
"Saya mohon jangan lakukan itu? Kita belum menikah." pinta Asha yang memelas kepada Leo untuk menghentikan permainannya. Leo memejamkan matanya sesaat, setelah itu Ia pun beranjak duduk dan menjauhi Asha. Dengan cepat Asha bangun dan segera mengenakan kembali bajunya yang hampir terlepas semua dari tubuhnya.
Sedangkan Leo terlihat sedang mengatur nafasnya karena Ia harus bersabar untuk tidak menyentuh sang gadis pujaan sebelum Asha menjadi istrinya. Setelah Asha memakai kembali pakaiannya, Ia pun beranjak pergi dari kamar itu dan Ia akan pulang ke rumah. Namun, sebelum dirinya pergi, Leo menahan tangan gadis itu sebelum keluar.
"Mau kemana?"
"Saya mau pulang." jawab Asha tanpa menoleh ke arah Leo yang sedang bertelanjang dada.
"Besok Aku akan datang ke rumahmu, Aku akan minta maaf kepada keluargamu. Tapi, setelah Aku bertemu dengan putraku yang membawa calon menantuku, dan setelahnya Aku yang akan membawamu sebagai calon Ibu dari anakku, Aku akan memperkenalkan mu dengan anakku dari istri pertamaku, Aku sangat yakin jika dia akan menyetujui hubungan kita."
Asha menundukkan wajahnya, karena Ia sadar dirinya juga ada janji dengan Carlos untuk berencana bertemu dengan calon mertuanya. Karena sekarang Leo sudah datang, maka Asha akan meminta Carlos untuk membatalkan rencana pernikahannya, tega atau tidak Carlos harus bisa menerimanya. Meskipun akan terasa sakit.
Kemudian Asha membalikkan badannya dan menatap wajah Leo yang terlihat begitu mendamba. Kemudian Ia mengusap rambut Leo sembari berkata, "Saya harus pergi, Pak! Ada urusan yang harus saya selesaikan secepatnya, Saya harap Pak Leo bersabar."
__ADS_1
Leo tersenyum dan menyandarkan kepalanya pada perut Asha, layaknya anak kucing yang sedang ingin menyusu ke induknya.
"Jangan lama-lama! Kau tahu betapa Aku menahan rasa yang begitu menyiksa ini." mendengar penuturan dari Leo, Asha pun berkata, "Saya usahakan secepatnya, karena untuk menyelesaikannya tidak semudah membalikkan telapak tangan."
"Sesulit itukah? Apa Aku harus turun tangan agar masalahmu cepat selesai? Dan kita secepatnya bisa menikah?" Leo berdiri dan menatap Asha lekat-lekat.
"Tidak perlu! Saya bisa menanganinya sendiri, Saya harus pulang. Aksa pasti terbangun dan mencari keberadaan Saya."
"Iya! Aksa Anak Saya." jawab Asha yang masih menganggap jika Aksa hanya anaknya.
"Anakmu? Hanya anakmu saja, tapi dia juga putraku, apa kamu sudah lupa?" Leo mengangkat dagu Asha dan semakin mendekatinya. Asha tersenyum melihat ekspresi wajah Leo yang terlihat tegang.
"Aksa belum mengenal Ayahnya, jadi Saya anggap Aksa masih anak Saya." mendengar penuturan dari Asha, Leo semakin dekat dan semakin mempererat pelukannya.
__ADS_1
"Tapi entahlah, Aku merasa sudah mengenal anak kita, seolah-olah Aku pernah bertemu dengannya, dia pasti anak yang sangat tampan, karena Ia terlahir dari seorang Ibu yang sangat cantik sepertimu, yang membuat Seorang Leo tergila-gila, memporak porandakan kehidupan Leonel Abraham, yang sudah mengacak-acak hati Leo, dan wanita itu kini berada dalam genggamanku." Leo berkata dengan suara berbisik, terdengar begitu seksi, ditambah dengan kecupan mesra yang langsung mendarat pada bibir Asha.
Terjadi lagi, ciuman romantis sebelum Asha pulang, keduanya begitu dalam menikmatinya, hingga sentuhan itu merambat pada leher dan dada Asha. Sadar tidak mungkin Ia terlalu jauh. Asha segera mendorong tubuh Leo dan langsung pergi dari kamar itu dengan nafas yang ngos-ngosan.
Leo terlihat melongo saat Asha lari dari pelukannya dan berjalan mundur menjauhi dirinya, sebelum Asha pergi, Ia melempar senyum kepada Leo dan duda hot itu tidak bisa menahan Asha lama-lama. Meskipun si Dede sudah terlanjur bangun, Leo harus sanggup untuk menidurkan nya lagi.
Setelah Asha melempar senyum untuk Leo, Ia pun segera pergi dari kamar itu dengan tersenyum malu-malu, Ia pun dengan segera keluar dari rumah mewah itu. Sementara itu Leo pun telah memerintahkan kepada anak buahnya untuk mengawasi Asha sampai Asha tiba di rumah dengan selamat.
Leo melihat kepergian Asha dari balik jendela, pria itu menyunggingkan senyumnya sembari berusaha menenangkan si Dede yang berdiri kencang saat Asha berada di dekatnya.
"Kali ini mungkin Aku harus bersabar dulu, tapi setelah kamu menjadi istri dari Leonel Abraham, kau tidak akan punya kesempatan untuk turun dari ranjang panas ku." batin pria itu dengan senyum smirk nya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1