AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Aksa Mahardika


__ADS_3

"Nggak tahu nih, rasanya mau patah." Balas Leo sembari terus menegang pinggangnya, sementara itu Asha tampak merasakan kontraksi yang lumayan panjang, tapi ia tetap tenang, sesuai arahan dari dokter, Asha menghela nafas dalam-dalam dari hidung dan mengeluarkannya lewat mulut, terus seperti itu.


Kontraksi itu semakin kuat hingga akhirnya Asha merasa ada sesuatu yang ingin keluar dari bawah sana. Sang dokter pun mulai mengarahkan kepada Asha untuk tetap tenang dan terus menarik nafas dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut.


Sementara posisi kedua kaki Asha dibuka lebar untuk memudahkan sang dokter membantu persalinan buah hati mereka. Rupanya keadaan Asha dengan posisi seperti itu membuat Leo melototkan matanya, tentu saja pria itu tampak protes saat posisi kedua kaki Asha dibuka lebar.


"Dokter tunggu dokter! Ini kaki istri saya kenapa harus dibuka lebar-lebar seperti ini, apa itu baik-baik saja, dok?" tanya Leo sembari melihat kedua kaki Asha yang terbuka lebar.


Dokter pun memberikan penjelasan kepada Leo yang tentunya pria itu belum pernah melihat seorang wanita yang sedang melahirkan, mengingat semasa hidupnya baru kali ini Ia melihat sang istri melahirkan bayi mereka.


"Tuan tidak usah khawatir, Nyonya Asha baik-baik saja, memang seperti ini prosedur nya jika melahirkan secara normal, untuk memudahkan bayi Anda keluar dengan mudah, kalau tidak dibuka lebar-lebar bagaimana bisa kami mengetahui bayi Anda akan keluar, bisa-bisa si jabang bayi tidak akan mau keluar." Seru dokter.

__ADS_1


"Ohhh seperti itu, ya udah dokter, tolong segera keluarkan bayi kami dengan segera, kasihan bayi kami, dia pasti tidak bisa bernafas di dalam sana, secara di dalam pengap, Dok! Udah gitu juga gelap gulita, makanya dia cepat-cepat ingin segera keluar," sahut Leo yang membuat Asha membulatkan matanya. Sang dokter pun tersenyum tersenyum tipis dibalik masker yang menutupi mulutnya.


Hingga akhirnya Asha tampak menarik lengan suaminya kuat-kuat saat dirinya merasakan sesuatu yang ingin keluar, memaksa Leo untuk memberikan semangat kepada sang istri untuk segera melahirkan bayi mereka.


Dokter pun memerintahkan untuk mengejan sekuat tenaga, dan setelah itu Asha bisa mengambil nafas dalam-dalam lagi. Meskipun sakit pinggang itu masih sangat terasa, Leo memaksakan untuk kuat agar dirinya bisa menyaksikan buah hati mereka lahir secara live.


"Ayo, Sayang! Kamu pasti bisa, dorong yang kuat." Seru Leo sembari terus menerus memberikan semangat kepada sang istri agar selalu kuat menghadapi persalinan yang sangat mendebarkan ini.


Perlahan Leo melihat sebuah pemandangan yang tidak pernah Ia lihat sebelumnya, matanya membulat sempurna tak percaya jika itu benar-benar terjadi, sungguh kehebatan seorang wanita yang mampu membuat organ itu menjadi sangat elastis, biasanya Leo melihat lubang itu begitu cantik dan menggoda, tapi kali ini kepala si jabang bayi yang terlihat mulai keluar membuat penampilan lubang itu menjadi sesuatu yang sangat mendebarkan dan akhirnya Leo tidak kuat melihatnya.


"Astaga! Kenapa bisa seperti itu?"

__ADS_1


Leo lemas dan menyenderkan tubuhnya pada tepian tempat tidur sang istri, hingga akhirnya terdengar suara tangis bayi yang sangat kencang. Seketika Leo mengangkat kepalanya dan melihat ke arah sang dokter yang sudah membawa seorang bayi yang masih berlumuran darah.


"Anakku!!!"


Bibir Leo bergetar saat melihat sang bayi lahir dengan sehat dan selamat. Tak mampu berkata-kata. Setelah dokter memotong tali pusat bayi, kemudian bayi tampan itu dokter letakkan di atas dada sang ibu untuk prosedur IMD (Inisiasi Menyusui Dini).


"Selamat, Tuan! Bayi Anda sangat tampan sekali."


Leo menitikkan air matanya kala bayi yang masih merah itu berada di atas dada sang Ibu, bayi itu langsung mencari dimana putting susu sang Ibu, sungguh bayi yang sangat aktif.


Leo mencium kening sang istri, sungguh kebahagiaan bagi keduanya mendapatkan anak laki-laki yang sangat tampan.

__ADS_1


"Anakku telah lahir ke dunia, terima kasih banyak, Sayang! Kamu sudah memberikan hadiah terindah untukku, bayi kita, buah cinta kita, dan aku akan memberi nama Aksa Mahardika yang artinya Jiwa yang berbudi luhur."


__ADS_2