
"Kalau tidak salah disini"
Zephys saat ini berdiri disalah satu rumah yang berada cukup jauh dari jalanan kota. Rumah itu tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Rumah ini adalah rumah milik Raya yang tidak lain dan tidak bukan adalah ibu dari Lena. Kenapa Zephys mengetahui alamat rumah Raya? Itu karena Zephys pernah mengantar Lena pulang saat Quest menyelamatkannya beberapa waktu lalu
Sfx' Tok Tok Tok
Zephys mengetuk pintu berharap ada orang yang membukakannya dengan cepat. Tidak butuh waktu yang lama terdengar suara hentakan kaki terdengar didalam rumah tersebut. Langkah kaki tersebut semakin lama semakin terdengar hingga akhirnya pintu itu terbuka oleh anak perempuan yang Zephys kenal
"H-hallo cari siapa..." Ucap anak perempuan itu sedikit ketakutan
Zephys yang melihat itu hanya tertawa kecil. Anak perempuan yang tidak lain adalah Lena, Lena ketakutan melihat Zephys karena saat ini Zephys sedang memakai topeng gagak yang cukup menakutkan karena paruh yang menukik cukup tajam kebawah jadi wajar saja jika anak kecil ketakutan melihatnya saat ini
Zephys kemudian membuka topeng gagaknya. Wajah ketakutan Lena perlahan menghilangkan dan berubah menjadi wajah senang dan gembira karena pria yang berdiri didepannya bukanlah pria yang jahat yang sebelumnya ia pikirkan melainkan pria yang menyelamatkan hidupnya.
"Halo Lena..." Ucap Zephys sedikit tersenyum hangat
"Kak Ze!"
Lena langsung memeluk hangat Zephys terlihat juga wajah Lena sangat bahagia. Zephys kemudian sedikit merendahkan tubuhnya untuk menyetarakan tubuhnya dengan Lena
"Lena kak Ze bisa bertemu dengan ibumu?" Ucap Zephys tersenyum cukup hangat, karena jujur saja Zephys juga menyukai anak kecil, ehem.. bukan anak kecil yang kalian maksud tapi anak kecil yang memiliki tingkat laku yang unik dan lucu membuat Zephys menyukai anak kecil
"Ok" Ucap Lena sambil mengangguk
Lena kemudian berlari kedalam rumah untuk memanggil ibunya tapi belum juga lima langkah Lena kembali lagi ketempat Zephys berada
"Kak Ze silahkan masuk kedalam" Ucap Lena lalu langsung masuk kedalam rumah dengan berteriak memanggil ibunya
Zephys yang melihat kelakuan lucu Lena hanya bisa tersenyum. Zephys kemudian masuk kerumah Raya, Zephys melihat furnitur furnitur yang cukup unik dan Zephys juga melihat berbagai senjata baik itu pedang, belati dan busur terpampang jelas dibeberapa bagian tembok yang sepertinya adalah ruang tamu
Zephys juga melihat berbagai foto yang terpajang disalah satu meja, dan dengan tidak sengaja Zephys melihat sebuah foto bendera berwarna merah dengan simbol dua belati berwarna putih yang disilangkan. Zephys sedikit memutar otaknya untuk menganalisa foto bendera ini. Zephys sedikit ragu bahwa foto bendera ini adalah sesuatu yang Zephys cari tapi disisi lain juga Zephys juga percaya bahwa foto bendera ini ada hubungannya dengan Quest miliknya
'Apa jangan-jangan ini adalah bendera kerajaan Azeroth?, Hah mana mungkin spekulasi ini terlalu liar' Batin Zephys
Spekulasi ini memang terdengar liar dan Zephys mengakuinya. Karena spekulasi ini terdengar spontan dan tidak memiliki bukti atau fakta yang cukup kuat jadi ini bisa dibilang spekulasi liar. Tapi jika benar ini adalah bendera kerajaan Azeroth maka ini bisa menjadi informasi yang menarik
"Tuan Zephys?"
__ADS_1
Zephys yang mendengar namanya dipanggil dengan reflek langsung menoleh kearah sumber suara. Zephys terlalu fokus terhadap foto bendera itu sampai-sampai Zephys tidak menyadari bahwa sejak tadi ia diperhatikan oleh Raya dan Lena
"Maaf"
"Tidak apa-apa tuan, mari duduk" Ucap Raya sedikit tersenyum
Baik Raya dan Zephys duduk dikursi yang telah disediakan. Raya juga memerintahkan Lena untuk membuat teh untuk Zephys sebagai jamuan seorang tamu. Zephys sebenarnya tidak ingin terlalu merepotkan tapi karena mungkin ia akan lama disini, jadi sedikit minuman bisa Zephys nikmati
Zephys ingin menanyakan beberapa hal yang mungkin bisa membantunya dalam Quest misterius yang sebelumnya Zephys dapatkan. Sebelum Zephys mulai mencari benda pusaka milik Nakroth, hal utama yang Zephys butuhkan adalah informasi baik itu tentang kerajaan Azeroth, Nakroth, dan yang paling penting adalah keberadaan benda pusaka milik Nakroth yang menjadi fokus utama Zephys disini
"Sebelumnya terima kasih karena telah menyelamatkan putri saya" Ucap Raya sedikit menunduk untuk berterima kasih atas jasa yang diberikan oleh Zephys
Hal ini wajar karena Zephys telah menyelamatkan putri Raya satu-satunya yang tentunya sangat berharga bagi hidupnya. Zephys yang melihat Raya menunduk dihadapannya kemudian dengan cepat untuk Zephys memintanya agar segera menaikan kepalanya karena jujur saja situasi ini lumayan cukup mengganggu bagi Zephys. Raya yang melihat Zephys terlihat sedikit terganggu dengan cepat meminta maaf dan kembali ke posisi semula
"Begini ada hal yang ingin aku bicarakan dengan anda nyonya Raya" Ucap Zephys dengan raut wajah lumayan serius
Zephys memang berniat untuk mencari atau menggali informasi sejauh dan sedalam mungkin yang ia bisa. Zephys juga berniat untuk menyelesaikan Quest misterius ini sampai tuntas karena Zephys bisa merasakan bahwa Quest ini sangat penting dan cukup krusial dalam kehidupan Athanor Online miliknya. Entah bagaimana Zephys mempunyai firasat bahwa Quest ini akan mempunyai dampak yang besar di kehidupannya baik didunia virtual maupun didunia nyata. Karena itulah Zephys benar benar serius dalam menangani Quest ini
"Boleh, silahkan tanya apapun yang ingin tuan ditanyakan jikalau saya bisa menjawabnya, saya dengan senang hati menjawabnya dengan jujur" Ucap Raya dengan mantap
Didepannya adalah seorang pemuda yang menyelamatkan nyawa putrinya. Yang tentunya sebagai ibunya ia harus memperlakukan orang itu dengan baik dan melakukan apa yang ia perintahkan sebisa yang ia bisa. Zephys yang melihat Raya yang tidak keberatan tanpa basa-basi langsung melontar pertanyaan yang sejak tadi lumayan mengganjal dipikiran Zephys
Diantara hal yang membingungkan tentang raja Nakroth, kerajaan Azeroth, pusaka milik Nakroth, dan foto bendera yang sebelumnya Zephys lihat. Tapi yang ingin sekali Zephys ketahui adalah hubungan liontin ini dengan Raya. Zephys mengetahui bahwa liontin ini adalah harta milik keluarga Raya dan diwariskan secara turun temurun maka yang menjadi tanda tanya disini adalah apakah keluarga Raya adalah keturunan dari Nakroth? Jika ini benar maka Zephys bisa berspekulasi sedikit lebih akurat
Sebenarnya Raya sedikit ragu untuk menceritakan tentang liontin warisan keluarganya. tapi karena Zephys adalah orang yang menyelamatkan putri dan ekspresi wajah dari Zephys yang terlihat sangat serius membuat Raya mau tidak mau harus memberi penjelasan tentang liontin keluarganya. Toh ayahnya juga tidak melarang jika memberitahukan rahasia keluarganya kepada orang yang menurutnya sangat dipercaya. Dan Zephys adalah orang yang bisa dipercaya
"Sebenarny-"
"Ibu!, kak Ze!, tehnya sudah siap!"
Baik Raya dan Zephys cukup terkejut dengan teriakan tiba-tiba dari Lena. Memang teriakannya tidak terlalu keras namun karena situasinya sangat serius dan cukup berat membuat sedikit suara tiba-tiba saja bisa membuat seseorang terkejut. Raya dan Zephys adalah contoh sederhananya
"Ini untuk ibu, dan ini untuk kak Ze" Ucap Lena sambil meletakkan teh yang ia buat untuk ibunya dan Zephys
Percakapan Zephys dan Raya yang sedikit terpotong karena ulah Lena. Membuat Zephys sedikit tersenyum kecut tapi walaupun begitu Zephys tidak terlalu memikirkannya karena hal hal seperti ini adalah hal yang lumrah yang dilakukan oleh anak-anak
Setelah meletakkan teh yang ia buat sebelumnya Lena kemudian berdiri didepan Zephys seolah mengharapkan sesuatu. Ibunya yang melihat itu tersenyum kecil sementara Zephys sedikit kebingungan dengan sikap Lena. Setelah beberapa saat Zephys akhirnya paham dengan apa yang Lena inginkan. Zephys kemudian meletakan tangan kanannya diatas kepala Lena sambil mengelus rambutnya dengan lembut
__ADS_1
Terlihat ekspresi wajah Lena yang sangat senang dan sangat menikmati bagaimana Zephys mengelus rambut miliknya. Melihat sikap Lena yang manja membuat Zephys lebih tepatnya Diaz sedikit rindu dengan adik perempuannya yang juga tidak kalah manjanya. Diaz sudah cukup lama tidak bertemu dengan adik perempuannya, hal ini membuat hati Diaz sedikit kesepian karena jujur saja Diaz lebih dekat dengan adik perempuannya dibandingkan dengan kedua orangtuanya.
Walaupun adik perempuannya merebut semua perhatian orang tuanya hal itu tidak membuat Diaz membencinya. Walaupun dalam bidang kecerdasan materi adik perempuannya lebih tinggi tidak membuat adik perempuannya merendahkan Diaz. Adik perempuannya memandang Diaz sebagai kakak yang baik dan selalu mengutamakan kepentingannya dibanding kepentingan pribadinya. Hal ini membuat adik perempuannya sangat menaruh hormat kepada kakaknya yang tidak lain adalah Diaz
'Aku sangat merindukannya...'
Diaz sudah cukup lama tidak bertemu dengan adik perempuannya. Mungkin Diaz harus menyisihkan waktunya untuk pulang kerumah orang tuanya dan sekaligus Diaz juga ingin bertemu dengan sahabat serta guru SMKnya yang bisa dibilang sangat berarti pada masa itu. Walaupun kedua orang tuanya sedikit tidak peduli jika Diaz pulang ataupun tidak, tapi walaupun begitu Diaz ingin melihat kabar orang tuanya, karena bagaimanapun juga mereka adalah orang yang membesarkan Diaz
"Ehem.." Raya sedikit membersihkan tenggorokannya untuk memecah situasi ini
Diaz atau Zephys yang sedang melamunkan kampung halamannya langsung sadar karena suara batuk yang Raya buat. Zephys kemudian menjauhkan tangan kanannya dari rambut Lena yang tadi Zephys gunakan untuk mengelus rambutnya. Zephys bisa melihat ekspresi Lena yang sedikit kecewa dan cemberut dan Zephys hanya bisa tersenyum kecil
"Lena kedalam dulu ya, ibu mau bicara berdua dengan kak Ze" Ucap Raya lembut
Hal yang ingin Raya bicarakan adalah hal yang cukup berat dan Lena masih belum cukup umur untuk mendengarkannya. Oleh karena itu Raya menyuruh Lena untuk masuk kedalam demi menghindari Lena mendengar hal hal yang seharusnya tidak didengar, untuk saat ini
"Ehh... tidak mau, Lena mau sama kak Ze!"
'Woah masa pemberontakan, kah?' batin Zephys sedikit terkejut
Zephys atau Diaz sedikit ingat dengan adik perempuannya yang juga seperti itu ketika seumuran dengan Lena
"Lena kedalam dulu ya, nanti kalau sudah selesai Lena bisa bermain sama kak Ze" Ucap Zephys sedikit tersenyum
Zephys juga mengerti kalau pembicaraan yang akan dibicarakan olehnya dan Raya sangat berat untuk anak seusia Lena. Jadi untuk menghindari resiko ini adalah hal yang terbaik
"Janji ya kak Ze!"
"Iya janji"
Mendengar itu Lena segera pergi kedalam dan masuk ke kamarnya untuk menunggu Zephys dan Raya selesai melakukan pembicaraan. Raya yang melihat Lena sudah pergi sedikit meminum tehnya sebelum memulai untuk menjelaskan tentang kalung liontin tersebut
"Boleh saya lanjutkan tuan Zephys?"
"Tentu"
Zephys sedikit tidak sabar untuk mendengarkan cerita dari Raya yang tentunya memiliki kandungan informasi yang kemungkinan sangat berguna. Zephys kemudian mengaktifkan Mode F atau Focus Mode, Zephys sengaja mengaktifkan Focus Mode untuk menangkap seluruh informasi dengan lebih leluasa.
__ADS_1
________________________
Shunizu ba vawhor!