
"Asha melahirkan?" Leo terlihat menghela nafas panjang, mungkin saja seperti itu, Ia pun berharap suatu saat nanti bisa bertemu dengan anak kandungnya dari gadis yang pernah mengisi hidupnya meskipun cuma semalam.
Tiga tahun kemudian, Asha dan keluarganya memutuskan untuk pindah ke kota, Ara sang Adik setelah lulus sekolah, Ia mendapatkan beasiswa untuk kuliah di universitas negeri Yogyakarta, dan karena itulah Asha memutuskan untuk pergi untuk menemani sang Adik. Bu Laila menjual tanah ladangnya di desa untuk membuka usaha di kota, mereka membuka toko bunga di sebuah tempat wisata di kota tersebut. Toko mereka sangat laris dan cukup terkenal sampai ke luar kota.
__ADS_1
Hari-hari Asha merawat putranya penuh kasih sayang, Bu Laila dan juga Ara pun ikut merawat dan mendukung dan menyemangati Asha agar tetap tegar meskipun sendirian menjalani hidup tanpa Ayah dari anaknya, Aksa pun tumbuh menjadi anak yang tampan, sehat dan ceria, di usianya yang menginjak lima tahun, Aksa sudah pandai membaca dengan lancar, meskipun Aksa masih belum bisa masuk ke sekolah Taman kanak-kanak, mengingat sekolah hanya menerima siswa yang memiliki akte kelahiran dari Pernikahan kedua orang tua yang sah. Lagi-lagi Asha dibuat pusing dengan permintaan sekolah, bagaimana dia mendapatkan akte kelahiran Aksa jika dirinya memang tidak memiliki hubungan pernikahan yang sah.
"Bunda, kenapa Bunda bersedih?" tanya sang bocah sembari mengusap lembut wajah Ibunya. Asha tersenyum dan mencium tangan sang anak. "Tidak apa-apa, Sayang. Bunda tidak bersedia kok, Aksa! Bunda minta maaf ya, Sayang. Untuk sekarang Bunda belum bisa sekolahin Aksa. Nanti Bunda usahakan agar Aksa bisa sekolah secepatnya, ya!" ucap Asha yang sejatinya sangat kasihan melihat sang putra, semua teman-teman sebayanya sudah bersekolah, hanya bocah itu yang masih tertinggal, hati seorang Ibu pasti sangat bersedih melihat anaknya yang selalu memperhatikan teman-temannya berangkat ke sekolah.
__ADS_1
"Asha! Apa lebih baik kamu menikah saja, Nak! Kamu masih muda, banyak pria baik di luar sana yang pastinya menyayangimu dan juga putramu, seperti Nak Carlos, Ibu lihat dia pria yang baik, Ibu yakin sekali Nak Carlos sangat menyayangi Aksa, Ibu bisa lihat ketulusan hati Nak Carlos, Ibu tidak tega melihat Aksa seperti itu, Nak Carlos pasti bisa menjadi Ayah yang baik dan bertanggung jawab untuk Aksa." seru Bu Laila sembari menepuk pundak sang anak. Asha membalikkan badan dan menatap wajah sang Ibu.
Setiap hari Carlos menyempatkan untuk datang ke toko bunga Asha, Carlos pun mulai mendekati Aksa untuk merayu Ibunya. Tentu saja kedatangan Carlos membuat Aksa terhibur, apalagi Carlos terlihat sangat menyayangi putra Asha itu. Carlos pun sering mengajak keluarga Asha untuk keluar makan malam bersama, Asha pun mulai trenyuh dengan apa yang dilakukan Carlos kepada keluarganya. Hingga suatu hari, Carlos menyatakan cintanya kepada Asha.
__ADS_1
"Aku mencintaimu, Asha! Maukah kamu bersedia untuk menjadi istriku?" pinta Carlos sembari duduk bersimpuh di hadapan Asha sembari mencium tangan Asha, memohon kepada Asha untuk menjadi istrinya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1