
Seorang pemuda duduk disebuah cafe kopi yang banyak digemari oleh anak muda sebagai tempat nongkrong. Sekarang hari Minggu, hari libur yang banyak sekali mendambakannya. Sewajarnya, cafe kopi ini sudah ramai dikunjungi oleh anak muda untuk bersosialisasi. Begitu pula dengan Diaz.
Diaz dengan tampilan baju kasualnya duduk disalah satu kursi. Penampilannya cukup sederhana bagi sebagian orang, namun bentuk tubuhnya yang dibentuk secara rutin membuatnya cukup menjadi daya tarik bagi kaum hawa disana.
Diaz sedikit memainkan ponselnya untuk sekedar membuang bosan karena ia sedang menunggu seseorang. Ia membuka Athanor Guest untuk sekedar mengecek akunnya.
Jujur pendapatan Diaz menjual berbagai macam equipment dan potion sudah pada titik yang lebih dari cukup. Diaz juga mencapai prestasi yang cukup gemilang bagi seorang pedagang. Menjadi seorang supplier yang sangat dipercaya merupakan hasil kerja kerasnya.
Kini Diaz juga sudah hidup berkecukupan setidaknya lebih baik dari sebelumnya. Namun, jelas masih belum cukup ketika ia berbicara tentang masa depannya atau tentang keluarga. Walaupun begitu optimis dan keyakinan merupakan hal yang penting untuk mencapai taraf hidup itu.
"Hm.."
Deru mesin mobil sport terdengar nyaring disetiap sudut jalanan. Menarik perhatian seluruh orang dicafe tersebut. Diaz yang mendengar itu, segera mematikan ponselnya karena orang yang ia tunggu akhirnya sampai.
Sosok pria berjas keluar dari mobil sport mewah itu. Ia berjalan memasuki cafe dan duduk didepan Diaz. Membuka kacamata hitamnya dan segera memberi salam hangat.
"Sudah lama?." Ujarnya ramah sambil tersenyum. "Santai, baru lima menit."
Pria itu duduk dan memesan kopi hitam tanpa gula seperti biasanya. Ia melepas jas hitam yang ia pakai dan hanya menyisakan kemeja putih. Ia mempernyaman posisi duduknya sebelum memulai pembicaraan.
"Jadi?." Ujarnya gantung, Diaz menghela nafasnya sebelum mempertanyakan hal yang menjadi topik utama. "Jadi, apa yang terjadi dengan akun ku?." Ujar Diaz
Reno melirik kearah Diaz, tatapan mata penuh arti ia keluarkan. Diaz mengerti akan tatapan itu, tatapan ketika seorang kakak yang sedang mempermainkan seorang adik. "Entahlah, mungkin akun mu telah di ban." Ujarnya sambil tersenyum kecil.
Diaz menarik nafasnya lelah, "Serius lah sedikit, Master. Ini soal uang yang harus aku perjuangkan."
Benar, penghasilan utama Diaz berada pada Athanor Online. Pencapaian rupiahnya juga sudah pada titik melebihi karyawan kantor perbulannya. Akunnya Zephys, juga memiliki potensi yang besar untuk menjadi pemain terbaik. Bukan tidak mungkin Diaz bisa mengikuti turnamen tinggi dengan akunnya.
Walaupun terpaut level yang jauh, namun Diaz bisa menjamin dalam waktu dekat ia bisa menutupi jarak itu. Dan juga, ia ingin menjadi seorang kuda hitam yang akan menghancurkan tahta pemain terkuat yang selama ini dipegang oleh Sancaka.
Reno hanya tersenyum culas. Zephys, akunnya Diaz memang mengalami bug saat ia mengambil belati atau pusaka Nakroth itu. Tapi yang Diaz tidak tahu adalah, Mengapa?. Baik sistem serta server Athanor Online adalah dewa dari segala dewa. Menampung banyak sekali player dalam waktu bersamaan adalah bukti keperkasaannya.
__ADS_1
"Alasan mengapa akun mu mengalami bug adalah, karena kau mengambil sesuatu yang terlarang dan belum bisa terbaca oleh sistem." Ujarnya. Diaz memiringkan kepalanya, "Maksudmu belati berkarat itu?." Ujarnya dibalas dengan anggukan kecil dari Reno.
Meminum sedikit kopinya ia kembali melanjutkan percakapan.
"Kau masih ingat sebelum chapter terakhir di Antharis Online."
Diaz mengingat kembali game yang lawas itu. Sebuah ingatan muncul dipikiran. Diaz tidak terlalu ingat chapter tersebut karena sudah sangat lama, tapi ia masih mengingat kronologi besar di game Antharis Online tersebut yang merupakan Prequel dari Athanor Online.
"Maksudmu Chapter Primordial Has Fallen, dan The Dark Lord Reborn?." Ujarnya ragu, Reno tersenyum kecil ketika Diaz masih ingat chapter tersebut.
"Benar-", Reno kembali meminum kopi hitamnya untuk sedikit melegakan tenggorokan yang cukup kosong. "Kau masih ingatkan The Black Mage Lorion yang membangkitkan 3 soul pilar, dan membuat setengah altar keramat di kekaisaran Shurima hancur?." Ujarnya.
Diaz kembali mengingat kejadian itu, ia masih ingat dimana ini adalah awal dari peperangan besar. Yang disebut perang Dewa dan Iblis kedua. "Ya aku masih ingat, tapi bukannya Lorion telah dikalahkan oleh Darcy?." Ujar Diaz
"Darcy tidak mengalahkan Lorion, melainkan menyegelnya didalam dimensi kekosongan-" Ujarnya sambil kembali meminum kopi hitamnya, ia sepertinya tidak merelakan kopi hitam dingin begitu saja. "Walaupun begitu Darcy juga ikut tersegel di dimensi kekosongan karena tarikan dari Black Mage Lorion yang terlalu kuat." Ujar Reno.
Terlalu banyak informasi yang Diaz terima disini. Darcy, merupakan murid kepercayaan sang Black Mage Lorion. Tapi karena suatu alasan ia memilih untuk mengkhianati gurunya tersebut. Niat Lorion adalah menguasai dunia dan membuktikan Sihir hitamnya adalah yang terkuat. Dan itu, adalah hal tidak disukai oleh Darcy.
Walaupun begitu ia masih tidak cukup kuat untuk menghentikan niat jahat sang guru. Karena Darkin Blade milik sang guru sangatlah kuat. Hingga disuatu labirin ia menemukan sebuah kekuatan. Jika Darkin Blade berbentuk senjata maka ini berbentuk jiwa, Yaitu Aspect Of Void.
Pertempuran mereka di Reruntuhan altar keramat Shurima sangat lah panjang dan terkenal. Dengan susah payah Darcy mengalahkan Lorion, namun ia juga terkena imbasnya karena ia juga tertarik dan terjebak di dimensi kekosongan miliknya. Namun itu adalah hal yang mudah baginya, ia yang menciptakan dimensi ini maka bukanlah hal yang sulit baginya untuk keluar dari dimensi kekosongan ini.
Tapi inilah awal mulanya perang akbar terjadi kembali. Karena bukannya hanya Lorion dan Darcy saja yang terkurung di dimensi itu. Dengan senyum getir Diaz bertanya. "Volkath bukan begitu?." Tersenyum kecil, Reno menjawab. "Tepat!.".
"Saat Darcy keluar dengan portal dimensi, Volkath yang berada di dimensi yang sama juga ikut keluar bersama Darcy, tentunya dengan senyap."
Tapi mengapa Volkath berada didalam dimensi itu?.
"Di prolog Antharis Online, kau seharusnya tahu kalau Volkath gagal di invasi pertamanya. Karena sebuah anak panah berisi kekuatan magis pohon Yggdrasil Dari sang ratu elf Tell Annas, menghujam tepat di jantung Volkath." Ujar Reno sembari melirik karena ada tatapan kaum hawa yang sepertinya tertarik dengan penampilan ia dan Diaz.
"Dan pohon Yggdrasil merupakan salah satu sumber kekuatan tak terbatas di Athanor. Hanya dengan informasi ini, seharusnya kau bisa mengisi berbagai plot hole yang ada di Antharis Online."
__ADS_1
Diaz tersenyum kecil. Informasi yang menarik ia dengar disini, berbagai plot hole yang ia tidak pahami dulu sekarang bisa ia buat spekulasi. Memang terdengar acak, namun Diaz bisa mengurutkan berbagai kejadian menjadi satu atau lebih kemungkinan.
"Dan satu hal lagi Diaz, kau seharusnya tahu. Semua ras merupakan Villain utama di Athanor Online, dan hanya sudut pandang pemain lah yang mengetahuinya."
Diaz tersenyum kecil, jika memang yang selama ini ia pikirkan tentang sudut pandang pertama dari Aspect Of Light di Antharis Online. Maka, ada sangat banyak plot twist digame tersebut. Apakah para Archon atau dewa benar-benar bijak?, Atau malah menggunakan otoritasnya yang tinggi untuk menindas mereka yang dibawah?.
Apakah para Noctrune merupakan sebuah revolusioner, jika mengesampingkan kekejaman mereka?. Semua tergantung sudut pandang pemain tersebut. Tidak ada ras yang bersih, semuanya munafik. Memakai topeng untuk menutupi wajah yang sebenarnya, atau tidak malu memakai wajah yang sebenarnya, karena memakai topeng merupakan hal yang menjijikkan.
Diaz tersenyum kecil,
"Jadi pemain lah yang menentukan jalan cerita kali ini?." Ujar Diaz dan dijawab anggukan kecil dari Reno.
Diaz meminum kopinya, dan kembali ke topik utama
"Jadi alasan mengapa akun ku terkena bug, itu karena senjata milik Nakroth merupakan Darkin, dan sistem dari Athanor Online belum bisa membacanya, bukan begitu?."
"Benar, Darkin. Dan aku peringatkan kau Diaz, jika kau berhasil menarik senjata Darkin. Maka ada dua kemungkinan. Kau mengendalikan senjata itu, atau senjata itu yang mengendalikan mu."
"Dengan kata lain, pedang bermata dua."
Pada dasarnya Darkin merupakan senjata hidup. Nakroth berhasil menguasai secara penuh Darkin miliknya yaitu Rodant. Berbeda dengan Diaz atau Zephys, bisa dilihat lengan kanannya berubah menjadi iblis. Dan itu menandakan bahwa Darkin telah menguasai lengan kanan Zephys.
Banyak makhluk kuno yang menginginkan Darkin. Tapi bukannya menguasainya, mereka malah menjadi inang dari Darkin tersebut. Bahkan orang seperti Volkath dan Bright saja tidak mampu menguasainya.
"Apa lagi yang ingin kau tanyakan Diaz?."
"Yah, aku pikir itu sudah lebih cukup. Dan terimakasih untuk informasinya, dengan ini aku mengerti mengapa Liontin milik Nakroth sangat dicari oleh Noctrune." Ujar Diaz tersenyum kecil, dan dengan senyuman lebar Reno menjawab
"Kedepannya akan ada musuh yang lebih bringas, Zephys. Kau harus bersiap." Ujar Reno
Alasan mengapa Noctrune sangat menginginkan liontin milik Nakroth ialah, karena liontin itu pecahan dari Dark Andura Stone. Yang merupakan sumber kekuatan. Sang Dark Lord, Volkath.
__ADS_1
________________________
Trivia : Volkath dan Lorion merupakan rival ketika berada di akademi sihir Archon.