AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Carlos bukan anak Daddy


__ADS_3

Carlos pulang dengan kekecewaan, Ia pun kembali ke hotel dan menemui sang Daddy yang saat itu juga sedang menunggu dirinya. Sesampainya di hotel, Carlos mengetuk pintu kamar milik Leo, tentu saja Leo sangat terkejut melihat kedatangan sang anak yang terlihat begitu kesal.


"Carlos! Kenapa kamu belum tidur?" tanya Leo berpura-pura.


"Boleh Carlos bicara dengan Daddy?"


"Tentu saja, masuklah!" Leo mempersilahkan sang anak untuk masuk ke dalam kamarnya.


Carlos masuk ke kamar hotel Leo dan duduk di sebuah sofa, dengan wajah lesu Carlos menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa tersebut sembari menghela nafasnya dalam-dalam. Leo pun ikut duduk bersama putranya itu.


"Katakan! Apa yang terjadi?" tanya Leo yang juga penasaran dengan yang terjadi kepada putranya dan Asha, karena Leo berharap jika hubungan mereka renggang, sehingga Leo bisa masuk ke dalam hidup Asha dengan mudah.


"Aku ada masalah, Dadd!" jawabnya jujur.


"Masalah? Masalah apa, Carlos?" tanya Leo masih berpura-pura.


"Asha!"


"Ada apa dengan Asha?" Leo menatap wajah Carlos penuh harap, berharap jika hubungan mereka tidak bisa dipertahankan..


"Asha minta bercerai, Dadd!"

__ADS_1


Seketika rasa syukur terucap dalam hati Leo, ternyata harapannya tidak sia-sia, sementara Carlos terlihat begitu bersedih, Ia pun menceritakan semuanya kepada Leo tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Leo mendengarkan curhatan sang anak, Ia pun tidak menyangka jika Carlos bisa melakukan hal itu, menghamili Adik Asha. Dan hal itu sangat membuat Leo marah. Bukan karena Asha akan meminta cerai dari Carlos, Leo mencengkram kerah baju Carlos Leo memandangnya dengan penuh kemarahan dan memaksa Carlos untuk menceraikan Asha, Carlos harus bertanggung jawab terhadap kehamilan Ara.


Dengan tangan yang masih mencengkram baju anaknya, Leo berkata kepada Carlos dengan penuh ancaman, "Dengar Carlos! Kali ini Daddy benar-benar kecewa padamu, apa yang sudah kamu lakukan itu memang salah, sangat salah. Kamu harus menikahi gadis itu, dan ceraikan Asha secepatnya! Kamu harus menjadi pria yang gentleman, jangan jadi pengecut, Daddy sangat tidak menyukai itu." ucapnya sembari menghempaskan tubuh sang anak. Bukan karena Leo mengharapkan Asha untuk menjadi miliknya, Leo tidak suka dengan cara sang anak yang egois ingin memiliki Asha, tapi dirinya telah membuat hidup seorang gadis menderita.


"Tapi, Dadd! Carlos sangat mencintai Asha, Carlos tidak mungkin melupakan Asha begitu saja. Daddy tahu sendiri, Carlos menantikan hari pernikahan kami setelah bertahun-tahun Carlos berpacaran dengan Asha. Carlos tidak bisa semudah itu untuk melepaskan Asha, Dadd!" balas Carlos yang masih ngeyel untuk menceraikan Asha.


"Hei cukup! Kalau kamu mencintai Asha kenapa kamu bisa sampai melakukan itu kepada adiknya, pria macam apa kamu ini, Daddy malu punya anak tidak bertanggung jawab seperti ini. Daddy lebih malu lagi jika kamu tetap mempertahankan Asha dan membiarkan bayi itu lahir tanpa Ayah, dan menikahi keduanya itu tidak akan mungkin, biarkan Asha melanjutkan hidupnya, dan kamu kembalilah kepada Adiknya, itu akan lebih baik untuk kalian berdua." ucap Leo yang terus memaksa Carlos untuk menceraikan Asha.


"Entahlah, Dadd! Carlos belum bisa menerimanya, Carlos pikir-pikir dulu," jawab Carlos sembari pergi meninggalkan kamar Leo. Setelah kepergian Carlos, sejenak Leo menatap kearah jendela kamar hotelnya, suasana malam yang terasa gelap, segelap hatinya yang berusaha untuk mendapatkan cinta dari wanita yang baru saja membuat gairah cintanya membara.


"Asha! Sedari awal Aku sudah sangat yakin jika kamu adalah wanita itu, wanita yang sudah membuat hidup Leo bergairah kembali. Kamu tidak akan bisa lari dariku, Aku akan selalu mengejarmu kemanapun kamu pergi. Leo akan mendapatkanmu dengan cara apapun." ucapnya serius sembari meminum segelas wine putih.


Semenjak kejadian malam itu, Carlos memilih untuk menenangkan dirinya sejenak di suatu tempat, Ia belum bisa memutuskan dengan cepat untuk menceraikan Asha, sementara Asha keesokan harinya Ia langsung menggugat cerai suaminya. Asha langsung mendaftarkan perceraian mereka ke pengadilan agama.


Hari-hari Asha lalui dengan pekerjaannya sebagai karyawan kantor, Ia mengisi hari-harinya dengan menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Agar Ia bisa lupa dan tidak teringat lagi akan kejadian menyesakkan bersama Leo di malam itu. Meskipun terkadang, Asha sering bermimpi berjumpa dengan Leo dan anehnya dalam mimpi itu keduanya sangat mesra dan Asha tidak pernah menolak permintaan Leo untuk menyentuhnya.


Di setiap mimpinya, Asha selalu merasa bahagia bersama Leo, entah kenapa dirinya bisa bermimpi seperti itu, mimpi itu terasa begitu nyata, bahkan sebelumnya Asha bermimpi sampai memiliki seorang anak dari pria yang usianya hampir setengah abad itu.


Bahkan terkadang, Asha masih teringat dengan jelas nama anak yang hadir diantara mereka, dalam mimpi itu ada seorang anak laki-laki bernama Aksa Mahardika yang hadir diantara Asha dan Leo.

__ADS_1


"Ck ... bagaimana bisa Aku memimpikan Daddy Leo seperti itu? Bagaimana mungkin!" batin Asha sembari saat itu dirinya sedang berdiri di depan kantornya sembari menunggu taksi lewat. Namun, tiba-tiba saja sebuah mobil mewah berhenti di depannya. Seketika Asha terkejut saat melihat mobil yang sangat Ia kenali berhenti di depannya.


Pintu mobil itu terbuka dan keluar seorang pria yang sangat-sangat dikenal oleh Asha yang tak lain adalah Leo, Ayah mertuanya.


"Haaa ... Daddy Leo!" Asha begitu takut dan Ia pun segera pergi dari hadapan Leo yang sengaja menghampirinya. Tapi tidak semudah itu Leo membiarkan Asha pergi, Ia pun menahan tangan Asha dan meminta gadis itu untuk ikut bersamanya.


"Jangan pergi! Ikutlah bersamaku." seru Leo sembari menarik kuat tangan Asha, sehingga gadis itu mau tidak mau berada dalam pelukan Leo.


"Maaf Daddy! Saya tidak bisa, lepaskan Saya!" Asha menolaknya dan Ia mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan sang Bos besar itu.


"Sayangnya Aku tidak bisa melepaskannya, Kamu tahu! Sejak malam yang indah itu, Aku tidak bisa melupakanmu begitu saja. Kamu sudah membuatku tergila-gila, Sayang! Apalagi Aku tahu jika hubunganmu dengan Carlos sedang ada masalah. Ceraikan Carlos dan menikahlah denganku." ucapan Leo seketika membuat Asha tak percaya jika Ayah mertuanya bisa berkata seperti itu.


"Itu tidak mungkin Daddy! Daddy Ayahnya Carlos, dan Saya sangat menyayangkan dengan apa yang sudah Daddy lakukan kepada Saya, Saya tidak menyangka Daddy bisa berbuat sehina itu kepada Saya, kenapa? Kenapa Daddy tega menghancurkan hidup Saya, kenapa?"


Mendengar keluhan dari Asha, Leo pun meminta maaf kepadanya karena dirinya tidak bisa menahan hasratnya yang sudah lama terpendam dan telah lama menghilang darinya.


"Aku minta maaf kepadamu, iya mungkin apa yang sudah kulakukan padamu sangatlah tercela dan sangat membuatmu sakit hati. Tapi ketahuilah! Sekian lama Aku hidup menduda, setelah bertahun-tahun Aku ditinggal Istriku meninggal dunia. Baru kali ini Aku merasakan menjadi pria yang seutuhnya saat Aku berada di dekatmu, kamu seperti sebuah magnet yang menarik jiwa kelelakianku bangkit kembali, itulah kenapa Aku tidak bisa menahannya, dan Aku akan tetap berusaha untuk mendapatkanmu meskipun kamu adalah istri dari anakku. Karena sebenarnya Carlos bukanlah anak kandungku." ucap Leo begitu dekat dengan Asha, suara Leo terdengar begitu kecil dan serak. Namun, masih terdengar dengan jelas karena Leo mengatakannya sembari berbisik pada telinga Asha.


"Apa? Carlos bukan anak Daddy?"


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2