
*Trang Trang
Suara benturan logam terdengar melengking dilorong gua yang hanya diterangi cahaya obor. Manusia berambut merah dengan sebuah topeng gagak yang ia kenakan berusaha untuk mengikuti arah serang sang lawan.
Dua belati bergerak begitu luwes dan gesit, begitu pula dengan pedang berbilah perak milik lawannya. Namun, perbedaan teknik dari mereka terlalu jauh. Dengan pergerakan lengan yang sederhana, manusia topeng itu menghempas bilah perak lawannya, dan tanpa basa-basi bilah biru menusuk mulut dan menembus tenggorokan lawannya. Cukup sadis memang, tapi inilah Zephys
Zephys menatap iblis yang ia bunuh sesekali, melihatnya membuat Zephys tersenyum licik. Zephys kemudian menatap lurus lorong yang ia masuki, tiga iblis yang sama seperti yang ia bunuh bergerak kearah Zephys mencoba mengeroyoknya
Zephys melepas topeng gagaknya tidak ingin terganggu dengan itu, Zephys mempererat cengkraman kedua belatinya
"Edge Sharp"
Dua kata diucapkan, dua belati bersinar terang digenggamnya. Zephys bergerak dan berakselerasi pada telapak kakinya. Dengan pergerakan yang gesit Zephys memainkan belatinya, benturan-benturan logam kembali terdengar
Walaupun kalah jumlah tapi dengan kemampuannya Zephys mampu mendominasi pertarungan, ia memang kalah level dengan monster mob iblis ini, namun status serta permainan belatinya sudah pada titik yang tinggi. Mendominasi pertarungan adalah hal yang mudah baginya, setidaknya kali ini
Bilah merah dan pedang perak bertemu, namun bilah merah yang begitu tajam membuat pedang yang bertemu dengannya patah secara halus, sempat terkejut namun sayangnya sebuah belati biru menusuk jantung hingga menembus dada iblis itu. Zephys memutar genggamannya dan bergerak cepat secara horizontal, membuat tubuh lawannya mati dengan keadaan tubuh yang terbelah
Melihat Zephys berada diatas angin, membuat kedua iblis menyerang dari dua sisi berbeda karena menurut mereka manusia didepannya adalah sosok yang berbahaya kalau dibiarkan begitu saja. Namun serangan mereka terlalu sederhana, membuat Zephys sedikit naik pitam. Mereka tidak melakukan serangkaian serangan yang rumit atau setidaknya jauh lebih bernilai dari ini
Bahkan Goblin saja mungkin lebih bernilai dari cecenguk-cecenguk Iblis ini. Seraya menitikberatkan tenaganya pada kedua bilah, Zephys berputar penuh dengan kaki kanan sebagai porosnya, aura merah dan biru semakin pekat terlihat pada kedua belatinya
"Rapid Slash!, Wave Slash!"
Zephys menebas udara dan tercipta dua lintasan udara berbetuk pisau tajam melesat begitu cepat kearah kedua iblis itu, lintasan tebasan yang bergerak cepat serta reflek serta kecepatan gerak mereka yang tertinggal, membuat mereka merelakan tubuhnya terkena serangan Zephys
Suara sayatan terdengar begitu jelas, kalau saja Zephys mengaktifkan mode Gore maka ia bisa melihat darah yang berceceran dimana-mana saat ini. Diluar dugaan mereka masih berdiri kokoh, nampaknya kebencian terhadap ras manusia terlihat begitu jelas pada tatapan setiap iblis itu
"Begitu yah?"
Zephys mengeluarkan Revolvernya dan menembaki kedua dari mereka secara brutal, dentuman proyektil peluru terdengar dan bergema cukup menakutkan disetiap sudut lorong. Keduanya tumbang dengan luka sayatan parah serta berbagai lubang ditubuh mereka
Pertarungan yang tidak berimbang menurutnya, walaupun level mereka sedikit diatasnya namun dengan status serta kemahirannya bermain senjata benar-benar membuat jarak yang melebar
Namun Zephys tak pernah berfikir kalau ini sia-sia saja, berbagai Equipment berserakan di setiap lantai yang ia temui, tidak salah kalau ia membantai berbagai iblis disini dan menjatuhkan berbagai item dan jujur itu cukup menguntungkan
Zephys berburu sendirian, maka presentasi Drop Item naik lebih besar dari biasanya. Ini merupakan algoritma dari sistem itu sendiri sebagai sebuah apresiasi terhadap mereka yang berani berburu sendirian. Dan Zephys sangat diuntungkan dengan cara kerja sistem ini
___
Class B Silver Sword
Dmg 100
Penambahan status Str +10 Vit +10
___
Demon Gloves
Dmg 100
Penambahan status Str +10
__ADS_1
___
Black Spell
Sebuah gulungan kutukan dan ketika dilepaskan akan menyebar sekitar 20 meter dan mengakibatkan musuh mengalami status Keracunan/Poison selama 10 detik
1% Per-detik
___
Heavy Dark Armor
Def 130
Berkesempatan menahan Dmg 100% dengan presentase 5%
Penambahan status Vit +20
___
Dark Blade
Dmg 100
Penambahan status Dex +20
___
Lengkungan senyum puas terukir menarik pada wajah Zephys, mengantongi beberapa equipment yang cukup berkualitas dan dalam jumlah yang besar cukup membuatnya kenyang.
Zephys yang menyadari bau-bau Rupiah yang begitu menggoda didalam dungeon ini, memutuskan untuk masuk lebih dalam lagi. Tapi walaupun begitu ia harus tetap hati-hati, walaupun monster mob disini tidak terlalu menyulitkan namun jebakan di setiap lorong harus ia waspadai.
Zephys melangkah kaki cepat karena ia tidak ingin membuang waktunya, Zephys masih berlari sambil mengetuk dinding dungeon. Ia menapaki tekstur lantai yang aneh, sebuah rentetan tombak tajam keluar dari lantai yang Zephys pijak. Namun dengan akselerasi pada kakinya yang bagus, Zephys mampu menghindarinya dengan cukup mudah tanpa menyentuh bagian kaki dari Zephys situ sendiri
Langkah demi langkah, tapak demi tapak, Zephys lalui dengan cukup mudah berbagai jebakan menunggunya, namun dia dapat menghindarinya dengan cukup leluasa karena status Dexnya yang tinggi
Baik dalam pertarungan ataupun memahami struktur dungeon Zephys sudah pada tingkat yang tinggi. Oleh karena itu tidak mengherankan kalau Zephys bisa melaluinya dengan cukup mudah dan bergerak begitu leluasa
"Ini..."
Satu jam, dua jam setelah cukup lama berlari dan menghindari semua jebakan serta berbagai bentuk iblis yang mungkin cukup menyeramkan. Langkah cepat Zephys berhenti se-saat karena ia melihat sesuatu yang cukup krusial. Jalan bercabang kembali ia lihat namun kali ini ada empat cabang dan masing-masing dari mereka memiliki simbol yang berbeda-beda
Zephys masih belum mengerti apa sebenarnya arti dari simbol-simbol ini, ia juga melihat masing-masing dari lorong itu bercahaya bukan dari obor lagi melainkan dari lentera yang masing-masing berwarna biru
Tidak ingin mengambil pusing, Zephys memutuskan untuk melakukan observasi seperti biasanya. Mulai dari tekstur tanah lantai dungeon dan mengetukan pelan berbagai tembok untuk memastikan saja
Kali ini Zephys melihat simbol-simbol lingkaran, segitiga persegi, dan bulan sabit, Zephys sudah sendari awal curiga dengan simbol-simbol yang sering ditemukan di lantai dungeon ini yang jelas menurutnya ini bukanlah kebetulan semata.
Namun karena kekurangan bukti yang cukup kuat untuk membuat sebuah spekulasi, Zephys memutuskan untuk mencari informasi sedikit lebih banyak setidaknya ia bisa mengerucutkan kemungkinan-kemungkinan yang ia prediksi. Zephys tak lagi mengetuk tembok, namun kali ini Zephys memukul tembok dungeon untuk mengetahui suara-suara yang lebih jelas lagi, mungkin saja ini bisa membantunya
*Dum!
Suara keras melengking dan bergema pada sudut lorong, namun Zephys sadar kalau suara ini berbeda dari biasanya. Walaupun sangat sedikit tapi Zephys mengetahui kalau ada resonansi suara yang sedikit aneh, Zephys kembali memukul dinding dungeon untuk mendengar dari mana arah datangnya resonansi yang ia cari
__ADS_1
Zephys mengepalkan tangan kanannya dan menembak lurus kearah dinding
*Dum!
"Disitu, yah?"
Zephys menoleh kearah dimana dinding yang ia singgung. Zephys berjalan dan mengetuk sedikit dinding yang ia singgung. Tidak salah lagi kalau resonansi suara mengarah kepada dinding ini, suara yang dihasilkan oleh ketukan Zephys juga lebih tinggi dari biasanya, yang dengan kata lain dinding ini memiliki rongga
Zephys mengetuk dan menyentuh dinding ini untuk mencari informasi tentang ketebalan serta kokoh tidaknya dinding ini. Setelah mendapat konfirmasi, Zephys memusatkan tenaga pada kepalan tangan kanannya, aura merah keluar perlahan membungkus rapih kepalan tangan Zephys
"Armor Breaker!"
Sebuah pukulan mendatar melesat bagai peluru dan menghantam dinding dungeon. Daya ledak otot yang Zephys punya, perlahan namun pasti dinding itu retak dan hancur begitu saja
"Yah... untung saja berhasil" Ucapnya sambil menyeka keringat pada dahinya
Zephys cukup bersyukur karena berhasil merobohkan dinding ini, ketebalan serta jenis batu yang digunakan juga tidak main-main oleh karena itu, Zephys mengerahkan seluruh tenaga atau Strnya pada satu pukulan tersebut. Tapi yasudah lah,
Zephys berjalan masuk. Gelap sangat gelap, tidak ada cahaya obor ataupun lentera yang ada hanya kegelapan itu sendiri. Namun, Zephys masih berjalan masuk jauh lebih dalam, Zephys merasa kalau ruangan ini bukanlah lorong melainkan sebuah ruangan besar berbentuk seperti lingkaran, Zephys mengetahui dari angin yang berhembus begitu aneh
Cahaya obor biru tiba-tiba bersinar di ruangan itu. layaknya seorang pesulap yang disuguhkan panggung. Satu persatu obor biru bersinar menunjukkan lengkungan ruangan secara perlahan, Zephys menampakkan kakinya jauh lebih dalam lagi
*Grrr..
Suara gereman sesosok hewan terdengar ditelinga Zephys, sementara itu cahaya biru secara perlahan mengisi gelapnya ruangan itu, dalam cahaya yang remang-remang Zephys melihat dengan jelas sosok didepannya
Serigala berukuran besar, tiga kepala dalam satu badan, gigi yang terlihat begitu runcing, tubuh yang dibalut dinginnya es. Zephys melihat tubuhnya dikekang dengan sebuah rantai yang tersambung dengan pintu raksasa, bukannya hanya itu saja, Zephys juga melihat sebuah kalung budak yang melingkar pada ketiga kepala serigala raksasa itu, membuatnya sedikit iba
Menyadari, ia kemudian menggeram dan menatap Zephys dengan ketiga kepalanya, tatapan iba sungguh sangat ia benci. Serigala itu bangkit dari posisinya
"Tidak perlu kau iba dengan ku, Manusia!"
Ia tidak suka dikasihani, ia tidak suka tatapan rendah, itu hanya membuatnya marah dan kesal. Ketiga kepalanya melolong, bukan hanya lolongan biasa namun, masing-masing dari kepala mereka mengeluarkan bola api, es, serta petir. Zephys yang merasakan tanda bahaya langsung melompat mundur mengambil jarak
Namun, tiga bola dengan elemen berbeda melesat kearahnya. Zephys yang merasa akan mati disini kalau ia tidak menghindar, maka dengan sadar Zephys memasuki F Mode dan langsung menghindari ketiga bola itu dengan cukup nyaris
Menyadari bahwa tidak disambut baik. Zephys mengeluarkan kedua bilah kembarnya, namun setidaknya ia ingin lihat seberapa kuat monster atau iblis serigala berkepala tiga ini
___
Elemental Cerberus
Titel : The Gatekeeper
Level : 150
___
Menyadari kalau didepannya bukanlah iblis keroco, Zephys hanya bisa tersenyum masam
"Level 50 melawan 150? Game ini sudah gila rupanya..."
_______________________
__ADS_1
Shunizu ba vawhor!