AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Ibu merestuimu


__ADS_3

Leo menundukkan kepalanya kepada Bu Laila, Ia sangat memohon kepada wanita yang sudah melahirkan Asha itu untuk mengizinkan dirinya menikahi sang putri. "Jikalau Bu Laila masih belum percaya dengan kesungguhan Saya, Bu Laila bisa menghukum Saya atas apa yang pernah Saya lakukan kepada suami Ibu, bahkan Saya bersedia jika Bu Laila memenjarakan Saya, Saya ikhlas menerima segala hukuman yang akan Ibu berikan, silahkan telepon polisi atau Bu Laila ingin mencambuk Saya. Tidak masalah, Saya siap lahir dan batin jika itu bisa membuat Bu Laila memaafkan Saya." ucap Leo bersungguh-sungguh.


"Untuk apa Anda melakukan hal itu, jika Saya memenjarakan orang yang dicintai oleh putri Saya, itu artinya secara tidak langsung Saya sudah menyakiti Asha dan cucu Saya, mereka lebih membutuhkan Anda," seru Bu Laila sembari membawa putrinya untuk Ia serahkan kepada Leo.


Bu Laila meletakkan tangan Leo di atas tangan sang anak sembari berkata, "Saya serahkan putri Saya kepada Anda, tolong jaga dia! Saya tidak akan pernah bisa memaafkan Anda, jika Anda menyakiti putri Saya. Bahkan Saya akan lebih membenci Anda jika Anda menyia-nyiakan mereka, karena Saya percaya jika Anda pasti bisa membahagiakan putri Saya, Saya merestui kalian berdua."

__ADS_1


Mendengar ucapan dari Sang Ibu, Asha tidak bisa membendung kebahagiaannya, sementara sang Ibu tampak mengusap air mata sang anak sembari berkata, "Kenapa kamu menangis? Seharusnya kamu bahagia, kamu sudah mendapatkan pria yang bertanggung jawab, dan bersedia untuk membahagiakanmu, Ibu akan selalu mendoakan untuk anak-anak Ibu, doa ku bersama kalian semua." ucap Bu Laila disertai dengan pelukan untuk putrinya. Leo pun ikut terharu melihat pemandangan yang membahagiakan ini. Hingga akhirnya Aksa tiba-tiba datang menghampiri Neneknya sembari menarik ujung bajunya.


"Nenek!" seru Aksa yang memaksa Bu Laila melepaskan pelukannya dari Asha dan melihat ke arah sang cucu yang berada di bawahnya.


"Aksa!" Bu Laila tampak mengusap rambut sang cucu penuh kasih.

__ADS_1


Seketika Ara menghampiri Aksa dan meminta Aksa tidak berkata aneh-aneh. "Aksa! Aksa kok ngomong-nya gitu sih, Tante sama Om Carlos itu nggak ada apa-apa." mendengar ucapan Ara kepada sang keponakan, tiba-tiba Carlos menyahuti ucapan Ara yang membuat gadis itu sangat terkejut. "Siapa bilang tidak ada hubungan apa-apa, Aku bersedia kok menikah denganmu, asalkan Daddy dan Bu Laila merestui hubungan kita." Carlos berkata sembari menghampiri mereka.


"Pak Carlos! Ta-tapi Pak?" Ara masih tidak percaya dengan pengakuan dari Carlos, namun Carlos berusaha meyakinkan kepada Ara jika dirinya sungguh-sungguh menikahi Adik calon Ibu tirinya itu.


"Aku sungguh-sungguh, Ara! Awalnya Aku merasa aneh dengan perasaanku saat Aku melihatmu, semakin hari rasa ingin tahu tentang dirimu semakin besar, dan sekarang Aku sangat yakin sekali jika Aku memang menyukaimu, jadi apa salahnya jika Aku meminang mu bersamaan dengan Daddy meminang Kakakmu untuk menjadi Ibu tiriku, bukankah semakin cepat semakin baik untuk melaksanakan pernikahan, daripada semakin hari Aku semakin tergoda melihatmu, setiap hari kita bertemu di kampus, Aku takut saja jika tidak bisa mengendalikan diri seperti Daddy." ucap Carlos yang membuat Leo menyikut lengan sang anak, karena sudah menyindir dirinya.

__ADS_1


"Brengsek kamu! Tapi, apa yang kamu katakan ada benarnya, sebaiknya kita segera menikah karena kita kaum pria tidak bisa menahan lama-lama untuk hal itu, terlalu sakit dan terlalu tegang, dan tentunya membuat pusing kepala." sahut Leo yang diiringi tawa mereka. Sedangkan Aksa hanya bisa garuk-garuk kepala memperhatikan obrolan orang-orang dewasa yang masih belum Ia mengerti.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2