
"Iya Daddy!" jawabnya penuh riang.
"Kamu manis sekali, Nak!" sahut Leo yang seolah-olah dirinya melihat wajahnya sendiri. Ia pun menggendong Aksa dengan gagahnya. Kemudian tak berselang lama Carlos datang menyusul Aksa dibelakang.
"Selamat malam, Dadd!" sapa Carlos yang membuat Leo semakin bahagia, akhirnya Ia bisa bertemu dengan putranya lagi setelah beberapa bulan Carlos tidak pulang ke rumah.
"Carlos! Apa kabar anak Daddy ini! Kamu tahu Daddy sangat kesepian di rumah, Daddy nungguin kamu nggak pulang-pulang, Daddy mau ajak kamu berkuda, hmm ya sudahlah. Eh apa dia anak dari calon istrimu?" tanya Leo sembari menggendong Aksa.
"Iya Dadd! Ada yang aneh nggak sih? Dia mirip sekali dengan Daddy, kalau dia jadi anaknya Daddy mungkin sangat pantas sekali." celetuk Carlos yang entah kenapa dirinya berkata seperti itu.
"Iya iya bisa-bisa. Dia memang bocah yang tampan." balas Leo tersenyum melihat wajah Aksa yang benar-benar mirip dengannya.
"Iya Daddy benar, Aksa bocah yang tampan, tapi Carlos rasa Aksa benar-benar mirip banget sama Daddy deh! Tuh hidung, bibir, rambut, persis banget tahu nggak sama Daddy!" sahut Carlos yang masih belum curiga.
"Oh ya, mana calon menantu Daddy? Kok kamu sendirian?" tanya Leo yang melihat Carlos datang sendiri tanpa siapa-siapa.
__ADS_1
"Oh ... dia sedang mengambil ponselnya yang ketinggalan di mobil, sebentar lagi dia pasti ke sini." balas Carlos.
Sambil menunggu Asha datang, Aksa rupanya mengajak Leo bermain, mereka bertiga tampak seru, apalagi Aksa anak yang pintar dan cerdas, gaya omongan Aksa terlihat begitu dewasa sehingga membuat Leo tertawa melihat kelucuan Aksa.
Sementara itu, setelah mengambil ponselnya dari dalam mobil, Asha pun bergegas untuk masuk ke dalam restoran tempat di mana Carlos dan calon mertuanya sedang menunggu dirinya. Asha berjalan sedikit berlari menuju ke pintu masuk.
Di sisi lain, Anto yang selesai menelepon kolega bisnis Leo, Ia pun segera menutup teleponnya dan membalikkan badan. Alangkah terkejutnya saat ia melihat Leo sedang bersama seorang anak laki-laki yang Ia temui di toko bunga kemarin yang tak lain adalah putra kandung Leo sendiri. Anto pun semakin terperanjat saat melihat Carlos yang juga ikut bersama.
"Loh itu bukannya Aksa dan Tuan Carlos, kenapa ada Aksa ikut di sini, jangan-jangan ... oh tidak semoga saja dugaanku salah," Anto merasa ada kejanggalan, bagaimana bisa Aksa datang bersama Carlos, mengingat Carlos sedang memperkenalkan calon istrinya kepada sang Daddy.
"Hoooo ya Tuhan! Ini tidak mungkin!" pekik Anto antara percaya dan tidak. Asha terlihat masih sibuk memasukkan ponselnya ke dalam tas, hingga akhirnya terdengar suara Aksa yang memanggil sang Ibu yang baru saja masuk ke dalam ruangan.
"Itu Bunda, Daddy!" tunjuk Aksa kepada Asha yang sedang berdiri di depan pintu.
'Deg'
__ADS_1
Leo segera menoleh ke arah pintu, begitu juga dengan Carlos yang tersenyum melihat kedatangan calon istrinya.
Leo yang saat itu sedang menggendong Aksa, Ia pun langsung melihat ke arah telunjuk sang bocah, dilihatnya seorang wanita yang sangat Ia kenal tengah berdiri dan sedang sibuk memeriksa tasnya. Kemudian Aksa memanggil Ibunda nya dengan sedikit berteriak.
"Bundaaaa! Bunda ... Aksa di sini, ayo ke sini Bunda! Aksa kenalin dengan Daddy Leo, Daddy Leo baik banget, Bunda!" Aksa berkata sembari melambaikan tangannya agar sang Ibu datang menghampirinya. Spontan Asha mengangkat wajahnya dan melihat sang anak yang digendong oleh seseorang yang sangat Ia kenal.
Tatapan mereka saling bertemu, Leo menatap wajah Asha dan Asha pun menatap pria yang berdiri di samping Carlos sambil menggendong putranya dengan tidak percaya.
"Pak Leo! Ini tidak mungkin." batin Asha yang tidak percaya jika Ia akan bertemu dengan Leo saat bersama Carlos.
"Asha! Apa Kamu adalah calon menantuku?" batin Leo yang mulai was-was jika benar Asha adalah wanita yang diperkenalkan putranya sebagai calon menantunya.
Spontan Asha menjatuhkan tasnya karena saking terkejutnya melihat Leo yang sedang menggendong sang anak.
"Apa-apaan ini ya Tuhan! Bagaimana bisa ini terjadi!" Asha terlihat gemetaran melihat Ayah kandung putranya sedang berdiri di samping pria yang akan menikahinya.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...