Athanor Online : Monarch Of War

Athanor Online : Monarch Of War
Black Swan


__ADS_3

Westburg memiliki kota indah peradaban pertengahan, dengan berbagai makanan lokal yang lezat, beserta dengan ramahnya para penduduk. Setidaknya itulah yang semua orang tahu, namun dibalik itu semua. Ketika seseorang masuk jauh lebih dalam, maka sesuatu yang tidak bisa dipercaya jelas membuat mereka tercengang.


Westburg memiliki satu walikota, namun jauh kedalam terdapat satu pemimpin lagi. Sebuah perserikatan kriminal yang berbasis pada satu organisasi, mereka menyebarkan teror serta ketakutan disisi lain kota. Mereka bergerak pada malam hari, dalam gelapnya langit malam mereka mulai menunjukan kebengisan mereka.


Meneror, merampok, serta membunuh seseorang yang menurut mereka adalah ancaman. Jarang ada yang tahu siapa mereka, tapi yang pasti mereka merupakan sisi lain dari kota indah Westburg ini. Cukup beberapa orang yang tahu, mereka adalah Black Swan.


“Black Swan, kah? Kau ingin aku lakukan apa?” Ujar Zephys beserta dengan ketukan ringan pada mejanya, merupakan gestur tubuh yang serius.


Sin tidak langsung menjawab. Layaknya Black Swan, Sin juga kekurangan informasi tentang Zephys. Jika ingin bekerja sama maka Sin harus mengetahui segala kemampuan dari rekannya oleh karena itu Sin kembali bertanya.


“Pertama, aku ingin lihat kemampuanmu.” Ujarnya


Zephys mengangguk mengerti, beserta dengan nada yang cukup bersahabat ia menjawab.


“Aku adalah Assassin, aku bisa melakukan semua hal tentang Assassin.” Ujarnya percaya diri


Sin cukup terkejut, Assassin merupakan sebuah Class yang benar-benar digunakan untuk menyelinap, mengambil informasi, serta membunuh target dengan siasat yang matang. Namun, mengapa seorang Assassin mampu bertarung dengan begitu hebat dalam pertarungan tangan kosong. Sin hanya tersenyum pahit.


Walaupun begitu, Sin cukup mengerti. Jika benar Zephys merupakan Assassin yang handal, maka ini membuat rencana nya semakin matang. Tapi walaupun begitu, ia masihlah ragu. Karena bagaimanapun juga, Assassin yang ia butuhkan adalah Assassin yang benar-benar berbakat. Melihat wajah ragu Sin, membuat Zephys sedikit bingung.


“Kau keluarkan energi kegelapan milik Kayn, itu sudah cukup untuk membuatnya percaya.” Ujar Rodant.


Zephys cukup terkejut dengan perkataan tiba-tiba Rodant. Sebelumnya Rodant tidak pernah berbicara semenjak ia kalah bertarung melawan Sin, apakah ini sebuah kekecewaan? Zephys masih belum mengerti.


Zephys menuruti keinginan Rodant, energi kegelapan keluar perlahan dari tubuhnya. Segera menyelimuti seluruh tubuh Zephys layaknya zirah, beserta dengan peningkatan inderanya Zephys tersenyum kecil melihat Sin.


Kayn lahir di Lonia. Sudah tidak diragukan lagi Kayn merupakan sosok yang kuat atau populer. Itu sebabnya ia termasuk dalam klasifikasi Hero Return. Dan jika benar Sin dibesarkan di Lonia, maka energi gelap ini jelas tidaklah asing.


Dan benar saja, dalam energi gelap yang menyelimuti tubuh Zephys. Dalam matanya Sin, ia melihat corak kegelapan membentuk sebuah siluet. Rambutnya panjang beserta dengan sabit besar yang terduduk pada bahu pria itu. Sin tersenyum kecil menyadari siluet siapa itu.


Sebuah jendela biru kembali terlihat.


“{Relasi dengan Sin meningkat 50 Point.}, {Relasi Sin, 50/100 Stranger}”


Zephys cukup terkejut dengan kenaikan relasi yang tiba-tiba, namun perkataan Sin selanjutnya membuyarkan lamunan Zephys.


“Aku rasa tidak perlu lagi menanyakan kemampuanmu.” Ujar Sin percaya diri.


Jika benar Sin mengetahui tentang Kayn, maka berapa umur Sin sebenernya?. Zephys sebenarnya ingin menanyakannya, namun serasa tidak sopan kalau menanyakan umur seseorang. Terutama seorang wanita.


“Kembali lagi, kau ingin aku lakukan apa?” Ujar Zephys memastikan.


“Mencari Informasi.” Ujar dengan senyuman kecil.


Zephys mengangguk pelan sebagai konfirmasi. Dalam suatu sengketa informasi merupakan sebuah kekuatan. Dimana informasi mampu membuat sebuah skema serta berbagai macam keputusan kronis. Apalagi dalam sebuah keadaan yang penting.

__ADS_1


Zephys paham tentangnya yang merupakan Assassin. Jikalau ia tidak mencari informasi, atau malah langsung menyerang maka hanya kekalahan yang terlihat. Banyak yang meremehkan sebuah informasi. Padahal informasi sangatlah penting, kekuatan musuh, tempat serta tata letak markas musuh, sosok terdekat musuh, dan kebiasaan musuh. Merupakan sebuah informasi yang mahal.


Zephys tersenyum kecil, melihat Sin merupakan orang yang cerdas. Tapi ada kejanggalan dalam kasus ini.


“Kamikaze merupakan salah satu Clan Ninja terkuat bukan? Mengapa kau tidak menyusup sendiri?, Kau kan Ninja.” Ujar Zephys heran. Sin hanya tersenyum pahit, memang dasarnya begitu namun berbagai hal dimasa lalu cukup membuatnya bergetar. “Aku hidup lama di Lonia.” Ujarnya pelan.


Zephys menatap sebentar Sin, dengan berbagai deduksi. Zephys menyimpulkan bahwa ada hal yang disembunyikan oleh Sin, namun selayaknya rahasia wanita, Zephys tidak ingin menanyakan lebih jauh.


“Sebelum itu, aku akan memberikan informasi yang aku kumpulkan.” Ujar Sin mencoba mengalihkan pembicaraan, Zephys tidak ingin terlalu mengulik masa lalu Sin. Dia hanya mengangguk kecil sebagai konfirmasi.


“Pertama ketua Black Swan adalah Pria dengan setelan jas hitam dan putih, dengan warna mata sebelah kiri berwarna hitam keseluruhan. Namanya adalah Falconi.” Ujar Sin berserta menunjukan sebuah foto tak berwarna, namun masih jelas bisa Zephys lihat.


Setelahnya, Sin kembali mengambil sebuah foto tak berwarna dari dalam sakunya. Sebuah foto wanita terlihat.


“Kedua sekertaris dari Falconi adalah seorang wanita dengan kemampuan tangan kosong yang tinggi, ia bernama Tina.” Ujar Sin berserta dengan menunjukkan foto tak berwarna tersebut.


“Namanya begitu imut, berbanding terbalik dengan penampilannya.” Ujar Zephys spontan.


Walaupun tak berwarna, bisa Zephys dengan jelas wanita itu sangatlah berotot. Wajahnya begitu garang, berbagai tato dan tindik tertancap di bagian tubuhnya, otot yang penuh akan urat yang mungkin jauh lebih banyak dari kebanyakan laki-laki. Sin hanya tertawa kecil ketika mendengar ucapan spontan Zephys. Namun ia kembali melanjutkannya.


Sebuah foto kembali terlihat.


“Ketiga adalah ajudan serta tangan kanan Falconi. Dia merupakan seorang Immortal Creature, seorang pria dengan senjata tombak dan tameng, beserta dengan helm perang berwarna emas. Namanya Atreus.”


‘Spartan..’ Batinnya.


Tombak dan tameng, pria dengan bentuk tubuh bagus, bertarung tanpa memakai armor, serta helm perang ikonik. Jelas nama Spartan spontan Zephys sebutkan. Berdasarkan penampilan nya, Zephys merasakan kalau Atreus cukup kuat.


Zephys baru berlevel 15, namun jika berpatokan pada stat yang Zephys miliki maka ia sudah berada pada level yang cukup. Apalagi Westburg merupakan salah satu kota pemula jadi tidak menutup kemungkinan kalau para pemain baru berlevel 10 atau lebih rendahnya. Walaupun begitu Zephys harus tetap waspada.


“Kalau begitu markas mereka?” Ujar Zephys


Sin kemudian mengambil peta dibawah meja, membukanya dan menunjuk kearah tepat yang telah dilingkari. “Disini, jaraknya kurang lebih 5Km dari sini.” Ujarnya.


Zephys mengangguk pelan, tidak menyangka kalau jaraknya tidak begitu jauh. Tapi suara Sin kembali terdengar.


“Markas mereka dijaga cukup ketat dengan formasi tempat yang begitu rumit. Aku pernah memasuki markas itu tapi aku belum sempat memetakannya.” Ujar Sin dengan tarikan nafas.


Zephys mengangguk kecil, memang memasuki markas musuh seorang diri begitu sulit. Jika menganalisis perkataan Sin, bisa disimpulkan markas mereka cukup besar dengan berbagai kesulitan. Walaupun menyelinap kesana bisa membawa keuntungan namun sangatlah beresiko.


Zephys sedikit berfikir, hingga pada akhirnya ia menemukan sebuah solusi. Dengan senyuman yang cerah ia berkata.


“Living Shadow.”


Kegelapan kembali menyelimuti tubuh Zephys. Beserta raut wajah terkejut milik Sin, kegelapan itu merayap menelusuri tubuh Zephys. Hingga pada akhirnya, kegelapan itu tumbuh disamping Zephys, membentuk sebuah tubuh mirip dengan Zephys. Tiada cacat dan cela, bahkan pakaian pun sama seperti dengan apa yang Zephys pakai.

__ADS_1


Baik Sin dan Zephys terkejut melihat ini.


“Apa tugas ku?” Ujar bayangan tidak mungkin Zephys kedua.


Zephys tidak menyangka tiruannya begitu nyata, walaupun kekuatannya berkurang setengah namun ini merupakan pertukaran yang sangat menguntungkan. Zephys kemudian menunjuk salah satu tempat dipeta yang merupakan markas Black Swan.


“Selidiki tempat ini, dan lebih baik kau harus menghafal berbagai letak serta sudut ruangan yang penting.” Ujar Zephys pada tiruannya.


“Baiklah, aku bisa melakukannya.” Ujar tiruan Zephys.


Walaupun begitu ini terlalu beresiko untuk tiruan Zephys. Ia kemudian berfikir cukup keras, untuk menyusup ke sebuah markas ia membutuhkan mata lain diatas udara untuk melihat berbagai sesuatu yang tidak bisa ia jangkau. Tiruan Zephys tersenyum kecil, kemudian ia mulai bersiul.


Layaknya dipanggil oleh tuannya, Jackdaw yang merupakan burung peliharaan Zephys datang entah darimana. Ia hinggap pada pundak tiruan Zephys.


“Boleh aku membawanya?” Ujar tiruannya. Zephys mengangguk pelan namun pemikirannya kembali bergerak. “Jackdaw tidak cukup, kau perlu Micah.” Ujar Zephys.


Namun tiruannya menggeleng kepala cepat, terlalu banyak orang dalam menyusup tidak terlalu bijak. Zephys mengerti arah pemikiran tiruannya.


“Pergilah pastikan kau membawa berita bagus.”


Tiruannya hanya mengangguk sebagai konfirmasi dan mulai berjalan keluar beserta dengan Jackdaw yang bertengger pada pundaknya. Sementara Sin yang cukup terkejut dengan ini hanya bisa tersenyum canggung. Namun dalam hatinya terasa sebuah kemampuan yang begitu nostalgia.


“Apa tidak apa-apa membiarkannya tidak bersenjata?” Ujar Sin yang justru membuat Zephys tercengang.


Mengapa pemikiran dasar ini ia lupakan. Zephys tidak percaya ia melupakan hal yang terpenting, ia memiliki Rodant tapi tiruannya?.


“Tidak perlu dikhawatirkan, percaya pada bayanganmu. Secara tidak langsung dia itu adalah kau.” Ujar Rodant.


Zephys hanya menghela nafasnya. “Dia pasti baik-baik saja.” Ujarnya


“Lalu apa yang kita lakukan? Bukankah kita kekurangan orang?” Ujar Zephys dengan pemikirannya.


Dua orang menghancurkan satu sindikat organisasi? Bukankah itu terlalu naif. Namun Sin menanggapi itu dengan senyum percaya diri. Ia kemudian menunjuk kearah tempat dipeta. Zephys memerhatikan itu.


“Rumah bordil?”


“Aku mempunyai kenalan disana, dia mungkin mempunyai informasi bagus.”


Zephys mengangguk pelan, mengerti kalau ini merupakan langkah yang baik. Namun Zephys mengangguk pelan. Menyadari kalau ini merupakan langkah yang bijak, menggali informasi yang banyak merupakan salah satu cara untuk meningkatkan presentase kemenangan.


“Baiklah ayo ke rumah bordil.”


_________________________


Trivia : Living Shadow merupakan Skill yang membuat Clone pengguna. Dengan setengah kekuatan untuk dibayar, dia menyalin tubuh dan equipment milik pengguna bahkan senjata. Tapi Rodant pengecualian

__ADS_1


__ADS_2