AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Meminta maaf


__ADS_3

Asha dan Leo turun dari mobil, Asha sedikit khawatir, karena Ia takut jika Ibunya tetap keukeuh tidak mau menyetujui hubungan mereka, sementara itu Aksa terlihat menggandeng Bunda dan Daddy-nya untuk menemui sang Nenek.


"Ayo Bunda, Daddy! Kita menemui Nenek, Aksa mau tunjukin kalau Aksa udah bawa Daddy pulang." seru sang bocah dengan dua tangannya menarik tangan Asha dan Leo.


Mereka berjalan menuju ke pintu masuk. Namun, sebelum mereka sampai mengetuk pintu, Bu Laila sudah terlihat membuka pintu itu dan berdiri dengan tatapan yang tajam.


"Ibu!" seru Asha terkejut ketika melihat Bu Laila melihat Leo dengan tatapan kebencian.

__ADS_1


"Berhenti di situ! Kenapa kamu membawa pembunuh ini ke rumah kita, Asha? Ibu sudah pernah bilang, jangan pernah menemui pria itu lagi. Kenapa kamu tidak mendengarkan ucapan Ibu?" seru Bu Laila sembari menunjuk ke wajah Leo dengan kesal.


"Asha mohon dengarkan penjelasan kami, Bu! Semua yang terjadi tidak seperti yang Ibu kira." jawab Asha yang berharap sang Ibu bisa mendengarkan penjelasannya.


"Ibu sudah tidak mau lagi mendengarkan hal apapun tentang pria ini, kamu sudah lupa bagaimana Ayahmu meninggal dengan cara tragis saat itu, kamu tidak melihat betapa sedihnya Ibu, Ayahmu tidak bersalah. Kenapa mereka harus memisahkan Ibu dan Ayahmu, salah kami apa? Kami hanya orang miskin, tidak pernah kah mereka melihat itu, dengan seenaknya dan kekuasaan mereka, orang-orang kaya ini sudah memisahkan Ayahnya dari anak-anaknya. Dan gara-gara dia kamu dan Ara menjadi yatim. Dan sekarang kamu datang bersama laki-laki brengsek ini? Ibu tidak habis pikir, Asha."


Aksa yang saat itu belum mengerti apa yang dimaksud oleh sang Nenek, Ia pun segera menghampiri Neneknya dan berkata, "Nenek! Kok Nenek ngomongnya gitu sih, Itu Daddy Aksa, Nek. Apa Nenek tidak senang melihat Aksa punya Ayah?"

__ADS_1


"Maafkan Saya, Bu! Mungkin apa yang Saya lakukan sangat membuat Ibu benci kepada Saya. Saya memang memerintahkan anak buah untuk mengamankan unjuk rasa itu. Dan rupanya ada orang yang sengaja memfitnah suami Ibu, sehingga anak buah kami tidak tahu kalau Pak Cipto tidak bersalah. Di sini Saya Leonel Abraham datang untuk memohon maaf kepada Bu Laila. Saya siap jika Ibu ingin menghukum Saya, Saya siap menerima segala konsekwensinya."


Bu Laila masih terlihat tegang dan marah, air mata wanita paruh baya itu pecah saat Ia mengingat bagaimana tragisnya kematian sang suami. Sementara itu Carlos Ara mulai meyakinkan sang Ibu untuk bisa menerima kenyataan jika Ayah mereka meninggal karena kesalahpahaman.


"Bu! Pak Leo tidak bersalah, memang benar Ayah meninggal karena cambukan anak buah Pak Leo. Tapi percayalah, Bu! Sebenarnya kejadian itu karena Ayah difitnah oleh seseorang, dan Ara sangat yakin sekali jika Pak Leo tidak sengaja melakukannya, semua ini sudah takdir, Bu! Maafkanlah Pak Leo, dan biarkan Aksa mendapatkan kasih sayang dari Ayahnya, Ibu tidak kasihan kah kepada Aksa?"


Carlos kagum melihat kedewasaan Ara saat berbicara dengan Ibunya, entah kenapa dirinya senang melihat gaya bicara siswinya itu.

__ADS_1


"Dia gadis yang cerdas." batin Carlos yang terus menatap wajah Adik Asha itu.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2