
Matahari berada pada titik yang seharusnya adalah titik paling panas pada sebuah jam, namun karena cuaca saat ini sedang mendung membuat matahari tidak bisa mengeluarkan derajat celsiusnya secara maksimal karena tertutup awan yang cukup hitam. Dilihat awan mendung yang hitam maka bisa ditebak mungkin tidak lama lagi akan turun hujan deras, dan hal ini sudah diperkirakan oleh badan perkiraan cuaca
Kesampingkan hal itu, disebuah tempat atau lebih tepatnya disebuah kamar disalah satu rumah yang bisa dibilang mewah dan besar dengan taman serta halaman yang lumayan luas. Terdapat seorang gadis yang sedang menulis sesuatu pada selembaran kertas bergaris
Gadis itu berpenampilan cukup sederhana dengan celana pendek sepaha berwarna putih dengan sebuah kaos polos berwarna merah muda yang panjangnya sampai kepaha, gadis itu juga memakai kacamata dan menguncung rambut hitamnya dengan gaya ponytail. Gaya berpakaian gadis itu terlihat cukup sederhana namun juga terkesan cukup panas karena berbagai lekukan tubuhnya terlihat dengan cukup jelas
Gadis itu kemudian meletakan penanya diatas kertas bergaris yang sebelumnya ia pakai. Gadis itu memandang jam dinding yang berada disalah satu dinding kamarnya dengan tatapan yang cukup lelah. Gadis itu sedikit meregangkan tubuhnya dengan mengangkat kedua tangannya secara sejajar keatas, lekukan tubuhnya terlihat sangat jelas dan membuatnya terlihat sangat panas
"Aku butuh inspirasi..."
Gadis itu mengetuk mejanya pelan dengan pena yang sebelumnya ia baringkan diatas kertas bergaris berusaha untuk mendapatkan sebuah inspirasi, gadis itu meminum kopi latte manis yang sebelumnya ia buat untuk menemani kegiatannya menulis sebuah lagu. Gadis itu adalah Melody
"Diluar mendung sekali..."
Melody melihat kearah luar rumahnya melalui sebuah jendela kamarnya, langit yang gelap serta udara yang cukup dingin membuat Melody tidak percaya kalau ini masih siang hari. Melody meminum kopinya untuk membantu dirinya merasa hangat karena sejak tadi hawa cukup dingin selalu menusuknya
Tidak lama kemudian suara rintik hujan terdengar cukup pelan, udara yang semula dingin kembali jauh lebih dingin. Udara berhawa rendah menusuk jauh lebih dalam ke kulit indah milik Melody, hawa dingin ini cukup mengganggu namun disisi lain juga sangatlah nyaman.
Melody kemudian membuka ponselnya dan melihat sebuah nomer kontak seorang pria yang baru ia temui beberapa waktu yang lalu. Melody menatap dalam sebuah nomer kontak dengan nama 'Diaz'
"Telepon tidak ya?"
Sebelumnya Melody dan Diaz pernah bertukar nomer telepon atau nomer kontak saat Melody dan Diaz bertukar pikiran diwarkop kala itu. Melody sendirilah yang meminta nomer telepon Diaz. Dan untuk seorang gadis meminta nomer telepon seorang pria maka itu adalah kejadian yang sangat langka, karena biasanya seorang wanita memiliki ego serta harga diri yang tinggi dan menolak mengambil inisiatif sebelum lawan jenisnya mengambil inisiatif terlebih dahulu
Melody memutuskan untuk tidak menghubungi Diaz sekarang karena ia takut mengganggu waktu pribadi Diaz dan Melody juga belum memiliki keberanian untuk menghubungi Diaz saat ini, entah apa alasannya.
"Hujan, kah..."
__ADS_1
Rintik gerimis berubah sedikit demi sedikit menjadi hujan yang cukup deras. Udara atau hawa sejuk kembali terasa dikulit indah milik Melody. Diantara suara hentakan hujan yang deras, Melody sedikit mengingat tentang Diaz lebih tepatnya tentang pembicaraannya dengan Diaz yang terbilang cukup membuat hati Melody sedikit lebih lega
Segala keluh kesah yang selama ini Melody pendam ia keluar dan ceritakan semuanya ke Diaz baik itu saat diwarkop kala itu maupun melalui pesan. Diaz dan Melody sering mengobrol lewat pesan ataupun lewat telepon, dan tentunya Diaz lah yang menelepon Melody terlebih dahulu karena Melody tidak berani menelepon Diaz dahulu
"Cobalah menyanyi untuk dirimu sendiri bukan orang lain, kah.."
Melody masih mengingat perkataan dari Diaz dengan sangat jelas, perkataan itulah yang membuat Melody mampu melangkah lebih jauh ke depan dan membuat ideologinya yang sebelumnya pudar kembali berwarna kembali. Melody tidak perlu menyanyi untuk membahagiakan fansnya. Karena dengan pemikiran ini, menyanyi bukanlah hal yang menyenangkan lagi untuk Melody. Berbanding terbalik ketika Melody menyanyi untuk dirinya sendiri
Melody mengingat perkataan Diaz juga didukung oleh faktor yang sangat membuat jantung Melody berdetak kencang. Saat itu Diaz mengatakan perkataannya dalam jarak dekat dengan senyum yang hangat dan mempesona, ditambah lagi setelah itu Diaz membelai rambut Melody dengan lembut dan tanpa sadar Melody sangat menikmati perlakuan lembut yang Diaz berikan kepadanya
'Kyaaa!'
Melody berteriak didalam hatinya sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Wajah Melody sangat merah saat ini karena mengingat kejadian yang menurutnya sangat memalukan, Melody belum pernah merasakan sesuatu seperti ini sebelumnya, dan Melody masih penasaran apa yang terjadi dengan dirinya, mengapa jantungnya berdetak kencang ketika dirinya berada didekat Diaz saat diwarkop beberapa waktu lalu?, mengapa perasaan Melody sangat tenang ketika berada didekat Diaz kala itu?. Semua itu masih belum bisa Melody jelaskan
"Ok Melody, fokus menulis lagu!"
***
Sementara itu disalah satu tempat disebuah Dungeon Blue Lair tepatnya didepan pintu Boss Monster atau Boss Dungeon terlihat pertempuran yang cukup sengit dari dua kubu disana. Pertempuran dari kedua kubu tersebut cukup intens dan cukup sengit, kedua kubu itu adalah kubu pemain dan kubu kobold
Para kobold cukup kesulitan melawan para pemain, padahal mereka menang jumlah dan level mereka juga sedikit lebih tinggi. Perlawanan dari para pemain sangatlah sulit untuk dibendung oleh para kobold, karena salah satu dari para pemain memiliki kemampuan serta keahlian bertarung yang tinggi. Pemain itu mengalahkan kaumnya hanya dengan tangan kosong dan bukan hanya itu saja pergerakan dari pemain itu juga sangat abstrak dan sangat sulit untuk dibaca, oleh karena itu para kobold tidak bisa berbuat banyak. Dan pemain itu tidak lain adalah Zephys
"Tiga" Ucap Zephys sedikit terengah-engah
Zephys bertarung cukup intens disini, sekitar enam kobold mengepung dan mengeroyoknya. Walaupun terdengar sedikit namun tekanan dan kesulitan yang Zephys rasakan sangat terasa. Berbeda dengan Rock Turtle yang kerja sama antara mereka sangatlah buruk, kerja sama dari monster mob berwujud manusia serigala ini sangatlah baik dan jarang sekali Zephys menemukan celah, hal ini membuat Zephys cukup kesulitan
Zephys tidak terlalu berharap kepada pemain yang berada disini membantunya karena mereka juga sedang sibuk bertarung dengan kobold lainnya. Karena itulah Zephys mau tidak mau harus menghadapi beberapa kobold didepannya sendirian, tapi walaupun dalam kondisi yang tertekan Zephys masih bisa mengalahkan tiga dari enam kobold
__ADS_1
'Kalau begini, aku hanya perlu menunggu celah'
Zephys menghindari setiap serangan kombo dari ketiga kobold itu dengan sempurna, Zephys memiliki stat Dex yang tinggi oleh karena itu menghindar dari serangan milik kobold adalah hal yang cukup mudah. Zephys menghindari serangan mereka sambil menunggu sebuah celah untuk menyerang balik
'Sabar... sabar... sabar...'
Zephys tidak bisa gegabah karena damage yang mereka berikan cukup sakit dan bukan tidak mungkin ia akan kalah oleh mereka. Salah satu kobold menyerang Zephys dengan pedangnya secara horizontal, Zephys yang melihat ada celah dengan cepat langsung memotong jarak serta mengunci tangan kanan kobold tersebut
Setelah mendapat momentum, Zephys langsung melompat dan menaiki pundak salah satu kobold dan dengan kuat memutar lehernya hingga patah. Zephys kemudian mendarat ditanah dengan sempurna, namun seolah tidak diberi waktu istirahat, dua kobold sisanya menyerang Zephys dari arah yang berlawanan dan secara bersamaan
Zephys yang melihat itu dengan cepat langsung bergerak kesalah satu kobold, kobold itu yang melihat targetnya mendekat dengan cepat langsung menyerang Zephys dengan pedangnya, namun sayang Zephys yang sudah mengerti pola serangannya dengan sempurna menghindari serangan kobold itu,
"Armor Breaker!"
Sambil meneriakkan skillnya Zephys memukul perut kobold itu keatas, karena stat Str Zephys yang tinggi membuat tubuh kobold yang Zephys pukul terbang vertikal ke udara. Zephys mengeluarkan revolver miliknya dan tanpa menoleh Zephys menembakan revolvernya kearah belakang tubuhnya dan secara kebetulan atau tidak peluru yang Zephys lesatkan berhasil mengenai kepala kobold satunya
Zephys mengetahui kalau ada kobold yang menyerangnya dari belakang dari suara langkah yang terdengar sangat jelas, oleh karena itu Zephys langsung menembakan revolvernya tanpa menoleh kebelakang untuk memastikannya. Zephys kemudian mengarahkan revolver miliknya keatas lebih tepatnya kearah kobold yang masih terbang karena Zephys pukul, Zephys kemudian menarik pelatuk revolvernya dan langsung membunuh kobold yang terbang itu
'Mereka jauh lebih bernilai daripada Goblin'
Zephys sedikit terkesan dengan perlawanan yang cukup sulit yang kobold berikan ditambah kerja sama diantara mereka cukup bagus juga menambahkan nilai plus. Tapi walaupun dirinya menang, lalu bagaimana dengan yang lain?
Zephys sedikit menoleh kearah pemain lainnya, terlihat mereka cukup kewalahan menghadapi kobold karena jumlah mereka yang cukup banyak. Zephys sedikit tersenyum kecut dan memilih untuk membantu mereka sebisa yang ia bisa
"Menang dalam pertempuran, kalah dalam perang, kah.."
_______________________
__ADS_1
Shunizu ba vawhor