
"Kenapa kalian berdua diam saja? Katakan yang sejujurnya jika Aksa adalah Adikku, Aksa adalah anak kalian berdua? Benar, bukan?" kembali Carlos semakin mempertegas pertanyaannya.
Tentu saja Asha dan Leo tidak bisa menyembunyikannya lagi, karena Carlos sudah mengetahuinya terlebih dahulu. Hingga akhirnya sang asisten mendekati sang Bos dan meminta maaf jika Ia sudah memberi tahukan kepada Carlos tentang hal yang sebenarnya.
"Maafkan Saya, Bos! Saya tidak bisa menahannya, maafkan Saya jika lancang memberi tahukan kepada Tuan muda Carlos tentang siapa sebenarnya Aksa dan Asha, Saya merasa kasihan kepada kalian berdua dan terlebih kepada bocah tak berdosa ini, Aksa membutuhkan kedua orang tuanya," ungkap Anto sambil menundukkan kepalanya di hadapan Leo.
Leo pun menghampiri Anto dan menepuk pundaknya seraya berkata, "Kamu tidak salah, Aku berterima kasih sekali kepadamu, mungkin sudah waktunya semua ini terkuak, terima kasih, kamu benar-benar asisten ku yang paling setia." seru Leo kepada sang asisten, setelah itu Leo berjalan menghampiri sang anak yang terlihat begitu bersedih dengan Aksa dalam gendongannya.
Hanya dua langkah kaki Leo sudah sampai didepan kedua putranya, "Carlos! Daddy tahu jika kamu pasti sangat terkejut dengan semua ini, maafkan Daddy jika tidak menceritakan tentang seorang wanita yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan Daddy, Daddy ingin memberikan kejutan untukmu dengan memberikan Mommy baru untukmu, tapi rupanya kamu lebih gercep daripada Aku, Aku dan Asha memang memiliki hubungan yang sangat dalam, dan Aksa dia memang Adikmu, dia putra kandung Daddy yang lain, kalian berdua sangat berharga bagi Daddy, Daddy sangat menyayangi kedua putra Daddy."
__ADS_1
Mendengar pengakuan dari Leo, Aksa pun spontan melontarkan kata-kata yang membuat siapa saja terhenyak, "Daddy-nya Om Carlos adalah Ayah Aksa? Apa itu benar, Om?" untuk sejenak Aksa bertanya kepada Carlos, seolah bocah itu tidak percaya jika dirinya bertemu dengan Ayah kandungnya sendiri.
Carlos menatap wajah sang bocah dan menganggukkan kepalanya, "Iya! Daddy-nya Om Carlos juga Daddy-nya Aksa. Jadi, Daddy kita sama, satu orang." jelas Carlos.
"Waaahhhh itu artinya Om Carlos adalah Kakak Aksa dong?" pertanyaan Aksa yang disertai kedua tangannya menangkup wajah Carlos. Dan Carlos pun tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. Spontan Aksa memeluk Carlos sembari berkata, "Jika Om Carlos adalah Kakak Aksa, itu artinya Om Carlos tidak bisa jadi Ayah Aksa, kalau gitu Om Carlos buat Tante Ara aja." celetuk sang bocah yang seketika membuat Carlos tercengang.
"Kok buat Tante Ara?"
"Maafkan Daddy, Sayang! Daddy tidak pernah bermaksud pergi dari kalian, tapi Bunda kamu yang ingin jauh dari Daddy, padahal Daddy sangat mencintai kalian berdua." ungkap Leo yang memaksa Aksa berkata sembari menatap wajah sang Ayah dengan tajam. "Bunda yang menjauhi, Daddy?" tanya Aksa serius. Leo pun menganggukkan kepalanya pelan. Aksa pun meminta untuk dibawa ke hadapan sang Ibu yang saat itu terlihat diam berdiri menatap pertemuan Ayah dan anak.
__ADS_1
Setelah Leo membawa Aksa di depan Ibunya, kemudian bocah itu menasehati Asha layaknya orang dewasa, "Bunda nggak boleh gitu, ya? Ingat Bunda! Anak dan Ayah itu nggak boleh dipisahkan, Bunda nggak boleh egois, itu dosa. Jangan menjauhi Daddy lagi ya, Bunda! Pokoknya Bunda dan Daddy harus tinggal bersama, biar Aksa bisa tunjukin sama teman-teman kalau Aksa punya Ayah dan Ibu yang lengkap, biar mereka nggak mengejek Aksa lagi." mendengar ucapan polos dari sang anak, Asha pun spontan memeluk putranya yang masih berada dalam pelukan Leo, hingga akhirnya pemandangan yang indah itu membuat Carlos terharu.
"Maafkan Bunda, Sayang! Bunda janji nggak akan pernah ninggalin Daddy lagi," Asha berkata sembari memeluk kedua laki-laki itu. Leo akhirnya bisa memeluk dua orang yang selama ini Ia cari-cari dan Ia rindukan.
Tampak sang asisten yang terlihat mengusap air mata yang keluar dari sudut matanya, belum lagi ingus yang meler pada hidungnya, karena Anto menangis lebih heboh dari mereka, melihat bersatunya kembali dua insan yang terpisah karena tidak adanya komunikasi yang baik, Carlos pun mendekati Anto sembari memberikan tisu untuk mengelap ingus yang keluar dari hidung Anto.
"Sudah Pak Anto, nggak usah menangis seperti itu, Daddy sudah menemukan cintanya, mungkin ini memang sudah takdir, melihat mereka bahagia, Aku pun ikut bahagia, Aku sangat menyayangi Daddy, Aku rela melepaskan Asha demi Daddy, dan Aku sangat yakin jika Asha pasti bisa menjadi istri yang baik untuk Daddy, hatinya sangat lembut dan sangat keibuan, dan Aku percaya Mommy pasti ikut bahagia di Surga." ungkap Carlos.
Anto pun semakin menangis menjadi-jadi ketika mendengar ucapan dari Carlos yang lebih menyentuh hatinya.
__ADS_1
"Huwaaa ... Tuan muda, Anda benar-benar orang yang sangat baik, Saya doakan semoga Anda bisa mendapatkan pengganti yang lebih cantik dan lebih seksi daripada Asha, dan tentunya masih ting-ting, karena Anda sangat pantas mendapatkan gadis yang masih suci, sesuci hati Anda, Tuan muda!" seru Anto sembari menangis sesenggukan, melihat ketulusan hati Carlos.
...BERSAMBUNG...