Athanor Online : Monarch Of War

Athanor Online : Monarch Of War
Peraduan Singkat


__ADS_3

*Trang Trang Trang


Didalam luasnya ruangan, ditengah-tengah banyak patung prajurit, serta diatas karpet merah penghormatan. Suara lengkingan benturan logam terdengar cukup nyaring. Dua buah logam pendek beradu dengan bilah hitam yang panjang.


Zephys tidak terlalu memandang tinggi pada musuhnya. Walaupun julukan The World Strongest Swordsman melekat pada armor hitam Errol tapi perbedaan level diantara mereka sudah terlampau jauh. Bahkan level Errol masih belum berada pada angka dua digit.


Bukan hanya level, semua status dari segala aspek Zephys sudah berada diatas angin. Bukan hanya itu, Zephys juga memiliki Berus yang ia tahu memiliki daya tempur yang kuat. Berus memiliki Ice Age sebagai serangan area, Fire Pillar sebagai tameng, serta Thunderbird sebagai tombak tajam. Dan mempertimbangkan semua ini, maka kemenangan adalah hal yang mudah diraih kali ini. Namun, hal yang tidak terduga terjadi.


"Hah.. hah.."


Zephys terjatuh setengah badan. Deru nafasnya tidak beraturan begitu pula dengan kedua lengannya yang terlihat begitu bergemetar. Sementara itu sosok berarmor hitam yaitu Errol, berdiri didepannya dengan pedang berbilah hitam bertipe Long Sword.


Errol tidak kesulitan melawan Zephys yang seharusnya ia kalah dalam banyak aspek. Namun kemahiran bermain pedang yang ia kuasai mampu mematahkan keunggulan Zephys dari segala aspek. Baik kecepatan, ketangkasan, bahkan pembacaan sekalipun yang harusnya aspek unggul Zephys, dengan mudah mudahnya Errol mematahkan semua dengan satu hal. Yaitu Teknik.


Sebuah teknik yang ia kembangkan sendiri, membuatnya begitu paham kelemahan serta keunggulannya. Zephys tidak bisa lagi meremehkan Errol yang hanya level 1. Namun ia harus menghormatinya karena teknik yang ia perlihatkan jauh lebih unggul dalam berbagai aspek.


Dengan deru nafasnya, Zephys bangkit dan menghunuskan kedua belatinya. Berbenturan dengan bilah hitam Errol, membuat seisi ruangan tahta bergema. Walaupun begitu, Zephys berasa dipojokkan kali ini. Deru nafasnya sudah pada ambang batas, sementara Errol jauh lebih sehat.


Errol mengayunkan bilah hitamnya secara horizontal jauh lebih cepat dan bertenaga dari sebelumnya. Sebuah sabetan pedang mendatar kearah Zephys, namun dengan cekatan ia menahan laju sabetan dengan kedua bilah belatinya.


Berhasil tertahan membuat senyum mekar pada wajah Zephys. Saat itu mata Zephys melihat sebuah aura hitam muncul menyelimuti bilah hitamnya, sesaat itu dorongan pedangnya jauh lebih berat. Zephys berusaha untuk menahan, namun hentakan tenaga keluar tiba-tiba. Zephys yang belum siap terlempar dan menabrak dinding ruangan.


"Apa-apaan ini" Ujarnya protes


Untuk sekian kalinya Zephys tersungkur. Ia tidak mengerti, lebih tepatnya ia tidak paham apa yang sebenarnya terjadi. Ia kalah?, dengan musuh yang berlevel 1. Tidak ada lelucon yang paling lucu yang pernah ia dengar selama bermain Athanor Online.


Zephys berdiri dengan kaki yang bergemetar, mengerti kalau ia berada pada batasnya. Zephys kemudian meminum potion untuk memasok energinya. Zephys menolak untuk kalah. Ia tidak ingin kalah oleh musuhnya yang hanya berlevel 1.


Zephys mengeratkan genggaman belatinya dan menerjang. Dalam sekejap Zephys melompat sejauh sepuluh langkah. Zephys begitu gesit bahkan dimata Errol. Namun, rambut merah Zephys mengingatkan seseorang yang berjasa pada dirinya. Sosok yang pernah membuat Errol bertekuk lutut, sebuah ingatan terbesit pada kepalanya. Tapi sebuah sayatan belati memotong memorinya.


Dengan pergeseran tubuh sederhana Errol menghindari sayatan Zephys, dan membalas dengan tebasan bilah hitamnya membuat Zephys kembali tersungkur. Sejujurnya bukanlah hal sulit bagi Errol untuk melawan Zephys, yang bisa dibilang hanya cecenguk biasa.

__ADS_1


"Cih.."


Merasa dipermainkan oleh musuhnya. Zephys kembali bangkit dan menyerang Errol dengan sayatan cepat dan rumit. Namun lagi dan lagi Errol mampu mengatasinya dengan pergerakan sederhana yabg yang sangat luwes bahkan bagi Zephys itu sendiri. Tapi


*Sracth


Sebuah hunusan belati mengores helm baja milik Errol. Serangan cepat mengarah pada kepala Errol berhasil ia hindari, tapi yang pasti Zephys semakin lama semakin cepat. Dengan kata lain, didalam pertarungan Zephys terus berkembang.


Tidak tinggal diam, Errol menusuk bilah panjangnya kearah Zephys. Tapi kedua bilah kembarnya mampu menahan laju pedang hitam milik Errol. Sambil beradu kekuatan baik Zephys dan Errol menatap dalam.


Rambut dan mata merah, serta permainan belati yang indah. Membuatnya sedikit bernostalgia dengan komandannya, Nakroth. Ia tidak tahu mengapa sosok manusia didepannya datang kesini. Apa tujuan ia datang kesini?, mengapa harus ke tempat ini?, apa ia memiliki urusan dengan pusaka milik komandannya?. Jikalau iya maka sudah kewajibannya untuk melindungi pusaka milik Nakroth.


Mata Errol melirik kearah belati berkarat yang menancap disalah satu lengan singgasana. Belati itu mengingatkannya pada semua yang ia lalui dengan Nakroth. Bagaimana ia bisa dibuat bertekuk lutut, serta saksi bisu keperkasaan nama Nakroth itu sendiri. Bagi Blood Flag salah satu belati Nakroth adalah benda yang sakral.


Sementara itu Zephys menatap dalam kearah mata Errol dibalik helm bajanya. Ia melihat mata mati berwarna hitam, Zephys yang melihat itu menyimpulkan kalau lawannya adalah sosok Undead.


Undead tidak ada kejelasan yang cukup tentang makhluk ini. Tapi yang pasti Undead lahir dari ketika seseorang yang dalam tanda kutip "Kuat" mati dengan keadaan tidak tenang. Tubuh mereka bukanlah dari mayat hidup, melainkan dari energi sisa hidupnya. Oleh karena itu Undead adalah monster mob yang paling mudah untuk dikalahkan karena level mereka semua satu.


'Undead berpakaian full armor dan pedang panjang, kah?.'


Berbeda dengan Errol. Zephys menatapnya dengan tatapan menyelidik.


"Kau tokoh utama dari Dark Souls?."


Tidak paham dan tidak peduli dengan ucapan Zephys. Errol menambah energi hitam pada pedangnya, dan dalam satu momentum ia menghempaskan Zephys keudara. Errol menghimpun tenaga pada kedua kakinya dan segera menyambut hangat Zephys yang masih dalam udara


"Sharp Edge"


Namun bukan Zephys namanya kalau ia tidak memiliki rencana. Kedua belatinya bersinar terang, namun ia tahu kalau ini masihlah tidak cukup. Zephys menghimpun tenaga pada masing-masing belatinya dan segera melancarkan sebuah gelombang tebasan.


"Wave Slash!, Rapid Slash!."

__ADS_1


Dua gelombang tebasan mengarah kebawah. Melihat dua gelombang tebasan menukik kearahnya, Errol langsung menyiapkan bilah hitamnya. Dalam momentum yang tepat, Errol mengayunkan pedang hitamnya dan membelah gelombang tebasan menjadi dua bagian.


Melihat itu Zephys cukup kesal. Ia tidak menyangka ada musuh berlevel satu mampu membuatnya kesulitan. Tapi disisi lain Zephys harus mengakui kalau Errol patut dihormati. Zephys yang tidak bisa lagi meremehkan lawannya, memutuskan mengerahkan semuanya kali ini.


Tatapan mata Zephys berubah, aura dingin merembes keluar dari tubuh Zephys. Ia yang masih diatas udara menukik kebawah dengan kedua bilah kembarnya yang ia genggam.


"Frost Bite!"


Dua belati kembar menukik kebawah. Errol dengan lihai mengantisipasinya dengan bilah hitamnya. Namun ketika bersentuhan dengan kedua belati kembarnya. Hawa dingin pada kedua bilah kembarnya masuk dan menggerogoti bilah hitam.


Mengerti akan hal itu, Errol memutuskan untuk mengambil jarak. Pedang hitamnya terselimuti es yang tebal, tapi walaupun begitu ia tidak terlalu khawatir. Karena bagaimanapun juga pedang ini adalah pedang dengan klasifikasi tertinggi.


Errol sedikit menghentak pedang hitamnya untuk sekedar menghilangkan es pada sisi bilah tajam.


Berada pada posisi yang momentumnya, Zephys melompat jauh dalam sekejap. Dengan tingkat ketajaman yang tinggi, ia kemudian mengayunkan belati biru secara horizontal.


Namun karena terlalu biasa, bukanlah hal yang sulit bagi The World Strongest Swordsman. Dengan sedikit pergerakan tubuh yang sederhana, Errol menghindari serangan Zephys, dan membalasnya dengan hunusan bilah hitamnya.


Namun, Errol melihat langkah Zephys yang aneh dan sedikit ada sesuatu yang salah dengan lawannya. Dan benar saja, seraya bilah hitamnya menghampiri Zephys, belati berbilah merah datang dari bawah dan menebas secara vertikal bagian perut Errol.


Tidak ingin ambil resiko Errol langsung melompat mundur mengambil jarak. Sayatan dalam hampir saja membunuhnya, namun armor miliknya berhasil melindungi tubuh energinya agar tidak tercerai berai. Namun matanya melihat goresan indah milik Zephys pada armornya, itu cukup membuatnya terganggu.


Mengerti itu, Zephys tersenyum picik. Ia mengarahkan bilah biru kearah Errol.


"Selanjutnya akan lebih dalam, Protagonis Dark Souls."


______________________


Trivia : Errol takut pada serangga


Shunizu ba vawhor!.

__ADS_1


__ADS_2