
Tiba-tiba saja, sang Ibu masuk ke dalam kamar Asha dan melihat sang anak yang belum siap juga untuk acara akad nikah yang akan dilakukan hari ini.
"Asha! Kamu kok belum siap juga, tuh mobil jemputan dari calon mertuamu sudah tiba, jangan lama-lama dandannya. Nih make-up artisnya sudah datang." seru Bu Laila sembari membawa dua orang wanita suruhan Leo yang akan merubah penampilan calon menantu yang hari ini akan menikah dengan anaknya yang bernama Carlos Abraham, mereka berdua sudah berpacaran selama dua tahun, dan hari ini Carlos akan menikahi Asha dan meresmikan hubungan mereka.
Setelah mengalami mimpi itu, Asha pun mulai melupakannya perlahan, sungguh mimpi itu seperti kenyataan, dalam mimpi itu dirinya hamil dan juga melahirkan anak dari calon mertuanya, dan parahnya mereka bertemu lagi dan menikah. Tak pernah Asha bayangkan dirinya akan menikah dan punya anak dari calon mertuanya. Meskipun tak bisa dipungkiri pesona calon Ayah mertuanya itu memang tidak bisa diragukan lagi, diusianya yang sangat matang, Leo merupakan Pria yang sangat mempesona dan dirinya sudah menduda selama lima tahun. Sampai saat ini Leo tidak mau menikah lagi karena dirinya sudah tidak mau lagi menjalin komitmen dengan wanita manapun.
Sementara di tempat lain, Carlos sudah bersiap untuk melepas masa lajangnya hari ini, pria tampan itu begitu mencintai sang pacar, begitu juga dengan Asha, Ia juga sangat mencintai Carlos.
Leo datang menghampiri sang anak dan berkata, "Daddy sangat senang hari ini, akhirnya anak satu-satunya Daddy akan menikah, kamu harus bisa membahagiakan Istrimu, Asha gadis yang baik, ingat! Jika kamu berani melukainya, Daddy tidak akan pernah memaafkanmu, Asha adalah putri dari seorang Ayah, dan Daddy sudah menganggap Asha sebagai anak kandung Daddy sendiri. Kamu menyakitinya itu berarti kamu juga menyakiti Daddy, faham!" ucap Leo sungguh-sungguh.
"I-iya Dadd, faham!" jawab Carlos sembari menganggukkan kepalanya.
"Bagus! Kalau begitu Daddy mau menemui tamu-tamu undangan dulu." pamit Leo sembari menepuk pundak sang anak. Carlos mempersilahkan sang Ayah untuk pergi. Hingga akhirnya tiba-tiba saja Carlos mendapati ponselnya berdering, seketika dirinya membulatkan matanya saat melihat nomor seorang gadis bernama Ara sedang menghubunginya.
__ADS_1
"Halo! Sudah kubilang jangan telepon sekarang."
"Tapi Mas! Kamu nggak bohong kan? Kamu pasti akan bertanggung jawab kan? Aku hamil anak kamu, Mas!"
"Iya iya kita bicarakan nanti, sekarang Aku akan menikahi gadis yang aku cintai, dan kamu jangan coba-coba mengganggu pernikahan kami, mengerti!!!"
"Iya Aku tahu, tapi kenapa harus kakakku yang kamu nikahi, Mas! Kenapa?"
"Sudahlah, Ara! Lupakan semua yang pernah terjadi pada kita berdua, Aku akan tetap bertanggung jawab atas anak itu, tapi Aku mohon jangan bilang jika itu adalah anakku, Aku tidak mau pernikahanku dengan Asha gagal gara-gara kamu."
"Shiiit! Bagaimana Ara bisa hamil, Aku cuma sekali melakukannya dan itu hanya coba-coba, harusnya Aku memakai pengaman waktu itu, supaya tidak kebobolan seperti ini, sial!!!!" batin Carlos yang mulai panik jika pernikahannya dengan Asha tidak akan bisa bahagia.
Setelah Asha selesai dengan make up nya, kini gadis berwajah cantik itu sudah siap datang ke hotel bintang lima dimana dirinya dan calon suami akan melaksanakan akad nikah di sana. Kemudian tiba-tiba datang di hadapan Asha, sang Adik yang saat itu sedang tersenyum kepadanya.
__ADS_1
"Kakak cantik sekali!" puji sang Adik sembari memeluk Asha penuh haru.
"Terima kasih, Adikku!" balas Asha sembari melepaskan pelukan sang Adik, tiba-tiba saja Asha melihat wajah sang Adik yang sedikit pucat, Ia pun bertanya kepada Ara apa yang terjadi pada gadis itu.
"Ara! Kamu sakit? Kok kamu kelihatan pucat?" tanya sang Kakak curiga.
"Enggak! Ara nggak sakit kok, Kak! Ara cuma sedikit kecapekan, akhir-akhir ini banyak tugas kuliah." balas Ara yang berusaha menutupi keadaannya yang sedang tidak baik-baik saja.
Sejenak Asha menatap wajah sang Adik, dalam mimpinya, Ara menikah dengan calon suaminya, Carlos. Tapi untungnya itu cuma mimpi, jika itu beneran terjadi, rasanya Asha tidak akan sanggup menerima kenyataannya.
Setelah itu sang Ibu datang menghampiri kedua putrinya, "Ayo Asha! Kita berangkat sekarang, kamu pasti sudah ditunggu oleh calon suamimu."
"Iya, Bu!" balas Asha sembari tersenyum.
__ADS_1
Melihat senyum Sang Kakak, Ara sangat tidak tega untuk memberitahu kan kepada Asha, jika dirinya sedang mengandung calon kakak iparnya, Ara bingung harus berbuat apa, kejadian malam itu benar-benar membuat hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat, Ia tidak mengira jika dirinya akan melakukan cinta satu malam dengan Carlos saat Carlos datang ke rumah dan mencari Asha, sementara Asha dan Ibunya sedang pergi keluar, di situ Carlos entah kenapa dirinya tergoda untuk menjamah Adik dari calon istrinya itu. Dan Ara pun tidak bisa menolaknya, karena pada dasarnya dirinya mencintai Carlos secara diam-diam.
...BERSAMBUNG...