
Mobil calon pengantin wanita tiba di hotel bintang lima di mana di sana Carlos sudah menunggu kedatangan sang calon istri. Asha turun dari mobil dan Ia didampingi sang Adik untuk berjalan menuju ke ruangan Ijab Kabul. Sementara itu Leo pun turut bahagia, akhirnya Ia bisa melihat sang anak yang akan menikah hari ini juga. Leo memperhatikan kedatangan sang calon menantu, untuk sejenak Leo memuji kecantikan Asha yang saat itu terlihat begitu anggun.
"Cantik sekali! Oh God ... dia calon menantu ku, mana mungkin Aku memujinya seperti ini, ini tidak boleh, tapi tidak bisa dipungkiri dia wanita yang sangat anggun, beruntung sekali Carlos mendapatkan gadis seperti dia." batin Leo yang tak sadar jika dirinya tengah memuji calon istri sang anak.
Carlos menyambut kedatangan sang calon istri, sementara itu Ara tampak menatap tajam ke arah sang calon kakak ipar, sungguh kali ini dirinya harus menyaksikan Ayah dari anaknya akan menikah dengan Kakaknya. Ara pun segera pergi ke belakang dan Ia tak sanggup menahan air matanya, sementara Asha terkejut melihat sang Adik yang tiba-tiba pergi sembari berlari.
"Ara! Kamu mau kemana?" Ara tidak menyahuyi perkataan sang kakak, gadis itu terus berlari ke luar ruangan, sementara itu Carlos pun berusaha untuk mengalihkan perhatian Asha dengan mengajaknya untuk segera duduk di kursi yang sudah disediakan untuk acara akad nikah mereka.
"Ayo kita ke sana! Pak penghulu sudah menunggu kita." seru Carlos sembari membawa sang calon istri untuk duduk di kursi. Sebelum Asha dan Carlos duduk di kursi, mereka pun berhadapan dengan Leo, Carlos pun tersenyum kepada sang Daddy, akhirnya dirinya bisa membawa menantu untuk Daddy-nya.
Sementara itu entah kenapa Asha tiba-tiba gugup saat menghadapi calon Ayah mertuanya, Ia masih teringat mimpinya tadi, di mana ia memiliki seorang anak dari pria yang terkenal punya banyak pengaruh besar itu.
__ADS_1
"Daddy Leo! Astaga ... kenapa Aku harus bertengkar dengannya, mimpi itu benar-benar tidak bisa membuatku lupa, kami berdua memiliki seorang anak laki-laki bernama Aksa, ya Tuhan rasanya seperti nyata," batin Asha sembari menatap wajah sang calon Ayah mertua.
"Carlos! Daddy berharap kamu ingat dengan pesan Daddy tadi, sekali kamu sakiti istrimu, Daddy tidak akan pernah tinggal diam, siapapun yang menjadi menantu Daddy, Daddy pasti akan melindunginya dan menyayanginya seperti putri kandung Daddy sendiri, dan Kamu Asha. Ingat! Jangan sungkan-sungkan untuk melaporkan Carlos jika dia berani menyakitimu, kamu menantu Daddy, kamu tidak pantas menangis, nanti Daddy akan menghukum Carlos jika terbukti dirinya melalukan kesalahan padamu."
Mendengar ucapan dari calon Ayah mertuanya, Asha pun tersenyum dan mengangguk. "Iya Daddy! Asha mengerti!" jawab gadis itu sembari menatap bola mata sang calon ayah mertua.
"Baiklah! Ayo kita duduk, Pak penghulu sudah siap." titah Carlos sembari terus membawa sang calon istri sampai di kursi yang sudah disediakan. Dan tiba waktunya Carlos mengucapkan ijab Kabul.
Namun, ada aura berbeda dari wajah gadis yang bernama Ara, air matanya terjatuh di saat Carlos sudah menjadikan sang Kakak sebagai istri sahnya.
"Selamat Kakak! Semoga kalian berdua bahagianya!" batin Ara mendoakan pasangan pengantin baru itu.
__ADS_1
Tiba waktunya acara sungkeman, hal yang membuat Asha deg-degan adalah saat dirinya duduk di depan Ayah mertua sembari mencium tangannya dan meminta doa restu kepadanya.
"Asha minta doa restu kepada Daddy, tolong doakan rumah tangga kami agar bahagia." ucap Asha sembari menjabat tangan sang Ayah mertua. Leo pun juga merasa ada sesuatu yang aneh saat sang menantu mencium tangannya.
"Aku merestuimu, jika kamu merasa Carlos tidak membahagiakan mu, katakan padaku, Aku yang akan membahagiakanmu, ah maksud Daddy, Aku akan memberikan pelajaran kepada Carlos!"
Untuk sejenak Asha terhenyak dengan perkataan Leo, Ia pun segera melupakannya dengan tersenyum kepada Ayah mertuanya.
"Terima kasih banyak, Daddy! Daddy sudah ku anggap seperti Ayahku sendiri, Asha sangat yakin Daddy adalah pria yang penyayang, dan Asha bangga mempunyai mertua seperti Daddy." ucap Asha yang entah kenapa dirinya merasa begitu dekat Leo, seolah mimpi itu masih sangat membekas dalam ingatannya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1