
Carlos pun beranjak untuk pergi ke kamar pengantinnya, di saat yang bersamaan Leo terbangun dan Dirinya melihat kondisinya yang tanpa busana, Pria itu terbangun dan duduk sembari memperhatikan sekeliling, ternyata Asha sudah tidak ada, sejenak Leo teringat akan kejadian beberapa saat yang lalu, sekilas Leo melihat ke samping, dimana terdapat noda darah pada sprei berwarna putih itu. Leo menyeringai rupanya dia adalah pria pertama untuk Asha. Entah kenapa Ia merasa hanya Asha lah wanita yang berhasil membuatnya bergairah. Mungkin sang Singa sudah mulai tergila-gila dengan menantunya sendiri. Lantas, bagaimana dengan Carlos?
"Maafkan Daddy, Carlos! Untuk kali ini Daddy sudah membuatmu kecewa, tapi Daddy tidak bisa menghindarinya," ucap lirih pria itu sembari beranjak berdiri dan mengambil piyama untuk menutupi tubuhnya, setelah itu Ia melihat gaun pengantin Asha yang masih tertinggal di dalam kamarnya, sejenak Leo mengambil gaun pengantin itu dan menciumnya. "Seharusnya Kamu yang menjadi pengantinku." Leo terpejam menikmati harum tubuh Asha yang tertinggal pada gaun tersebut. Untuk beberapa saat Leo terhanyut dalam lamunannya.
Leo meletakkan kembali gaun pengantin itu dan Dirinya berjalan menuju pintu keluar kamar, disaat yang bersamaan, karena letak kamar mereka yang bersebelahan. Carlos pun juga beranjak masuk ke dalam kamarnya, Leo keluar bertepatan dengan Carlos yang hendak masuk ke dalam kamar pengantinnya.
Tentu saja mereka bertatap muka dan saling menyapa. "Daddy! Kenapa Daddy belum tidur?" tanya Carlos yang melihat Sang Daddy keluar dari kamarnya.
"Emm ... Daddy belum ngantuk, apa istrimu sudah tidur?" tanya Leo yang sebenarnya penasaran dengan keadaan menantunya.
"Mungkin! Carlos juga tidak tahu, baiklah Dadd! Aku masuk dulu, first night Dadd!" pamitnya kepada sang Ayah dengan ekspresi tersenyum, tapi entah kenapa Leo merasa tidak rela jika Carlos melakukan itu kepada Asha.
__ADS_1
Ia pun hanya tersenyum paksa menanggapi ekspresi wajah sang anak. Leo pun hanya bisa memandangi sang anak yang mulai masuk ke dalam kamarnya.
"Aku harap Asha tidak mau melakukannya denganmu, Carlos! Kejam memang, tapi Aku sangat posesif dengan ini, Asha harus menjadi milikku." batin Leo dengan seringainya.
*
*
*
Carlos mendekati Asha dan mencium keningnya, setelah itu pria itu hendak mencium bibir sang istri. Namun, entah kenapa Asha tiba-tiba menolaknya. Ia memalingkan wajahnya dan meminta Carlos untuk menjauhinya.
__ADS_1
"Maaf!" seru Asha sembari menghindari ciuman dari Carlos. Carlos menghela nafasnya dan Ia pun bersabar, mungkin saja Asha masih malu dan gugup, apalagi hal itu mereka lakukan untuk pertama kali.
"Oke Aku mengerti! Kamu pasti masih gugup, iya kan?" seru Carlos sembari mengangkat dagu sang istri. Sekilas Carlos melihat mata sembap sang istri, Carlos mengerutkan keningnya dan bertanya, "Kamu menangis?"
Asha menundukkan wajahnya kemudian Ia pun tersenyum. "Aku tidak menangis, mungkin itu cuma perasaan mu saja." jawabnya.
"Hmm oke! Sekarang katakan! Apa Kamu bahagia, sekarang tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita, kamu sekarang adalah istriku." seru Carlos yang terlihat menaruh harapan besar kepada istrinya. Asha bisa apa, sungguh Ia merasa begitu jijik dengan tubuhnya saat dirinya berada di samping Carlos.
Lagi-lagi Carlos berusaha untuk merayu sang istri untuk melakukan malam pengantin. Tapi, rupanya Asha sudah terlanjur ilfil pada dirinya sendiri, sepertinya Ia tidak akan pernah bisa melakukan itu dengan suaminya, Ia merasa begitu berdosa dan merasa sudah membohongi suaminya. Asha terus berusaha menolak setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya.
"Maaf Carlos! Aku tidak bisa melakukannya, hari ini Aku mens." mendengar pengakuan dari istrinya, Carlos pun terlihat lemas, nyatanya malam ini Ia gagal untuk melakukan malam pertama bersama sang istri.
__ADS_1
"Oke ... Aku tunggu untuk beberapa hari, sekarang Aku mau mandi, istirahatlah!" ujar Carlos sembari pergi untuk membersikan dirinya. Asha melihat Carlos yang sedang berjalan menuju ke kamar mandi, begitu sesak dalam hatinya, "Maafkan Aku, sepertinya Aku tidak akan pernah bisa melayanimu, Aku sudah begitu jijik dengan diriku sendiri." batin Asha yang sudah bertekad untuk tidak melayani kebutuhan biologis suaminya, Asha sudah merasa gagal menjadi istri di hari pertama mereka menikah.
...BERSAMBUNG...