
"Huft.. huft.."
Nafasnya berat begitu pula dengan tubuh serta energinya yang begitu terkuras. Matanya menatap tajam kearah depan, sosok manusia atau lebih tepatnya Undead berdiri tanpa ada kekangan terlihat.
___________________
•Errol - The World Strongest Swordsman
Hp : 94%
___________________
Zephys hanya mengeluh lelah. Serangan, taktik, serta strategi penuh miliknya tidak begitu berarti besar. Semuanya dibalas mudah, tidak terlalu berkesan bagi Errol. Tapi jujur dengan berbagai kegagalan strategi yang sembari ia terapkan, membentuk sebuah pelajaran khusus bagi Zephys.
"Selanjutnya apa yang harus aku lakukan Errol?, Aku cukup muak setelah semua strategi ku gagal."
Tidak peduli apa yang Errol pikirkan kepadanya, tapi Zephys sangat muak dan kesal dengan kegagalan yang bertubi-tubi. Membuat Errol tersenyum kecil, ia menganggap Zephys seperti anak kecil yang kesal dengan latihannya yang tidak memperlihatkan hasil.
Namun itu berkebalikan sepenuhnya. Dimata sang kapten, Zephys berkembang pesat. Baik itu tentang kemampuan serta fokusnya, hanya saja ia merupakan lawan yang berbeda kelas dengan Zephys. Saat ia melawan musuh yang selevel dengannya maka ia akan tahu hasil latihannya.
Tidak menjawab pertanyaan Zephys, Errol kembali mengeluarkan pedang hitam panjangnya. Dan dalam satu tarikan panjang ia menebas kearah Zephys, gelombang tebasan angin melesat cepat. Walaupun cukup mengejutkan Zephys mampu menghindarinya.
Gelombang itu memenggal leher salah satu patung prajurit, Zephys cukup terkejut dengan serangan yang tiba-tiba. Namun Errol menatapnya berbeda,
"Cukup latihannya, sekarang waktunya kau membuktikan layak atau tidak kau itu."
Zephys langsung bersiap, namun kilatan cepat menyambarnya. Zephys menahan laju pedang hitam dengan Berus. Suara benturan logam terdengar cepat, logam hitam serta baja hidup dari Berus berbenturan hebat. Percikan api terlihat begitu samar.
Zephys tertekan dan memilih mundur mengambil jarak, namun Errol tidak membiarkannya begitu saja. Errol membentuk pedang angin diudara dan melesat kearah Zephys. Diam merupakan hal yang bodoh, dengan hawa dingin Zephys menyentuh tanah.
"Ice Wall!."
Dinding es muncul dari dalam tanah, memblokir setiap pedang angin milik Errol. Kilatan hitam muncul dibelakang punggung Zephys. Namun Zephys sudah memperkirakan itu setelah melihat kebiasaan Errol.
Errol menginjak sebuah lapisan es dan seketika tombak es panjang keluar dari lapisan itu menuju kearah jantung Errol. Cukup terkejut namun tidak cukup kuat untuk sekelasnya, Errol menebas tombak es tersebut hingga hancur menjadi butiran debu es.
Zephys langsung melayangkan tendangan kearah jantung Errol, karena melihat momentum yang bagus. Zephys sengaja membuat tombak es tadi sedikit lebih rapuh agar mudah hancur, dan ketika hancur maka akan membuat debu es yang akan menghalangi pandangan Errol.
Namun jika begitu sederhana maka dari awal Errol telah kalah melawan Zephys. Menggunakan pangkal pedangnya, Errol menahan tendang Zephys dengan sempurna. Zephys berdecak kesal namun ini bukanlah akhir, pertahanan Zephys terbuka lebar. Memanfaatkan momentum, Errol menusuk perut Zephys tanpa perlawanan.
"Kuh..!"
Erangan kesakitan terdengar pelan, ia sedikit melirik parameter hpnya
______
•Zephys (47%)
__ADS_1
______
'Kalau begini terus aku lah yang terpojok!, Apa yang harus aku lakukan?.'
Sambil menahan sakit, Zephys memutar otaknya sedikit. Ia memegang pedang hitam, dengan hawa dingin yang terus ia tumpuk. Es keluar dari telapak tangan dan membekukan pedang hitam. Melihat itu Errol cukup khawatir, ia mencoba menarik pedangnya namun percuma, karena pedangnya telah sepenuhnya membeku. Es itu menyebar cepat hingga menutupi keseluruhan tubuh Errol.
Zephys tersenyum puas, walaupun esnya tidak cukup kuat menahan Errol. Namun setidaknya memberikannya sedikit waktu. Es keluar dan membentuk sebuah Golem.
"Maju Ice Golem!."
Mendengar perintah tuan-nya, ia langsung mengeratkan genggamannya dan memukul telak. Dentuman keras menghantam Errol dan membuatnya terlempar begitu hebat untuk pertama kalinya. Zephys merampas pedang hitam milik Errol yang terlepas dari tangannya. Dengan sedikit ayunan semua es yang menempel hilang sepenuhnya
___
•Night Sky
Cerminan dari langit malam. Bilahnya telah terkontaminasi energi Ki dalam jumlah tak terbatas.
Level : 1
Klasifikasi : The Black Weapon
Tipe : Longsword
Tipe Senjata : Growth Weapon
Dur : Tidak terbatas
Skill : (Level belum memenuhi)
___
Zephys terkejut ketika melihat status pedang milik Errol, tapi sekarang bukanlah waktu yang tepat. Zephys langsung melesat kearah Errol yang sedang bangkit. Zephys mengayunkan pedang hitamnya, melihat itu Errol langsung bangkit dan mulai bersiap.
Rentetan tebasan hitam mengarah kearah Errol. Namun dengan pergerakan yang indah, ia mampu menghindari semua tebasan pedang milik Zephys, membuatnya begitu frustasi.
"Melawan ahli pedang dengan pedang, eh?."
"Persetanan!."
Tanpa seni dan keindahan, Zephys menyerang Errol dengan brutal dan bringas yang merupakan gaya bertarungnya. Namun yang jelas, setiap dari mereka sangat efektif dan presisi. Walaupun serangan Zephys tersebut mengarah presisi ke jantung Errol namun setiap gerakannya mampu Errol atasi.
Sebagai ahli pedang terbaik, Errol tidak terlalu kesulitan menghadapi rentetan serangan pedang, justru ia merasa risih terhadap berbagai macam serangan yang terkesan nyeleneh yang Zephys keluarkan. Ia memadatkan angin dan membentuknya menjadi sebuah pedang. Pedang hitam tertahan oleh pedang angin yang Errol ciptakan.
"Kau mengingatkanku pada orang yang sangat aku benci."
"Apakah permainan pedangku seburuk itu?."
__ADS_1
Errol menghempaskan tubuh Zephys dengan dorong kuat pada pedangnya. Ia tidak menyangkal kalau permainan pedang Zephys buruk, namun ia juga tahu kalau dilihat dari persepsi yang lain, permainan Zephys begitu bagus. Setiap dari tebasan-nya begitu bebas dan tidak terkait aturan berpedang.
Kalau saja bukan Errol lawannya maka setiap musuhnya akan kesulitan menghadapi rentetan tebasan dari permainan Zephys yang begitu bebas. Tidak terarah, presisi yang tinggi, serta gerakan yang berubah serta acak membuatnya sulit untuk ditebak. Dibalik permainan pedangnya yang brutal dan bringas, masih ada keuntungan didalamnya.
Zephys kembali melesat, sebuah tebasan horizontal mengarah tajam. Errol menahan serangan itu dengan pedang angin miliknya, Keduanya saling menyerang satu sama lain. Namun Zephys lah yang paling banyak merasakan tekanan. Melawan ahli pedang dengan pedang adalah sebuah kebodohan.
Pedang hitam tertahan manis oleh pedang angin Errol. Ia kemudian melemparkannya ke udara. Membuat Zephys mendecak lidahnya. Tidak kehilangan akal, Zephys langsung melompat dan menggapai pedang hitam. Ia membidik kearah Errol dan segera melemparkannya. Melihat itu Errol seketika mundur
"Setidaknya pakailah pedang kesayangan ku dengan benar!." Ujar Errol kesal karena pedang kesayangannya diperlakukan seperti pedang sekali lempar.
Tidak menghiraukannya Zephys mendarat dipangkal pedang hitam. Ia kembali menyerang namun kali ini lebih cepat dan bringas daripada sebelumnya. Mata Zephys berbeda dari sebelumnya, ia kembali fokus pada titik yang begitu ekstrim. Benar, Mode F.
Dengan tangan kanannya sebagai tumpu, Zephys memutar pedangnya secara vertikal layaknya kincir. Bilah tajamnya dengan bringas memangkas udara, pedang angin menahannya namun jelas perbedaan kelas dari keduanya senjata mereka berbeda.
Bilah hitam mengikis bilah udara padat. Errol mulai mundur, namun Zephys tidak membiarkannya begitu saja. Zephys melompat dan melancarkan tebasan vertikal, Errol segera bersiaga. Namun itu hanyalah pengalihan semata, Zephys menancapkan bilah hitamnya ketanah.
"Acrobatic Art Series." Zephys menerjang dengan kaki yang telah ia perkuat. Sebuah tendangan mengerikan mengarah pada leher Errol. Tentunya ia tidak berdiam diri, ia mengambil sikap bertahan. "Series One : Enrage!."
Tenaga begitu besar terasa pada lengan kokoh Errol, namun untuk kekuatannya yang sekarang ia masih belum cukup kuat untuk meredam tendangan mematikan milik Zephys. Alhasil ia terlempar dan membentur dinding ruangan dengan keras.
Melihat itu Zephys mencabut pedang hitam dan melemparkannya kearah Errol. Pedang itu melesat cepat dan menusuk perut Errol, rasa sakit jelas terasa. Namun ini akan jauh lebih sakit karena pedang hitamnya memaku dirinya.
Errol berusaha untuk mencabut bilah hitamnya namun Zephys tidak membiarkannya. Ia melesat dan memegang pangkal bilah hitam, ia menatap mata Errol yang kesakitan.
"Maaf Errol ini kemenangan ku."
Zephys menekan bilah hitam dan menanamkannya jauh lebih dalam, erangan kesakitan terdengar jelas. Namun Zephys kembali menanamkannya jauh lebih dalam. Ia kemudian melihat Hp milik Errol.
___
•Errol - The World Strongest Swordsman
Hp : 9%
___
Zephys mengambil Orb of Creature yang terpasang pada dada Errol, namun ketika ia hendak mengambilnya suara tertawa kecil Errol memecah situasi. "Tidak secepat itu, Zephys." Ujarnya, membuat Zephys bingung sesaat namun tidak lama kemudian pergerakan angin serasa aneh dan acak. Merasakan itu menambah bingung Zephys, diantara itu Errol tersenyum kecil.
"Ki Domain!." Teriaknya
Tidak ada yang terjadi, namun secara perlahan sesuatu yang mengerikan terjadi.
______________________
Trivia : Black Weapon merupakan klasifikasi pedang kedua dari tertinggi
Min chonghoran iwing!.
__ADS_1
We Stronger Together!.