Athanor Online : Monarch Of War

Athanor Online : Monarch Of War
Orb of Creature


__ADS_3

"Terlalu sempit, Perluas kembali!."


"Jangan terlalu polos, Zephys. Dan jangan ragu menyerang!."


"Perhatikan kakimu ketika melangkah!."


Layaknya guru yang membimbing muridnya. Errol terus menghindari dan menahan serangan rumit Zephys, bersamaan dengan saran serta kritik ketika Zephys hendak menyerang. Memang terdengar aneh ketika musuhmu mengajari lawannya, tapi itu adalah hal yang unik yang pernah Zephys dapatkan di Athanor Online ini.


Errol sama sekali tidak menyayangkan perlakuannya pada lawannya kali ini. Ia melihat sosok Zephys yang layak serta pantas memegang nama Nakroth. Walaupun begitu, ia masih tergolong polos dan sangat muda. Namun Errol harus mengakui, bahwa bakat, kemampuan, serta mental yang Zephys miliki sudah selayaknya berlian yang masih belum dipoles.


Errol berperasaan baik ketika mendengar Zephys akan kembali membangkitkan komandannya, Nakroth. Ia sudah menantikan ini sekian lama dan menurutnya Zephys adalah waktu yang tepat. Tapi walaupun begitu ia tetap menjalankan tugasnya yaitu menjaga Pusaka Nakroth.


Errol terus menghindari serangan rumit dari Zephys, ia sama sekali tidak kesulitan. Tapi disisi lain Zephys berkeringat dingin. Ia memilih melompat mundur untuk mengambil nafas sejenak.


"Sungguh, baru kali ini aku melihat ada sosok yang sangat begitu berkembang dalam jangka waktu yang pendek." Ujar Errol terkekeh kecil


Errol begitu puas akan perkembangan Zephys. Walaupun demikian, Zephys hanya bisa tersenyum kecut.


'Berkembang apanya!, Seranganku saja tidak ada yang mengenaimu!.' Batin Zephys sedikit kesal.


"Berdiri Zephys, aku akan memberitahukan kelemahan ku. Jikalau kau bisa memberikan satu serangan padaku." Ujar Errol hangat dan malah dibalas dingin oleh Zephys. "Kau meremehkan ku lagi Errol?."


Mendengar itu membuat Errol tersenyum kecil, sambil menekan auranya yang begitu kuat. Errol memandang Zephys dengan lembut jauh dari sebelumnya yang begitu dingin.


"Benar, aku sama sekali tidak menyangkalnya-" Ujarnya, Errol melemaskan otot kakinya dan menyambung perkataannya. "Jika aku serius dari awal. Kau sudah lama mati."


Memang terdengar omong kosong belaka. Tapi kenyataannya ia bisa saja menghabisi Zephys dalam satu serangan terkuatnya, sebuah serangan yang bahkan sosok entitas tertinggi seperti dewa sekalipun terbunuh. Kala itu sebuah tebasan masif membelah palu milik Thorder berserta tubuhnya. Menjadi saksi betapa kuatnya Manusia dihadapan para Dewa.


Tidak banyak orang yang mengetahui fakta ini. Karena nyatanya semua sejarah yang tertulis dahulu sudah dihapus oleh para dewa atau Archon. Semua orang yang mengetahui fakta ini akan diburu dan dibuat bungkam. Membuat semua sejarah tentang kejadian itu hilang seketika. Tidak ada yang mengetahui bagaimana serta dimana letak para Archon, tapi yang pasti semesta Athanor masih dipegang oleh mereka.


Mendengar itu membuat Zephys termotivasi. Semakin kuat lawannya maka semakin cepat pula ia berkembang. Dan Errol merupakan guru latihan yang terbaik saat ini. Zephys berdiri dengan penuh semangat.


Melihat kondisi Zephys yang sepertinya sangat bersemangat, membuat Errol harus sedikit serius. Errol melesat dan mengarahkan tendangannya kearah leher Zephys. Memang terlihat cepat, namun dengan cekatan Zephys menahannya.


Errol mengeluarkan tendangan dengan kecepatan yang terlampau tinggi, melupakan berat dari sekujur baja yang melekat pada tubuhnya. Rentetan tendangan yang tak ada habisnya datang menghujani.


'Sudah kuduga, dia benar-benar gila!.' Pekik batin Zephys sambil menahan setiap tendangan Errol.


Errol melapisi kakinya dengan energi misterius dan mengarahkan cepat kearah leher Zephys. Tentu Zephys bisa membacanya, ia bermaksud untuk menahan tendangan dengan tangan kanannya. Namun ketika sudah pada titik nol, sebuah kekuatan dan berat yang tidak masuk akal terasa pada tangan kanannya.


Zephys kembali terpental dan menabrak dinding samping ruangan. Jelas rasa sakit terasa, namun yang membingungkan adalah Errol hanyalah Undead berlevel satu, tapi mengapa tenaga serta kekuatannya begitu tinggi?. Zephys cukup kebingungan.


Zephys kembali bangkit, dengan nafas yang memburu Zephys melompat mengambil jarak, mengingat ia terkena serangan telak. Ia mengisi tenaga serta Hpnya menggunakan Potion. Didalam pikirannya ia masih berproses bagaimana cara ia bisa mengalahkan Errol.

__ADS_1


Tidak merelakan begitu saja, Errol kembali meleset dengan satu tendangan kuat, Zephys yang masih belum bisa merespon dengan baik hanya bisa menahannya dengan kedua lengannya. Satu lagi serangan berat Errol memaksa Zephys kembali terpental dari posisinya.


'Apa-apaan ini, semasa hidup dia sekuat apa?'.


Sambil menggerutu Zephys mencoba untuk mempertahankan posisinya. Namun, Errol kembali melesat keatas, ia mengangkat kaki kanannya tinggi. Zephys yang mengetahui arah serangannya seketika bersiap. Errol melesat jatuh layaknya komet hitam, satu serangan kuat dibantu gravitasi mengarah kearah Zephys.


Errol mendaratkan kaki kanannya kearah Zephys layaknya sebuah meteor menghujam tanah. Guncangan dalam ruangan mengempa keras, tanah bergetar serta hampir separuhnya hancur. Sebuah serangan telak mengarah kearah Zephys. Namun apakah Errol mengenainya?.


Errol melirik kearah bawah dan tidak melihat Zephys disana. Ia sedikit menoleh kesamping dan melihat Zephys yang hanya kurang dari jarak beberapa sentimeter. Serangannya bukanlah meleset melainkan, Zephys berhasil menghindarinya dalam waktu yang kritis.


"Mengesankan"


"Keadaan berbalik Errol"


Zephys mengayunkan pukulan mendatar kearah Errol, tentu hal itu bisa dihindari baik olehnya. Tapi itu hanyalah pengalihan semata, sebuah tendangan dari arah berbeda mengarah ke dada Errol. Dengan gerakan sederhana Errol menangkap pergelangan kaki Zephys dan menguncinya.


Tidak khawatir sedikitpun Zephys malah tersenyum. Muncul sebuah balok es tajam ditelapak kaki Zephys, seketika melesat kearah Errol. Merasa terkejut Errol melompat menghindarinya. Diudara Zephys tidak ingin kehilangan momentum.


Ia mengarahkan kedua telapak tangannya. Keluar sebuah rentetan balok es tajam yang menghujani tubuh Errol. Bukan perkara sulit bagi Errol untuk mengatasinya. Ia menendang udara dan membuat sebuah gelombang tajam yang membelah semua balok es milik Zephys.


Salah satu udara tajam mengarah kearah Zephys, tapi dengan kelihaiannya Zephys mampu mengindari serangan itu. Jujur ia sangat terkejut dan bingung teknik apa yang Errol gunakan tadi. Zephys menoleh kebelakang dan melihat sebuah patung prajurit yang terbelah menjadi dua bagian karena udara tajam milik Errol. Zephys hanya tersenyum kecut melihat itu.


"Sepertinya kau menyimpan banyak teknik yang mengerikan Errol."


Tidak ingin terlalu terkesan, Zephys memegang lantai ruangan. Sebuah siasat terfikir di kepalanya, sebuah siasat yang matang sekaligus cukup beresiko. Tujuannya hanyalah mendaratkan satu serangan pada Errol, dan ketika itu berhasil maka pertarungan selanjutnya akan lebih mudah.


"Frost Grab"


Sebuah tangan es besar keluar dari dalam lantai ruangan dan bermaksud menggapai tubuh Errol. Melihat itu, Errol langsung melompat mundur kebelakang. Zephys kembali melesat namun kali ini menjauhi Errol sejauh mungkin, puluhan balok es tajam terbentuk diudara sekitar Zephys, balok itu melesat kearah Errol layaknya proyektil peluru.


Errol menghindari setiap proyektil es milik Zephys. Namun Errol menyadari kalau ada yang Zephys rencanakan. Dan benar saja setiap proyektil es yang berhasil Errol hindari, secara perlahan membentuk Golem es. Melihat itu Errol tersenyum kecut dibalik helm bajanya.


"Tangkap dia Ice Golem!."


Diperintah oleh tuannya, Golem itu mengayunkan dan menangkap tubuh Errol. Mencengkeram kuat agar tidak terlepas dari genggamannya. Melihat itu Zephys tersenyum kecil.


Ia menghimpun tenaga petir pada kedua tangannya. Tenaga itu memancarkan cahaya kuning petir terang, Zephys memadatkan petir ditangannya dan membentuknya menjadi sebuah burung elang. Percikan petir kuning memberontak pada kedua tangannya, tapi itu menandakan sebuah serangan kuat siap untuk digunakan.


Zephys membidik kearah Errol yang sedang tertangkap Golem es dan melesatkan sebuah serangan burung petir.


"Majulah, Thunderbird!."


Burung petir itu mengepakkan sayapnya, melesat begitu cepat layaknya guntur yang menyambar. Sebuah serangan spesial dari Berus. Melihat burung petir yang menghampirinya, tidak membuat Errol khawatir. Ia tersenyum kecil ketika melihat burung petir itu, namun burung petir itu terus melesat dan menyambar Golem es sekaligus Errol.

__ADS_1


Layaknya suara guntur yang menggelegar, begitu pula dengan Thunderbird. Energi petir dalam jumlah besar mengenai Golem es beserta Errol, sebuah serangan yang telak berhasil Zephys lancarkan. Didalam hatinya cukup puas dengan siasatnya yang berhasil. Namun dalam nuraninya merasa kalau siasat yang terbilang sederhana ini bisa mengalahkan Errol?, Ia cukup bingung.


Kumpulan asap tebal menyelimuti area sambaran. Hal itu wajar karena es bercampur dengan petir maka hukum fisika akan begitu, yah mungkin. Tapi yang jelas Zephys berharap banyak dengan Thunderbird.


"Berhasilkah?." Ujarnya


Asap perlahan menghilang. Sosok berarmor hitam tampak tegak berdiri tanpa gangguan, melihat itu Zephys langsung mendecak lidahnya.


"Tidak buruk Zephys, aku menyukainya." Ujar Errol sambil tertawa kecil menanggapi serang petir milik Zephys.


"Kau jauh lebih mengerikan dari yang aku bayangkan Errol. Bagaimana kau bisa bertahan dari salah satu serangan pamungkas ku?." Ujar Errol kebingungan, tanpa bekas yang benar saja.


"Kau harusnya tahu, aku pernah terkena petir jauh lebih kuat dari ini, bukan?." Ujar Errol sambil terkekeh


"Yah, Thorder." Ujar Zephys dan dibalas anggukan kecil dari Errol sebagai konfirmasi.


Tidak dipungkiri bagaimana menyakitkannya petir dari dewa petir itu sendiri. Errol pernah tersambar oleh petir sang titisan dewa petir Thorder, membuatnya sekarat ketika terkena sambaran petirnya. Tapi disisi lain ia malah kebal terhadap petir yang lain, menurutnya tidak ada yang lebih menyakitkannya dari petir Thorder. Petir diantara para Petir, itulah Thorder.


"Tapi kau mengenaiku. Berarti akan aku berikan kelemahanku."


Errol melepas helm bajanya, terlihat ada luka sayat dimata kirimnya, bukan hanya itu Zephys juga melihat luka bakar yang tergambar pada wajah rupawan nya. Errol kembali melepas baja yang berada pada dadanya. Saat itu Zephys menyadari sesuatu yang aneh.


"Itu, Orb?" Ujarnya membuat Errol tersenyum.


Zephys melihat dengan jelas tubuh pucat yang dipenuhi luka bakar yang serius. Ditambah lagi tepat diarea jantung, Zephys melihat lubang yang yang besar. Ia tidak melihat jantung milik Errol, melainkan sebuah Orb berwarna hitam. Hal ini membuat Zephys bertanya-tanya.


"Ini adalah Orb of Creature, karena inilah aku masih hidup sampai saat ini."


Sama seperti Orb of Creation, Orb of Creature merupakan benda kuno yang langka. Melihat dua Orb dalam jangka waktu yang singkat membuat Zephys tidak mampu berkata-kata.


"Jikalau kau bisa menghancurkan Orb ini. Maka Orb ini akan melahap jiwa serta energi kehidupanku dan berubah menjadi makhluk yang tunduk padamu."


Mendengar itu Zephys tertawa kaku. Jujur sebuah kesulitan tersendiri baginya untuk melawan Errol. Walaupun Errol sudah membuka kelemahannya, bukan berarti Zephys bisa meraih kemenangan dengan mudah.


Errol berbeda dengan lawan yang selama ini Zephys hadapi, Goblin King?, Kargalan?, Elemental Cerberus?. Errol jauh lebih segalanya dari mereka, baik itu kekuatan, kecepatan, dan teknik bertarungnya yang begitu elegan. Tapi walaupun begitu Zephys tetap optimis, jujur ia tidak ingin mengecewakan Errol.


"Aku sudah memberi tahu kelemahanku. Sekarang apa kau cukup berani bisa menang melawanku?." Ujarnya. Mendengar itu Zephys tertawa keras sebelum menjawab pertanyaan dari Errol.


"Tentu, karena kemenangan berada pada pihak yang berani!."


________________________


Trivia : Dalam pertarungan, tangan Errol hanya untuk pedang seorang. Dan ketika ia tidak memakai pedang, berarti ia juga tidak memakai tangannya dalam pertarungan.

__ADS_1


Shunizu ba vawhor!


__ADS_2