AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Gara-gara ulat


__ADS_3

Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu, kini Aksa sudah bisa bersekolah di TK Internasional yang memiliki kualitas dengan akreditasi bagus, Leo sengaja menyekolahkan Aksa di sekolah yang berstandar Internasional, tentu saja Ia ingin memberikan Aksa pendidikan terbaik sama seperti dirinya memberikan pendidikan untuk Carlos.


Aksa memiliki beberapa bodyguard dan pelayan yang khusus untuk menjaga bocah itu, sementara Asha dimanjakan oleh Leo dengan fasilitas yang super mewah, Leo tidak akan membiarkan istrinya bekerja. Tangan istrinya tidak boleh menyentuh dapur sama sekali, Asha hanya bertugas melayani Leo saja, memanjakan Sang singa yang setiap saat datang kepada istrinya.


Rambut Asha tak pernah kering dari air keramas, hingga suatu ketika Asha merasa tidak bisa berjalan, dikarenakan perbuatan sang suami yang selalu membuatnya tidak berdaya. Namun, Leo pun tahu diri, Ia melayani istrinya dengan mengambilkan makanan dan minuman. Karena Leo sadar jika dirinya yang menyebabkan istrinya kesakitan saat berjalan.


Hari itu, Asha hendak beranjak pergi keluar kamarnya, mengingat semalam Leo telah menyelesaikan beberapa ronde, Leo khawatir jika keadaan fisik sang istri kurang fit, karena terkuras untuk percintaan semalam.


"Kamu mau kemana?" tanya Leo sembari memeluk istrinya dari belakang.


"Aku mau jalan-jalan ke luar sebentar, Aku lihat ada bunga mawar bermekaran di sana, Aku ingin melihatnya, boleh?" Asha menoleh ke arah sang suami yang sedang bersandar pada pundaknya.


"Hmm tentu saja boleh, bagaimana Aku bisa melarangnya. Tapi, kamu baik-baik saja, kan? balas Leo sembari mencium pipi Asha, pria itu masih khawatir dengan keadaan sang istri, Ia masih teringat semalam dirinya begitu buas. Asha pun tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


"Aku baik-baik saja, mungkin Aku sudah terbiasa dan kebal dengan apapun yang kamu lakukan." jawaban Asha yang membuat Leo tertawa kecil.


"Benarkah?"


"Hmmm ...!"


Leo pun semakin tertawa dan berkata, "Iya iya ... sekarang istriku sudah pintar membuatku bahagia, kamu benar-benar sangat menggairahkan," pujinya kepada sang istri.

__ADS_1


Akhirnya, keduanya berjalan keluar kamar, Leo dengan senang hati membawa istrinya ke taman bunga yang berada di samping rumah mewah Leo, bunga-bunga mawar cantik terhampar luas dalam lahan seluas 300 m2 itu.


Asha begitu senang melihat bunga-bunga yang bermekaran di sana, hatinya benar-benar bahagia. Apalagi harum bunga-bunga itu terasa sebuah aroma terapi yang sangat menenangkan untuk Asha. Namun, ada yang berbeda dengan Leo, Ia merasa kurang nyaman saat berada di dalam taman bunga itu, apalagi mencium aroma khas wangi bunga yang membuat kepalanya tiba-tiba pusing.


Leo terlihat memijit kepalanya perlahan-lahan, sembari duduk di sebuah kursi di dalam taman bunga di rumahnya. Sementara Asha terlihat sedang memetik salah satu bunga yang sedang mekar-mekarnya. Tiba-tiba saja Asha melihat sebuah makhluk mungil yang sedang bermalas-malasan pada daun bunga Mawar.


"Hmm ... cantik sekali, kamu!" seru Asha sembari mengambil makhluk yang bernama ulat itu dengan menggunakan tangan kosong, Asha tidak pernah takut, dirinya sudah terbiasa saat dulu berjualan bunga, tentu saja banyak binatang ulat seperti itu, dan Asha sudah terbiasa dengan kehadiran ulat tersebut.


Setelah Asha meletakkan ulat tak berbulu itu pada telapak tangannya, Ia pun menghampiri suaminya yang sedang duduk sembari memperhatikan dirinya yang sedang memetik bunga, dengan berjalan pelan-pelan, Asha menyembunyikan dua tangannya di belakang tubuhnya.


Leo yang sedang menahan kepalanya yang masih terasa pusing, dirinya berusaha untuk terlihat baik-baik saja di depan sang istri. Sementara itu Asha mulai berdiri di depan sang suami dengan tetap meletakkan kedua tangannya pada belakang punggungnya..


"Sayang! Apa yang kamu sembunyikan?" tanya Leo penasaran.


"Ya nggak tahu, dong! Emm apa mungkin bunga?" tanya Leo menebak. Asha menggelengkan kepalanya.


"Kalau bukan bunga, apa dong?" Leo pun semakin penasaran, hingga akhirnya Ia melingkarkan kedua tangannya pada tubuh sang istri yang saat itu sedang berdiri di depannya, dan tentu saja tangan Leo bisa meraba tangan Asha yang disembunyikan di belakang tubuhnya.


Sejenak Leo merasakan sesuatu yang empuk dari dalam genggaman istrinya.


"Apa ini?" Leo pun semakin mengerutkan keningnya, dirinya begitu penasaran dengan apa yang disembunyikan sang istri darinya. Karena tak sabar ingin melihat apa yang sebenarnya Asha bawa, Leo pun mengambil apa yang berada dalam genggaman tangan istrinya.

__ADS_1


Setelah Leo mendapatkannya, Ia pun segera menarik tangannya dan melihat pada telapak tangannya, sebuah ulat berwarna hijau tanpa bulu yang sedang melototkan mata padanya. Seketika Leo melototi ulat itu tanpa berkedip, tubuhnya tiba-tiba kaku dan terlihat gemetaran, sementara Asha tampak tersenyum melihat ekspresi Sang suami.


"Apa ini?" tanya Leo dengan suara gemetaran.


"Itu namanya ulat, Sayang! Lucu kan dia, nanti kalau dia udah gede, pasti bentuknya cantik banget kayak kupu-kupu itu." seru Asha.


Sejenak Leo mengamati bentuk ulat itu, ada sedikit geli saat ulat itu bergerak. Ia pun bertanya kepada istrinya, kenapa sang istri tidak takut dengan hewan yang kebanyakan wanita tidak menyukainya, bahkan kaum pria pun ada yang takut dengan ulat.


"Sayang! Kenapa kamu bilang dia lucu, nih hewan nggak ada lucu-lucunya, geli iya." sahut Leo sembari mengerutkan keningnya.


Asha pun mengambil kembali ulat itu dari tangan sang suami, setelah itu Ia meletakkannya di atas telapak tangannya.


"Aku tidak takut dengan si mungil ini, bagiku dia cuma hewan kecil dan tidak berbahaya, mungkin sebagian wanita terlihat jijik, tapi Aku udah biasa dengan mereka, asal jangan diberikan ular aja, itu yang nggak aku suka, ular itu udah bentuknya menggelikan, udah gitu suka gigit, au ah pokoknya Aku nggak suka dengan ular." ungkap Asha yang seketika membuat Leo terkekeh.


"Oh ya! Tapi dengan ular ku kenapa kamu nggak takut, justru kamu suka mengelusnya." celetuk Leo, dan Asha pun tersenyum kecil.


"Ular kamu tuh beda, bukannya gigit, justru Aku yang menggigit." sahut Asha.


Spontan Leo dan Asha saling tertawa hingga tanpa sadar, ulat kecil yang dibawa oleh Asha merambat pada lengan Leo. Merasa ada sesuatu yang sedang bergerak pada lengannya, Leo pun meliriknya dan seketika Leo melototkan matanya dan tiba-tiba pria itu pingsan.


"Loh loh, Sayang kamu kenapa?" Asha pun tampak panik melihat suaminya yang tiba-tiba pingsan. Gara-gara ulat yang merambat pada lengan Leo, membuat pria itu pingsan seketika.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2