliki 50% kekuatan pengguna. Begitu pula dengan kekuatan pengguna yang akan berkurang 50%. Jikalau bayangan pengguna mati, maka seluruh ingatan bayangan pengguna akan ditransfer kedalam ingatan pengguna.


Energi : 500


Cooldown : 12 Jam


___


Death Sentence


Tipe : Ultimate Skill


Pengguna memasuki tubuh musuh dan saat keluar akan berikan damage yang besar. Tepat setelah pengguna keluar sebuah tanda (Death Mark) tersebut terpicu, dan setelah 5 detik tanda itu meledak dan mengulangi seluruh damage secara dua kali lipat yang dihasilkan pengguna pada target saat ditandai.


Energi : 1000


Cooldown: 3 Jam


Tips : Disaat Death Mark pada musuh aktif. Disarankan pengguna menyerang musuh dengan dmg yang besar, sebelum tanda itu meledak.


___


Zephys tersenyum kecil dibalik topeng gagaknya. Shadow Reaper, memang terdengar cukup wibu. Tapi skill yang dimilikinya jauh dari yang diperkirakan. Memang Skill Ultimate Death Sentence sangatlah menakutkan, tapi yang membuat Zephys begitu tertarik adalah skill Shadow Body dan Living Shadow.


Zephys sudah mengerti mekanik dari Shadow Body, dengan skill ini Zephys mampu menembus benda apapun yang diinginkannya. Jujur skill ini sangatlah mendukung Zephys dalam Class Assassin. Skill ini mampu membuat Zephys menembus dinding, yang berarti Zephys bisa melakukan berbagai macam jenis membunuh jauh lebih senyap.


“Jadi apa rencanamu sekarang, Zephys?.”


Zephys tersenyum menanggapi pertanyaan Rodant. “Kita hanya menunggu waktu.” Ujarnya.


Rodant hanya bisa menghela nafasnya. Berbeda dengan Nakroth, Zephys begitu pasif dalam mencari sebuah celah. Namun Rodant tahu ini adalah sebuah sandiwara yang Zephys mainkan. Layaknya seorang Assassin murni, Zephys begitu pasif dan membuat musuh nyaman dalam sebuah keadaan, dan saat lengah ia akan membalikan semuanya.


Rodant begitu tajam saat menilai seseorang. Bukannya hanya dalam segi karakter tapi dalam berbagai sudut pandang yang rumit, ia memiliki sebuah deduksi serta berbagai macam skenario yang selama ini menemaninya. Bukannya hanya omong kosong, karena Rodant merupakan sosok yang kuno.


Sebuah jendela biru digital keluar didepannya.


“{Jackdaw meminta melakukan Synchronization}.”


“Hm.., akhirnya.” Ujar Zephys


Zephys memejamkan matanya. Menerima sebuah panggilan penglihatan dari Jackdaw. Melalui mata sang gagak, ia terbang dalam ketinggian. Zephys merasa dirinya terbang, sungguh ini adalah pengalaman yang cukup menyenangkan.


Disisi lain, ia melihat kawanan goblin cukup banyak sedang mengeroyok Micah. Prajurit tengkorak bertahan serta menyerang mati-matian. Begitu pula Micah yang terus mengeluarkan sihir api maupun kegelapan.

__ADS_1


Micah tertunduk kelelahan, itu wajar. Kawanan goblin memiliki jumlah yang jauh lebih banyak. Dan juga, Micah baru level satu. Zephys memang sengaja meninggalkan Micah untuk berburu sendirian, dia ingin Micah cepat untuk naik level. Bagaimanapun juga kalau dirinya kuat, maka Zephys akan sangat terbantu.


“Sepertinya aku terlalu memaksanya untuk berkerja terlalu keras.”


Entah berapa goblin yang ia habisi, kini ia kehilangan banyak sekali mana. Dan untuk seorang Mage, kehabisan mana adalah sebuah bencana. Zephys mengangkat salah satu tangannya tinggi, melalui mata Jackdaw. Zephys mulai membidik.


“Simple Domain : Weapon Expansion!.”


Lima portal emas keluar disekitar tubuh Zephys, begitu pula lima buah tombak panjang. Seraya membidik, tangan Zephys jatuh kebawah. Berserta dengan lesatan kelima tombak panjang miliknya.


Memang jarak antara Zephys dan Micah cukup jauh, tapi berkat penglihatan Jackdaw sebagai perantara, Zephys bisa membidik musuhnya. Kelima tombak itu meleset jauh layaknya sebuah proyektil kendali, melewati berbagai pepohonan begitu lincah.


Kelima tombak itu melesat, saat para goblin mulai merasakan kemenangan, tombak itu melesat menghancurkan lima diantaranya dengan begitu cepat. Mereka terkejut karena serangan tiba-tiba yang tak diketahui darimana asalnya.


Namun. Satu, dua, tiga dan seterusnya. Berbagai macam tombak panjang menggempur pertahanan dari goblin. Berbagai tombak itu menusuk tengkorak, tubuh, serta bagian mereka yang rapuh. Serangan tiba-tiba itu membuat para goblin mulai kehilangan fokus. Dan Micah tahu, ini merupakan bantuan dari tuannya.


Tak ingin berdiam diri, Micah memanggil Skeleton Soldier dan mulai membalikkan keadaan. Zephys yang melihat dari mata Jackdaw tersenyum kecil.


“Tidak buruk, Zephys.”


“Tentu.”


Kembali satu dari kelima portal itu mengeluarkan sebuah tombak panjang. Namun, bukannya ia lesatkan, Zephys memegangnya. Tombak panjang dengan mata silver nya yang tajam. Zephys sedikit melirik, memperhatikan tombak itu dengan seksama hingga pada akhirnya, sebuah jendela biru digital terlihat.


___


•???


Rank : Common


Level : 3


Dmg : 40


Durability : 250


Tipe : Long Spear


___


“!?.”


Zephys terkejut ketika melihat jendela biru tersebut. Ia tidak menyangka tombak yang diciptakan melalui imajinasinya, dan menggunakan Weapon Expansion bisa membuat senjata yang terbaca sistem.


Walaupun senjata tersebut sangatlah biasa dan tidak memiliki keistimewaan apapun. Namun, Zephys melihat sebuah peluang yang begitu besar. Tanpa sadar senyumnya melingkar begitu lebar.


“Ini berbau uang!.” Seru Zephys dan Rodant hanya bisa diam tak begitu tertarik.


Zephys begitu beruntung ia bisa memiliki kemampuan ini, ia juga sangat beruntung bisa menyadari sesuatu seperti ini. Satu hal yang pasti, ini sangatlah berbau uang!.


‘Skill ini tak jauh berbeda dari skill milik Blacksmith!, Bahkan jauh lebih baik!.’ Batinnya


Mampu membuat senjata hanya dengan bayangan di kepalanya, tanpa material, dan hanya dengan energi?. Siapapun yang mendengar ada skill seperti ini, maka siapapun pasti ingin memilikinya.


“Apa yang aku buat?, Mungkin pedang.”


Zephys menyalurkan seluruh bar energi miliknya, rasa lemas langsung Zephys rasakan. Persendian serta otot lututnya mulai terkuai, Zephys jatuh setengah badan beserta dengan nafasnya yang begitu lelah.


“Oi kau kenapa, Zephys?!."


Untuk pertama kalinya Rodant khawatir dengan keadaan Zephys, mendengarnya membuat Zephys sedikit tersenyum. Tapi tetap, rasa lemas serta tak berenergi, Zephys tidak menyangka ini begitu melelahkan.


Namun, satu buah portal emas terbuka. Sebuah pedang berwarna emas dengan ukiran bunga matahari terlihat pada bilah emasnya. Pedang satu tangan itu, jatuh didepan Zephys yang terkuai. Kilatan bilah emasnya cukup menarik perhatiannya, seraya itu sebuah jendela biru digital terlihat.


___


•???


Rank : Heroic


Level : 270


Dmg : 3200


Dur : 5000


Tipe : Sword


___


Melihat itu Zephys tersenyum kecil, melihat pedang emas tersebut. Namun, senjata ini tidak memiliki peningkatan stat yang sebenarnya cukup berharga. Tapi, itu tidak masalah. Karena, suatu hari nanti Zephys akan mencari tahu cara itu.


Zephys kembali meminum Energy Potion untuk sekedar mengisi kembali bar energi, perlahan tapi pasti tubuh Zephys semakin ringan. Ia berdiri kembali sembari melakukan sedikit peregangan, jujur tadi itu sangatlah melelahkan.


“Pedang ini akan aku simpan, siapa tahu aku memiliki cara untuk meningkatkan kemampuan pedang ini.” Ujarnya


“Kau sudah punya aku!, Buang saja pedang itu!.” Seru Rodant


Mendengar seruan Rodant, membuat Zephys sedikit terkekeh kecil. Dengan senyum menyeringai ia berkata. “Kau cemburu?.”


“Tentu saja tidak!, Ini tentang harga diriku sebagai senjata legendaris!.”


“Hm... Aku tidak mengerti!.”


“Tentu saja otak kopong, karena kau bukan senjata!.”


Zephys tersenyum kecil, apakah ini cemburu?. Ia tidak mengerti, tapi yang jelas, sepertinya Rodant tidak menyukai penggunanya mengunakan senjata lain. Tapi Zephys tidak begitu peduli, ia menyimpan pedang itu didalam Storagenya. Setidaknya untuk ia kembangkan.


“Tenang saja, aku tidak memakai pedang ini-" Ujar Zephys, Rodant bernafas lega. Hingga pada akhirnya, Zephys membuka Storagenya, mengeluarkan sebuah pedang dengan warna hitam segelap langit malam.

__ADS_1


“Jika aku memakai pedang, sudah jelas aku memakai ini.” Ujarnya memegang pedang hitam itu


___


•Night Sky


Cerminan dari langit malam. Bilahnya telah terkontaminasi energi Ki dalam jumlah tak terbatas.


Level : 1


Klasifikasi : The Black Weapon


Tipe : Longsword


Rank : Legendary


Tipe Senjata : Growth Weapon


Dmg : 100% Atk Normal + 100% Magic Damage, berkemungkinan 100% berupa True Damage.


Dur : Tidak terbatas


Skill : (Level belum memenuhi)


___


Benar, pedang milik Errol masih tersimpan dalam Storagenya. Ia ingin memakainya, namun Zephys sudah memiliki Rodant. Ia juga tidak memiliki skill pedang ganda, jadi ia tidak bisa menggunakannya. Tapi setidaknya, Zephys menyimpan ini. Untuk ia berikan kepada seseorang yang menyerahkan hidupnya pada sebilah pedang. Layaknya Errol.


“Kau!.”


Ketika Rodant ingin mengoceh, kembali sebuah jendela biru digital terlihat didepan Zephys. Seolah memotong perkataan Rodant.


“{Jackdaw meminta Call}.”


Melihat itu Zephys tanpa ragu langsung menyetujuinya. Secepat kilat, Zephys langsung berpindah tempat dari belantara hutan ke langit biru. Zephys lupa kalau Jackdaw itu burung.


‘Setidaknya panggil aku didarat!.’ Keluh Zephys.


Namun mata Zephys langsung melihat sesuatu yang genting. Terlihat Micah yang seperti kesulitan menghadapi goblin berukuran raksasa. Zephys mengetahui goblin ini, karena beberapa waktu lalu ia juga pernah mengalahkan sesuatu yang seperti ini.


“Goblin King!.”


Terlihat Micah yang sedang diambang batasnya. Itu wajar, ia telah kehilangan banyak sekali energi dan mana, ini karena ia dipaksa untuk terus menaikan levelnya. Tentu saja oleh Zephys, tapi Zephys tidak menyangka kalau ada Goblin King.


Dengan level Micah yang sekarang, ditambah energi serta mananya telah terkuras banyak. Maka mustahil ia bisa mengalahkan Goblin King didepannya. Bahkan untuk Zephys yang sekarang, jujur ia juga kerepotan.


Namun Zephys tersenyum kecil.


“Ini mungkin waktu yang cocok untuk mengujinya.”


Gada besar Goblin King ia ayunkan kearah Micah. Dengan tongkat sihirnya, Micah merapal sebuah mantra. Namun sudah terlalu lambat. Gada itu menghantam tubuh Micah, tapi sebelum itu gada itu tertahan oleh sabit besar.


“Sepertinya aku harus bersikap sedikit lembut padamu, Micah.”


Zephys menghempaskan gada milik Goblin King itu.


___


Goblin King


Level : 35


___


“Heh.. kau dua kali lipat levelku. Tapi itu tidak masalah.”


Zephys melesat cepat, kecepatan Zephys berkurang sangat jatuh. Wajar, ia kehilangan semua levelnya. Pergerakan Zephys masih bisa diikuti oleh Goblin King. Ia mengayunkan gada besarnya kearah Zephys. Gada itu melesat dan membentur keras tubuh Zephys. Itulah yang Goblin King pikirkan.


Tapi kenyataannya, gada besarnya hanya menembus tubuh Zephys. Energi kegelapan menyelimuti tubuh Zephys layaknya aura malam. Ini adalah skill Shadow Body.


Zephys menyiapkan sabit besarnya.


“Ultimate Skill : Death Sentence!.”


Zephys berubah menjadi kegelapan sejati. Menghilang begitu senyap,bahkan mata Goblin King dan Micah tidak mampu melihat sosoknya. Diantara itu, bayangan merayap dibawah langit biru.


Tapi sebuah sabit besar melayang diatas kepala Goblin King. Sebuah tangan keluar dari mulut rapat Goblin King. Walaupun tertutup, tangan itu menembus kulitnya, tangan yang terlapisi energi kegelapan itu menggapai sabit besar.


Sabit itu jatuh, melukai dalam perut Goblin King. Bersamaan dengan itu sebuah dmg keluar begitu besar, seraya teriakan Goblin King yang menggelar, Zephys keluar dari tubuh Goblin King.


Tak sampai dengan itu, Zephys mengayunkan sabit besarnya.


“Haha!, Ayo bertarung lah!.”


Layaknya seorang psikopat gila, Zephys mengayunkan sabit besarnya. Layaknya malaikat kematian yang berdansa dengan sabitnya, Zephys mencabik-cabik tubuh Goblin King, dengan begitu kejam.


Gada besarnya ia angkat kembali,


“GROA!”


Dengan teriakan semangat, menghiraukan luka sayat parah yang terlukis pada tubuhnya. Goblin King mengayunkan gada besarnya. Namun Zephys hanya tersenyum, dan malah menyimpan sabit pada punggungnya.


“Sudah lima detik.”


Zephys menjentikkan jarinya seraya tersenyum penuh kemenangan. “Boom!.”


Bersamaan dengan itu organ bagian dalam Goblin King meledak membuatnya kalah dalam posisi paling menyakitkan. Suara sistem kembali terdengar. Begitu familiar.


“{Level Up}.”

__ADS_1


__________________________


Trivia : Micah memiliki sifat yang terbilang sangat pubertas.


__ADS_2