
Sedikit info
Saya tahu kalau cerita saya sepi sama seperti game yang saya sukai yaitu Arena of Valor. Tapi saya ingin menyampaikan kalau kedepannya saya akan Slow Update karena jujur. Saya sangat sangat sangat sibuk akhir-akhir ini, berbagai permasalahan dari berbagai pihak tiba-tiba datang. Oleh karena itu Mungkin Athanor Online akan Update 1 Minggu sekali setidaknya sampai Oktober.
Saya taruh diatas untuk dibaca
_____________________
Goresan indah pada baja ringan cukup menganggu, tapi disisi lain cukup mengesankan. Errol memegang baja ringan untuk sekedar mengeceknya. Sudah lama sekali dirinya terkena serangan, membuat hati kosongnya berdebar keras.
Seraya memutar pedangnya, Errol melangkah pelan berbarengan dengan gelombang aura kuat. Aura keperkasaan Errol yang hanya Undead berlevel satu, membuat tanah bergetar dan tembok retak secara perlahan, bahkan patung ksatria yang kokoh pun terkena efek yang sama. Saat itu Zephys menyadari Undead didepannya adalah sosok yang sangat superior.
Jantungnya serasa diremas oleh tekanan pada auranya, begitu pula dengan kaki Zephys yang semakin lama semakin berat seolah memaksanya untuk bertekuk lutut dihadapan Undead ini. Zephys sangat tahu skill ini, sebuah skill yang mempertunjukan pada dunia seberapa kuat serta superiornya suatu individu.
'Aura Skill.'
Zephys berkeringat dingin, menyadari tekanan pada tubuhnya yang semakin lama semakin buruk. Ia menghembuskan nafasnya pelan, mencoba untuk tenang dan fokus. Perlahan tapi pasti, Zephys mulai beradaptasi dengan tekanan aura yang kuat dari sang Undead, Errol.
Dibalik helm bajanya, Errol tersenyum.
"Kau punya hati yang kuat, bocah. Siapa namamu?."
Suara yang sangat dalam dan tenang keluar dari helm bajanya. Sudah cukup lama ketika ada seseorang yang sanggup menahan tekanan auranya yang gila. Membuktikan bahwa manusia berambut merah didepannya, memiliki mental dan ketangguhan hati yang kuat.
Walaupun dirinya melemah sampai pada titik yang terendah. Namun bukan berarti aura keperkasaannya hilang begitu saja. Aura akan terus ada pada tingkat yang sama walaupun dirinya telah melemah. Karena sejatinya keperkasaan aura tergantung pada bagaimana nyali dari pemakainya.
"Zephys."
Sambil mengatakan hal itu, Zephys sangat bersusah payah menahan Aura Skill dari Errol yang semakin lama semakin kuat. Apakah dirinya lemah?, Ia rasa tidak. Justru aura milik Errol lah yang semakin menjadi.
Tidak menghiraukan Zephys yang semakin kesulitan. Dibalik helm bajanya ia terkejut. "Zephys", sebuah nama yang masih tergiang dikepala Errol. Ia kemudian menatap Zephys dengan tatapan tajam dan penuh selidik. Ia tersenyum lebar kemudian, seolah-olah ia tahu sosok Zephys itu sebenarnya.
"Sebuah kehormatan bisa bertemu denganmu. Wahai titisan dewa cahaya, Bright." Ujarnya sambil sedikit menunduk.
Dibawah tekanan aura keperkasaan Errol yang semakin menjadi, ia terkejut ketika Errol mengetahui dirinya. Lebih tepatnya dirinya ketika masih pada Antharis Online. Zephys menggigit lidahnya untuk mempertahankan kesadarannya.
"Siapa kau sebenarnya?." Ujar Zephys terbata.
Errol tersenyum kecil dibalik helmnya. Ia memutar bilahnya tidak ingin menjawab lebih jauh pertanyaan. Dengan satu kali hentakan, Errol melesat menjadikan seperti sinar hitam misterius. Kecepatan yang tidak masuk akal untuk Undead yang hanya berlevel satu.
Kilatan hitam begitu cepat. Sebuah hunusan bilah hitam menembus perut Zephys tanpa perlawanan sedikitpun. Pengaruh dari aura Errol masih begitu berasa, membuatnya tidak fokus dan menerima serangan telak.
Zephys menjerit keras ketika mengetahui dirinya tertusuk bilah milik Errol. Tidak kehilangan cara, Zephys memegang sisi tajam bilah hitam itu dengan udara dingin, mencoba untuk membuatnya membeku. Namun, bilah Errol berubah menjadi hitam pekat jauh lebih pekat. Membuat esnya sama sekali tidak berkutik.
Errol kemudian mengangkat pedangnya tegak dan membiarkan tubuh Zephys mengikutinya. Errol memandang tegap kearah atas, melihat tubuh pemuda berambut merah yang tertusuk bilah hitamnya. Tatap mata kebencian terlihat jelas dibalik helm bajanya. Membuat Zephys begitu merinding ketika harus bertatapan.
"Kau tahu, aku masih percaya pada cahaya. Hanya saja tidak pada mereka yang mengaku membawanya." Ujar Errol lalu menghempaskan tubuh Zephys.
__ADS_1
Kebencian terhadap mereka ras yang mengaku dan mengatasnamakan cahaya disetiap perbuatan keji mereka. Errol sangat membencinya, mereka yang merupakan keturunan dewa dan memiliki segalanya yang memiliki tugas merawat, mengayomi, dan melindungi semesta Athanor. Tapi malah berbuat sebaliknya. Ia membencinya, jauh lebih dari apapun.
Zephys tersungkur ia melihat parameter hpnya yang cukup kritis. Ia segera meminum Hp potion. Jujur ia sangat terkejut ketika Errol mengetahui bahwa ia merupakan titisan dewa cahaya yaitu Bright. Dan faktanya di Antharis Online, Zephys memang titisan Bright karena suatu konflik masa itu.
Dan ketika Errol mengetahui hal ini, berarti Errol bukanlah sosok yang sembarangan. Zephys memandangi Errol dengan tatapan menyelidik, hingga pada akhirnya ia mengetahui dan merasa ini adalah kebodohannya yang paling fatal. Mengapa ia tidak mengetahui dari awal?.
"Kau Errol salah satu dari tiga kapten Blood Flag, benar begitu?."
Menurut ingatan Zephys, Blood Flag adalah pasukan perang yang terkenal dengan prestasinya yang gemilang. Kemenangan empat puluh kali berturut-turut, serta kekuasaan wilayahnya yang besar adalah buktinya. Walaupun begitu, Blood Flag bukanlah tokoh yang berpengaruh terhadap Main Story Antharis Online, melainkan hanya Hidden Konten yang dapat ditemukan dengan berbagai syarat yang tersembunyi.
Blood Flag hanya muncul sekilas ketika salah satu kapten Blood Flag berhasil menumbangkan titisan dewa petir yaitu Thorder. Dan Zephys masih ingat sosok itu adalah Errol. Itupun Zephys mengetahuinya dari percakapan suatu NPC.
Tidak mengindahkan perkataan Zephys. Errol melesat kembali melancarkan serangannya yang rumit. Suara lengkingan baja terdengar kembali, gerakan rumit dan menyebalkan dari Errol sangat membuat Zephys kesulitan.
"Cih..."
Mengetahui ia tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk menang melawan Errol dijarak delat. Zephys langsung mengambil jarak, dan mengeluarkan Revolvernya untuk melakukan inisiasi.
Tidak lama setelah dentuman keras terdengar, puluhan peluru datang dan melesat kearah Errol. Dan dengan gerakan yang indah nan menawan, Errol membelah setiap peluru yang mengarah kepadanya. Dan itu cukup menyeramkan.
'Bukan hanya Protagonis Dark Souls!, dia juga Pesmerga anak buah dari Chen!. Pantas saja dia sangat kuat!.'
Zephys mengeluh keras ketika Errol membelah peluru menjadi dua bagian, dan yang kita tahu peluru hanya memiliki lebar satu jari kelingking. Membuktikan bahwa The World Strongest Swordsman adalah julukan yang cocok baginya.
Errol kembali melesat begitu pula dengan Zephys. Namun berbeda dengan sebelumnya, Zephys memakai F Mode yang tentunya untuk mengimbangi permainan pedang milik Errol.
Menghentak tanah, Zephys melompat kedepan. Matanya tajam, yang ia lihat pada matanya hanyalah Errol tidak ada yang lain. Zephys memutar belatinya dan menyerang Errol dengan gerakan kilat serta sayatan yang rumit.
Layaknya rumus matematika, Errol mampu membongkar gerak rumit dari Zephys, dan membalasnya dengan hunusan tajam kearah dada Zephys. Namun Zephys mampu menghindarinya dengan tempo yang tipis.
"Hah.. hah.."
Nafas Zephys begitu berantakan tapi ia tahu ini bukanlah hal terakhir. Pedang hitam Errol datang dari bawah, Zephys yang melihat itu menahan lajunya dengan kedua belati. Namun karena perbedaan sudut yang telak, belati kembarnya terlempar ke langit-langit ruangan.
"Cih.."
Sedikit mendecak kesal. Namun sayangnya serangan kembali datang. Hunusan panjang mengarah ke dada Zephys, tentu ia tidak akan diam saja. Zephys dengan cekatan menghentikan pergerakan pedangnya, dengan mencengkeram erat tangan Errol.
"Kena kau."
Dengan tangan kanan Errol yang memegang bilah hitamnya. Zephys langsung memutar dan mengunci pergelangan tangan Errol kebelakang tubuhnya. Dan pada momentum yang tepat, Zephys menggerakan pergelangan tangan Errol sekaligus pedang yang ia genggam kearah tubuh Errol. Mencoba menikam Errol dari belakang menggunakan tangan serta senjatanya sendiri.
Tapi
Errol melompat keatas dengan posisi tegak lurus, sebagai gerakan antisipasi. Dengan satu lompatan itu Errol mendarat dibelakang Zephys dengan bersih.
"Benar, kena kau."
__ADS_1
Errol menikam Zephys dari belakang hingga pedang hitamnya menembus tubuh Zephys.
"Bukankah menyerang dari belakang adalah tindakan yang kotor untuk seorang Swordsman?." Ujar Zephys terbata.
"Itu benar, tapi aku bukan lagi Swordsman sejati."
Errol menendang Zephys dan membuatnya tersungkur untuk sekian kalinya. Baru kali ini Zephys dihajar berkali-kali dan dibuat jatuh berkali-kali. Apakah ia lemah?, Zephys pikir tidak.
Tapi apapun itu ia benci kekalahan. Zephys bangkit dari posisinya, Zephys kemudian berjalan pelan. Kedua belati jatuh namun dengan sigap Zephys menangkapnya. Ia menarik nafasnya secara pelan mencoba merasakan oksigen yang masuk kedalam tubuhnya, dan mengalir secara seharusnya.
Tatapan matanya tajam membuat Errol berfikir akan sulit mengakhiri Zephys kalau ia tidak serius. Zephys kemudian menyiapkan kuda-kudanya. Dan berkata
"Bertaruh bersamaku Errol!."
Sebuah penghinaan?, Atau sebuah tantangan?. Apapun itu Errol dengan senang hati menerimanya. Errol segera memposisikan bilah hitamnya. Melihat kearah Zephys dengan menyelidik mencoba mencari titik lemah serta keraguan berada.
'Akan aku kerahkan semuanya dengan satu sayatan.' Batin Zephys
Zephys menghentak kaki depannya dan melesat kearah Errol, begitu pula dengan Errol. Zephys memutar belatinya dan memfokuskan sayatannya pada satu titik
"Deep Cut!."
Melihat itu Errol tidak tinggal diam, ia mengayunkan pedang hitamnya. Jujur sudah lama dirinya tidak bertemu manusia semenarik Zephys. Walaupun kebenciannya terhadap Zephys yang merupakan Archons, tapi itu tidak masalah karena bagaimanapun juga itu bukanlah urusannya sekarang. Errol kemudian membalas pertanyaan Zephys dengan satu gerakan penentu.
"Jatuhlah"
Kedua senjata mereka berbenturan satu sama lain, sebuah pertaruhan serta peraduan teknik dari dua individu yang berbeda. Mereka saling membelakangi.
*Crack
Hingga pada akhirnya, kedua belati Zephys hancur karena tebasan pedang milik Errol. Zephys langsung tertunduk lesu, deru nafasnya tidak beraturan. Ia menatap pecahan bilah kembarnya,
"Maafkan aku Agni dan Ice. Aku berjanji akan menang bagaimanapun caranya." Bisik lirih Zephys
Tidak mengindahkan Zephys yang nampak berduka, Errol mendekat kearah Zephys dengan perlahan. Bilah hitamnya ia segera siapkan, Errol kemudian mengangkat pedang tinggi dan menukik jatuh kearah leher Zephys. Tapi Zephys langsung bereaksi dan menangkap pedang hitam Errol dengan tangan kanannya. Melihat itu Errol cukup kebingungan.
"Bukankah melanggar pertaruhan adalah tindakan yang kotor untuk ksatria sejati?."
"Itu benar, tapi aku bukanlah ksatria sejati."
Zephys mencengkeram erat pedang hitam milik Errol. Hawa dingin masuk secara perlahan dari tubuh Zephys, membuat Errol sedikit khawatir. Zephys kemudian tersenyum kecil, jujur Zephys benci kekalahan.
"Ice Age!."
_______________________
Trivia : Zephys lihai dalam kecepatan. Namun Errol disiplin pada pemilihan waktu
__ADS_1
Shunizu ba vawhor!.