
Malam dengan cahaya bulan yang menyinari, beserta dengan suara riang serangga berdampingan, walaupun begitu suara langkah kembali terdengar seiringan. Siluet pria berdiri diatas pohon yang begitu lebat, pria itu memandang kearah depan.
Penjaga yang sedang berpatroli, beserta lahan luas bunga berwarna ungu. Siluet itu tersenyum dibalik topeng gagaknya, sedikit berfikir sebelum ia bertindak lebih jauh. Bisa dihitung penjaga ini tidak terlalu banyak namun level mereka cukup tinggi. Zephys bisa melihatnya dengan kasat mata, kalau level diantara mereka sekitar 20an mereka juga mengenakan sebuah topeng masker.
Itu cukup tinggi untuk seukuran NPC yang hidup dikota pemula. Juga Zephys tidak menyangka kota pemula ini penuh akan konflik bisa dibilang ini merupakan sesuatu yang mengejutkan. Walaupun begitu Zephys masih terus berfikir.
“Level mereka cukup tinggi untuk hanya menjaga lahan ini..” Ujarnya dengan sedikit berfikir lurus, hingga pada akhirnya Rodant menyerukan suaranya. “Itu artinya lahan ini cukup penting bagi Black Swan.” Ujar Rodant dan dibalas anggukan kecil Zephys sebagai konfirmasi.
“Yah... Bisa dibilang lahan ini menyokong finansial Black Swan. Dan ketika lahan ini hancur, maka kekuatan mereka akan berkurang drastis. Bagaimanapun juga, uang merupakan penggerak utama.” Ujar Zephys
Tapi walaupun begitu Zephys cukup kagum dengan Black Swan. Menyembunyikan lahan sebesar ini bukanlah hal yang mudah. Tapi apapun itu misi yang dihadirkan masihlah sama, kini Zephys memilih bagaimana cara mengalahkan para penjaga dan membakar lahan ini.
Zephys mengambil revolver namun ia mengurungkan niatnya karena mengetahui senjata ini terlalu berisik. Ia membutuhkan senjata jarak jauh dengan kemampuan yang senyap, karena Zephys sama sekali tidak bisa turun dan mengalahkan penjaga hanya dengan sabitnya.
Sebab, bunga Demiana adalah alasannya. Serbuk sari bunga ini membuat efek mabuk, walaupun efeknya begitu lambat tapi kalau terhirup terus-menerus maka akibatnya akan sangat fatal. Kenapa Zephys mengetahui ini, alasannya sederhana karena ia melihat para penjaga mengenakan topeng masker.
Walaupun ini semua asumsi, tapi Zephys memikirkan hal ini cukup matang.
“Kau butuh senjata jarak jauh?, Mengapa bingung ubah saja diriku menjadi busur atau semacamnya.” Ujar Rodant yang cukup membuat Zephys terkejut.
“Apa bisa...?” Ujarnya tidak percaya, hal ini membuat Rodant menghela nafasnya.
Hingga pada akhirnya sabit yang merupakan Rodant meleleh dan membentuk sebuah busur hitam yang ganas. “Lihat gampang bukan?” Ujarnya angkuh.
Sementara Zephys hanya bisa tersenyum kecut. Walaupun begitu Zephys memegang erat busur yang kali ini Rodant, busur ini terlihat jauh lebih besar dan berat. Namun pegangan dalam jengkal jari begitu nyaman. Zephys hanya bisa menahan perasaan bagaimana mengerikannya Rodant ini.
Sebuah jendela sistem biru mengangetkan Zephys.
“{Bow Assistant aktif 10 Menit}.”
Weapon Assistant, merupakan sebuah fitur yang membuat suatu pemain mampu menggunakan senjata yang tidak berkaitan dengan Class nya. Sebagai contoh Zephys yang merupakan Assassin mampu menggunakan senjata belati atau sabit, namun ia tidak bisa menggunakan senjata diluar Class nya. Zephys bisa menggunakan pedang saat melawan Errol namun itu hanya sebentar, kasus ini sama seperti busur yang Zephys pakai.
“Weapon Expansion.”
Satu portal emas terbuka, Zephys mengulurkan tangannya kedalam. Sebuah quiver dengan banyak anak panah didalamnya. Zephys mengambil salah satu anak panah dan dengan jemarinya yang lemas ia mulai menarik busur.
Zephys mulai membidik salah satu penjaga, ia menarik nafasnya sembari menatap kedepan dengan begitu fokus. Hingga pada akhirnya Rodant bertanya.
“Apa yang kau lihat?” Ujarnya pelan tidak terlalu mau Zephys kehilangan fokusnya.
“Hanya musuh...” Ujarnya pelan.
“Kalau begitu lepaskan.”
Menuruti perkataan Rodant, anak panah itu melesat layaknya proyektil yang cepat. Menembus angin dan menancap tepat didahi sang musuh. Tanpa suara tubuhnya tergeletak tak bernyawa. Ini jauh lebih mudah dari Zephys bayangkan.
Namun ia tidak ingin mengendorkan serangannya, ia tidak mau penjaga lain sampai mengetahui adanya Zephys disini. Ia kembali menarik busur, secara perlahan dan satu persatu anak panah Zephys lepaskan. Tiap dari mereka memakan satu korban, hingga pada akhirnya semua jatuh ketanah.
“Tidak sesulit yang aku bayangkan.” Ujarnya lega
“Semua karena aku!”
Tidak perlu berdebat dengan Rodant yang mungkin tidak akan pernah selesai. Walaupun begitu, Zephys tahu kalau Rodant merupakan senjata yang mengerikan. Kemampuan mengubah bentuk, tidak dapat dihancurkan, serta memiliki dmg yang besar merupakan sesuatu yang layak untuk dipuji.
Walaupun begitu resikonya begitu besar. Zephys masihlah ingat kalau hubungannya dengan Rodant tidak sebaik yang ia rasakan. Melainkan hubungannya seperti teman bermuka dua, akan ada waktu dimana Rodant mengkhianatinya seperti yang para Darkin lakukan.
Dan Zephys tahu Rodant hanya menganggapnya sebagai inang yang indah.
Zephys turun dari pohon dan mulai mendekati lahan bunga itu, dengan menahan nafasnya ia membuka Scroll yang sebelumnya diberi oleh Sarah. Bola api besar keluar dari Scroll itu, Zephys mengarahkan bola api itu kearah lahan.
__ADS_1
Asap hitam perlahan keluar beserta dengan aroma terbakar dari bunga Demiana. Zephys yang segera menjauh dari tempatnya, ia kembali bertengger disebuah pohon yang cukup tinggi. Melihat lahan bunga terkutuk itu terbakar merupakan sebuah sensasi keindahan tersendiri. Hingga pada akhirnya sebuah jendela biru kembali terlihat.
“{Quest berhasil!}.”
Melihat pemberitahuan itu membuat Zephys tersenyum kecil. Cukup mudah bagi Quest dengan tingkat kesulitan B. Zephys menatap kobaran api yang mulai membumihanguskan lahan itu.
“Bagaimana dengan tiruan ku apakah dia berhasil?”
***
1 Jam sebelumnya
“Aku pikir seperti ini...”
Tiruan Zephys atau panggil saja Zephys melukis disebuah kertas putih. Dia menggambar sebuah sketsa jalan mansion cukup besar ini yang merupakan markas dari Black Swan. Dia melakukan ini untuk sekedar mendata jalan serta rute yang paling aman untuk masuk dikemudian hari.
Setelah selesai dengan jalan ini, Zephys kemudian kembali berjalan pelan tentunya dengan Skill Stealth yang merupakan skill dasar seorang Assassin. Penjagaan disini tidak terlalu ketat namun tetap kewaspadaan adalah hal yang penting. Zephys juga menempatkan Jackdaw diatas mansion, untuk sekedar mengawasi berbagai sudut yang tak terlihat.
Waktu terus berjalan dan penjagaan terus menerus menekan. Zephys terus berjalan senyap dengan sebuah peta dan pena sebagai pendataan rute. Zephys bisa melihat berbagai tempat dan tipe penjagaan.
“Ini aneh...”
Zephys sedikit kebingungan, kalau ini merupakan markas utama dari Black Swan mengapa begitu sepi dan senyap?. Zephys masih berfikir, walaupun ini begitu menguntungkan dalam pemetaan namun firasat seperti ini layak untuk dipertanyakan.
Zephys berhenti sejenak mengerti ada sesuatu yang tidak biasa. Ia berdiri dengan telapak tangan menahan dagunya, mencoba berfikir secara teliti karena bagaimanapun juga ia sangat peka dalam hal tidak biasa.
Berfikir sejenak ia mulai mengerti apa yang terjadi. Dengan cepat dia membuka peta yang sembari tadi ia gambar, dengan teliti dia menemukan keanehan. Baru ia sadari kalau ini diluar rencananya, ia tersenyum getir.
“Aku tidak tahu dia sepintar ini...” Ujarnya
Untuk memastikan Zephys melakukan Synchronization dengan Jackdaw yang sedang berada diatap mansion.
Zephys membuka petanya kembali, menyelidikinya dengan seksama dan menemukan hal yang Zephys cari atau mungkin yang dia cari. Tanpa Stealth Zephys berjalan santai, semakin ia berjalan semakin banyak penjaga yang Zephys lihat diberbagai sudut lorong. Namun Zephys tidak menggubrisnya, malah terdengar seperti bodo amat.
Walaupun begitu penjaga yang Zephys lewati bahkan tidak meliriknya.
Setelah berjalan cukup lama, Zephys melihat pintu ruangan yang cukup besar. Melihat dari hasil pemikirannya ruangan ini adalah tujuannya. Zephys membuka perlahan.
Didalamnya meja panjang dengan banyak sekali kursi disela kiri dan kanan. Lukisan angsa berwarna hitam besar, serta lampu mewah diatas ruangan beserta dengan lilin merah anggun menghiasi meja panjang itu.
Zephys melihat sosok pria melihat duduk tidak menghadap Zephys, pria itu menyalakan rokok dengan korek api, menghisapnya panjang dan mengeluarkan asap secara perlahan. Merupakan gestur menikmati secara maksimal sepuntung rokok.
“Kau menyadarinya jauh lebih cepat dari yang aku bayangkan.” Ujarnya masih belum menghadap kearah Zephys.
“Mansion mu cukup besar... Apakah ini asli?” Ujar Zephys mengalihkan pembicaraan.
“Tentu rumah besar merupakan nilai tinggi dari seorang pebisnis.”
Zephys hanya mengangguk pelan. Dia kemudian duduk disalah satu kursi yang berhadapan dengan kursi lawan bicaranya. Walaupun jarak diantara mereka cukup jauh, tapi pembicaraan masihlah terdengar dengan jelas. Jujur Zephys tidak menyangka dirinya akan ketahuan secepat ini.
Pria itu membalikan tubuhnya, setelah jas hitam beserta dengan topi fedora dan mata kiri berwarna hitam pekat. Zephys memperhatikan pria itu dengan seksama, dan mengingat ciri-ciri informasi yang diberikan oleh Sin, pria didepan ini adalah Falconi pemimpin dari Black Swan.
Falconi menghisap rokoknya kembali. Wajahnya terlihat kalem dan begitu santai namun bisa Zephys lihat dengan jelas, Falconi adalah sosok yang berbahaya. Secara penampilan, cara berfikir, serta kemampuan berbicara, dia layaknya Mafia asli.
“Aku dengar kau pintar Zephys.” Ujar Falconi dingin namun tatapannya berubah sangatlah tajam, layaknya mata pemangsa yang sedang memperhatikan korbannya. “Tapi ternyata kau tidak lebih pintar dariku.” Sambungnya.
Zephys tidak tahu bagaimana Falconi tahu namanya. Namun ini bukanlah saat yang tepat, Zephys tetap tenang dan kembali berfikir. Ketenangan dalam menghadapi sesuatu sangatlah penting.
“Topeng mu sangatlah menganggu.”
__ADS_1
Dengan jentikan jari topeng gagak milik Zephys terbakar api merah. Membuat topeng gagak meleleh dan menyebabkan wajah Zephys sepenuhnya terekspos. Walaupun rasa kaget jelas terlihat namun Zephys masih berusaha untuk tidak kehilangan ketenangannya.
“Aku baru datang ke Westburg, masyarakat disini begitu damai dan tenang tapi semakin dalam jauh lebih gelap. Mereka seperti ketakutan.” Ujar Zephys sembari berdiri dari kursinya, ia berjalan mendekat begitu pelan kearah Falconi.
“Dan mungkin kau orangnya.” Sambungnya.
Falconi terlihat tersenyum kecil menanggapi hal itu ia namun Zephys kembali berbicara.
“Rumahmu besar, setelanmu mewah, dan sepatumu bersih, kau pasti punya pengaruh politik yang kuat eh?”
Falconi kembali tersenyum kecil mendengar pernyataan Zephys. Dia kembali menyulut api rokoknya, menikmati setiap helaan asap yang menurutnya adalah yang terbaik.
“Aku seorang pebisnis Zephys dan untuk menjalankan bisnis yang baik memerlukan berbagai tindakan kotor.”
“Aku cukup paham tentang hal itu.”
Tingkah laku serta jenis bisnis yang dijalankan oleh Falconi sangat mirip dengan cara kerja Mafia dan Kartel. Mereka begitu sukses dalam menjalankan bisnis mereka dan rata-rata selalu memiliki profit yang tinggi, dan untuk mencapai bisnis itu tindakan kotor jelas tak terelakan.
Ini begitu menyenangkan jujur bagi Zephys. Kapan lagi ia harus melawan Mafia tanpa resiko kematian?, Karena ia merupakan Immortal Creature maka ini merupakan tameng yang indah.
“Aku dengar kau kuat Zephys, tapi yang kulihat tipuan sederhana itu mampu menipumu. Tapi harus kuakui kau begitu cepat menyadarinya.”
“Lalu?”
Falconi berdiri merapihkan jasnya, ia berjalan kearah Zephys tentunya dengan pelan. Falconi melirik berbagai lukisan didepannya.
“Pemikiranmu tajam namun kurang cepat, pengambilan keputusan yang kau lakukan begitu sederhana dan mudah ditebak.” Ujar Falconi sambil menatap Zephys rendah.
“Mungkin lahan bunga Demiana ku akan terbakar dalam waktu dekat. Dan rekan-rekanmu mungkin berfikir kalau mereka bisa melemahkan kekuatan Black Swan dengan menghancurkan finansialnya. Tapi kalian melupakan suatu hal, finansial bukanlah yang membuat kita kuat.”
“Pengaruh politik maksudmu?”
Falconi mengangguk kecil senang ketika Zephys menjawabnya dengan benar. Falconi kembali berjalan pelan kearah Zephys sambil menghisap perlahan rokoknya.
“Aku bisa saja menghabisi mu saat kau mencoba masuk kesini, tapi kau seorang Immortal Creature membuatku sangat geram.”
Falconi menjulurkan tangannya, sebuah api merah menyambut kedatangan tangannya. Perlahan api merah itu membentuk sebuah topeng gagak milik Zephys yang sebelumnya terbakar habis.
Falconi menyerahkan topeng gagak itu ke Zephys.
“Orang-orangmu mempunyai tradisi dan kehormatan sama seperti kami. Dan aku menyarankan kau melawan kami dengan hormat.” Ujarnya penuh akan wibawa.
Zephys terdiam sejenak, kagum dengan cara berbicaranya yang sangat berat dan berbobot. Ini merupakan pertarungan yang berat. Perbedaan kekuatan diantara mereka terlalu jauh, namun Zephys yang cerdas memiliki sebuah rencana yang tak kalah cerdas.
Zephys kemudian menerima topeng gagaknya. Namun suara dari lawan bicaranya kembali terdengar.
“Tidak ada warga sipil.”
“Dan anak-anak tuan Falconi.”
Falconi tersenyum kecil ia kembali mengulurkan tangannya sebuah gestur jabat tangan jelas Zephys lihat. Tanpa ragu dan bimbang Zephys langsung menjabat tangan Falconi.
Dan dengan senyum yang sangat berarti Falconi kembali berbicara dengan pelan.
“Selamat datang di Westburg Zephys.”
_______________________
Trivia : Dalam semua kerusuhan dikota Westburg nama Falconi selalu muncul.
__ADS_1