Athanor Online : Monarch Of War

Athanor Online : Monarch Of War
Blaze


__ADS_3

Masih malam tanpa bintang membuatnya cukup gelap. Namun, sangat berbeda dengan situasi di rumah bordil yang cukup semerbak.


Disalah satu ruangan. Terlihat Sin yang sedang berbincang dengan Sarah, seorang informan dikota Westburg. Dan seorang wanita dengan pedang yang nampaknya pedang tipe Jepang. Sebuah katana yang tersarung cantik.


“Pria itu masih belum selesai juga?” Ujar Sarah cukup heran.


“Entahlah, mungkin dia terlibat masalah kecil.”


“Langka bagimu untuk percaya kepada seorang pria Sin. Sifatmu yang temperamental cukup membuat para pria menjauhimu.”


“Ayolah ini bukan waktu yang pas untuk membahas hal itu.” Ujar Sin acuh tak acuh.


Sudah lebih dari satu jam, semenjak Zephys pergi. Misi ini cukup sulit bagi seseorang biasa, namun melihat Zephys memiliki kemampuan yang lebih seharusnya dia sudah kembali dengan berita bagus.


Sin memakan kue dimeja, namun pikirannya masih terbayang ke Zephys. Kekhawatiran dia bisa berhasil atau tidak di misi ini cukup membuat Sin gelisah.


“Hei Sarah, apa kau pikir membakar kebun Demiana adalah langkah bagus?” Ujar Sin.


“Tentu, dengan melenyapkan kebun Demiana membuat menurunnya produksi Black Dust yang membuat ekonomi Black Swan akan anjlok.”


“Itu terdengar masuk akal.”


Sarah melirik Sin yang terlihat begitu yang begitu gelisah juga heran. Sangat jarang Sin gelisah seperti itu. Dan hal itu juga membuat Sarah sedikit gelisah.


Dia memutar otaknya.


“Tunggu..” Ujarnya Sarah terdengar pelan, yang cukup untuk menarik perhatian Sin.


Ketika Sarah yang mulai adanya sebuah asumsi. Secara tiba-tiba suara lembut terdengar dengan membeberkan sebuah fakta.


“Kebun bunga itu bukan hanya milik Black Swan, melainkan juga milik walikota Westburg.” Ujarnya.


Sarah langsung menoleh kearah sumber suara itu. Dia menatap seorang wanita dengan masker hitam itu. Setelah mencerna fakta yang diberikan, Sarah hanya bisa menggigit bibirnya.


‘Kalau begitu gawat.’ Batin Sarah gelisah.


“Tomoe!.”


“Aku tahu, aku akan mencari si Zephys itu.” Ujar Tomoe pergi dengan cukup tergesa-gesa.


“Apa yang terjadi?”


Sementara itu Sin yang cukup bingung dengan perubahan suasana yang tiba-tiba hanya bisa mempertanyakannya. Sarah juga menggaruk kepalanya geram karena tidak mempertimbangkan perihal ini.


“Kebun itu bukan hanya milik Black Swan melainkan juga milik walikota Westburg. Yang dengan kata lain, kita akan menjadi buronan kalau ketahuan, dan yang terpenting akan terjadi pertemuan orang-orang penting di Westburg ini.” Ujar Sarah gelisah.


“Pertemuan?”


“Benar pertemuan West, pertemuan yang membahas tentang kelompok separatis yang menentang pemerintahan kota ini.”

__ADS_1


“Apa katamu?, Lalu bagaimana dengan Black Swan?, Kelompok kejahatan itu seharusnya terkena radar bukan?” Ujar Sin yang nampaknya cukup gelisah.


“Itu karena Falconi punya pengaruh politik yang kuat, bahkan dia lebih kuat dari walikota Westburg secara otoritas.” Ujar Sin dengan nada berat. Bahkan Sin hanya bisa duduk lemas.


Yang menjadi mimpi buruk mereka yang tentunya kalau ketahuan mereka yang membakar kebun Demiana maka semua dari mereka akan menjadi buronan. Dan secara fakta Sin dan Sarah juga termasuk anggota separatis yang cukup kritis terhadap pemerintah Westburg ini.


Dan tentunya tentang pertemuan West. Pertemuan ini biasanya diadakan setiap tiga tahun sekali dengan tujuan membahas anggota separatis, dan semenjak masuknya Falconi pertemuan ini menjadi ajang untuk Falconi mempertinggi otoritasnya.


Karena hanya pada pertemuan inilah, Falconi memiliki akses pada mereka yang tentunya “Pejabat Korup” untuk mengambil suap satu persatu. Dan secara perlahan kekaisaran Falconi tumbuh menjadi lebih gila.


Karena pada dasarnya sifat manusia sangatlah rakus, oleh karena itu Falconi memanfaatkan kerakusan mereka untuk mendapatkan pengaruh lebih kuat.


“Apa yang harus aku lakukan..” Ujarnya Sarah.


Falconi berada pada puncak rantai. Oleh karena itu ia bisa memutar keadaan secara alami. Dia juga memiliki kontrol akan media yang tentunya bagi siapapun yang mengontrol media maka orang itu akan mengontrol pemikiran masyarakat.


Cukup mudah bagi Falconi untuk menyebarkan berita palsu yang menyebabkan image Sin dan kelompok Sarah menjadi buruk. Dan masyarakat yang tidak tahu-menahu akan menganggap berita itu benar, terlepas bagaimana mereka dengan mudah diperdaya.


“Kapan pertemuan West akan dimulai?” Ujar Sin beserta dengan ketukan pada meja secara pelan.


“Jika Zephys membakar kebun itu, maka lusa akan diadakan pertemuan West.” Ujar


“Hah... Sepertinya kita harus bersembunyi.” Ujar Sin lemas.


***


Tongkat baseball yang terselimuti api itu melayang kearah Zephys dengan kuat. Tanpa sedikitpun rasa panik Zephys sama sekali tidak menghindar, serangan kuat tongkat itu menembus tubuh Zephys layaknya ia memukul bayangan.


Player itu mulai kesal dengan kekuatan kegelapan yang sangat merepotkan. Namun Zephys sama sekali tidak berfikir untuk berhenti disini. Kedua belati panjangnya bercahaya terang, dengan kuat ia melepaskan gelombang tebasan disertai dengan energi kegelapan.


“Rapid Slash!, Wave Slash!.”


Sama seperti Zephys yang menerima serangan kuat, player tersebut juga menerima serangan Zephys. Dua gelombang tebasan mengenai tubuh player tersebut, namun anehnya api milik player itu menutup luka dan langsung memulihkan luka dari dua tebasan itu.


Sama seperti player itu, Zephys juga cukup kesal dengan player didepannya.


“Regen yang tidak masuk akal..” Ujar Zephys


“Kau jauh lebih tidak masuk akal.”


Stealth yang sama sekali tidak bisa dirasakan, serangan fisik yang sama sekali tidak terdampak, dan kecepatan pergerakan yang gila,sesuatu seperti ini baru ia rasakan kali ini.


Begitu pula dengan Zephys. Regenerasi darah yang tinggi, stat Vit dan Str yang jelas lebih tinggi dari Zephys, dan kepekaan atas skill Stealth milik Zephys yang membuat pemain ini jauh lebih berkelas dari banyak pemain yang Zephys hadapi.


Zephys menghela nafasnya lelah, dia mengubah Rodant menjadi sabit besar kembali lalu ia simpan dipunggung. Sepertinya Zephys mengetahui bertarung dengan player didepannya pasti memakan waktu yang lama.


“Apa? Menyerah?” Ujar player itu.


Namun berbeda dengan tadi, kali ini Zephys menanggapi dengan tenang.

__ADS_1


“Sudahlah aku tidak memiliki niat bertarung, lagipula aku disini memang untuk memastikan kehadiranmu.” Ujar Zephys


“Memastikan?”


Zephys mengubah pakaiannya dan memasang pakaiannya yang biasa. Mengerti kalau tidak ada tanda Zephys akan kembali menyerang player itu menyimpan tongkat baseball miliknya dan memadamkan api ditubuhnya.


“Kau bukan dari Black Swan?” Ujarnya dan dibalas dengan gelengan kepala dari Zephys sebagai konfirmasi.


“Kau pasti melihat kebun bunga Demiana terbakar bukan?, Itu adalah aku yang melakukannya.” Ujar Zephys.


Player itu hanya terdiam tanpa sedikitpun konfirmasi.


“Kau melawan Black Swan bukan?, Lebih baik kau bergabung denganku menghadapi mereka. Sendirian terlalu berlebihan bagimu bukan?” Ujar Zephys


Player itu tidak langsung menjawab. Melainkan ia sedikit berfikir, dalam jangka waktu yang cukup lama Rodan membuyarkan pikiran Zephys.


“Api itu bukanlah api biasa. Setidaknya dahulu aku pernah mendengar tentang api ini.” Ujar Rodant.


“Aku juga memikirkan hal yang sama.” Pelan Zephys


Bukan hanya Rodant, Zephys juga memiliki firasat yang sama. Karakteristik api yang menyembuhkan, cahaya yang begitu terang, dan yang paling mencolok adalah siluet burung Phoenix yang sembari tadi Zephys lihat.


‘Pola serangan, api yang menyembuhkan, topi khas berwarna jingga, dan juga Batman. Aku pikir ini kebetulan semata, apakah dia benar-benar dia?.’ Batin Zephys


Lamunan Zephys kembali buyar ketika player itu kembali memulai topik.


“Maaf tapi aku lebih suka bekerja sendiri.” Ujarnya sambil melangkah pergi dari lorong itu.


Zephys yang melihat itu hanya tersenyum kecil. Menyadari dia melangkah pergi, Zephys membuka portal emas dan membayangkan dua buah senjata berbentuk belati panjang berwarna putih dengan ukiran paus dan hiu dimasing-masing mata pisau.


“Simple Domain : Weapon Expansion.”


Dua buah portal terbuka, bersamaan dengan itu dua buah lesatan belati panjang melaju cepat kearah player itu.


Dia yang memang kuat, dengan cepat menangkap dua belati panjang itu dengan halus.


“Apa maksudmu?” Ujarnya geram.


Sementara suhu yang mulai meninggi, Zephys hanya tersenyum kecil. Zephys kemudian menunjuk kearah kedua belati itu dan mengisyaratkan kepada player itu untuk melihatnya.


“Masih suka bertingkah seperti superhero, Blaze?” Ujar Zephys dengan senyum yang hangat.


Dua belati panjang yang sangat player itu kenal, dan juga nama agung yang pernah menjadi identitasnya sampai kini. Merupakan bukti kalau pemain berkelas Assassin ini adalah sang nomer satu.


“Zephys!”


__________________________


Trivia : Blaze merupakan player Nomer 2 di Antharis Online

__ADS_1


__ADS_2