Athanor Online : Monarch Of War

Athanor Online : Monarch Of War
Errol


__ADS_3

Errol - The World Strongest Swordsman. Sebuah nama yang melegenda dimasa lalu, bilah hitamnya adalah bentuk dari kehormatan serta bukti kepiawaiannya. Sosok yang dahulu dikenal sangat angkuh dan sombong, berubah drastis ketika ia berhasil dibuat bertekuk lutut oleh sang Jenderal Perang terhebat pada masa itu, Nakroth.


Menelan kekalahan pertama yang pahit, tapi disisi lain ia menemukan sesuatu yang bernama kekaguman. Kekaguman terhadap sosok jenderal perang yang membuatnya merasakan kekalahan untuk pertama kalinya. Ingatan pertarungan mereka di lingkaran lautan manusia masih membekas di ingatan.


Errol yang saat itu masih seorang dengan kemampuan pedang yang tinggi, ia merasa paling kuat, tidak terkalahkan, dan manusia paling superior di dunia ini. Mata Errol melirik kedepan. Ia melihat sosok dengan balutan armor ringan berwarna hitam bercampur merah darah yang kali ini adalah lawannya. Tubuhnya terlihat kecil dan mungkin tidak berdaya, membuat Errol tertawa keras sekaligus merasa terhina.


Seorang pendekar pedang terkuat di negerinya harus menghadapi pria berbadan kecil dan lemah?. Menurutnya ini adalah penghinaan besar.


"Sobat ini adalah jenderal perang kekaisaran Azeroth?, Jadi menurut mereka dia bisa menandingi ku?." Ujar Errol sinis dan disambut tawaan dari pengikutnya.


Merasa sahabat sekaligus jenderal perangnya dihina. Zeroth menarik kedua pedangnya, namun dihentikan oleh Nakroth. Bukan hanya Zeroth, pasukan Blood Flag juga demikian. Sosok jenderal yang mereka agungkan dan dengan gampangnya ia rendahkan, tentu memancing amarah mereka.


Tidak banyak bicara, Nakroth menarik dua belati yang tersarung rapih pada pinggangnya. Senjata yang sangat berimbang berguna baik untuk menyerang ataupun bertahan.


"Ada apa? Takut? Baiklah, sekarang berlututlah dan mohon ampun padaku, dan kau punya waktu 3 detik." Ujar Errol sinis dengan tawa yang bising dari pasukannya.


Banyak omong, berisik sekali. Nakroth mengeratkan genggaman belatinya dan menerjang. Dalam sekejap Nakroth melompat sejauh sepuluh langkah. Nakroth begitu gesit dan lincah, ini berkat tubuhnya yang ramping dan kecil. Ia selalu diremehkan dengan postur tubuhnya yang ramping tapi ia dengan cerdas membuatnya sebagai senjata.


Errol benar-benar lengah dan saat itu adalah dimana saat yang paling tidak terduga sekaligus roda pembalik di roda kehidupannya. Errol bertekuk lutut, ia kalah dengan kondisi paling buruk. Kekalahan pertamanya sangat melukai mentalnya.


Bukan hanya Errol tapi juga pasukannya. Dalam arena yang terbuat dari lingkaran manusia. Errol bertekuk lutut dan disambut gembira oleh pasukan Blood Flag karena bagaimanapun ini adalah kemenangan perdana mereka. Berbanding terbalik dengan pasukan Errol yang harus menahan malu.


Namun berbeda dengan Errol. Memang hatinya masihlah sakit karena harus menelan kekalahan pertama. Namun, sebuah rasa kekaguman muncul dihati kecilnya. Sebuah perasaan senang dan gembira melihat sosok yang mampu membawanya dari keluar dari jerat kewibawaan serta sudut pandangnya yang sempit. Kekalahannya menjadi bukti, kalau Errol hanyalah katak dalam sumur yang tidak mengerti bagaimana luasnya dunia.


Melihat kemenangan, Nakroth berbalik dan segera melakukan perayaan. Errol melihat punggung ramping milik Nakroth, ia tidak ingin Nakroth pergi atau setidaknya ia ingin berada bersama dengan pasukannya. Melupakan harga dirinya yang begitu tinggi. Dengan air mata tulus serta bahagia ia bersujud.

__ADS_1


"Aku mohon bawa aku bersamamu!."


Seluruh pasang mata dari dua pihak menjadi saksi. Sosok yang disebut sebagai pendekar pedang terkuat dinegeri itu, bukan hanya bertekuk lutut namun memohon dengan bersujud. Melihat itu menjadi tanda tanya besar diseluruh banyak tatap mata. Namun dibalik helm bajanya, Nakroth tersenyum dan menyambut hangat Errol dalam pasukannya.


Bersama Nakroth dan Blood Flag. Errol menemukan jati dirinya dan sekaligus sosok yang sangat dipercaya oleh komandannya yaitu Nakroth. Bersamanya Nakroth berhasil meraih prestasi tertinggi, kemenangan beruntun sebanyak 20 kali, membuat nama Blood Flag dan Nakroth melejit.


Nakroth adalah jelmaan dari sifat yang lembut dan luhur. Ia mengampuni musuh yang sudah menyerah, tidak pernah melukai warga sipil, serta melakukan berbagai hal jauh dari kata kejam


Nama kebaikan sekaligus keperkasaannya terdengar disemua ras bahkan keturunan dewa sekalipun. Mereka melalui masa suka dan duka dengan tabah dan gembira. Besarnya nama Blood Flag kian menjadi dan mendapatkan pengakuan dari salah satu manusia terkuat sekaligus pasukan tempur terkuat pada masa itu, yaitu Lu Bu dan pasukannya Han


Bukan hanya Nakroth dan Blood Flag, nama Errol juga semakin dikenal. Keahliannya memainkan pedang sangat dipuji oleh banyak orang bahkan diakui oleh Nakroth, Zeroth, dan bahkan The World Strongest Swordsman pada masa itu yaitu Chen.


Pepatah mengatakan kalau hidup itu sama dengan roda. Dan itu benar adanya, semakin tinggi prestasi dari Blood Flag justru membuat sang jenderal Nakroth semakin terpuruk. Ketakutannya pada darah semakin menjadi, rasa bersalah pada mereka kian mulai memuncak.


Hingga pada akhirnya ia menyadari. Untuk apa ia berperang?, untuk apa nyawa yang selama ini gugur?, untuk apa tangis haru keluarga mereka yang telah tiada?. Hingga Nakroth tahu kebusukan dan arti sebenarnya dari perang yang selama ini ia lakukan.


Kekaisaran Azeroth semakin melemah dan saat itu Blood Flag datang sebagai pahlawan. Mereka datang dari persembunyiannya dan menghabisi mereka semua. Tapi walaupun begitu Errol melihat Nakroth yang semakin lama semakin berubah, bukan hanya Errol bahkan Zeroth dan pasukan lainnya juga merasakan.


"Aku ingin kalian melaksanakan perintah dariku."


Nakroth memberikan perintah aneh pada Errol dan yang lainnya. Saat itu berita kembalinya Blood Flag segera menyebar keseluruh penjuru benua. Namun berbeda dengan Blood Flag yang dahulu, kini mereka sangat berbeda.


Mereka tidak pernah kalah, mereka tidak menunjukkan belas kasihan, dan mereka tidak meninggalkan yang selamat. Baru sekarang orang menyaksikan sepenuhnya, kengerian dari Blood Flag dan Nakroth itu sendiri


Tak terhentikan seperti api, secepat angin, ulet seperti serigala, dan licik seperti rubah. reputasinya yang menakutkan dibangun di atas tumpukan mayat dan dibawa oleh sungai darah.

__ADS_1


Namun Nakroth tidak suka membunuh, dia hanya menggunakan cara ini untuk mengakhiri lelucon perang. Ia bahkan merampas semua harta jarahan dan membakarnya tepat dihadapan Kaisar Azeroth, ia hanya menyimpan makanan hasil jarahan untuk pasukannya. Errol masih ingat dimana masa Nakroth yang mulai goyah


Diatas mayat jenderal perang musuhnya, Nakroth duduk sambil melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Medan perang yang dipenuhi oleh darah, mayat yang berserakan dimana-mana, serta anggota tubuh yang berceceran secara acak jelas terlihat. Nakroth hanya menatap dingin mereka


"Komandan" Ucap Errol pelan, mengerti tatapan dingin dari Nakroth


Perubahan sifat Nakroth yang dahulu dikenal sebagai sosok yang baik serta ramah, berubah menjadi dingin dan tidak kenal belas kasih. Tentu semua orang mengetahui itu, tidak terkecuali Errol.


Tidak menghiraukan Errol, Nakroth masih memandang dingin kearah medan perang yang hanya dipenuhi oleh darah dan mayat. Ia membuka helm bajanya, dia memiliki sepasang mata berwarna merah darah, wajah tampan rupawan yang putih bagai batu pualam, tidak bercela, berkulit lembut, dan rambut merahnya yang pendek. Perawakannya sangatlah tidak cocok untuk disebut dengan Jenderal Perang.


"Aku sudah banyak sekali berfikir." Ujar Naktroth dengan nada yang cukup bergetar


Nakroth menoleh kearah Errol. Errol terkejut ia melihat dengan jelas air mata kesedihan keluar dari tatapan kosong milik Nakroth. Errol ingin menenangkan Nakroth namun sebuah kalimat keluar dari mulutnya.


"Disini kita mempertaruhkan leher ini untuk apa sebenarnya?."


Saat itu Errol tidak bisa berbuat apa-apa. Dan hingga kematian komandannya ia masih tidak bisa menjawab pertanyaan dari sang komandan.


Kini Errol yang telah berganti tubuh, terduduk dibelakang punggung tahta milik Nakroth sambil memeluk bilah hitamnya. Jauh didalam hatinya ia berharap Nakroth akan kembali datang atau setidaknya sosok yang mirip dengan Nakroth datang kepadanya.


*Tap Tap Tap


Terdengar langkah kaki, tapi walaupun begitu ia tidak memperdulikannya. Namun langkah kaki itu semakin lama semakin mendekat kearah kursi tahta milik Nakroth. Errol bangkit, ia tidak akan membiarkan seorangpun atau siapapun dia, mengotori singgasana milik Nakroth.


_______________________

__ADS_1


Trivia : Nakroth takut Darah


Shunizu ba vawhor!


__ADS_2