Athanor Online : Monarch Of War

Athanor Online : Monarch Of War
Dua Pahlawan


__ADS_3

Disebuah kota dengan keramaian abad pertengahan. Berbagai pejalan kaki serta dengan haluan serta rayuan dari sang pedagang memenuhi berbagai kesibukan. Renburg nama kota ini, dimana surganya pemain pemula sampai pertengahan. Letaknya yang strategis serta banyak sekali monster mob yang tentu saja sangat penting bagi penaikan level.


Ditengah kesibukan kota, sebuah bangunan abad pertengahan berdiri cukup kokoh dengan warnanya yang coklat kuat. Sosok pemain dengan topeng gagak memandangnya, sekedar untuk memastikan.


"Guild Center, surganya para pemain dan NPC petualang." Ujarnya.


"Hm?, Kau serius ingin belajar angkuh Zephys?."


Sebuah suara bisikan terdengar begitu familiar, ciri khasnya yang begitu dingin dan angkuh. Rodant, dia sangat memuakkan tapi sangat bisa diandalkan. Zephys tersenyum dibalik topeng gagaknya.


"Tentu.." Jawabnya.


Bukan tanpa alasan. Zephys memilih belajar angkuh karena ia memberikan topengnya sebuah wajah. Dia ingin semua orang merasa segan dan tertekan akan kehadirannya, bukan tanpa alasan. Ini ia lakukan demi apa yang ia pertaruhkan dimasa depan. Apa sebenarnya yang dimasa depan itu?, Bahkan saya sendiri tidak tahu.


Zephys membuka pintu Guild Center. Jubah ungu berbulu gagak itu melambai begitu intim, topeng gagak serta paruhnya yang menukik kebawah mencerminkan ketakutan serta kepribadian yang buruk, dan sabit besar ungu yang bersandar pada punggungnya membuatnya mirip dengan malaikat kematian. Mereka yang datang, tidak bisa melepaskan tatapan mereka.


Langkahnya begitu pelan namun sangat mengintimidasi, beserta dengan berbagai bisikan orang disekitarnya Zephys datang kesalah satu tempat, resepsionis.


"Ada yang aneh dengan wanita ini.." Ujar Rodant spontan, Zephys sedikit tertegun. Namun sebuah suara wanita memecahnya.


"Ada yang bisa saya bantu?." Ujar resepsionis wanita itu, sedikit tertegun ketika melihat penampilan Zephys.


"Ini." Ujarnya dengan menyerahkan sebuah gulungan berwarna emas.


Resepsionis terkejut dalam diam. Gulungan emas itu merupakan sebuah kesaksian atas kekuatan masa lalu, didalamnya terpendam sebuah kekuatan serta keinginan para pahlawan Athanor yang telah gugur. Beberapa dari mereka tertulis dalam sejarahnya.


Menyadarkan bahwa sosok bertopeng gagak didepannya, bukanlah seseorang yang biasa. Ia pun membuka gulungan emas itu, perlahan sebuah aksara terlihat begitu rumit. Ini adalah pelajaran dasar bagi resepsionis guild, paham akan aksara kuno adalah sebuah kewajiban.


"Ini..."


Satu-persatu aksara rumit ia terjemahan menjadi bahasa dalam pikirannya, membaca dengan perlahan dan hati-hati. Hingga ia menyadari sesuatu yang cukup aneh.


"Tuan, bisakah kita berbicara empat mata?." Ujarnya dengan tatapan begitu serius.

__ADS_1


Zephys hanya mengangguk kecil. Resepsionis tersebut berjalan naik kelantai atas, bersama dengan Zephys yang mengekornya dari belakang. Cukup aneh memang, namun Zephys hanya bisa mengalah. Karena bagaimanapun membaca gulungan emas itu sangat mustahil.


Menarik sebagian besar orang didalam kantor guild ini, jarang ada seseorang yang pergi keatas ruangan. Yang berarti ini adalah hal yang tidak biasa. Disebuah ruangan dengan meja kayu yang elegan. Zephys berdiri dihadapan resepsionis guild itu.


"Maaf, tapi ini adalah sesuatu yang hanya bisa kita bicarakan dengan empat mata." Ujarnya dengan sedikit tersenyum kecil, dibalik topeng gagaknya Zephys sedikit memiringkan kepalanya. Bingung akan hal ini. 'Apa ada yang salah dengan gulungan ini?.' Batinnya.


Resepsionis wanita itu kembali membuka gulungan emas itu, membacanya ulang. Berharap yang terbaik dengan apa yang akan selanjutnya terjadi. Resepsionis itu menghela nafasnya.


"Gulungan pahlawan ini sangatlah istimewa dari kebanyakan gulungan pahlawan lain." Ujar resepsionis itu.


"Istimewa?." Ujar Zephys dengan sedikit nada menggantung, mengkonfirmasi sikap Zephys dengan anggukan kecil.


"Benar, gulungan ini memuat dua sosok pahlawan sekaligus."


"Dua katamu!." Bukan Zephys yang bereaksi terlebih dahulu, namun bisikan dikepalanya yang mendahului. Benar, Rodant.


Walaupun resepsionis itu tidak mendengar perkataan Rodant. Tapi yang jelas Rodant cukup tersentak. Normalnya, didalam kasus ini seharusnya hanya ada satu jiwa pahlawan dalam satu gulungan. Tapi mengapa Zephys memiliki dua pahlawan?.


Rodant diam-diam memutar otaknya, walaupun Rodant sangatlah angkuh dan termasuk aneh. Namun Rodant sangatlah tajam dan berdeduksi tinggi, didalam pikirannya mulai tenggelam kedalam ranah gelapnya pemikiran. Bergelut dalam berbagai ingatan masa lalu yang terhapus oleh sebagian sejarah.


Dalam pikirannya, Zephys dipilih oleh dua kubu yang berlawanan. Yaitu fraksi yang mengatasnamakan cahaya disetiap pergerakan mereka dan merupakan sosok keadilan itu sendiri. Dan fraksi yang mengatasnamakan kegelapan, mereka yang memilih berpaling dari cahaya dan merasa muak akan cahaya itu sendiri, mereka merupakan musuh cahaya yang berpusat pada manifestasi kematian.


Rodant merupakan sosok yang kuno, ia paham akan hal ini. Sosok pemimpin Archon merupakan seorang politikus, sementara pemimpin Noctrune merupakan diktator. Namun, mereka berdua tak ada yang bersih. Berbeda ideologi sejak mereka masih pada satu perguruan. Antara kegelapan atau cahaya. Rodant terkekeh didalam hatinya, mengerti akan hal ini.


"Sosok pahlawan pertama adalah Kayn. Dalam sejarahnya, ia merupakan seorang Assassin yang paling berbakat, senjatanya merupakan sabit besar, serta memiliki sihir kegelapan."


Zephys hanya mengangguk kecil, ia tidak tahu menahu siapa itu Kayn. Tapi yang jelas ia cukup tertarik karena Special Class yang ia dapatkan sama dengan yang Zephys miliki, yaitu Assassin. Yang berarti ini akan meningkatkan kemampuannya dalam bergerak dalam senyap, mencari informasi, bahkan mengintai.


Harus diakui, Zephys merupakan kandidat Assassin yang sangat luar biasa. Bukannya menjilat, dengan adanya berbagai skill yang mendukung. Seperti, Ghost Dive, Assassinate serta stat Dex yang tinggi membuatnya sangat berpotensi. Dan Assassin, bukan hanya berfokus pada membunuh dalam senyap, melainkan mencari informasi merupakan tujuan yang tak kalah penting.


Dan dengan adanya Jackdaw yang kini menjadi jubah yang Zephys pakai, akan sangat memudahkannya dalam mengintai dalam kondisi apapun.


"Kayn?. Bocah ingusan itu?, Tidak buruk juga."

__ADS_1


Zephys sedikit menaikan alisnya, sepertinya Rodant mengenal sosok Kayn. Namun tentunya, Zephys tidak akan menanyakannya sekarang. Ia tidak mau, kalau resepsionis didepannya akan salah paham kalau dirinya berbicara sendiri.


"Dan yang kedua, tidak ada informasi apapun. Namun, hanya satu kalimat yang tidak aku ketahui apa bahasanya. Tapi aku tahu aksara ini." Ujar resepsionis itu dengan cukup ragu.


Bukan pertama kalinya ia menghadapi sesuatu seperti ini. Dahulu ada seorang Immortal Creature yang juga memiliki kasus yang sama. Ia berambut silver dengan dua pedang yang nampaknya beraliran ganda. Ia juga memiliki satu gulungan pahlawan yang didalamnya terdapat dua pahlawan. Namun, perbedaannya. Keduanya terbaca dan dapat dimengerti, tapi milik Zephys tidak bisa dimengerti namun bisa dibaca.


"Disini tertulis, 'Archons lin kho sunyan qoz il', seperti itu mungkin." Ujarnya cukup ragu.


Baik Zephys dan Rodant tersenyum kecil, puas, dan girang. Seolah mereka tahu maksud atau arti dari perkataannya itu. Tapi yang pasti mereka benar-benar mengetahuinya.


"Itu sudah cukup, bisakah kau cepat serahkan Class pahlawan itu?." Ujar Zephys sedikit mendesak, setelah mendengar kalimat itu. Ia tidak sabar untuk apa yang terjadi kedepannya.


"Baiklah, tapi jika anda memiliki dua roh pahlawan. Maka anda akan kehilangan seluruh level anda."


"Itu tidak masalah."


Ini adalah sebuah resiko, jika seseorang memiliki satu roh pahlawan maka level akan berkurang 50%, namun jika dua maka akan kehilangan 100%. Sayang memang kalau Zephys harus kehilangan seluruh levelnya, tapi tidak masalah karena bagaimanapun juga menaikan level tak sesulit yang ia perkirakan. Justru dengan mengambil roh pahlawan, ini akan menjadi investasi kekuatan yang besar di masa depan.


Resepsionis itu menutup gulungan emas. Bersamaan ia menutup matanya dengan fokus yang tinggi, sebuah kata serta berbagai mantra mungkin?, Ia lirihkan. Hingga pada akhirnya, gulungan emas itu berubah menjadi berbagai partikel cahaya. Partikel itu masuk kedalam tubuh Zephys. Hingga pada akhirnya sebuah jendela sistem terlihat.


"{Anda menerima dua roh pahlawan. Sebagai kompensasi anda dijatuhkan penalti, berkurang level 100%. Anda level 0}."


Mengetahui itu Zephys tersenyum dan segera pamit pergi dari ruangan tersebut.


"Kalau begitu aku permisi terlebih dahulu. Terimakasih atas pelayanannya." Ujar Zephys sopan, mengesampingkan Rodant yang nampaknya kesal. "Cih, kukira kau belajar angkuh!." Ujarnya


Resepsionis itu hanya tersenyum melihat punggung sosok pria bertopeng gagak itu pergi. Namun tatapan bersahabat itu seketika menghilang. Tubuh resepsionis itu mengeluarkan cahaya emas yang menyinarinya redup. Tubuhnya berganti menjadi sesuatu yang sangat indah.


Rambutnya pirang panjang nan indah, pakaikan sutra yang penuh akan kemewahan, wajah yang indah bagai dewi yang hidup di khayangan, matanya tertutup sehelai kain berwarna putih. Sosok wanita cantik itu kembali tersenyum.


"Aku menemukan mu..."


_______________________

__ADS_1


Trivia : Ada yang tahu siapa resepsionis ini?. Dia merupakan sosok yang akan menjadi Kawan ataupun Lawan.


__ADS_2