
*Blaarr! Blaarr!
Ledakan bola api, terjangan bongkahan es, sambaran kilat petir. Semua Zephys lalui dengan susah payah, sudah 5 menit Zephys bergerak dan menghindari serangan dari Elemental Cerberus, tidak ada celah yang terlihat yang berarti Zephys sama sekali tidak punya kesempatan. Zephys bergelantungan pada rantai besar langit-langit dungeon untuk menjaga jarak
Bilah biru ia gigit sementara bilah merah erat Zephys genggam, jujur dirinya belum bisa percaya dengan apa yang ia lihat. Elemental Cerberus, merupakan iblis bertingkat yang hidup di kedalaman Abyss. Sosoknya memang tidak terlalu ditakuti oleh sebagian penduduk Abyss karena kekuatan diantara mereka terbilang berimbang
Namun diluar Abyss, Elemental Cerberus termasuk dalam iblis yang kuat. Gabungan dari elemen yang dikuasai bisa menjadi senjata untuk mendominasi pertarungan, apalagi memiliki tiga kepala yang menambah jarak pandang membuat ini adalah hal yang Zephys sangat perhitungkan
Tapi jujur Zephys tidak menyangka akan terjadi seperti ini, ia sudah melawan Kargalan tempo waktu lalu tapi ia tidak habis pikir kenapa ia harus berhadapan dengan Elemental Cerberus. Perbedaan antara mereka sudah sangat jelas dari kelipatan level mereka, namun jika Kargalan berada pada level yang sama, maka kondisi tidak begitu berubah. Elemental Cerberus sudah pasti menang dalam segala aspek, baik kecepatan, kekuatan, serta kemampuan. Penduduk Abyss adalah terkuat dari yang terkuat
Berbeda dengan kepercayaan diri saat melawan Kargalan, kali ini Zephys sudah tak lagi punya kesempatan. Perbedaan antara mereka sudah terlampau jauh, satu kali saja Zephys terkena serangan maka ia akan binasa saat itu juga. Ia ingin sekali kabur keluar ruangan ini, namun jalan keluarnya sudah tertutup es yang sangat tebal dan untuk menghancurkannya, kekuatan Zephys masih belum cukup
Zephys menjatuhkan diri dan menggenggam bilah kembarnya dengan posisi terbalik, ia mengerti kalau saat ini ia tidak mungkin bisa mengalahkan Elemental Cerberus, namun setidaknya ia ingin memberikan perlawanan guna mencari pola serangannya. Karena bagaimanapun juga Zephys akan datang kembali untuk menundukkan Cerberus didepannya ini
"Akan aku coba sebisa mungkin..."
Tarikan udara panjang sedikit mengisi paru-parunya, bertumpu pada ujung kaki, Zephys melesat dengan sebuah dorongan. Langkah lebar Zephys memotong angin berusaha memotong jarak, sang Cerberus menghentak kakinya dan dari bawah tanah muncul lapisan es tajam bersedia menusuk Zephys. Namun reflek yang cepat mampu membuat berakselerasi dalam keadaan genting
Zephys tahu kalau Cerberus memiliki status yang berimbang baik kekuatan, kecepatan, dan ketangkasan. Walaupun begitu ia tidak ingin melepas begitu saja
"Ghost Dive"
Hawa keberadaan hilang secara total, Zephys berakselerasi memotong udara dan bergerak melesat kearah sang Cerberus, dalam waktu singkat Zephys berhasil berada didepan kepala tengah Cerberus yang sepertinya ber-elemen Es. Sang Cerberus yang kebingungan melihat targetnya menghilang, namun mereka dikejutkan dengan target mereka yang tiba-tiba muncul didepan kepala tengah.
Zephys memutar belatinya dan mengayunkan kuat kearah mata sang Cerberus, suara menusuk terdengar jelas begitu pula teriakan dari kepala tengah sang Cerberus
"Ke-parat kau!"
Zephys tersenyum bahagia melihat ekspresi kesakitan terlihat jelas diwajah kepala tengah Cerberus, namun itu hanya berlangsung sebentar. Kedua kepala tidak ingin berdiam diri ketika salah satu saudaranya terluka, masing-masing dari mereka mengeluarkan sinar laser ber-elemen
Namun Zephys yang masih dalam F Mode sudah berfikir satu atau dua langkah didepan. Zephys menapak sisi tumpul belati yang masih tertanam pada kedua bola mata kepala tengah Cerberus sebagai pijakan, dan ketika dua laser itu menuju kearahnya Zephys dengan tanpa basa-basi langsung melompat mundur
Zephys berhasil menghindari serangan laser yang cukup mematikan, disisi lain dua laser itu malah mengenai kedua kepala masing-masing mereka, karena Zephys berada pada posisi sejajar dengan mereka maka laser yang seharusnya merenggut nyawa Zephys malah menjadi senjata makan tuan
"Kau bisa membidik tidak!?" Ucap kepala serigala ber-elemen api atau panggil saja dia Merah, memekik saudaranya yang ber-elemen petir panggil saja dia Kuning
"Ha!? Seharusnya aku yang bertanya seperti itu!" Ucap si Kuning yang sepertinya tidak mau mengalah
"Bisakah kalian diam!, Mataku sangat sakit kali ini!" Nada tinggi keluar dari kepala Cerberus bagian tengah yang ber-elemen Es, panggil saja ia Biru
Rasa sakit jelas terasa pada mata Biru, kedua matanya masih tertanam bilah kembar dengan lumayan dalam, namun Merah dan Kuning menyalahkan satu sama lain, mereka saling berdebat padahal kondisi dari biru sendiri cukup mengkhawatirkan
__ADS_1
Zephys menyiapkan kuda-kudanya, kali ini hanya tangan kosong. Bilah kembarnya ia sengaja meninggalkannya untuk memberikan damage secara terus menerus. Elemental Cerberus memiliki skill yang cukup merepotkan yaitu regenerasi, namun skill ini hanya bisa digunakan ketika luka yang diterima tidak tertumpuk damage lagi. Oleh karena itu, Zephys memilih menanamkan bilah kembarnya untuk menghilangkan penglihatan si Biru sekali mematahkan regenerasi
Suara perdebatan cukup terdengar ditelinga Zephys, ia memilih mengacuhkannya dan mengambil kesempatan ini. Zephys tidak berniat menyerang Cerberus, mata Zephys memilih mengobservasi sekitar. Ia tahu kerusakan eksplosif yang dimiliki belum cukup untuk memberikan pengaruh atau tekanan pada sang Cerberus
Ragu, Zephys ragu. Ia tidak memiliki informasi apapun, spekulasi apapun, serta rencana matang sekalipun. F Mode bahkan tidak terlalu membantu, ini cukup membuatnya berkeringat dingin. Ruangan remang-remang yang begitu kosong, cahaya obor yang mengelilingi ruangan, serta gulungan rantai panjang di langit-langit
"Rantai...?"
Mata Zephys menatap sang Cerberus dengan tatapan menyelidik
___
Elemental Cerberus
Hp \= 87%
___
"!?"
Terkejut, Zephys terkejut. 100% menurun hingga 87%, damage yang Zephys keluarkan cukup gila, yah kalau itu adalah murni damage keseluruhan serangannya. Ia menyadari kalau serangannya tidaklah se sakit ini, Zephys tahu kalau sinar laser makan tuan lah yang paling berkontribusi
Zephys tersenyum, ia menemukan perkakas yang akan ia olah menjadi barang jadi, membuatnya cukup bersemangat kali ini. Walaupun kesempatan menjalankannya dibawah 50% tapi itu lebih dari cukup. Zephys membuka status Avatar
Dex 572 + 138 \= 710
Point Status yang selama ini Zephys kumpulkan, dengan berat hati langsung menginvestasikan semuanya pada status Dex. Rencana ini tidak akan berhasil kalau pergerakan Zephys masihlah lambat. Ia harus cepat!
Zephys mengambil dua belati yang merupakan drop item dari iblis yang sebelumnya ia bunuh.
Sang Cerberus yang sepertinya sudah selesai berdebat, melihat Zephys yang tersenyum senang, membuat mereka kebingungan sekaligus kesal. Sebuah energi sihir terkumpul pada mulut mereka. Seperti menghembus nafas, bola-bola ber-elemen menghujani Zephys
Namun ini tidak terlalu masalah, kecepatan pergerakan sudah pada titik yang cukup untuk menghindari bola-bola ber-elemen sang Cerberus. Tapi tetap saja ia tidak boleh lengah sedikit saja
'Kenapa mereka terus menyerang dengan serangan jarak jauh?'
Ini sedikit aneh, Elemental Cerberus adalah makhluk yang tergolong cerdas. Oleh karena itu, ia memandang bingung pada sang Cerberus, namun itu terpecahkan ketika ia melihat lebih teliti lagi. Sebuah rantai besar dilumuri bongkahan Es sepertinya menolak sang Cerberus untuk bebas
Senyum kembali melingkar di wajahnya, "Ini menjadi lebih mudah" Pikirnya
"Kalian pikir bola mainan ini bisa mengenai aku?" Senyum nakal terlihat melengkung, menarik perhatian sang Cerberus
__ADS_1
""KAU!"" Baik Merah, Biru, dan Kuning mengerutkan keningnya, menandakan mereka terpancing dengan provokasi sederhana
Tenaga sihir jauh lebih bertenaga mereka tekankan pada moncong mereka, sebuah bola kecil hitam terbentuk mereka memakannya dengan satu gigitan. Mulut mereka mengembang besar seolah bola hitam kecil merupakan sumber daya, mulut mereka mengeluarkan asap hitam pekat dan pada titik tertinggi sebuah cahaya laser melesat cepat kearah Zephys
Zephys langsung berakselerasi pada kakinya, dengan segala kemungkinan Zephys bergerak menghindari tiga laser yang mengarah kepadanya. "Ini terlalu cepat!" Pikirnya
Walaupun kecepatan gerak serta refleknya yang tinggi, Zephys masih belum bisa menghindari serangan fatal ini secara sempurna. Alhasil lengan kirinya kembali terpotong rapih. Sang Cerberus tertawa puas melihat indahnya pemandangan didepannya
"Kau yakin bisa mengalahkan kami dengan kecepatan seperti itu, Manusia?!" Biru bereaksi pertama dengan tawaan yang merendahkan
"Apa yang bisa kau lakukan dengan lengan menyedihkan itu wahai makhluk lemah?!" Giliran Kuning yang tertawa kali ini
"Hei bagaimana kalau kau buang air besar!?, Mau aku bersihkan!?" Sekarang giliran Merah tertawa
Namun tertawaan mereka tak berlangsung lama, sebuah lengan kembali tumbuh dibadan Zephys. Sang Cerberus menyadari kalau manusia didepannya bukanlah sesosok makhluk biasa. "Immortal Creatures!" Pikir mereka
Immortal Creatures, adalah sebutan dari makhluk yang dalam tanda kutip "Lahir di dalam Athanor Online", untuk seorang pemain seperti contohnya adalah Zephys
Zephys berdiri kalem, ia fokus kepada lengan kirinya yang telah kembali. Namun bukan berarti ia tuli, ia mendengar dengan jelas celoteh dari serigala berkepala tiga ini. "Kalau saja aku pegang Blackstar milik Reus sudah pasti kalian akan binasa" Pikirnya
Menghiraukan tatapan terkejut dari sang Cerberus, Zephys menatap dampak serangan laser yang hampir merenggut nyawanya. Udara disekitar lintasan terasa hangat, ia segera tahu kalau saja ia tidak menghindarinya sudah pasti ia akan mati gosong
Zephys menatap dampak serangan sang Cerberus dan menemukan sesuatu yang janggal, sebuah ruangan rahasia secara tidak sengaja muncul karena dampak dari serangan laser yang menghancurkan dinding yang seharusnya melindungi dari ruangan ini
"Kak... Ruangan itu..." Ucap Kuning dengan nada gemetar, menandakan ia sangat ketakutan. Tapi tidak dijawab oleh saudaranya yang juga berekspresi sama
Melihat tingkah laku lawannya membuat Zephys penasaran. Ia pun menapaki jalan menuju kesana, namun..
"Cepat habisi dia!" Biru mencoba mengintruksikan kepada saudaranya, "Tidak bisa mana ku telah habis!" Sahut Merah
Tidak ingin berdiam diri, sang Cerberus berlari mendekati Zephys. Tapi sayang, sebuah suara getaran mesin terdengar, rantai yang mengekang sang Cerberus tidak memperbolehkannya melangkah lebih jauh
Melihat keanehan dengan keadaan lawannya, Zephys malah menjadi penasaran. Ia memasuki ruangan tersebut. Gelap, seperti biasa gelap, tapi tidak lama cahaya lentera biru menerangi ruangan rahasia tersebut
Zephys melihat sebuah bola berwarna emas melayang disalah satu batu, ia mulai bersinar terang karena menyadari ada seseorang yang berada didekatnya. Bisa terlihat wajah keputusasaan terlihat pada ketiga kepala Cerberus
"Haha.... HAHAHA!" Zephys tertawa keras ketika melihat bola emas tersebut, sepertinya ia tahu bola emas itu. Memang benar ingatan tentang Antharis Online begitu tajam pada kepalanya, membuatnya tahu. Sebenarnya bola apa itu.
_________________________
Min chonghoran iwing!
__ADS_1