Athanor Online : Monarch Of War

Athanor Online : Monarch Of War
Kekalahan?


__ADS_3

"Ronde kedua!"


Zephys mengatur nafasnya sebagai bentuk keseriusannya, Kargalan adalah makhluk tertangguh yang pernah yang ia hadapi sepanjang ia bermain Athanor Online. Di sepanjang perjalanannya dengan Athanor Online ia tidak pernah serius ini sebelumnya


Kargalan memperbaiki kuda-kuda yang cukup berantakan karena hentakan yang cukup berat dari revolver. Kargalan menatap Zephys dengan wajah yang penuh luka bakar. Dengan mata satu-satunya, Kargalan menatap Zephys dengan tatapan amarah serta dendam yang begitu terasa.


Mengabaikan luka bakar diwajahnya, Kargalan berjalan perlahan kearah Zephys masih dengan tatapan amarah yang begitu berkobar. Sementara itu Zephys juga berjalan perlahan, namun ia masih mengarahkan revolvernya kearah Kargalan sebagai bentuk kewaspadaannya


Jarak semakin berkurang, Kargalan menaikan tempo langkahnya perlahan kemudian berlari secepatnya. Sebaliknya langkah Zephys berhenti, namun ia menembak Kargalan dengan dentuman proyektil peluru tapi sepertinya itu tidak cukup untuk membuat Kargalan berhenti. Ia malah menaikan kecepatannya seolah proyektil berkecepatan tinggi itu hanyalah lemparan batu semata, dan tidak pantas untuk diwaspadai


"Berserk benar-benar merepotkan"


Salah satu pengaruh kuat skill Berserk adalah amarah pengguna. Skill Berserk semakin kuat ketika pengguna semakin marah, itulah yang membuat skill ini sangat merepotkan. Apalagi amarah Kargalan sudah pada posisi maksimal yang artinya kekuatan penuh Kargalan akan terlihat disini saat ini juga. Dengan kata lain, pertarungan akan benar-benar dimulai saat ini


Melihat Kargalan berlari kearahnya, Zephys memutuskan untuk berhenti menembakan proyektilnya dan memutuskan untuk menggunakan cara lain. Berada pada posisi yang sempurna, Zephys kemudian mengayunkan lengan kanannya secara horizontal


Namun karena terlalu biasa, bukanlah hal yang sulit untuk Kargalan. Dengan sedikit pergerakan lengan, Kargalan menghalau serangan Zephys dengan tangan kirinya, dan membalasnya dengan pukulan mengarah ke wajah Zephys


Namun, Kargalan sedikit merasa aneh dan sedikit ada sesuatu yang salah dengan lawannya. Dan benar saja, seraya pukulannya menghampiri Zephys, belati berbilah merah datang dari bawah dan menebas secara vertikal bagian perut Kargalan


Dari jarak yang jauh sosok assassin bertudung. Hide, memperhatikan setiap gerakan yang Zephys perlihatkan. Hide melihat dengan jelas bagaimana Zephys menggunakan tubuhnya untuk menyembunyikan bilah belati merah, dan memanfaatkan hentakan dari serangan Kargalan untuk berputar dan mengekploitasi serangan balasan.


Kargalan menghentak kaki depannya untuk melompat mundur. Meski demikian, area perutnya terkena sabetan cukup parah, namun kulit keras Kargalan mampu membuat darahnya tidak berceceran, tapi walaupun begitu entah kenapa rasa panas begitu menyengat pada perutnya.


Serangan Zephys serasa sangat sempurna. keadaan waktu, sudut tebasan, serta kelihaiannya mencari celah membuatnya begitu mematikan. Lagipula kepala Kargalan tidak menyangka akan ada belati yang datang dari bawah, karena ia belum pernah melihat Zephys memakai belati sebelumnya. Zephys selalu bertarung dengan tangan kosong di dungeon ini, oleh karena itu kehadiran Revolver serta belati merah merupakan hal yang mengejutkan


Kargalan kemudian memegang dadanya dan meremasnya dengan kuat, Zephys cukup kebingungan pada awalnya. Namun, rasa itu hilang ketika sebuah pedang dua tangan muncul dari dalam dada Kargalan, entah bagaimana caranya. Namun, Zephys mengerti senjata dua tangan itu

__ADS_1


"Begitu yah, di Athanor Online juga ada hal semacam ini"


Mengacuhkan pedang yang keluar dari dada Kargalan. Informasi tentang Kargalan sepertinya belum sepenuhnya terungkap, tapi itu tidak masalah sekarang. Dan sepertinya kedua dari mereka sama-sama mengerahkan kemampuannya masing-masing


Kargalan menenteng pedangnya dengan satu tangan, tapi kilatan hitam muncul dan membeberkan serangan sayatan yang begitu cepat. Walaupun senjata Kargalan adalah pedang dua tangan yang cukup berat, tapi dengan kelihaiannya mampu mengikuti serangkaian sayatan Zephys.


Tanpa mengambil nafas, Zephys menghunus bilah merahnya mengarah ke perut Kargalan. Namun, Kargalan yang paham akan itu, dengan pedang dua tangan yang dipegang satu tangan Kargalan menahan bilah merah dari bawah dan melemparkannya ke udara.


Melihat lawan tanpa senjata, membuat Kargalan percaya diri untuk menyerang. Namun sekali lagi, bilah belati biru muncul ditangan kiri lawannya dan secara kilat menebas perut Kargalan untuk kedua kalinya, tapi kali ini secara horizontal.


Lagi-lagi Kargalan menghentak kaki depannya untuk melompat mundur serta mengambil jarak. Namun kali, Zephys tidak ingin membiarkannya kabur begitu saja, Zephys melompat dan bermanuver diudara.


Namun sebagai Boss Dungeon, Kargalan telah mengerti pola serangan Zephys, dan menyambut kedatangannya dengan tebasan yang cukup mematikan. Terkejut dengan reaksi tiba-tiba dari lawannya, tapi dengan refleknya yang gila Zephys mampu menghindari serangan Kargalan.


Namun sayang, Zephys masih belum bisa menghentikan momentumnya dan harus rela kehilangan keseimbangannya. Sekarang keadaan mulai berbalik, Kargalan berhasil mendarat dan segera melakukan serangkaian serangan yang lebih beringas dari sebelumnya, semuanya hanya terjadi dalam kurun waktu beberapa detik


Dititik ini, Kargalan tidak bisa lagi meremehkan Zephys, dan menganggapnya sebagai lawan yang layak untuk dihormati.


Pergerakan Zephys yang lentur dan gesit nampak jelas pada mata Hide, yang begitu paham akan seni beladiri. Dia mengantisipasi setiap gerakan Kargalan, namun benar-benar sulit untuk mengikuti siasat karena terlalu cepat.


Pertarungan ini layaknya catur, dimana kedua dari mereka membaca arah gerak lawan, dan selalu ingin satu langkah lebih depan dari musuhnya. Itu bisa dilihat dari pergerakan mereka masing-masing


'Sungguh menyenangkan!' Batin Zephys begitu berbunga. Mendapatkan lawan seperti ini adalah yang langka


Ditengah-tengah itu kesenangan, Zephys terpental kebelakang karena tidak kuat mengikuti serangkaian serangan Kargalan. Kargalan kemudian memposisikan pedangnya, sebuah cahaya kemerahan keluar dari bilah pedang perak Kargalan.


Zephys yang melihat itu tidak tinggal diam, dengan langkah cepat Zephys menghampiri Kargalan dengan mempersiapkan bilah birunya. Namun sayang, Kargalan telah berhasil memperkuat pedang peraknya.

__ADS_1


"Gawat!"


Sambil tersenyum menang, dengan pedang perak yang telah berubah merah. Dengan mengerakan lengannya, Kargalan menebas udara didepannya, dan secara diduga sebuah lintasan tebasan berwarna merah bergerak dengan kecepatan tinggi kearah Zephys. Namun, Zephys tidak bisa menghindari lintasan merah itu karena begitu cepat dan ia pada dalam kondisi berlari


Tapi tidak diduga keberuntungan berada pada sayapnya. Kaki Zephys terjatuh dan membuat tersungkur ke tanah sekaligus berguling-guling kedepan, dan membuat Zephys selamat


"Hoki!"


Ketika Zephys memutuskan untuk berdiri, secara mengejutkan ternyata ia tersungkur tepat dibawah kaki Kargalan. Zephys cukup terkejut, tapi tidak ada waktu lagi, karena sebuah pedang merah menukik kebawah dan dengan sigap Zephys berguling kesamping untuk menghindarinya


"Hah... hah.. hah.."


Zephys terus mengatur nafas untuk menjaga staminanya, tapi seolah tidak diberi waktu. Serangkaian hunusan menyerangnya dan dengan susah payah Zephys berhasil menghindarinya walaupun ada beberapa serangan Kargalan yang masuk


Melihat Zephys yang begitu kewalahan, Kargalan kemudian memposisikan pedang merahnya berniat untuk menusuk Zephys. Tapi Zephys yang cerdas, dengan cepat langsung melempar bilah birunya ke telapak kaki kanan Kargalan. Tidak disampai disitu Zephys juga menginjak bilah birunya untuk menusuk telapak kaki Kargalan lebih dalam lagi untuk mencegah Kargalan bergerak


"GROAA!!!"


Erangan kesaktian kembali terdengar, tapi itu hanya berlangsung sebentar. Kargalan kemudian mengayunkan pedangnya kearah leher Zephys yang terbuka. Tapi Zephys yang menduga itu dengan cepat mencengkram dengan kuat telapak tangan Kargalan


Tidak habis akal, Kargalan kemudian mengayun pukulan dengan tangan kirinya, tapi pukulan itu terlalu ceroboh. Bukannya berniat menahan atau menghindari, Zephys malahan tersenyum sinis kearah Kargalan.


"Kau kalah kali ini serigala sialan!" Ucap Zephys sambil tersenyum, namun bedanya itu adalah senyuman kemenangan.


Secara mengejutkan, bilah merah jatuh ditengah-tengah mereka. Sebuah belati berbilah merah yang sebelum telah terlempar jauh tinggi ke udara oleh Kargalan. Membuat Kargalan terkejut tapi tidak dengan lawannya. Zephys mengambil bilah merah yang jatuh dan menebas leher Kargalan hingga terlepas dengan kepalanya


__________________________

__ADS_1


Cuman mau tanya, apakah tulisan saya sudah enak dibaca?


Min chonghoran iwing!


__ADS_2