Athanor Online : Monarch Of War

Athanor Online : Monarch Of War
Boneshaver!.


__ADS_3

Pemain berambut putih menyatu dalam kegelapan lorong, mengambil nyawa dari berbagai iblis didepan dengan begitu senyapnya. Sebuah cakar iblis berwarna ungu itu membentuk bilah panjang melengkung dilengan iblisnya. Dengan itu, bukan masalah berarti.


Sebuah perasaan kekhawatiran bergejolak dihati hitam para iblis, namun sebelum gejolak itu menjadi besar, mereka kehilangan kesadaran sebelum itu. Kilatan cahaya ungu yang bergerak begitu cepat, membuat rasa takut yang tinggi.


Tanpa sadar setiap garis yang terlewati oleh kilat ungu itu, meninggal korban jauh lebih banyak. Seraya itu, kilatan ungu itu terhenti. Menampakkan sosok makhluk setengah iblis dengan lengan kanannya membentuk sebuah bilah ungu melengkung.


"Terlalu mudah.." Ujarnya,


"Tidak perlu begitu sombong dengan mengalahkan keroco." Ujar bisikan iblis yang bersemayam pada lengannya.


Zephys tidak mempedulikan Rodant, ia memilih untuk memungut berbagai equipment yang jatuh dari iblis-iblis yang baru saja ia bantai. Walaupun dungeon Black Lair memiliki kesulitan yang tinggi, namun karena level serta kemampuan Zephys semakin tinggi, membuat semuanya terasa lebih mudah.


Zephys sendiri sudah terlalu kuat untuk monster disini, levelnya yang sudah tinggi serta berbagai peningkatan status yang tidak wajar adalah kasus utamanya. Namun yang paling ia sadari adalah, peningkatan indera pendengaran serta penglihatannya yang jauh lebih super dari biasanya. Zephys mengetahui, ini adalah Ki.


"Membosankan..." Bisik Rodant dikepala Zephys.


Rodant merupakan Darkin yang mendiami lengan iblis milik Zephys. Sebuah sosok misterius, dingin, dan angkuh, Zephys mengetahui ini. Ia juga sosok yang rapat akan rahasia serta kisah masa lalu yang terhapus serta tak terbuku. Tidak ada yang tahu pasti, selain para leluhur.


"Kau mengingatkanku pada seseorang.." Ujar Rodant terpotong, Zephys sedikit tertegun. "Dia seseorang yang malang, kehilangan segalanya bahkan dirinya sendiri. Tak lebih dari sebuah wadah dari batu itu, yah mungkin.." Ujarnya.


Zephys memiringkan kepalanya, bingung tentang apa yang diucapkan oleh Rodant.


"Mengingatkanku?."


"Dia Pasha, dia juga memiliki lengan iblis. Entah apa yang terjadi, tapi dia adalah bocah yang malang."


Zephys tidak tahu menahu dan juga tidak terlalu peduli. Ia kemudian kembali menyusuri lorong dungeon demi mendapatkan ruang bos dungeon. Tak lama, sebuah pintu ruangan bercorak tengkorak dengan hitam sebagai dominannya. Gerbang itu besar walaupun tak sebesar gerbang yang dijaga oleh Elemental Cerberus.


Zephys tersenyum ketika melihat itu.


"Oh.. Aku familiar dengan energi ini.." Ujar Rodant dengan sedikit terkekeh, "Kau harus waspada kalau tak ingin kalah, yah untuk kau yang sekarang, lawan dibalik pintu ini sedikit lebih berat." Ujarnya dengan nada angkuh.


"Kau lupa bagaimana buasnya Errol?, Dibalik pintu ini jelas tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya." Ujarnya.


Zephys membuka gerbang pintu itu, suara gesekan terdengar memecit disebagian sudut. Perlahan terbuka, Zephys melihat sosok yang diselimuti energi kegelapan yang pekat, jubah hitam segelap langit malam, serta wajah tengkorak yang tertutupi oleh tudung jubahnya.


Ia duduk disebuah singgasana, dengan ornamen tengkorak pada setiap lengan singgasana. Ia menatap kearah Zephys dengan begitu angkuhnya. Mengangkat sebuah tongkat sihir, dengan rampalan mantra yang rumit, sebuah lingkaran ungu mengitari setengah ruangan tersebut.


Puluhan prajurit berdaging pucat muncul kepermukaan disetiap bagian lingkaran ungu itu. Zephys tersenyum getir ketika mengetahui siapa ia sebenarnya.


"Necromancer?."


"Necromancer?, Lihat kembali dengan seksama manusia rendahan." Ujar Rodant dengan nada angkuhnya.


Tidak mengindahkan perkataan Rodant, Zephys melihatnya jauh lebih tajam.


___


Micah - The Death Batalion


Class : Boss Dungeon


Level : 70


___

__ADS_1


"Begitu yah, Soul Raiser."


"Benar, kau harus berhati-hati karena walaupun dia telah melemah, tapi tetap ia adalah salah satu murid Aleister."


Soul Raiser, adalah Advanced Class dari Necromancer. Memungkinkan membangkitkan arwah dalam jumlah yang sangat besar, bergantung sebagaimana kekuatan serta kharisma pengguna. Hanya seseorang yang yang berlatih dan terus berlatih, yang mampu menguasainya.


Berbeda dengan Necromancer yang hanya bisa mengeluarkan arwah setidaknya puluhan, Soul Raiser mampu mengeluarkan lebih dari satu batalion jikalau penggunanya begitu ahli. Pasukan milik Micah - Soul Raiser tersebut, menatap lapar Zephys.


"Sepertinya tak akan mudah.."


Zephys menarik keluar energi iblis pada lengannya, perlahan tapi pasti lengannya berubah menjadi lengan biasa pada umumnya. Namun sabit besar keluar perlahan dari lengan iblisnya. Ini adalah bentuk asli Rodant. Rodant mendiami atau merusak lengan kanan milik Zephys, dan ketika tubuh asli Rodant tertarik maka lengan kanannya berubah menjadi normal.


Zephys mengayunkan sabit besarnya yang merupakan Rodant.


"Sabit, eh?."


"Aku cukup bosan dengan lengan iblis ini."


Diantara puluhan prajurit jiwa milik Micah, Zephys meliriknya.


___


Soul Soldier


Level : 30


___


Mata lapar serta ratapan buas terasa begitu kuat dalam setiap prajurit jiwa itu. Micah dengan tongkat sihirnya mengarahkan kedepan, memberi isyarat kepada pasukannya untuk segera maju.


Zephys cukup kesal melihat tatapan itu, namun ia simpan sebagai motivasinya. Ia bergerak maju bersama dengan sabit ungunya yang besar.


"Hahaha!, Ini pesta!." Bisik Rodant dengan nada senangnya.


Beserta dengan nada girang Rodant, Zephys mempermainkan sabit besarnya. Kecepatan serta akselerasi pada kaki dan lengannya sangat terorganisir, layaknya berdansa dibawah udara dingin serta senyapnya malam. Zephys menarik sabitnya dan mengambil kehidupan dari musuh didepannya.


Namun, gempuran prajurit itu terus berkerumun tidak berujung dan terus menerus. Seakan tak ada habisnya. Zephys menyadari sesuatu, kalau prajurit jiwa ini akan terus ada kalau tuannya tidak tersentuh.


"Simple Domain : Weapon Expansion."


Beserta itu, lima buah portal emas keluar disekitar Zephys. Masing-masing darinya, mengeluarkan sebuah tombak panjang, dan dengan sedikit gerak gestur Zephys. Kelima tombak itu melesat layaknya proyektil mengincar Micah yang duduk di singgasana. Namun, ketika hampir menembus tengkoraknya, kelima tombak itu tertahan oleh udara yang nampaknya menghentikan laju gerak. Melihat itu Zephys tertegun.


"Serangan rendahan seperti itu tidak bisa menembus pelindung udara miliknya, kau harus mengeluarkan sebuah serangan kuat serta memiliki daya hancur yang tinggi, kalau kau benar-benar ingin mengalahkannya." Saran Rodant dengan nada angkuhnya yang sangat memuakkan.


Zephys mengangguk kecil sebagai konfirmasi. Seraya itu, pasukan jiwa kembali mengeroyok Zephys dengan buasnya. Denting suara benturan logam terdengar, cukup muak dengan semua ini. Zephys mengaktifkan Sharp Edge beserta dengan Rapid Slash.


"Jangan halangi jalanku!."


Sebuah ayunan sabit membentuk udara tajam dan lebar, memotong pasukan jiwa menjadi dua bagian. Walaupun level mereka cukup membuat Zephys naik level cukup banyak, namun exp yang didapatkan sangatlah kecil hampir setengah atau sepertiga monster mob.


"Sebuah serangan kuat, kah?." Zephys tersenyum kecil, sebuah siasat terpikir olehnya. "Kau mau bertaruh denganku, Rodant?". Ujar Zephys terdengar sangat percaya diri.


"Bertaruh katamu?."


"Benar, ayo kita bertaruh. Aku bisa mengalahkan monster ini dalam waktu kurang dari sepuluh detik." Ujar Zephys dengan senyum percaya dirinya sambil menebas beberapa pasukan jiwa dengan sabitnya.

__ADS_1


"Kuku... Aku menyukai ini. Jika kau gagal maka, aku akan mengambil alih tubuhmu!." Ujarnya angkuh.


"Baiklah, jika aku menang. Kau harus menceritakan tentang Nakroth padaku." Ujar Zephys dibalas dengan ucapan setengah dari Rodant.


"Nakroth yah?, Sudah lama sekali-" Ujarnya dengan sedikit nada nostalgia, tak biasanya angkuh. "Tapi jangan terlalu berharap banyak, jujur aku sudah tidak terlalu ingat tentangnya."


Zephys sedikit termenung. Ini wajar, Rodant telah hidup sebelum era dimana Bright ada. Sebuah era yang hanya dikuasai oleh para Primordial, dimana yang kuat akan berkuasa atas langit dan bumi. Entah berapa ribu usia Rodant, tapi yang jelas ia masih tidak bisa mengingat hal yang sudah cukup lama.


Namun Zephys kembali tersenyum.


"Itu sudah cukup."


Zephys mengambil nafasnya sejenak, melemaskan otot-otot kakinya, ia telah siap. Sabit besar yang ia genggam terserap oleh lengan kanannya, perlahan tapi pasti sabit itu terhisap dan mengembalikannya menjadi lengan iblis.


"Demonic Ascension!."


Tubuh Zephys bertranformasi, empat sayap ungu keluar pada punggung beserta dengan tubuhnya yang perlahan berubah menjadi iblis sejati. Kuku, lengan, wajah, bahkan kakinya mencerminkan kekuatan itu sendiri, sebuah ras dengan daya tempur tak terbatas. Dia adalah iblis.


Melihat Zephys yang telah bertransformasi berhasil membuat Micah yang sebelumnya duduk dengan angkuh menjadi panik. Tongkatnya bergemetar hebat, dengan rampalan mantra cepat dan terburu-buru ia mengeluarkan pasukannya dalam jumlah banyak. Karena ia menyadari sosok didepannya merupakan The Arc Demon, atau sosok kandidat Demon Lord yang dipilih langsung The Dark Lord.


Zephys secara pasti merasakan loncatan energi yang jauh lebih gila dan tak terbayangkan. Zephys tersenyum dan sedikit berbisik.


"Ghost Dive."


Zephys berakselerasi pada kakinya, melesat seperti kilat ungu tak kasat mata. Diantara kebingungan para prajurit jiwa, berserta wajah terkejut sang Soul Raiser. Zephys datang didepan Micah, sang Soul Raiser terkejut dengan kedatangan Zephys yang tiba-tiba.


Iblis ungu itu melancarkan hawa kehancuran yang hebat, kaki kanannya ia angkat setinggi mungkin. Mengincar tubuh tengkorak milik Micah.


"Acrobatic Art Series. Series One, Enrage!."


Layaknya guntur yang menyambar. Tendangan Zephys menghantam kuat tubuh Micah. Namun, udara keras menahan tendangan milik Zephys. Tapi tetap saja, tidak cukup.


Tendangan itu merobek udara beserta ruang kosong didalamnya. Tendangan itu menembus perisai udara yang kokoh, mengenai dada telak Micah. Ia terpental jauh, tergeletak dengan luka yang sangat parah.


Terkena serangan yang telak, Micah kembali bangkit dengan bantuan tongkat sihir dari posisinya yang terpuruk. Dengan batuk darah, ia kembali melanjutkan rampalan mantra. Namun sosok iblis ungu terlihat diatasnya.


Zephys terbang dengan keempat sayapnya. Lengan iblis perlahan berubah menjadi sebuah kapak raksasa. Kapak itu menukik kebawah dengan jangkauan yang besar.


"Boneshaver!."


Kapak raksasa itu menutupi cahaya api yang berkobar disetiap sudut ruangan. Micah kembali membuat pelindung udara yang merupakan pertahanan terbaiknya.


Kau seharusnya tahu-", Seraya pelindung udara yang telah mengeras kuat, kapak raksasa itu jatuh kebawah. "Kalau itu percuma!."


Kapak itu menukik kebawah dengan bengisnya membelah tubuh Micah menjadi dua bagian, beserta dengan makhluk hidup yang berada dijangkauan serangan. Hingga sebuah suara familiar terdengar.


"{Anda telah mengalahkan bos dungeon!.}"


Bersamaan dengan itu, perlahan pasukan jiwa milik Micah berubah menjadi debu. Seraya itu, Rodant berbicara dengan nada yang cukup baik.


"Serangan itu, layak untuk diingat!." Ujarnya dengan tawa yang disertai.


"Jadi bisa kau ceritakan tentang Nakroth?."


_________________________

__ADS_1


Trivia : Zephys dalam lengan iblis : Mode Iblis, Zephys dalam mode sabit besar : Mode manusia.


__ADS_2