
“Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan mu disini, Blaze.”
“Begitu pula denganku.”
Dijalan malam yang ramai Zephys dan Blaze pergi menuju tempat bordir yang merupakan tempat milik Sarah. Alasannya tentu saja untuk memperkenalkan Blaze kepada mereka.
“Ngomong-ngomong apa kau diberi device CTOs?” Ujar Zephys penasaran.
Karena pada saat pertama kali Zephys mendapatkan hadiah kotak berisi CTOs, dia pikir bukan hanya dia yang mendapatkannya. Setidaknya ada tiga pikirnya, yaitu dia sendiri, Blaze yang merupakan peringkat kedua, dan Karna yang merupakan peringkat ketiga.
Ketiga player tersebut adalah satu-satunya yang berhasil menembus angka diatas 50% dari Main Story Antharis Online, yang merupakan tersulit pada genre nya.
“Iya aku mendapatkannya.” Ujar Blaze dan dijawab anggukan kecil sebagai konfirmasi.
Diantara dominasi Zephys yang saat itu mampu menamatkan Antharis Online hanya ada dua pemain yang mampu setidaknya berdiri sejajar dengannya. Yaitu Blaze The Fire Prince dan Karna The Blind Spot. Nama mereka sangat disegani dari pemain yang tersisa pada hari-hari terakhir.
“Aku terkejut ketika melihat panel biru saat update lalu. Aku tidak menyangka kau membuat Skill Series, dan saat aku melihat nama Zephys aku berfikir dia adalah Zephys yang aku kenal.” Ujar Blaze sambil terkekeh kecil.
“Yah begitulah, setidaknya aku menemukanmu lebih cepat. Jujur aku juga ingin mengetahui dimana Karna.”
“Cih penjilat Marvel itu.” Ujar Blaze kesal.
Sambil berjalan pelan Zephys hanya bisa tersenyum kecil melihat tanggapan Blaze. Jujur saja Blaze dan Karna sama sekali tidak bisa akur. Karena hal yang sangat sederhana, yaitu Blaze pecinta DC Universe dan Karna pecinta Marvel.
Memang mereka berdua tidak bisa mengalahkan Zephys saat satu-lawan-satu itulah yang membuat Zephys tidak bisa memenuhi syarat sebagai rival mereka.
Namun disisi lain, Blaze dan Karna merupakan pemain dengan kekuatan seimbang dan karena itulah mereka bisa dibilang rival, walaupun mereka berdua tidak mengakuinya dan menganggap Zephys adalah rival mereka.
Blaze menahan laju Zephys dengan menahan bahunya. Dia menunjuk salah satu restoran cukup besar dan terkenal dikota ini.
“Bagaimana kalau kita makan dulu, yah walaupun tidak berefek pada tubuh asli kita. Setidaknya lebih enak berbicara sambil duduk.” Ujar Blaze dan dikonfirmasi dengan anggukan kecil dari Zephys.
Mereka berdua masuk dan memesan sebuah meja dan tentunya makanan. Zephys duduk sambil melihat sekeliling, orang berlalu lalang cukup ramai, jujur hal ini tidak mencerminkan gelapnya kota Westburg mengingat Black Swan yang merajalela.
“Ngomong-ngomong api yang kau gunakan itu adalah api milik Phoenix yang sama seperti karaktermu saat di Antharis?” Ujar Zephys penasaran.
Mendengar Zephys berkata Phoenix, Rodant mengingat salah satu makhluk Primordial yang tergambar sebagai api penyembuhan dan pensucian. Dia adalah Ignel yang merupakan salah satu makhluk tertua.
“Ah, pantas saja aku tidak asing dengan api ini.” Ujar Rodant yang tentu hanya bisa Zephys dengar.
Tidak menjawab, Blaze hanya tersenyum sebagai konfirmasi. Mereka kemudian menyantap hidangan makanan lokal yang tersedia dengan damai dan lahap.
Blaze dan Zephys berbicara ringan sambil bercanda layaknya sahabat yang baru saja bertemu saat terpisah. Ditengah-tengah kebersamaan mereka, orang dipinggir jalan berlarian secara masif.
Zephys dan Blaze langsung melihat mereka yang seperti terlihat panik.
“Area hutan terbakar!” Ujar salah orang sambil berlari seraya
Zephys dan Blaze menatap kerumunan orang itu dengan tatapan datar dan tidak peduli. Mereka memilih memakan makanan mereka dan kembali berbincang.
“Oh iya, antara DC dan Marvel kau pilih mana Zephys?”
Zephys yang mendengar itu tersedak kecil. Dia hanya tersenyum masam mengingat Blaze yang begitu kekanak-kanakan, dia tidak mempermasalahkan persoalan superhero. Namun yang Zephys permasalahan adalah perdebatan nantinya ketika ia salah menjawab.
“Aku menyukai keduanya.” Ujar Zephys.
“Kalau begitu karakter favoritmu?”
“Joker.”
Mendengar itu Blaze tersenyum puas. Setidaknya karakter favorit Zephys adalah Joker yang berasal dari DC. Melihat reaksi Blaze membuat Zephys terkekeh kecil. ‘Segitu obsesinya kah dia dengan DC?’, mungkin seperti itu pemikiran Zephys terhadap Blaze.
Setelah habis menyantap makanan, Zephys dan Blaze kembali berbincang-bincang.
__ADS_1
“Lalu apa kau tertarik bergabung denganku?”
“Tentu saja, aku akan mengikutimu sepanjang Athanor Online ada!” Ujarnya penuh semangat.
Zephys hanya tersenyum kecil melihat antusiasme dari Blaze ini. Kini Zephys mempunyai sekutu yang kuat, walaupun hanya satu tapi melihat kekuatan Blaze yang mungkin setara dengan Zephys membuat Zephys menjadi lebih tenang.
Jujur Atreus yang merupakan salah satu anak buah Falconi juga merupakan player Newbie dengan tingkat perkembangan yang luar biasa. Selain Zephys dan Blaze mungkin saja Atreus merupakan Super Rookie. Hal ini cukup Zephys waspadai.
Mengingat kebun Demiana yang sudah terbakar membuat Zephys sedikit tidak nyaman. Pasti ia mengetahui apa sebenarnya dibalik pembakaran kebun Demiana itu. Apakah itu menguntungkan bagi kelompoknya atau malah menguntungkan Falconi.
Ketika Zephys sedang berfikir sebuah suara mengagetkannya, bukan hanya Zephys bahkan Blaze juga.
“Apa yang membuatmu begitu santai?”
Seorang perempuan dengan pakaian ala Asia tiba-tiba duduk di kursi meja Zephys dan Blaze. Membuat mereka Zephys kaget.
Berbeda dengan Zephys yang kaget. Blaze sudah bersiap dengan ayunan kuat kearah wanita itu. Zephys yang menyadari kalau perempuan itu adalah sekutunya, segera menghentikannya namun karena kecepatan Blaze yang tinggi membuat Zephys terlambat.
*Trang!
Ayunan tongkat kuat tertahan oleh sebuah sarung katana panjang dengan satu tangan kirinya.
“Ayunan yang kuat.” Katanya kagum.
Blaze yang sedikit kesal mendengarnya hendak menambah bobot pada tekanan tongkatnya.
“Blaze!, santai dia sekutu kita.” Ujar Zephys
Blaze yang mendengar itu menurunkan tongkatnya dan kembali duduk dengan tenang. Melihat Blaze yang nampaknya tenang, kini Zephys melirik kearah wanita disampingnya itu. Dia merupakan wanita bawahan Sarah yang nampaknya cukup loyal.
“Namaku Tomoe.” Ujarnya.
“Aku Zephys dan dia adalah orang yang dirumorkan, namanya Blaze.” Ujarnya Zephys.
Namun Tomoe masih belum mengetahui kekuatan dari Zephys itu sendiri. Walaupun dia dibawa oleh Sin yang merupakan salah satu wanita terkuat dikota, tapi dia masih belum mempercayai kemampuan Zephys setidaknya sebelum dia melihatnya dengan langsung.
Melupakan hal itu Tomoe kembali dalam misinya.
“Zephys dan Blaze, aku mempunyai pesan dari Sarah.”
Zephys dan Blaze kemudian menghentikan semua aktivitasnya dan mulai fokus apa yang coba Tomoe ucapkan.
Dengan penjelasan cukup panjang, Tomoe menjelaskan semua tentang alasan pembakaran kebun Demiana, akibatnya, serta yang terpenting adalah tentang pertemuan West yang membahas kerusuhan pembakaran itu.
Blaze yang mendengar itu mulai menunjukan mimik serius begitu pula dengan Zephys yang sedang memikirkan solusi atas semua ini.
Zephys sudah berfikir kalau Falconi pasti mengantisipasi gerakan dari kelompoknya. Itu karena dia begitu tenang dalam menghadapi permasalahan ini yang seharusnya cukup serius. Karena bagaimanapun juga finansial adalah penggerak utama selain kekuatan politik dan media.
Namun Zephys masih berfikir, apa kah pertemuan West hanya akan memaku pada gerakan kelompoknya yang membakar kebun Demiana. Karena Zephys tidak meninggalkan bekas bukti apapun maka kelompok mereka masih aman.
Kecuali Falconi yang mungkin sudah berasumsi pelakunya adalah seseorang dari kelompoknya.
Diantara mereka yang terdiam dan terhanyut pada informasi ini. Zephys tersenyum mendapatkan sebuah deduksi yang mungkin bisa mengacaukan segala permasalahan ini.
“Ini lebih serius dari yang aku bayangkan.” Ujar Blaze setelah mendengar informasi dari Tomoe.
“Blaze ketua dari kelompok kita ingin bertemu denganmu.” Ujar Tomoe.
“Zephys bukan ketuanya?”
“Tentu saja bukan.” Ujar Tomoe dengan nada yang cukup tinggi.
Sementara Zephys hanya bisa tersenyum kecut. Mungkin ketua yang Tomoe maksud adalah Sarah, karena dia memiliki koneksi, anak buah, dan sekutu yang banyak. Tentunya membuat pengaruhnya menjadi cukup besar.
__ADS_1
“Baiklah.” Ujar lesu Blaze.
Blaze dan Tomoe kemudian berdiri, namun tidak dengan Zephys yang tentunya menarik perhatian mereka berdua.
“Kalian pergilah berkencan, aku masih ada sedikit urusan.”
“Apa yang membuatmu berfikir seperti itu?” Ujar Blaze kesal. Namun berbeda dengan Tomoe yang hanya diam tapi memberikan tatapan membunuh.
Setelah sedikit basa-basi mereka kemudian pergi kembali ke rumah bordil yang merupakan markas utama mereka.
Zephys segera ke kasir untuk melakukan pembayaran. Namun sebelum itu Zephys bertanya kesalah satu kasir.
“Apa kalian tahu penjahit terhebat dikota ini?”
***
Zephys membuka pintu kayu yang cukup mewah. Didalamnya terlihat berbagai pakaian begitu mewah, pakaian yang mungkin hanya bisa dibeli oleh para bangsawan dikota ini.
Kehadiran Zephys membuat salah satu karyawan menyambutnya. Seorang wanita dengan seragamnya segera menanyakan maksud kedatangan Zephys.
“Apakah anda mau beli pakaian tuan?” Ujarnya ramah.
“Apa kau tahu dimana aku bisa menemukan penjahit terhebat disini?” Ujar Zephys percaya diri, sebagai bentuk keseriusannya ia membuka topeng gagaknya.
Memang ia terlihat menawan dimata karyawan wanita itu. Tapi tujuan Zephys adalah untuk memperlihatkan Stat Fame nya yang tinggi.
“Itu disana...” Ujarnya pelan sambil menunjuk kearah pria yang sedang melihat gaun.
Pria yang kekar tapi berpenampilan dan memakai riasan seperti wanita itu membuat Zephys sedikit merinding. Namun, Zephys tetap menemuinya.
“Maaf apakah kau penjahit terbaik disini?, Kalau iya aku membawa sebuah rancangan setelan.” Ujar Zephys sopan.
“Yah aku melihatnya nanti...” Ujarnya sama sekali tidak tertarik.
Zephys yang memang tidak punya banyak waktu dengan cepat membuka sebuah gulungan kertas yang berisi rancangan setelan.
“Kalau kau bisa membuat setelan sama persis dengan apa yang aku gambar, maka aku akan bayar dua kali lipat.”
Mendengar tawaran menarik membuat pria itu mengalihkan pandangannya kearah kertas rancangan Zephys. Awalnya ia tidak begitu tertarik, apalagi kertas itu dibawa oleh seorang prajurit bukan bangsawan. Namun, ketika dia melihat lebih detail sebuah mahakarya jelas terlihat di kertas ini.
“Sungguh indah!” Ujarnya lantang.
“Bagaimana?”
“Aku menerima tawaranmu, sudah lama aku tidak menjahit sesuatu semenarik ini!, Lalu kau ingin setelan ini jadi kapan?” Ujarnya antusias.
Zephys berfikir sejenak.
“Besok.” Ujarnya membuat penjahit itu tertegun.
“Besok katamu?” Balasnya tidak percaya dan menolak apa yang ia dengar, walaupun karya ini bagus tapi dia tidak yakin bisa menyelesaikannya dalam waktu yang singkat ini
Namun Zephys memiliki sebuah kata provokasi, seseorang yang mengaku terbaik jelas terpancing dengan perkataan ini.
“Kau penjahit terbaik dikota ini bukan?, Seharusnya hal kecil seperti ini tidak masalah bagimu.” Ujar Zephys dengan nada rendah yang mengejek.
Dan sesuai dengan perkiraan Zephys, pria itu terpancing.
“Kau meremehkan aku?, Besok setelan ini pasti akan jadi.” Ujarnya dengan antusias.
Mendapatkan konfirmasi Zephys segera bergegas pergi. Melihat tingkah Zephys yang diluar nalar Rodant membuatnya sedikit bertanya.
“Apa yang kau lakukan?” Ujarnya.
__ADS_1
“Rencana Rodant, rencana yang membuat Falconi jatuh tak berdaya.” Ujar Zephys dengan senyumnya yang sakit jiwa.