
Sejak hari itu, Asha semakin bingung dengan perasaannya, Ia mencintai Carlos, tapi kenapa cemistrinya lebih dekat dengan Leo. Sementara itu, Carlos yang kini sedang berada di suatu tempat, menyendiri di sebuah rumah, Ia pun mulai jenuh dengan keadaan yang ada, sungguh dia belum bisa menerima kenyataan jika dirinya harus bercerai dengan Asha. Hingga akhirnya ia dikejutkan dengan surat gugatan cerai yang Ia dapatkan dari pengadilan agama, Ia dapatkan informasi jika dirinya telah digugat cerai adalah dari Leo. Leo mengirimkan foto-foto surat gugatan cerai Asha kepada Carlos.
Carlos pun semakin marah dan tak terima, Ia merasa dirinya terlalu dipaksa untuk bercerai dengan Asha. Leo pun semakin mendesak Carlos untuk segera menceraikan Asha, karena bagaimanapun juga mereka tidak akan bisa bersama.
Leo menghubungi anak angkatnya itu dan meminta Carlos supaya segera kembali ke rumah dan menyelesaikan masalah ini dengan cepat. Ia menghubungi Carlos lewat telepon.
"Pulanglah, Carlos! Untuk apa lagi kamu menghindarinya, Asha sudah melayangkan gugatan cerainya kepada mu, dan kamu tidak bisa menghindarinya, jangan jadi pengecut!" seru Leo.
"Plis, Dadd! Jangan paksa Carlos untuk menceraikan Asha, Carlos butuh waktu untuk benar-benar melupakannya." balas Carlos yang dirinya semakin sulit untuk menghindari perceraiannya.
"Apa kamu lupa jika ada Ara yang lebih membutuhkanmu, kamu lupa jika bayi itu membutuhkan seorang Ayah, dan kamu harus bisa memutuskan nya, suka atau tidak kamu harus menceraikan Asha." ucapan Leo yang seolah memaksa Carlos, membuat Carlos curiga karena Leo bersikeras menginginkan Carlos bercerai dengan istrinya.
"Kenapa Daddy ingin sekali Aku bercerai dengan Asha? Apa Daddy memang sengaja ingin memisahkan kami?" tanya Carlos penasaran.
__ADS_1
"Hei bodoh! Aku tidak pernah mengajarkanmu menjadi pengecut, kamu tahu sendiri bagaimana Daddy, apa Daddy pernah mengajarkan mu untuk lari dari tanggung jawab? Kamu tahu betul bagaimana Daddy, apa yang sudah kamu lakukan kepada Ara, itu sangatlah fatal. Dan kamu akan membuat kehidupan Asha lebih menderita jika kamu masih mempertahankannya. Jadi, biarkan Asha menjalani hidupnya, dan kamu juga harus menjalani hidupmu dengan Ara. Dan sekarang pulang kamu!" titah Leo kepada putra semata wayangnya itu.
Tanpa ada jawaban, Carlos menutup ponselnya dan Ia pun mulai berpikir untuk menyelesaikan masalahnya, apa yang dikatakan oleh sang Daddy memang benar adanya.
"Ya Tuhan! Akankah Aku merelakan Asha dan menikah dengan Ara, Aku sangat mencintai Asha dan Aku juga tidak ingin menjadi bajingan." ucapnya lirih.
*
*
*
Hingga pagi itu, saat Asha hendak pergi ke kamar mandi, tiba-tiba saja dirinya merasa pusing dan mual, Ia pun ingin segera memuntahkan isi dalam perutnya, mungkin saja Asha sedang masuk angin, karena akhir-akhir ini Ia sering kerja lembur dan makan menjadi tidak teratur.
__ADS_1
Sang Ibu tanpa sengaja melihat anak pertamanya sedang muntah-muntah di kamar mandi, Bu Laila pun segera masuk ke dalam kamar mandi dan mencoba membantu sang anak untuk meringankan rasa mual muntahnya.
"Asha, kamu kenapa, Nak?" seru Bu Laila sembari memijit tengkuk sang anak. Asha pun semakin memuntahkan semua isi dalam perutnya. Sementara itu sang Adik melihat tanda-tanda keanehan dari sang kakak, sama persis seperti yang Ia alami, muntah-muntah tidak jelas.
"Kakak kenapa? Apa jangan-jangan?" batin Ara sembari melihat keadaan sang kakak yang terlihat lemas. Ia curiga jika sang kakak mengalami hal yang sama seperti dirinya yaitu hamil.
*
*
*
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1