AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Memancing persalinan


__ADS_3

Hingga tiba waktunya, kehamilan Asha menginjak usia sembilan bulan, Ia pun semakin berat untuk bergerak, perutnya yang besar membuat Asha lebih sering mondar-mandir ke kamar mandi, sehingga membuat Leo kasihan melihat sang istri yang sering buang air kecil. Tentu saja Leo juga terus mendampingi istrinya saat berada di dalam kamar mandi, mengingat sekarang tinggal menunggu detik-detik persalinan sang istri karena HPL sudah mulai dekat.


"Sudah! Sekarang kamu tidur, kamu harus banyak istirahat, karena sebentar anak kita akan segera lahir ke dunia, aku sudah tidak sabar ingin segera melihatnya, pasti dia sangat mirip denganku." Ucap Leo kepada istrinya sembari membaringkan tubuh Asha pelan-pelan. Namun, ucapan sang suami nyatanya membuat Asha bangun kembali dan memprotes apa yang diucapkan Leo baru saja.


"Nggak bisa nggak bisa, anak kita pasti mirip Mommy nya, karena aku yang mengandungnya selama sembilan bulan, capek loh kamu ngerti ngga sih, enakkan kamu cuma nanem aja, aku yang numbuhin nih benih kamu, harusnya dia lebih mirip Mommy nya," protes Asha sembari mengusap perutnya yang besar.


Leo pun tak mau kalah dengan sang istri, Ia pun terus membela dirinya jika tanpa dirinya mana mungkin tumbuh janin dalam rahim Asha.


"Tapi kamu juga harus ingat! Tanpa aku mana mungkin nih perut sebesar ini, jadi bayi kita pasti lebih mirip Daddy-nya, secara Daddy nya ini masih keren, ganteng, mempesona, Mommy nya aja sampai klepek-klepek nggak ketulungan minta nambah terus, padahal dulu ogah-ogahan nggak mau, merasa ternodai, eh nggak tahunya ternyata lebih parah dari dugaan, minta nambah terus."


Mendengar ucapan dari sang suami, Asha tampak mengerucutkan bibirnya, ia pun menyadari jika pesona sang suami nyatanya tidak bisa dibohongi, usia boleh dewasa tapi soal tenaga dan kejantanan, Asha sungguh dibuat meronta-ronta tidak ingin melepaskan Leo begitu saja.

__ADS_1


"Ihh apaan sih!" balas Asha sembari tersipu malu, Leo pun terlihat tertawa kecil melihat ekspresi wajah sang istri, nyatanya memang hanya Asha lah yang bisa membuat Leo tergila-gila dan bangkit dari kelemahannya sebagai seorang pria sejati.


Hingga tiba-tiba akhirnya, Asha ingin lagi buang air kecil, Ia pun meminta kepada sang suami untuk mengantarnya ke dalam kamar mandi.


"Sayang! Aku pingin pipis lagi, ngga tahan!"


Mendengar rengekan dari sang istri, Leo pun dengan siaga mengantar Istrinya untuk ke kamar mandi, dengan telaten Leo menuntun sang istri dengan perutnya yang besar untuk menemaninya buang air kecil.


"Loh! Katanya mau pipis? Kok nggak jadi?" tanya Leo yang melihat saat Asha berjongkok, namun tidak mengeluarkan apapun.


"Nggak tahu nih, ngga bisa keluar, Sayang!" balas Asha sembari mendongak menatap wajah sang suami yang sedang memperhatikan pemandangan yang cukup membuatnya menelan ludah, pemandangan di bawah diantara kedua paha Asha.

__ADS_1


"Shiiit! Kok gede, ya! Aduh bangun juga nih si Macan, incip dikit boleh nggak sih, sebelum Istriku menyapih aku nanti?" batin Leo yang mulai berkeringat dingin. Ia pun beralibi jika itu disebabkan karena penyumbatan saluran air pipis, dan Leo menyarankan untuk segera melancarkan saluran air pipis itu, hitung-hitung juga berguna untuk melancarkan persalinan sang istri, Ia pun membisikkan sesuatu kepada istrinya.


"Bagaimana, Sayang? Kamu setuju, kan?" bisik Leo yang seketika membuat Asha membulatkan matanya sembari menelan ludahnya sendiri.


Asha pun tidak bisa menghindari sergapan suaminya, karena Leo sudah bersiap untuk membantu sang istri untuk melancarkan persalinannya. Asha berdiri, Ia yang sebelumnya sudah tidak memakai pengaman apapun, sangat mudah untuk Leo melesatkan rudal tempurnya ke dalam sana.


'Slurpp'


"Ahhh ... bagus, Sayang! Kamu memang pintar, sebentar lagi Baby kita akan segera lahir setelah aku pancing dia seperti ini ... hmm benar-benar hangat," seru Leo disela-sela dirinya bergerak untuk memancing bayinya agar segera launching dengan segera. Asha pun hanya bisa terpejam, sungguh demi apapun sang suami selalu membuat dirinya begitu terlena meskipun ia sedang berbadan dua.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2