Athanor Online : Monarch Of War

Athanor Online : Monarch Of War
Mau Nangis?


__ADS_3

Ruangan gelap dan hanya diisi oleh cahaya remang-remang berwarna biru. Sosok manusia berambut merah berlari dengan kecepatan tinggi menghindari gempuran bola dari berbagai elemen. Ia mengambil jarum beracun, lalu membidik kearah serigala berkepala tiga.


Tapi seperti yang ia duga, es yang membalut rapih tubuhnya seakan melindungi layaknya sebuah zirah. Bahkan belati miliknya sama sekali tak bisa menembus zirah es milik sang Cerberus. Membuat otak encer Zephys beku secara mendadak


Tapi usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Ia masih memiliki kesempatan, dan kesempatan ini tergolong sangat menguntungkan. Zephys menatap sebuah bola emas yang berada erat pada genggamannya


___


Orb of Creation


Sebuah bola suci yang ditempa oleh sosok penempa terdahulu, Ornn. Berisi kekuatan magis yang berguna untuk menghisap roh dan jiwa iblis menjadi sebuah senjata


Hanya bisa digunakan pada ras iblis dan Hp berada dibawah 30%.


___


Zephys tersenyum puas ketika mendapat item yang sangat berharga ini. Orb adalah sebuah item yang jauh lebih langka daripada Relic. Orb merupakan benda kuno yang diciptakan oleh seseorang yang kuno juga, yang membuatnya begitu spesial adalah benda ini adalah benda khusus yang berkekuatan magis yang tinggi


Orb ini juga merupakan benda kuno yang keberadaannya bisa dihitung dengan jari. Dan ketika Zephys menemukan benda ini, maka keberuntungannya sudah pada tingkat yang gila. Di Antharis Online, Zephys juga mendapat Orb namun jenisnya berbeda dengan Orb yang Zephys dapatkan saat ini.


Tapi itu tak masalah. Dengan adanya Orb ini maka kemenangan menjadi hal yang bisa ia raih ketika melawan Elemental Cerberus didepannya.


"Tinggal bagaimana aku bisa melawan serigala itu"


Zephys bergelantungan dirantai langit-langit ruangan sebagai tempat berlindung. Rasa dingin menusuk pada jari jemari Zephys, bukan hanya rantai namun hampir semua sudut ruangan dipenuhi oleh es. Membuat suhu pada ruangan ini cukup rendah


Lesatan bola api bergerak cepat kearahnya, namun bukan hal yang sulit bagi Zephys untuk menghindari serangan yang terlampau sederhana. Sambil menghindari serangan Elemental Cerberus, sebenarnya otak Zephys sedang berkerja keras


Serangannya tidaklah cukup kuat untuk mengurangi Hp Cerberus dalam jumlah yang besar, dengan kata lain Zephys tidak bisa terlalu percaya dengan damage serangannya. Tidak berlebihan jika ini disebut dengan mimpi buruk.


"Pasti ada cara" Ucapnya sambil menghindari setiap bola elemental

__ADS_1


Zephys menggenggam erat dua belati kembarnya yang sembari tadi tertancap dalam di bola mata salah satu kepala Cerberus, yaitu Biru. Ia sedikit berfikir tentang situasinya yang bisa dibilang sangat diujung tanduk. Namun, itu tidak menutup kemungkinan ia bisa menang dalam kasus ini


Walaupun dalam kesulitan, tetapi ia tahu kalau ia juga memiliki kesempatan. Rantai yang mengikat Elemental Cerberus merupakan kesempatan besar bagi Zephys. Rantai itu memungkinkan menjerat tubuh Cerberus untuk bebas


Hal ini membuat pola serangan Cerberus menjadi lebih sederhana dan mudah ditebak. Tapi tetap Zephys tidak boleh meremehkan lawannya kali ini, apalagi Elemental Cerberus adalah makhluk yang lahir dan besar di kedalaman Abyss


"Serangan ku memang tidak terlalu berguna, tapi aku tahu bagaimana caranya"


Mata Zephys melihat kearah dua belati kembar yang sebelumnya tertancap dalam pada bola mata salah satu kepala Cerberus yaitu Biru. Serangannya memang tidak terlalu berpengaruh banyak terhadap Elemental Cerberus, namun bukan Zephys namanya kalau tidak ada rencana


*Note : Biru, Merah, dan Kuning. Adalah nama yang masing-masing kepala Cerberus kalau kalian lupa


Zephys menghentak kedepan. Dan dengan kecepatan geraknya ia dengan mudah menghindari berbagai bola elemental yang mengarah padanya. Dalam kurun waktu lima detik, Zephys telah sampai diatas kepala salah satu kepala Cerberus yang ber-elemen petir yaitu Kuning.


Zephys tersenyum picik, ia menancapkan dua belatinya keatas kepala Kuning. Memang benar kulitnya begitu keras, apalagi es yang menutupi secara keseluruhan layaknya zirah pelindung. Namun, belatinya berhasil menancap cukup dalam


Tak ingin diam saja, kedua kepala lainnya yaitu Biru dan Merah menyiapkan sebuah serangan laser. Rahang mereka mengeluarkan asap dan ketika mereka membuka mulutnya, sebuah serangan laser berkecepatan tinggi menyerang Zephys


Kedua laser berbeda mengenai kepala Kuning. Laser itu meledak dengan cukup hebat dikepala kuning, bahkan zirah es yang membalut kepalanya sama sekali tidak bisa menahan dua laser dari kedua saudaranya. Melihat itu Zephys hanya bisa tersenyum picik


Melihat saudaranya yang seperti begitu kesakitan, membuat Merah cukup emosi. Ia memusatkan energi pada titik mulutnya, sebuah bola hitam kecil terbentuk ia memakannya dalam satu gigitan. Melihat itu membuat Zephys tersenyum picik untuk seperkian kalinya


"Hentikan adik kecil!" Tegur Biru. Namun sepertinya sudah terlambat.


Mulutnya mengembang besar. Ia membuka mulutnya, terlihat sebuah bola cahaya merah yang hendak melaju. Tapi secara tiba-tiba sebuah bongkahan es cukup besar masuk kedalam mulut Merah. Membuat serangannya menjadi tidak terkendali, dan meledak didalam mulut merah


Melihat ledakan yang diluar perkiraan. Zephys mencabut paksa belati kembarnya dan segera menjauh dengan satu lompatan tinggi. Ini adalah strategi yang Zephys rencanakan. Serangannya memang tidak terlalu sakit, tapi bukan berarti ia menemui jalan buntu. Dan serangan makan tuan adalah hal yang paling sempurna yang terlintas dipikiran Zephys.


"Yah sejauh ini cukup sempurna" Ucapnya sambil melihat bar Hp milik Elemental Cerberus


Angka 40, terlihat begitu jelas. Yang berarti tinggal satu langkah lagi ia akan mengalahkan Elemental Cerberus. Zephys tidak akan membayangkan pertarungan seru dan intensif sama seperti yang ia lakukan melawan Kargalan. Melainkan ia akan menyelesaikan semuanya dengan akal serta kepintarannya

__ADS_1


Kepala Merah tidak lagi berbentuk seperti apa yang seharusnya. Hal itu membuat Biru sudah tidak lagi main-main. Kuning yang masih lemas tak berdaya, serta terbunuhnya Merah merupakan alasan yang masuk akal kenapa ia harus menghabisi manusia didepannya


"Kau akan berakhir disini!"


Sambil merapatkan gigi runcingnya, kakinya melangkah cepat kearah Zephys, kuku tajam serasa jauh lebih runcing dari yang seharusnya. Biru yang telah mengambil alih tubuh secara penuh, ia kemudian berlari kearah Zephys dengan kuku tajam yang siap merobek tubuh Zephys


Dengan kaki yang terbungkus zirah es, ia melompat mengarah pada Zephys seolah-olah ingin menerkam mangsanya. Tapi Zephys hanya bisa berdiri tanpa ada rasa terganggu, mengingat seekor monster serigala berkepala tiga melompat dan ingin menerkamnya, dan untuk tenang dalam posisi seperti ini itu cukup membingungkan.


Tapi itu tidak menjadi masalah bagi Zephys. Dan menurut perhitungan serta analisa yang begitu panjang, ini adalah kemenangan untuknya. Dan benar saja, ketika kuku tajam Cerberus ingin menembus tubuh Zephys. Suara pegas mesin terdengar, rantai yang mengikat leher Elemental Cerberus tergulung kembali.


Namun sang Cerberus menolak untuk diberi perintah. Dengan kuku tajam yang ia tancapkan ke lantai ruangan, ia berusaha untuk mempertahankan posisinya sambil menahan rasa sakit pada lehernya. Mata memekik tajam kearah Zephys yang hanya berjarak kurang dari satu meter darinya, tapi walaupun begitu ia tidak bisa melakukan apa-apa karena tekanan pada rantai yang membelenggunya


Melihat serigala berkepala tiga yang berekspresi cukup buruk, membuat Zephys tersenyum. Yang bisa dibilang senyuman itu cukuplah buruk


"Lihat serigala imut ini, mau nangis?"


Mendengar provokasi yang terbilang sangat menyinggung membuat amarahnya kembali memuncak. Ia melepaskan pegangannya dan bersiap merobek tubuh Zephys dengan kukunya. Namun sekali lagi, pegas rantai bergulung dengan cepat dam menarik kembali tubuh Elemental Cerberus pada posisi semula. Ia berusaha menolaknya namun tenaga serta kekuatan tidaklah cukup


Melihat Elemental Cerberus yang kembali pada posisi semula cukup membuat Zephys lega.


"Tinggal 10% lagi, tentu serangan yang sama untuk kedua kalinya tidaklah mempan."


Zephys sedikit berfikir. Dan beberapa saat kemudian, lengkungan senyum terlihat pada bibir manisnya. Ia memasukan kedua belati kembarnya kedalam penyimpanan. Dan memulai untuk merealisasikan rencana yang ia susun


_______________________


Trivia : Sifat Zephys bisa dibilang cukup buruk


Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin. Dan mungkin agak telat tapi selamat lebaran bagi kalian yang merayakan


How'Athonuzhu ümem shooshamung miwangu. (Kami akan mempertahankan Athanor dari segala ancaman.)

__ADS_1


__ADS_2